NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 十三

Keheningan di lantai eksekutif Mo Group yang biasanya hanya diisi oleh suara ketikan papan tombol dan gumaman pelan para staf, seketika pecah oleh suara langkah kaki yang terburu-buru. Vania, dengan wajah seputih kertas dan napas yang memburu hingga dadanya terasa sakit, berlari tanpa mempedulikan tatapan heran dari rekan-rekan kerjanya. Sepatu hak tingginya berdentum keras di atas lantai granit yang mengkilap, menciptakan irama kepanikan yang mencekam.

​Tanpa sempat mengetuk pintu kayu jati besar yang menjadi pembatas ruang suci sang CEO, Vania menerjang masuk.

​"Tuan! Tuan Mo! Gawat!" teriak Vania dengan suara yang bergetar hebat karena ketakutan.

​Mo Yan yang sedang menatap layar monitor dengan dahi berkerut, seketika berdiri tegak. Aura dingin yang biasanya terkendali di dalam tubuhnya kini meledak keluar seperti badai salju. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Vania. Ia tidak perlu bertanya banyak, instingnya mengatakan sesuatu yang buruk telah terjadi pada satu-satunya orang yang ia pedulikan belakangan ini.

​"Di mana dia? Bukankah sudah kukatakan padamu untuk tidak melepaskan pandangan darinya walau sedetik?!" suara Mo Yan merendah, namun penuh dengan ancaman yang mematikan.

​"Nona Xi'er... dia di dalam toilet eksekutif Tuan. Tapi Siska... sekretaris Siska masuk ke sana dan mengunci pintunya dari dalam menggunakan kunci manual tambahan! Saya tidak bisa membukanya, dan saat saya menempelkan telinga ke pintu, saya mendengar suara bentakan dan makian yang sangat kasar dari Siska!" Vania melaporkan dengan tubuh yang gemetar, air mata hampir jatuh dari pelupuk matanya karena merasa gagal menjalankan tugas.

​Mendengar nama Siska dan fakta bahwa pintu itu dikunci secara sengaja, mata Mo Yan seketika menggelap, berubah menjadi hitam pekat yang mengerikan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melesat keluar dari balik meja kerjanya. Ia tidak lagi peduli pada kursi roda yang biasanya ia gunakan untuk menjaga energinya, langkah kakinya yang panjang dan cepat menciptakan tekanan udara yang berat di sepanjang lorong.

​Para karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya langsung menepi ke dinding dengan wajah ketakutan, bahkan ada yang menjatuhkan berkas mereka karena terkejut. Mereka belum pernah melihat Tuan Mo mereka tampak sebegini murka. Wajahnya tidak lagi datar, melainkan dipenuhi oleh urat-urat kemarahan yang menonjol di pelipisnya.

​Sesampainya di depan pintu toilet wanita, Mo Yan tidak menunggu bantuan apa pun. Ia menghantam pintu kayu yang kokoh itu dengan kepalan tangannya yang kuat.

​BRAKK! BRAKK!

​"SISKA! BUKA PINTUNYA SEKARANG JUGA!" suara Mo Yan menggelegar, mengguncang langit-langit koridor dan membuat lampu-lampu kristal di atasnya bergetar. "JIKA TERJADI SEUJUNG RAMBUT PUN LECET PADA LIN XIAOXI, AKU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN PERNAH MELIHAT MATAHARI DARI BALIK GEDUNG INI LAGI! AKU AKAN MENGHANCURKANMU HINGGA KE AKAR-AKARNYA!"

​Di dalam kamar mandi, Siska yang tadinya sedang mengangkat tangan untuk menampar Xi'er, seketika merasa seluruh tubuhnya lumpuh. Suara Mo Yan dari balik pintu itu terdengar bukan seperti manusia, melainkan seperti raungan singa yang terluka. Namun, pintu itu tetap terkunci rapat karena mekanisme pengaman yang Siska pasang sebelumnya macet karena kepanikannya sendiri.

​"Zuo Fan! Panggil tim keamanan! Bawa alat pendobrak sekarang! Jika dalam sepuluh detik pintu ini tidak terbuka, aku sendiri yang akan menghancurkan dinding ini!" perintah Mo Yan tanpa ampun kepada Zuo Fan yang baru saja tiba dengan napas terengah.

​Hanya dalam hitungan detik, dua petugas keamanan bertubuh besar datang membawa alat pendobrak besi. Dengan satu hentakan kuat yang dikoordinasikan secara cepat, pintu toilet itu terbuka paksa hingga engselnya terlepas. Mo Yan adalah orang pertama yang merangsek masuk ke dalam, mengabaikan serpihan kayu yang beterbangan.

​Jantung Mo Yan berdegup kencang, sebuah ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan saat ia hampir mati membeku di hutan, kini menghimpit dadanya. Ia takut melihat Xi'er yang menangis, takut melihat wajah gadis itu memar, atau takut melihat semangat di mata jernih itu padam.

​Namun, pemandangan di dalam justru membuat Mo Yan terpaku di tempatnya, diikuti oleh Zuo Fan dan Vania yang ikut melongok.

​Tidak ada Lin Xi'er yang sedang menangis tersedu-sedu atau meringkuk ketakutan di sudut ruangan. Sebaliknya, Xi'er berdiri dengan sangat tenang di depan wastafel marmer, tangannya menyilang dengan santai di depan dada, sementara Siska terduduk lemas di atas lantai dengan wajah yang sangat pucat pasi, air matanya merusak riasan tebalnya hingga ia tampak seperti hantu.

​Begitu melihat Mo Yan masuk dengan pasukan keamanannya yang tampak seperti ingin menyerbu medan perang, bukannya merasa lega atau manja, Xi'er justru mengerutkan keningnya dengan sangat dalam. Ia menatap Mo Yan dengan tatapan yang sangat kesal dan penuh ketidaksenangan.

​"Tuan kaku! Apa kau tidak punya pekerjaan lain yang lebih bermartabat sampai harus membawa pasukan perang dan menghancurkan pintu kamar mandi wanita?!" omel Xi'er, suaranya lantang dan sama sekali tidak menunjukkan sisa-sisa trauma. "Kau merusak pintu ini! Kau tahu berapa banyak kuman dan debu yang beterbangan masuk ke tempat suci ini karena debu dari pintu yang kau hancurkan itu? Kau benar-benar mengganggu kesenanganku dalam mendiagnosis penyakit jiwa wanita ini!"

​Mo Yan mendekat dengan langkah ragu, ia meraih kedua bahu Xi'er, memutar tubuh gadis itu ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada luka sedikit pun. "Kau... kau benar-benar tidak apa-apa? Apa dia menyentuhmu? Katakan padaku, apa dia sempat memukulmu?"

​Xi'er menepis tangan Mo Yan dengan gusar, seolah tangan Mo Yan adalah lalat yang mengganggu. "Dia?! Menyentuhku?!" Xi'er melirik Siska yang masih gemetar di lantai dengan pandangan meremehkan. "Wanita malang ini baru saja ingin menarikan tangannya di wajahku dengan gerakan yang sangat lambat, tapi aku sudah bersiap menekan saraf di ketiaknya agar tangannya lumpuh dan mati rasa selama sebulan. Aku sedang menikmati sandiwara ini, Mo Yan! Aku ingin melihat sejauh mana racun di hatinya bisa keluar lewat mulutnya. Seharusnya kau tidak perlu datang dengan keributan memalukan ini. Aku bisa menyelesaikan masalah sepele seperti ini bahkan dengan mata tertutup!"

​Xi'er menghela napas panjang, ia bergumam pelan dengan nada nostalgia yang tak sengaja keluar. "Dulu, saat aku masih menjadi Putri Tabib Agung di kerajaanku, banyak wanita licik dan permaisuri iri yang mencoba melakukan hal yang lebih kejam dari ini di taman belakang istana, dan semuanya berakhir merangkak di lantai penjara bawah tanah tanpa aku perlu berteriak memanggil pengawal kerajaan sedikit pun..."

​Xi'er tiba-tiba tersadar dari ucapannya. Ia terdiam sesaat, matanya berkedip cepat saat melihat raut bingung di wajah Mo Yan dan Zuo Fan.

​"Maksudku... maksudku di mimpiku! Iya, di mimpiku yang sangat nyata itu! Aku sering melihat adegan seperti ini di buku-buku lama yang aku baca di desa! Intinya, kau benar-benar merusak suasana dramatis ini Tuan kaku!" Xi'er segera meralat ucapannya dengan wajah yang sedikit memerah karena malu telah keceplosan.

​Mo Yan menatap Xi'er dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh selidik. Kata 'Putri Tabib Agung' dan 'Istana' sempat tertangkap jelas oleh indranya yang tajam, menambah satu lagi misteri besar tentang siapa sebenarnya gadis di depannya ini. Namun, ia memilih untuk menyimpan semua pertanyaannya di dalam hati karena fokus utamanya saat ini adalah amarahnya yang belum tuntas pada sang pelaku.

​Mo Yan berbalik, menatap Siska yang sedang memohon-mohon di lantai dengan suara serak. "Tuan Mo... tolong maafkan saya... saya hanya ingin memberikan nasihat pada gadis ini agar dia tahu tata krama kantor..."

​"Nasihat?" suara Mo Yan kembali sedingin es, membuat suhu di ruangan itu seolah turun drastis. "Kau berani mengunci pintu dan mencoba mengangkat tanganmu pada orang yang paling kuhormati dan orang yang menjadi nyawaku di gedung ini? Kau hanyalah seorang sekretaris yang bisa kugantikan dalam satu menit, sedangkan dia adalah satu-satunya di dunia ini."

​Mo Yan menatap Zuo Fan yang berdiri tegak. "Zuo Fan, ambil tindakan sekarang. Pecat Siska secara tidak hormat. Blokir namanya dari seluruh jaringan perusahaan di negeri ini agar dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan bahkan sebagai pembersih jalanan sekalipun. Dan pastikan tim hukum menuntutnya atas ganti rugi kerusakan properti, percobaan kekerasan fisik, dan gangguan psikologis yang ia coba lakukan pada Nona Lin."

​Siska menangis histeris saat diseret keluar oleh petugas keamanan, namun tidak ada satu pun karyawan yang menonton di koridor yang berani mengeluarkan suara pembelaan. Mereka semua kini sadar dengan jelas Lin Xiaoxi adalah garis merah yang tidak boleh dilewati jika mereka masih ingin memiliki masa depan di kota ini.

​Xi'er hanya melihat drama itu dengan wajah bosan sambil membersihkan kuku jarinya. "Benar-benar berisik dan berlebihan."

​Mo Yan kemudian menoleh ke arah Vania yang masih berdiri di ambang pintu dengan sisa-sisa air mata kecemasan di wajahnya. Mo Yan bisa melihat ketulusan dari asisten muda itu.

​"Vania" panggil Mo Yan.

​"Ya Tuan?" jawab Vania dengan sikap hormat yang sempurna.

​"Mulai hari ini, kau bukan lagi asisten junior di departemenku. Kau resmi diangkat menjadi Asisten Pribadi Khusus untuk Nona Lin Xiaoxi. Tugasmu adalah memenuhi segala kebutuhannya, menjaganya, dan pastikan tidak ada serangga pengganggu atau orang-orang tidak berguna seperti tadi yang mendekatinya dalam jarak lima meter. Gaji dan jabatanmu akan kunaikkan dua tingkat mulai bulan ini."

​Vania tertegun sejenak, matanya membelalak kaget, lalu ia membungkuk dalam dengan penuh rasa syukur yang meluap-luap. "Terima kasih Tuan Mo! Terima kasih banyak! Saya bersumpah akan menjaga Nona Xi'er dengan seluruh dedikasi dan nyawa saya!"

​Xi'er mendengus, menatap Vania yang tampak sangat bahagia itu. "Jadi sekarang aku punya pelayan pribadi lagi? Baiklah Vania, setidaknya kau tidak berisik dan wajahmu tidak ditutupi oleh bubuk warna-warni setebal wanita gila tadi. Kau boleh ikut denganku."

​Xi'er melangkah keluar dari kamar mandi yang sudah berantakan itu, melewati Mo Yan tanpa menoleh sedikit pun ke arah pria yang baru saja menyelamatkannya. "Lain kali Tuan kaku, jika aku ingin membasuh wajah, biarkan aku sendiri. Kau membuatku merasa seperti permaisuri lumpuh yang tidak bisa jalan sendiri tanpa dikawal pasukan. Benar-benar memalukan bagi reputasiku!"

​Mo Yan menatap punggung Xi'er yang berjalan menjauh dengan gaya jalan yang sangat anggun dan penuh martabat, meskipun pakaiannya sangat sederhana. Meskipun ia baru saja diomeli habis-habisan di depan anak buahnya, ada senyum tipis yang tak terlihat merayap di sudut bibirnya.

​"Putri Tabib Agung, ya?" gumam Mo Yan sangat pelan, nyaris seperti bisikan angin. "Apapun rahasia yang kau sembunyikan di balik identitas Lin Xiaoxi mu itu, aku tidak akan membiarkan siapapun, atau apapun di dunia ini, menyentuhmu."

​Di lorong kantor, ratusan karyawan menunduk dalam-dalam saat Xi'er lewat dengan Vania yang kini berjalan dengan tegap di belakangnya. Mereka baru saja menyaksikan bahwa penguasa sejati di Mo Group bukanlah pria berpakaian jas mahal, melainkan seorang gadis desa yang memiliki lidah setajam sembilu dan keberanian yang melampaui logika.

1
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Hureèe komen pertamaa 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 😅 Iya syama2 kamei 🥰
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Cieee aheum aheumm kiw kiw 🤣/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!