NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Penaklukan Si Penelan Surga dan Menara Ilusi Waktu

​Angin di Lembah Kabut Merah seolah berhenti berhembus. Semua mata tertuju pada pemuda kurus berbaju compang-camping dan pria berjubah putih yang melayang turun layaknya dewa.

​"Tujuh hari?" Lin Tian mendengus keras, matanya memancarkan ketidakpercayaan yang tajam. "Kau pikir Master Sekte Api Biru itu ayam sayur yang bisa dipotong sembarangan? Dia telah berada di puncak Pembangunan Yayasan selama sepuluh tahun! Bahkan jika aku memiliki bakat menentang surga, menembus dari Kondensasi Qi ke tingkat yang bisa membunuhnya dalam tujuh hari adalah omong kosong!"

​Lin Tian mencengkeram beliung hitamnya erat-erat. "Klan Lin-ku hancur karena mempercayai janji manis orang lain. Jika kau ingin aku tunduk, buktikan bahwa kau memang pantas menjadi Guruku!"

​Tanpa memberikan peringatan, Lin Tian menerjang maju. Insting buasnya mengambil alih. Beliung patah yang diselimuti Devouring Qi hitam legam itu diayunkan langsung ke arah leher Lin Chen, membawa kekuatan hisap yang bisa mengeringkan darah siapa pun yang disentuhnya.

​Ye Fan hendak menghunus pedangnya untuk melindungi gurunya, namun Lin Chen mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat padanya untuk diam.

​Lin Chen berdiri mematung. Matanya menatap datar pada bilah beliung yang berjarak hanya satu inci dari lehernya.

​WUSSH!

​Beliung itu berhenti secara paksa di udara. Bukan karena Lin Tian menahannya, melainkan karena ia menabrak sebuah dinding tak kasat mata yang terbuat dari energi murni.

​"Teknik Penelan-mu memang menakjubkan," ucap Lin Chen santai. "Tapi, apakah sebuah lubang jarum bisa menelan seluruh samudra?"

​Lin Chen hanya memajukan bahunya sedikit.

​BOOOOOOM!

​Lautan Qi dari Inti Emas (Golden Core) yang selama ini Lin Chen sembunyikan, bocor keluar walau hanya seujung kuku. Namun, seujung kuku dari seorang ahli Inti Emas sudah cukup untuk meruntuhkan langit bagi seorang kultivator tahap Kondensasi Qi!

​Energi hitam di beliung Lin Tian langsung hancur lebur. Pemuda itu terpental ke belakang sejauh belasan meter, dadanya sesak seolah baru saja ditabrak oleh gunung baja. Ia jatuh berlutut, memuntahkan seteguk darah segar.

​Singa hitam yang sombong itu kini gemetar hebat di bawah tekanan sang naga sejati.

​"I-Inti Emas..." Lin Tian mendongak dengan wajah pucat pasi. Matanya yang selalu dipenuhi keraguan kini digantikan oleh syok yang absolut. "Kau... seorang Leluhur Inti Emas?!"

​Lin Chen berjalan perlahan mendekati Lin Tian. "Di dunia ini, yang membatasi kekuatanmu hanyalah imajinasimu yang sempit. Bagiku, Master Sekte Api Biru bukanlah apa-apa selain batu loncatan kecil untuk murid-muridku. Jika kau tidak berani memimpikan memenggal kepalanya dalam tujuh hari, maka kau tidak pantas berdiri di bawah bendera Sekte Puncak Awan."

​Kata-kata itu menghantam sanubari Lin Tian lebih keras dari tekanan fisik mana pun. Batu loncatan? Leluhur Inti Emas ini bahkan tidak repot-repot turun tangan sendiri untuk menghancurkan Sekte Bintang Dua?!

​Melihat tekad absolut di mata Lin Chen, dinding es di hati Lin Tian akhirnya runtuh. Kekuatan, otoritas, dan jalan pintas menuju balas dendam ada di depan matanya. Apa lagi yang harus ia ragukan?

​Lin Tian membuang beliungnya, memutar tubuhnya, dan membenturkan dahinya ke tanah yang keras.

​"Murid Lin Tian... menyapa Guru! Jika Guru benar-benar bisa membantuku memenggal musuh klanku, nyawa ini akan menjadi pedang Guru seumur hidup!"

​Di dalam benak Lin Chen, melodi kemenangan yang paling ia tunggu-tunggu akhirnya berdentang.

​[Ding!]

[Misi Rahasia/Perekrutan Selesai!]

[Berhasil merekrut Murid Bintang 6 (Mitos): Lin Tian (Fisik Penelan Surga).]

[Loyalitas Murid: 85% (Loyalitas akan meningkat 100% setelah balas dendam tercapai)]

[Hadiah Perekrutan Bintang 6 Dibagikan!]

[1. Seni Bela Diri Tingkat Ilahi (Awal): Sutra Iblis Penelan Surga!]

[2. Bangunan Sekte Tingkat Surga: Menara Ilusi Waktu!]

[3. Poin Sistem: 10.000 Poin!]

​Lin Chen harus menggigit bagian dalam pipinya agar tidak tertawa terbahak-bahak dan merusak citra masternya. 10.000 Poin! Dan fasilitas tingkat surga lagi! Aku resmi menjadi orang kaya!

​Lin Chen berdehem, mengembalikan ekspresinya menjadi tenang dan berwibawa. Ia meletakkan tangannya di atas kepala Lin Tian, membiarkan sedikit energi hangat mengalir untuk menyembuhkan luka-luka pemuda itu.

​"Berdirilah, Murid Ketigaku. Mulai hari ini, namamu akan membuat benua ini gemetar."

​Lin Chen kemudian melambaikan tangannya ke arah para budak tambang yang masih berkumpul dalam ketakutan di sudut lembah. "Kalian semua, dengarkan baik-baik! Sekte Api Biru tidak lagi memiliki kuasa atas tambang ini. Kalian bebas. Pergilah sejauh mungkin dari sini."

​Ratusan budak itu menangis haru, bersujud ke arah Lin Chen berulang kali sebelum berlarian kabur dari lembah neraka tersebut.

​Setelah lembah itu bersih, sifat kapitalis Lin Chen keluar. Ia berbalik menatap Ye Fan, Su Yue, dan murid barunya, Lin Tian.

​"Nah, anak-anak. Latihan pertama kalian hari ini adalah: Kerjasama Tim."

​Ketiga murid itu saling pandang dengan bingung. "Kerjasama tim dalam pertarungan, Guru?" tanya Ye Fan semangat.

​"Bukan." Lin Chen mengeluarkan sepuluh Cincin Penyimpanan kosong dari inventarisnya dan melemparkannya ke tanah. "Kerjasama tim dalam menjarah. Kosongkan seluruh gudang tambang ini. Jangan tinggalkan satu keping Batu Roh pun. Potong juga pilar-pilar giok di dindingnya. Guru beri kalian waktu setengah jam!"

​Ye Fan: "..."

Su Yue: "..."

Lin Tian (yang baru sadar gurunya ternyata seorang perampok profesional): "..."

​Tiga Jam Kemudian, di Gunung Puncak Awan.

​Rombongan kecil itu telah kembali ke sekte. Begitu melangkah masuk ke dalam Formasi Awan Pembantai, Lin Tian terbelalak melihat betapa mistis dan dipenuhi energi spiritualnya markas sekte barunya ini.

​Lin Chen membiarkan murid-muridnya menaruh puluhan ribu Batu Roh Tingkat Menengah hasil jarahan mereka ke dalam perbendaharaan. Ia kemudian membawa mereka bertiga ke sebuah area kosong di belakang Aula Utama.

​"Tujuh hari lagi, Sekte Api Biru pasti akan mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menyerang gunung ini," ucap Lin Chen. "Dan seperti yang Guru janjikan padamu, Lin Tian, kau dan kakak-kakak seperguruanmu yang akan menyambut mereka."

​"Tapi Guru..." Ye Fan ragu-ragu. "Master Sekte Api Biru berada di Puncak Pembangunan Yayasan. Belum lagi tetua-tetua lainnya. Kakak Su Yue di Lapis ke-5, Adik Lin Tian di Lapis ke-10, dan aku di Lapis ke-8. Meski bakat kami hebat, menembus ranah besar (Pembangunan Yayasan) dalam tujuh hari hampir mustahil."

​Lin Chen tersenyum misterius. "Itu jika kalian berlatih di waktu yang normal."

​"Sistem," bisik Lin Chen dalam hati. "Ekstrak Menara Ilusi Waktu!"

​Bumi Gunung Puncak Awan kembali bergetar pelan. Di hadapan ketiga murid yang kebingungan, sebuah menara pagoda tembaga setinggi sembilan lantai menembus tanah dan berdiri kokoh. Menara itu memancarkan fluktuasi hukum ruang dan waktu yang sangat kuno. Jam pasir raksasa yang terbuat dari debu bintang mengambang di atas atapnya.

​[Menara Ilusi Waktu (Tingkat Surga): Memanipulasi hukum waktu di dalam ruangnya. Rasio waktu saat ini (Lantai 1) adalah 1:10. Satu hari di dunia luar sama dengan 10 hari di dalam menara. Konsumsi: 1.000 Poin Sistem per hari (dunia luar) untuk mengaktifkan seluruh lantai.]

​"Tujuh hari di luar," ucap Lin Chen sambil menunjuk pintu menara. "Adalah tujuh puluh hari di dalam sana. Cukup waktu bagi para monster sepertiku... maksudku, seperti kalian, untuk mengkristalkan energi kalian dan menembus Pembangunan Yayasan."

​Mata ketiga murid itu membelalak hampir keluar dari rongganya. Fasilitas yang bisa mengubah hukum waktu?! Bahkan Tanah Suci di Benua Tengah pun belum tentu memiliki benda dewa semacam ini!

​Lin Chen menjentikkan jarinya, dan sebuah gulungan giok hitam terbang ke arah Lin Tian.

​"Itu adalah Sutra Iblis Penelan Surga. Teknik kultivasi yang dirancang khusus untuk fisikmu. Ambil itu, masuk ke dalam menara bersama Ye Fan dan Su Yue. Gunakan Batu Roh yang kalian curi... ahem, kalian ambil tadi, sebagai sumber energi di dalam sana."

​"Terima kasih, Guru!!" seru Lin Tian dengan suara bergetar. Loyalitasnya langsung melonjak ke 95%. Ia akhirnya melihat secercah harapan yang pasti untuk membantai musuh-musuhnya.

​Ketiga murid jenius itu segera melangkah masuk ke dalam Menara Ilusi Waktu. Pintu perunggu tertutup rapat, dan jam pasir raksasa di atas atap mulai berputar mundur.

​Lin Chen menghela napas lega. Ia kembali ke kursinya dan menuangkan teh spiritual. "Bagus. Sekarang aku bisa bersantai dan membiarkan murid-muridku yang melakukan kerja keras."

​Di waktu yang sama. Markas Utama Sekte Api Biru.

​Suasana di Aula Utama Sekte Api Biru terasa seperti di dalam kawah gunung berapi. Master Sekte Huo, seorang pria paruh baya dengan rambut merah menyala, duduk di singgasananya dengan wajah dipenuhi urat yang menonjol.

​Di depannya, altar lilin jiwa (Soul Candle) yang melambangkan nyawa para tetua sekte telah padam dua buah. Lilin milik Tetua Ma dan Pengawas Gu.

​"Sekte Puncak Awan..." suara Master Sekte Huo bergetar karena amarah yang luar biasa. Cawan giok di tangannya hancur menjadi debu. "Sebuah sekte sampah yang hanya berisi satu master sekarat, berani membunuh utusanku dan membantai Tambang Batu Roh milikku?!"

​Seorang Tetua yang tersisa melangkah maju dengan gemetar. "M-Master Sekte... laporan dari mata-mata mengatakan, Lin Chen, bocah yang menjadi Master Sekte Puncak Awan itu, sepertinya menyembunyikan kekuatannya. Dia setidaknya berada di Pembangunan Yayasan Lapis Menengah, dan dia merekrut beberapa murid iblis!"

​"Pembangunan Yayasan Lapis Menengah?! Lalu kenapa?!" raung Master Sekte Huo hingga atap aula bergetar. Basis kultivasinya sebagai ahli Puncak Pembangunan Yayasan meledak, menekan semua tetua di ruangan itu. "Aku selangkah lagi menuju Pembentukan Inti! Wilayah Utara ini adalah milikku!"

​Ia berdiri dari singgasananya, jubah apinya berkibar keras.

​"Bunyikan Lonceng Perang! Kumpulkan seluruh Tetua dan 3.000 murid elit! Kita akan berhenti menambang dan berlatih. Tujuh hari dari sekarang, aku sendiri yang akan memimpin pasukan untuk meratakan Gunung Puncak Awan dan memenggal kepala Lin Chen!"

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!