NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Perpustakaan yang Terlupakan

Perpustakaan Klan Liu berdiri di sudut paling sunyi kompleks.

Bangunannya tua. Sangat tua. Dinding batunya berlumut, atap gentengnya menghitam dimakan usia. Tidak ada lentera di sekitarnya. Tidak ada penjaga di pintu depan. Seolah-olah tempat ini sengaja dilupakan oleh seluruh klan.

Xiao Fan mendekat dengan hati-hati. Tidak ada formasi pelindung di sini. Aneh. Perpustakaan biasanya adalah tempat paling dijaga di klan mana pun.

Ia mendorong pintu kayu yang berat. Engselnya berderit pelan, suara yang entah sudah berapa lama tidak terdengar.

Di dalam, gelap. Hanya cahaya bulan yang masuk melalui jendela-jendela tinggi berdebu, menciptakan garis-garis cahaya pucat di lantai kayu. Rak-rak buku menjulang hingga langit-langit, dipenuhi gulungan kitab kuno dan buku-buku bersampul kulit yang mulai lapuk.

Debu menari-nari di udara.

"Aku mendengar langkahmu sejak kau melewati dinding luar."

Suara itu berasal dari kegelapan di ujung ruangan. Xiao Fan menoleh. Di sana, di balik tumpukan kitab setinggi pinggang, duduk seorang pria tua.

Liu Yuan.

Usianya 178 tahun, tapi penampilannya seperti kakek berusia delapan puluhan. Rambutnya putih semua, tipis, diikat asal dengan tali rami. Jubah hijaunya pudar, penuh tambalan. Matanya, bagaimanapun, tajam—seperti mata elang yang mengamati dari balik kabut.

"Kau tahu aku datang?" tanya Xiao Fan.

"Aku merasakan Qi Kematianmu sejak kau memasuki kota." Liu Yuan meletakkan kuas di tangannya. Rupanya ia sedang menyalin kitab kuno di atas meja kecil. "Aku sudah lama tidak merasakan energi itu. Energi yang sama dengan... Kaisar Pedang."

Xiao Fan tidak terkejut. Jika pria ini adalah penjaga arsip klan, ia pasti tahu banyak hal yang orang lain tidak tahu.

"Kau tahu siapa aku."

"Aku tahu." Liu Yuan memberi isyarat pada bangku di depannya. "Duduklah. Kita akan bicara panjang."

Xiao Fan duduk. "Aku datang untuk bertanya tentang Liu Ruyan. Tentang segel di dalam dirinya. Tentang... Putri Kegelapan."

Nama terakhir itu membuat Liu Yuan menghela napas panjang. Ia menatap jendela, ke arah bulan yang menggantung di luar.

"Kau tahu," katanya pelan, "aku sudah menunggu seseorang datang dan menanyakan hal itu selama seratus tahun lebih. Aku kira tidak akan pernah terjadi."

Ia bangkit, berjalan ke salah satu rak, dan mengambil sebuah kotak kayu hitam yang terkunci. Ia membukanya dengan kunci yang tergantung di lehernya. Di dalamnya, sebuah gulungan kitab kuno dengan sampul kulit hitam yang tidak lapuk dimakan waktu.

"Ini catatan tertua Klan Liu," kata Liu Yuan sambil meletakkan gulungan itu di meja. "Ditulis 3.000 tahun lalu oleh pendiri klan kita, Liu Tianzong. Di dalamnya, ada rahasia yang hanya diwariskan dari Penjaga Perpustakaan ke Penjaga Perpustakaan berikutnya."

Ia membuka gulungan itu. Xiao Fan melihat tulisan kuno—aksara yang sudah jarang digunakan di zaman sekarang.

"Liu Tianzong bukan pendiri biasa," lanjut Liu Yuan. "Dia adalah pelayan pribadi dari... Putri Kegelapan."

Xiao Fan menajamkan tatapannya.

"Putri Kegelapan adalah putri dari Raja Kegelapan Pertama. Dia hidup 25.000 tahun lalu, memimpin Benua Bawah Tanah. Tapi dia dikhianati oleh orang kepercayaannya sendiri. Dia disegel—tubuhnya dihancurkan, jiwanya dikunci dalam reinkarnasi abadi. Setiap kali dia terlahir kembali, dia tidak akan pernah memiliki akar spiritual. Dia akan hidup sebagai manusia biasa, menderita, dan mati. Lalu terlahir lagi. Siklus tanpa akhir."

Xiao Fan mencerna informasi itu. "Dan Liu Ruyan adalah reinkarnasinya saat ini."

"Ya." Liu Yuan menatap Xiao Fan lurus. "Tapi ada yang berbeda kali ini. Dia bertemu denganmu."

"Apa hubungannya denganku?"

"Kaisar Pedang dan Putri Kegelapan... kalian terhubung. Di kehidupan sebelumnya, 10.000 tahun lalu, kalian pernah bertemu. Sayangnya, saat itu dia sudah di ujung siklus hidupnya. Dia mati di pelukanmu, tanpa kau tahu siapa dia sebenarnya."

Xiao Fan terdiam. Ia tidak ingat itu. Tapi sistem di kepalanya bergetar, seolah mengonfirmasi kebenaran kata-kata Liu Yuan.

"Itu sebabnya segel di dalam dirinya bereaksi saat bertemu denganmu," lanjut Liu Yuan. "Jiwanya mengenalimu. Dan untuk pertama kalinya dalam 25.000 tahun, ada celah di segel itu."

"Apa yang harus kulakukan?"

Liu Yuan diam sejenak. Lalu ia berkata dengan suara berat, "Kau harus membawanya ke Benua Bawah Tanah. Ke makam Raja Kegelapan Pertama. Hanya di sana segel itu bisa dibuka sepenuhnya."

"Di mana Benua Bawah Tanah?"

"Tidak ada yang tahu. Catatan tentang lokasinya hilang 10.000 tahun lalu. Tapi..." Liu Yuan menatap kotak kayu hitam itu, "...ada petunjuk. Dikatakan bahwa Pedang Penelan Surga adalah kunci untuk menemukannya."

Xiao Fan merasakan pedang di lautan kesadarannya bergetar.

"Jadi aku harus mengumpulkan semua fragmen pedang."

"Itu benar. Tapi hati-hati." Mata Liu Yuan berubah serius. "Ada orang lain yang juga mencari Putri Kegelapan. Orang yang sama yang menyegelnya 25.000 tahun lalu. Mereka masih ada. Dan mereka tidak akan tinggal diam."

Sistem di kepala Xiao Fan berbunyi.

[Misi baru: Kumpulkan 7 fragmen Pedang Penelan Surga.]

[Misi baru: Lindungi Liu Ruyan dari para Penyegel.]

Xiao Fan berdiri. "Aku mengerti. Terima kasih, Tetua Liu."

Ia berbalik hendak pergi.

"Xiao Fan."

Ia berhenti.

"Hati-hati besok pagi. Klan ini... sudah tidak seperti dulu. Banyak yang lebih memilih melupakan sejarah. Mereka akan melihatmu sebagai ancaman."

"Aku sudah terbiasa."

Xiao Fan melangkah keluar perpustakaan. Malam semakin larut. Di penginapan, Liu Ruyan menunggu.

Dan besok, ia akan menghadapi Klan Liu secara langsung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!