Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: TRANSFORMASI DI DALAM KOLAM ROH
Waktu di dalam ruangan rahasia itu terasa berhenti. Tidak ada siang, tidak ada malam, hanya ada cahaya keemasan yang memancar dari cairan hijau di dalam kolam batu.
Raymond duduk bersila di tengah-tengah kolam. Airnya mencapai lehernya, hangat dan menembus sampai ke sumsum tulang. Setiap tetes cairan itu mengandung energi yang begitu murni dan padat, ribuan kali lebih kuat daripada pil roh biasa.
"Rasakanlah, Nak..." suara Zhuo Yi terdengar lembut namun tegas. "Energi ini bukan hanya untuk menyembuhkan luka. Ini adalah energi kehidupan yang aku simpan bertahun-tahun. Biarkan dia mengalir ke seluruh pembuluh darahmu."
Raymond menutup matanya erat-erat. Ia memandu aliran energi itu sesuai dengan teknik Naga Hitam Abadi.
GLEK... GLEK... GLEK...
Di dalam danau dantiannya, energi qi yang tadinya berbentuk kabut dan angin kencang, kini perlahan-lahan menggenang, memadat, dan berubah menjadi cairan hitam pekat yang berkilauan!
Proses ini disebut Pemadatan Qi Menjadi Cair.
Ini adalah tanda utama seseorang berhasil menembus batas menuju Alam Roh!
"AAAAHHHH!!" Raymond mengerang tertahan. Rasanya seperti tubuhnya diremas, diputar, dan dibentuk ulang. Tulang-tulangnya berbunyi krak-krak terus menerus. Racun es yang ditinggalkan Ye Ming perlahan dipaksa keluar dari pori-pori kulitnya menjadi uap putih dingin.
Luka di lengannya menutup dengan cepat, menyisakan kulit baru yang lebih halus dan kuat. Sisik-sisik naga samar-samar muncul di bawah kulitnya, memberikan perlindungan tingkat tertinggi.
Jam demi jam berlalu.
Energi di dalam kolam itu semakin menipis, namun aura yang dipancarkan oleh Raymond semakin menggunung. Tekanan yang tadinya hanya seperti sungai, kini berubah menjadi samudra yang tenang namun dalam tak tertebak.
DUNG!!!
Sebuah gelombang kejut halus meledak dari tubuhnya, membuat sisa air di kolam itu menyembur ke segala arah.
Raymond membuka matanya.
Sepasang mata itu bukan lagi mata manusia biasa. Warnanya hitam pekat dengan pupil vertikal berwarna emas, memancarkan wibawa kuno dan mematikan. Napasnya panjang dan tenang, setiap hembusan napasnya membawa angin segar yang berbau harum obat.
ALAM ROH LEVEL 1 - TERCAPAI!
Bahkan tidak berhenti di situ. Karena dasar yang ia miliki terlalu kuat dan energi yang ia serap terlalu banyak, levelnya terus naik!
Alam Roh Level 1... Level 2... hingga menembus Level 3 Puncak!
Ia berhenti tepat di ambang batas sebelum Alam Roh Level 4. Tubuhnya kini sempurna, padat, dan penuh ledakan kekuatan.
"Haha... Hahaha!" Raymond tertawa gembira sambil mengepalkan tangannya. Ia bisa merasakan setiap otot, setiap saraf, dan setiap tetes darah di tubuhnya berteriak penuh kekuatan! "Aku bisa merasakannya... kekuatanku sekarang setidaknya tiga kali lipat lebih kuat dari sebelumnya!"
"Bukan tiga kali lipat, Nak. Ini sepuluh kali lipat!" koreksi Zhuo Yi bangga. "Di Alam Asal, kau menggunakan energi kasar. Di Alam Roh, kau menggunakan energi cair yang jauh lebih efisien dan mematikan. Sekarang... kalau kau bertemu Ye Ming lagi, pertarungannya tidak akan lagi sebelah pihak. Kau bisa melawannya setara!"
Raymond melompat keluar dari kolam. Jubahnya langsung kering seketika karena energi yang ia pancarkan. Ia merasa ringan seperti awan, namun berat seperti gunung.
"Oke, Kakek. Waktunya keluar. Aku penasaran apa yang terjadi di luar. Apakah si Tuan Muda Hitam itu masih setia menunggu?" Raymond tersenyum miring, senyum yang penuh ancaman.
Ia berjalan menuju pintu batu besar. Kali ini, ia tidak perlu mendorong keras. Ia hanya meletakkan telapak tangannya di pintu itu dan mengalirkan sedikit energi Alam Roh-nya.
TRING!
Rangkaian formasi kuno itu bersinar terang, lalu pintu itu terbuka perlahan dengan suara gemuruh yang rendah.