NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Ezar, jaga bicaramu!" Dewa membela.

Miranda juga menimpali. "Apa-apaan sih, Mas? Datang-datang langsung kaya petir. Nggak suka banget lihat hidup saya?!"

Ezar semakin mendekat dengan tatapan kuat. Reflek Miranda mundur. Dewa menarik adiknya agar menjauh. "Mas... Jangan dekat dengan wanita itu! Mas Dewa-"

"Zar... Miranda tidak pernah memiliki niatan jahat. Dia disini hanya bekerja. Tolong tinggalkan dia. Biarkan dia bekerja dengan tenang. Ayo kita pulang!"

Terpaksa Dewa mengalah. Beberapa obrolannya dengan Miranda masih menggantung belum terselesaikan. Tapi setidaknya ada perasaan tenang melihat mantan Perawatnya sudah mendapatkan kerjaan.

"Mas... Bagaimana dia dapat bekerja di sini? Dia sekertaris di perusahaan!" Ezar menolak pernyataan itu. Lalu pandanganya beralih lagi pada Miranda. "Miranda, ayo kamu kembali ke kantor! Saya tidak mau jadwal meeting berantakan gara-gara kamu!"

Miranda tak mempedulikan. Ia menampakkan wajah tengil, muak sekali melihat mantan kekasihnya dulu. "Mas Ezar itu tuli atau tuna netra sih? Di bilangin saya keluar dari perusahaan Prajaya, masih aja aneh! Lebih baik Mas Ezar yang keluar dari sini!"

Dewa menahan tawa melihat tingkah mantan pasangan di depanya itu. "Ezar, Ezar... Udah, lebih baik kamu kembali ke kantor. Mas juga pulang setelah beli buku."

Bahu lebar adiknya sudah ia papah akan berbalik. Namun sudut mata Ezar seolah masih belum terima mantan Kekasihnya itu mengabaikan urusanya begitu saja. 'Awas saja kamu Miranda... Aku nggak akan buat hidup kamu tenang!'

Sementara Miranda hanya menjulurkan lidah sambil melambai kecil.

Setelah di rasa Ezar pergi, Dewa juga sudah menitipkan Miranda pada karywannya, kini Dewa juga pergi setelah membeli satu buku.

Hah... Sambil meletakan buku di rak, Miranda menghembuskan napas panjang sangat lega. Serasa, ia baru saja membuang semua toxic dalam pikirannya. Ia tak menyangka ada hikmah di balik setiap kejadian.

"Ya Allah, terimakasih..." Lirihnya ketika melayani beberapa pengunjung.

Meninggalkan Miranda dengan segala aktivitas barunya, berbeda dengan sang mantan kekasih. Mobil Ezar baru saja kembali memasuki halaman perusahaannya.

Akan tetapi, pria pemilik rahang tegas itu masih enggan turun. Wajahnya menekuk, emosinya masih bertahta tinggi enggan pergi.

'Dia sekarang bekerja di Toko Buku. Aku harus kesana menimal sehari 3 kali. Menyebalkan sekali Miranda. Aku jadi tidak bisa melihat wajahnya setiap hari. Arghhh....' frustasinya. 'Aku tidak menyukai buku. Tapi kalau aku kesana tidak membeli buku, maka dia menyangkanya aku gagal move on. Ini sangat menyebalkan sekali,' bisik kembali hatinya.

Tiba-tiba saja...

Tok!

Tok!

"Sayang... Buka! Sayang...."

Dan ternyata, sejak tadi Sinta menunggu dirinya di luar, menatap Ezar dari luar sambil menahan kesal. Kekasihnya itu baru tersadar, lalu segera membuka pintu mobil.

"Kamu ngapain ke sini, Sinta?"

Sinta mengangkat satu paperbag. "Nih, aku bawakan makan siang buat kamu. Aku ingin makan bersama. Kamu udah lama 'kan nggak makan masakan aku," ucapnya penuh harap.

"Lebih baik kamu bawa pulang! Aku mau makan siang di luar nanti!" Ezar mengabaikan, berjalan masuk ke dalam lagi.

Sinta tak menyerah. Ia mengejar kekasihnya sambil memekik, "Sayang... Sekali-kali kamu harus makan sehat! Aku ini udah masak sejak pagi buta, dan kamu dengan entengnya menyuruh aku pergi? Nggak ya, Ezar!" Sinta berusaha mengimbangi langkah lebar kekasihnya.

Dan ketika tiba di lantai 5, pintu kaca sudah terbuka. Ezar berhenti sejenak di ambang pintu. Ia tatap meja Sekertarisnya yang kosong. Disana tidak ada apapun yang tertinggal dari Miranda. Hati pria itu mendadak kosong dan terasa senyap.

Semua karyawan terdiam. Wajah Sinta yang galak membuat nyali para karyawan Ezar menciut. Bahkan, sekedar menyapa saja mereka tak berani.

Ezar masuk ke dalam ruanganya begitu saja. Sinta masih tetap mengikuti.

Bug!

Sinta meletakan paperbag tadi sangat kuat. Suaranya menggema, manandakan emosinya yang siap meledak.

"Sayang... Kamu itu sekarang kenapa sih? Kamu jadi sering marah-marah nggak jelas! Nggak perhatian lagi sama aku. Bahkan... Sekedar memberi kabar aku saja udah mulai jarang. Kamu kenapa sih? Aku ada salah apa, Ezar?" Suara itu bergetar.

Ezar juga tak tahu kenapa emosinya bisa tak terkontrol akhir-akhir ini. Yang jelas, semenjak kehadiran Miranda dalam hidupnya, wanita itu mampu mengalihkan dunianya dalam sekejap.

Sinta sudah menangis. Ezar tak menjawab, namun segera mendekat sambil membawa masuk Sinta dalam pelukannya. "Maafkan aku! Kamu tahu sendiri, akhir-akhir ini emosi Mas Dewa sulit terkontrol! Dan aku juga harus mengurus masalah kantor sendiri. Aku juga sama capeknya, Sin!" Ezar melerai. Ia usap air mata kekasihnya. "Ya sudah, bagaimana kalau siang nanti kita ke Toko Buku? Kamu suka Novel 'kan?"

Sinta menggeleng pelan. "Nggak! Aku lebih suka nonton, kalau nggak ya belanja."

"Tapi, aku baca di artikel ada Novel romansa keluaran terbaru. Dan kamu harus beli. Aku udah baca sinopsisnya, dan itu sangat indah!" Ezar tak punya alasan lain.

"Ya udah deh sayang... Kemana kamu pergi aku ikut. Ya udah, kamu lanjut kerja aja, aku tunggu di sana." Sinta meninggalkan kecupan singkat di pipi Ezar. Barulah kemudian duduk di sofa.

****

Siang itu, Miranda benar-benar di sibukan dengan dasyatnya pengunjung sejak pagi. Dari pagi sampai siang saja, buku yang sudah terjual sudah hampir di angka 100 biji. Belum nanti sampai malam.

Huh... Miranda menarik napas cukup lelah untuk seharian ini. Meksipun terlihat enteng, namun, tiada pekerjaan yang tanpa keringat, bukan?

Meskipun begitu Miranda tetap bersyukur. Dalam matanya hanya ada sosok Tama yang sedang tersenyum.

"Mbak, silahkan kalau Mbak Miranda makan dan sholat. Ini sudah adzan soalnya," celetuk teman Miranda yang baru menghampiri. Bukan Rahel, tapi yang rambutnya sebahu. Dia non muslim. Namanya -- Rena.

Rahel datang. "Iya, mending kita makan dulu aja, Mir! Toko biar di jaga Rena sama Mbak Diah."

Karyawan Dewa dalam toko itu ada 5 sebelum dia masuk. 3 wanita dan 2 pria bagian gudang khusus angkat junjung jika buku datang. Dan Alhamdulillahnya, mereka semua baik-baik semua.

"Ya sudah, saya permisi dulu," pamitnya.

Sementara di luar, mobil mewah Ezar kembali lagi datang ke toko buku milik Kakaknya. Sinta sejujurnya sangat muak, karena ia sama sekali tak begitu menyukai buku. Namun, demi sang pujaan, hal terburuk sekali pun ia akan suka.

"Selamat datang di Star Book kami, Bapak, Ibu," seru Diah sang kasir.

Ezar masuk sambil mengedarkan mata. Lengan kekarnya di peluk tangan Sinta penuh pemilikan. "Sinta... Kamu pilih lah ke sana. Aku mau cari buku tentang bisnis dulu."

"Ya udah deh, sayang."

Begitu Sinta sudah berjalan ke rak paling ujung. Ezar berjalan lurus menuju kasir, sebab sejak tadi ia tak melihat batang hidung Miranda.

"Permisi, Mbak... Dimana karyawan yang bernama Miranda?"

Dengan sopan tanpa curiga apa pun, Diah menjawab. "Maaf, Pak... Mbak Miranda sedang istirahat. Ada perlu apa ya? Nanti biar saya sampaikan?"

Ezar tampak mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. "Ini, tolong nanti berikan pada Miranda." Sebuah ponsel Ezar berikan pada teman Miranda.

"Baik, Pak!"

Ezar mencoba bersikap maskulin, lalu berbalik arah menghampiri Sinta. "Sudah dapat belum?"

"Nggak ada yang aku suka, sayang! Udah di bilangin aku males kalau baca banyak-banyak. Kamu maksa," gerutu Sinta sambil membolak balikan buku di depanya.

Ezar ambil random salah satu buku di bagian rak khusus novel. "Udah, aku udah dapet satu kok. Ayo kita balik."

Miranda yang baru akan masuk dari ruang samping, kini kembali menarik tubuhnya di balik pintu kala melihat Ezar tampak selesai transaksi bersama kekasihnya.

Rahel menegur, "Mira... Ada apa?"

Miranda menggeleng cepat sambil tersenyum. Lalu tiba-tiba menghadap kaca untuk menelisik jilbabnya. "Nggak, Hel... Ini, jilbabku kurang kenceng penitinya."

'Ya Allah... Mau apa lagi pria saiko itu datang. Pake ngajak kekasihnya lagi. Ya Allah tolong jauhkan lah hamba darinya,' di tengah lamunannya menghadap kaca, tiba-tiba saja siluet Rahel berganti dengan Ezar.

Deg!

"Masa lalu kita tidak akan pernah selesai, Miranda!" Ezar tersenyum miring dibelakang jilbab Miranda.

1
Sugiarti Arti
bagus
Reni Anjarwani
sandiwara pinter yg ria
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!