NovelToon NovelToon
Mawar Indah Tuan Ferguson

Mawar Indah Tuan Ferguson

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Di bawah langit London yang selalu mendung, Alex Ferguson berdiri sebagai predator puncak di dunia bawah tanah Inggris. Baginya, kematian Brandon Warming karena sakit jantung adalah sebuah "penghinaan"—ia kehilangan kesempatan untuk membalas nyawa ibunya dengan tangannya sendiri.
Namun, Brandon meninggalkan satu-satunya harta yang tersisa: Tiana Luxemburg Warming. Gadis berusia 18 tahun yang masih memiliki binar polos di matanya, sama sekali tidak tahu bahwa seluruh hidupnya kini telah beralih menjadi milik Alex sebagai pelampiasan dendam yang belum tuntas. Bagi Alex, Tiana bukan sekadar mangsa, melainkan mahakarya yang akan ia hancurkan perlahan di balik dinding kastelnya yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dorr...

Suasana kamar yang tadinya mencekam seketika berubah menjadi gelap gulita.

Pett...

"Astaga!" pekik Tiana tertahan. Jantungnya serasa melompat ke tenggorokan. Kegelapan total itu mencekiknya, membuatnya spontan meringkuk di tengah kasur king size yang luas, memeluk lututnya sendiri sembari memejamkan mata rapat-rapat. "Tolong... siapa pun... Alex!"

Dalam kegelapan itu, pendengarannya menjadi tajam.

DORRR!

Suara tembakan yang memekakkan telinga menggelegar, disusul suara teriakan kesakitan yang menyayat hati. Tiana tersentak, tubuhnya bergetar hebat.

Tiba-tiba, layar TV raksasa di depan tempat tidur menyala otomatis. Cahaya biru keputihan dari layar itu menerangi wajah Tiana yang pucat pasi. Matanya yang sembab terpaksa terbuka, dan apa yang ia lihat membuatnya membeku.

Layar itu menampilkan rekaman video CCTV tua yang buram, memperlihatkan sebuah ruangan mewah yang kacau. Di sana, seorang pria yang sangat ia kenal—ayahnya, Brandon Warming—berdiri dengan pistol di tangannya. Di depannya, seorang wanita cantik bersimpuh memohon ampun sebelum Brandon menarik pelatuk tanpa ragu.

"Apa ini... Ayah?" bisik Tiana dengan suara parau. Dunianya serasa runtuh. Sosok ayah yang selama ini memanjakannya dengan kasih sayang, kini terlihat seperti monster di layar itu. "Enggak... itu bukan Ayah... Ayah orang baik... Hiks... Ayah, tolong Ana..."

Di sudut kegelapan kamar, Alex Ferguson berdiri dalam diam. Cahaya dari layar TV memantul di matanya yang sedingin es, menatap Tiana yang sedang hancur melihat kenyataan tentang ayahnya.

"Itu adalah hadiah sambutan untukmu, Tiana," suara Alex terdengar berat dan datar dari balik kegelapan. "Satu cuplikan kecil dari alasan kenapa kau ada di sini sekarang. Ayahmu bukan pahlawan, dia adalah algojo yang merenggut nyawa ibuku."

Tiana menutup telinganya, menggeleng histeris. "Bohong! Itu editan! Kamu jahat!"

Alex melangkah mendekat ke arah ranjang, bayangannya menutupi layar TV yang masih menampilkan adegan berdarah itu.

"Editan? Sejelas itu kau masih berani bilang itu editan, Tiana?" tanya Alex dengan suara yang sangat rendah, namun sanggup menggetarkan udara di dalam kamar yang gelap itu.

Alex melangkah perlahan, suara pantofelnya di atas lantai marmer terdengar seperti lonceng kematian. Ia berhenti tepat di tepi ranjang, menatap Tiana yang masih meringkuk ketakutan sambil menutupi telinganya.

"Kau lihat wajah wanita yang tersungkur itu?" Alex menunjuk layar TV dengan dagunya. Tatapannya menajam, penuh dengan kebencian yang sudah ia simpan selama belasan tahun. "Itu ibuku. Dan pria yang menarik pelatuk itu adalah ayahmu—pahlawanmu, Brandon Luxemburg."

Tiana menggeleng kencang, air mata mengalir membasahi jari-jemarinya. "Nggak mungkin... Ayahku penyayang... Dia nggak mungkin sekutu mafiamu... Hiks... Kamu bohong!"

Alex tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan Tiana, menariknya dengan satu sentakan agar gadis itu terpaksa menatap layar yang kini sedang memutar adegan pemakaman ibunya. "Buka matamu! Lihat apa yang ditinggalkan ayahmu! Dia pergi dengan tenang karena sakit jantung, sementara ibuku mati dengan lubang di kepalanya!"

Napas Tiana tersengal-sengal, jantungnya berpacu liar. Ia bisa merasakan amarah yang memancar dari tubuh Alex yang mengukungnya.

"Kau tahu kenapa aku membawamu ke sini?" Alex mendekatkan wajahnya, membiarkan deru napasnya yang dingin menyentuh kulit Tiana. "Karena aku ingin kau merasakan setiap inci penderitaan yang aku rasakan. Aku akan menghancurkan setiap kenangan indahmu tentang Brandon sampai yang tersisa hanya rasa benci."

Tiana terisak, tubuhnya lemas tak berdaya di bawah dominasi Alex. "Tolong... hentikan videonya... aku mohon..."

Alex tidak mematikan layarnya. Ia justru menyeringai tipis, sebuah seringai yang sangat mematikan. "Ini baru babak pertama, Tiana. Aku punya ribuan bukti lain yang akan membuatmu memohon untuk mati daripada menyandang nama Luxemburg."

1
partini
don't worry uncle,,tuan Alex nanti dia sendiri yg masuk ke permainan nya sendiri bucin akut
partini: okeh Thor lnajut
total 2 replies
partini
good story
partini
lanjut Thor ceritanya bagus 👍
Nur Sabrina Rasmah: makasih kak support nya😍🙏
total 1 replies
partini
aduh paman masa langsung percaya aja
partini
visual keren ,tapi ceweknya rada kurang pas Thor cari yg cewek latin mata biru
Nur Sabrina Rasmah: kamu bayangin sendri aja ya ..maaf 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
tahan ya alex🤣🤣🤣
Mia Camelia
jahat banget alex, aduh kasian dikit dong🤣
Mia Camelia
lanjut thor👍👍cerita nya keren🥰🥰🥰
Wayan Sucani
Ayok dong up lg
Nur Sabrina Rasmah: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!