Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.
Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.
Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.
Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.
Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi
penjahat keji.
Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.
Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Namaku Feng Yan
"Terima kasih tuan pendekar, saya pasti sudah mati jika tuan tidak memberi bantuan." Bocah yang ditolong pria misterius itu segera memberi salam hormat selajur berterima kasih.
"Hmmm, sungguh bocah yang tahu sopan santun. Dilihat dari pakaianmu seperti nya kau anak bangsawan.? Siapa namamu, dari keluarga mana dan kenapa kau berada di wilayah Klan Huang sendirian?" berondong pria itu dengan pertanyaan.
Bocah itu diam sejenak, "namaku Hu... hampir saja aku mati karena keceplosan" batinnya saat hampir menyebut nama terlarang itu.
Kemudian ia teringat perkataan
Hmm
"Jangan-jangan kau bocah buangan dari klan Huang,? Kudengar hari ini ada bocah jenius klan Huang yang akan membuka jalur meridian ke Dantian.
Jika tebakanku benar kau pastilah bocah itu yang bernasib sial memiliki inti spiritual yang buruk." Pria itu terlihat belum puas menyelidiki anak bernama Feng Yan ini.
Feng Yan hanya menatap pria di depannya sambil mengangguk lesu tanda membenarkan ucapan pria itu.
Pria misterius itu menghembuskan napas berat saat mengetahui kebenaran dari bocah bernama Feng Yan itu.
Feng Yan sedari tadi sebenarnya memiliki perasaan akrab dengan penolongnya, tapi entah kenapa ia tidak bisa mengenali pria itu. Baik dari suara maupun dari perawakannya yang
Tertutup jubah.
Pria itu menatap Feng Yan dari kaki ke kepala sembari mengitari bocah itu. "Pemurnian Tubuh tahap akhir!? Bocah,
apa kau benar-benar bocah Huang yang
memulai kultivasi hari ini?
Bagaimana mungkin kau sudah berada di tahap akhir pemurnian tubuh?!
Bukan hanya pria itu yang terkejut, bahkan Feng Yan pun terkejut saat mendengar pernyataan pria itu. "Tuan pendekar maaf sebelumnya, apa tuan pendekar tidak salah.? Tidak mungkin aku bisa berada di tahapan itu. Lagi pula inti spritualku Inti Pecah Lima " ia menjelaskan kondisi buruknya.
Mata pria itu terbelalak saat mendengar penjelasan dari anak didepannya. Ia memegang kedua pundak anak itu " apa kau bilang, inti pecah
Lima? Itu tidak mungkin! Tidak pernah ada inti pecah lima" bentaknya kebingungan.
"Orang-orang itu tidak akan membuangku dengan Sumpah Kematian kalo tidak benar seperti itu tuan pendekar".
Mendengar ucapan terakhir anak itu membuat mata pria itu terbelalak dengan tangan terkepal jelas karena amarah. Melihat gelagat pria itu Feng Yan kecil tentu merasa sangat aneh, kenapa bisa pria itu terlihat sangat marah. Begitulah isi kepala pria kecil itu.
"Bocah lanjutkanlah perjalananmu, terus susuri pinggiran barisan bukit-bukit ini. Saat kau sampai di persimpangan jalan pergilah ke arah kiri. Sekitar 50 Li (25 km) dari persimpangan akan ada sebuah kota kecil yang cukup aman. Di dalam kota itu
Tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam. Raja kota dan penjaga disana cukup kuat, beli sebuah peta dan carilah kota Batu Besi disana kurasa kau akan cukup aman untuk tinggal."
"Walau sumber daya disana tidak banyak tapi dengan inti pecah lima akan sulit bagimu untuk berkembang. " Pria itu tiba-tiba memberi perintah sekaligus petunjuk pada Feng Yan sambil memijit-mijit kepalanya.
"Satu hal lagi, gantilah pakaianmu saat tiba disana. Pakaian itu hanya akan membuat orang-orang kuat mengincarmu."
Feng Yan mengangguk sambil naik dan duduk di sadel kuda milik Huang Zhou berwarna coklat tua yang berhasil dirampasnya. "Tuan pendekar, aku Feng Yan tidak akan pernah melupakan budi baik tuan" setelah memberi salam ia
Sendirian di dunia yang kejam.
"Aduuuh, aku sangat lapar dan haus. Mereka bahkan tidak memberiku koin dan makanan sama sekali."
"Sedangkan ujung pegunungan ini tidak terlihat karena tertutup pepohonan, kuharap bisa sampai di persimpangan yang dikatakan pria tadi sebelum gelap. Kurasa aku sudah cukup jauh dari kota dan kuda ini sudah mulai melambat kelelahan."
"Baiklah istirahat disini saja" Huang Kai [maaf], Feng Yan memelankan laju kuda dan memilih pohon yang tidak terlalu besar untuk mengikat kudanya.
"Kau tunggulah disini aku akan mencari air untuk kita" Feng Yan menepuk-nepuk paha kuda itu karena kepala kuda besar itu masih cukup tinggi untuk ukuran tubuhnya.
"Kuharap tidak ada binatang iblis di dekat sini, aku tak akan bisa bertahan walau hanya bertemu dengan binatang iblis tingkat satu." Feng Yan menatap ngeri ke arah kedalaman hutan, namun ia tetap memutuskan untuk sedikit masuk lebih dalam. Rasa haus dan perut yang sedari tadi 'berdendang' mengikis sedikit ketakutannya.
"Disaat seperti ini kuharap aku seseorang yang memiliki kultivasi tahap Raja atau lebih, tidak perlu lagi memikirkan haus dan lapar. Tapi itu masih sangat jauh dari jangkauanku saat ini, dengan akar yang buruk apa mungkin aku bisa mencapai tahapan itu? "
"Sekarang yang penting aku harus mengisi perut dulu, hal-hal lain pikirkan nanti setelah situasi cukup aman."
"Apa di sekitar sini tidak ada
Binatang yang bisa ditangkap? Hah itu suara air!. Setidaknya aku bisa melepas dahaga terlebih dahulu "
Feng Yang berlari pelan mendatangi sumber air yang ia dengar, ia terlihat sangat hati-hati takut ada bahaya yang mengintai dari binatang buas. Setelah memperhatikan situasi cukup aman ia bergegas turun ke aliran air yang tidak begitu besar.
Hahaha
"Air ini segar sekali, sayangnya aku tidak membawa tempat air untuk di perjalanan." Feng Yan minum sepuasnya hingga perutnya terasa penuh.
Tak lama Feng Yan sudah kembali ke kuda yang ia tambatkan dan memberi kuda itu minum dengan air yang ia tampung dari kulit pohon.
"Teman, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan. Matahari sepertinya sudah condong ke barat sedangkan perjalanan kita mungkin masih cukup jauh." Ia sudah duduk diatas punggung kuda dan mengelus-elus leher kuda itu.
Feng Yan kembali memacu kuda coklat itu dan memberanikan diri turun kejalan agar lebih mudah melihat keadaan sekitar yang sudah mulai gelap dalam remang-remang senja.
Beruntung saat ia keluar dari hutan ternyata persimpangan yang dikatakan pria misterius tadi sudah terlihat walau masih agak jauh.
Hiyaa... hiya...
Bocah itu kembali bersemangat setelah sampai di pertigaan dan langsung mengikuti jalan yang mengarah ke kota tujuan awalnya.
"Aku tidak tahu berapa lama waktu yang bisa ditempuh kuda ini untuk menempuh jarak 50 Li."
"Teman, setelah sampai di kota kau akan memiliki tuan baru dan bisa makan sepuasnya" Feng Yan berbicara sendiri pada kuda yang ia tunggangi.
"Terpaksa aku menjual kuda ini karena tidak memiliki bekal apapun, kuharap kau memberiku banyak uang" pikirnya dalam hati.
"Aku harus bisa hidup dan bertambah kuat meski hidup sendirian, akan kubuktikan walau dengan akar yang buruk aku bisa mencapai puncak kultivasi."
Hari sudah mulai gelap, tanpa Feng Yan sadari seekor binatang berlari sejajar di sebelah kanan dengan sangat cepat.
Mendapat momentum binatang itu
Langsung menerkam ke arah Feng Yang yang langsung mengagetkannya dan beruntung kuda itu sedikit mengangkat kakinya sambil meringkik karena terkejut oleh bahaya yang mendadak muncul.
Bugg
Bocah itu terjatuh dari kuda karena tubuhnya terserempet kena terjangan tubuh makhluk buas yang ternyata seekor kadal raksasa.
Segera berdiri ia memasang kuda-kuda untuk pertahanan diri. Sementara itu kadal raksasa sudah berbalik sambil terus menjulurkan lidah ke arah mangsa yang tidak bersenjata.
"Sial,,, belum sehari aku sudah hampir mati dua kali. Pakaian peninggalan ibu benar-benar menyelamatkanku." Feng Yang menepuk dada yang sedikit sakit terkena
Serempetan dari terjangan makhluk buas itu.
Ia memutari kadal raksasa yang berada tidak jauh di depannya, bersiap untuk serangan yang akan datang.
"Kadal jelek sepertimu tidak akan membunuhku, walau tanpa senjata dengan ranah kultivasiku sudah cukup untuk melawanmu" ia mulai mengalirkan energi spiritual ke seluruh tubuh dan segera energi berwarna kecoklatan terpancar dari tubuh Feng Yan.
Melihat mangsa yang sedang bersiap, naluri binatang buas itu segera menerjang ke depan dengan mulut terbuka. Sudah jelas ia mengincar leher atau kepala mangsanya.
Feng Yan masih bisa melihat serangan makhluk itu meski keadaan cukup gelap. Segera bergeser kekiri
Feng yan mengacungkan tinjunya ke udara dan melompat-lompat gembira karena berhasil membunuh kadal itu sendirian.
"Hahaha aku berhasil membunuh mahluk buas tanpa bantuan siapapun kali ini."
Ia melompat-lompat persis seperti anak kecil yang kesenangan, yeah bukankah dia memang masih kecil.