Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Hantu laki laki
"Eeeeghhkk."
Clara sudah tidak bisa bernafas karena saat ini sebuah tangan begitu dingin mencekik leher dia, mau melawan juga tidak sanggup karena kekuatan tangan itu jauh lebih besar di bandingkan dengan kekuatan yang dia miliki. namun gadis ini tetap saja berusaha keras agar bisa lepas, bila dia tidak ada usaha maka nanti akan mati di buat oleh sosok tersebut.
Wajah dari pelaku juga belum bisa dia lihat namun yang jelas saat ini sosok itu terlihat begitu kurus tinggi, ada tetesan air yang membasahi wajah Clara sehingga garis ini kian merasa jijik. dalam bayangan Clara air tetesan itu pastilah air liur dari hantu tersebut, sebab terasa begitu amis dan bau seperti bangkai.
"Ya Allah tolong aku agar bisa lepas dari makhluk ini." pekik Clara di dalam hati.
"Ibu tolong aku, tolong aku sekarang." rintih Clara sangat memelas karena ini terasa menyakitkan sekali di leher dia.
"Heheeeeee....aku sangat suka aroma gadis muda." bisik suara itu.
"Hantu laki laki, dia bukan wanita." batin Clara masih sempat juga.
Padahal kondisi dia saat ini sedang menggap-megap karena kesakitan dan tidak bisa bernafas, tapi Clara masih sempat berpikir bahwa hantu yang sedang menyakiti dia ini adalah seorang laki-laki, sebab suara dia tadi terasa begitu berat di telinga gadis ini.
Suasana semakin rumit saja karena Clara memang tidak memiliki kekuatan untuk melawan iblis tersebut, mau memberontak juga tidak sanggup dan dia hanya bisa menendang udara dengan kaki kecil itu. Dia sangat ingin ada orang datang untuk menolong dirinya saat ini, namun di rumah ini hanya ada Bu Sarah dan wanita itu sedang tertidur di kamar depan.
Kemungkinan besar Bu Sarah sama sekali tidak mengetahui bahwa Clara sudah masuk di dalam ruangan ini, sebab hujan juga turun begitu deras sehingga suara berisik sama sekali tidak bisa terdengar, jelas sekarang Bu Sarah sedang menikmati rebahan di atas ranjang.
Braaaaak.
"Clara kenapa, Nak?" Bu Sarah membuka pintu dan melihat Clara terbaring di atas lantai.
"Ibuuuuu! tolong aku, ada hantu yang mau membunuh ku." pekik Clara histeris seketika.
"Tenang sayang, ya Allah kamu kok sampai gemetar begini." Bu Sarah langsung memeluk Clara karena terlihat gadis itu begitu ketakutan.
"Aku mau di bunuh, ada seseorang di dalam sini dan dia ingin membunuh aku." isak Clara dengan tubuh gemetar.
"Mana ada orang lain di dalam gudang ini, Sayang! kamu pasti berhalusinasi karena banyak pikiran." Bu Sarah masih terus berusaha menenangkan Clara.
"Tidak mungkin, jelas ada orang lain dan dia memang berusaha untuk membunuh aku!" ujar Clara dengan sangat keras karena dia begitu yakin dengan apa yang dia rasakan tadi.
"Iya, Iya! ayo kita keluar dulu dari dalam gudang ini ya." Bu Sarah menuntun sang anak agar mau keluar dari dalam gudang.
"Ponsel ku ketinggalan, Bu." Clara masih ingat dengan ponsel dia yang tadi sempat melanting.
Bu Sarah mengambil ponsel tersebut dan mereka segera keluar dari dalam gudang itu untuk menenangkan diri, terutama Clara yang terlihat begitu shock dengan apa yang telah dia alami tadi. tidak pernah mengalami hal seperti itu jadi wajar saja bila Clara sangat ketakutan, bahkan dia sama sekali tidak menyangka bahwa gudang itu ada sosok yang begitu mengerikan sekali.
Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah Bu Sarah sama sekali tidak percaya dengan omongan sang anak, dia hanya terlihat tenang dan menenangkan Clara agar Clara tidak semakin histeris dengan keadaan ini, bila dia langsung membantah maka yang ada Clara akan semakin emosi.
Jadi sebisa mungkin Bu Sarah menenangkan dia agar Clara bisa sedikit tenang dan tidak terlalu larut dalam pikiran takut, terlihat wajah Clara sangat pucat pertanda dia memang begitu ketakutan dengan apa yang barusan dia alami, bila ada orang lain di dalam rumah ini maka pasti akan percaya bahwa Clara baru mengalami hal yang sangat mengerikan.
"Tadi aku mendengar suara yang begitu berisik namun saat aku masuk ke dalam itu sama sekali tidak ada." jelas Clara.
"Lain kali bila ada suara berisik seperti itu tidak usah langsung didatangi, andai kata itu tadi maling dan dia masuk ke dalam untuk membunuh kamu bagaimana." Bu Sarah berkata sambil mengelus kepala sang anak.
"Iya, aku memang salah karena langsung masuk." angguk Clara.
"Ayo minum dulu biar kamu sedikit tenang, sampai gemetar seperti ini." Bu Sarah memberikan segelas air kepada Clara.
"Tangan dia dingin sekali dan mencekik leher ku, Bu." ujar Clara sembari menunjukkan bekas cekikan itu.
Sarah hanya mengangguk dan dia mengelus leher sang anak lalu kembali fokus agar Clara bisa tenang kembali, bila dia terus membicarakan hal itu maka yang ada Clara tidak akan pernah bisa tenang dan justru nanti akan semakin ketakutan ketika diam di dalam rumah ini.
"Masuk kamar kamu sana dan istirahat biar pikiran tidak kemana-mana." suruh Bu Sarah.
"Tapi aku masih takut kalau mau tidur sendirian, Bu." rengek Clara.
"Eh kita punya Tuhan dan tidak pantas bila takut dengan hal seperti itu, Ayo masuk ke dalam kamar dan berdoa." Bu Sarah agak memaksa agar sang anak mau.
"Ya sudah, aku masuk kamar dulu kalau begitu." Clara berjalan lesu menuju kamar dia sendiri.
"Jangan banyak pikiran dan tidak usah dicari tahu lagi kalau hal seperti itu, nanti malah timbul masalah lain yang kamu sendiri bahkan tidak paham." pesan Bu Sarah kepada sang anak sehingga Clara mengangguk.
Clara segera mengunci pintu kamar dan dia duduk di depan meja rias untuk melihat apa ada bekas di leher dia, karena kulit gadis ini putih maka terlihat bahwa ada bekas tangan yang melingkar di leher itu, namun tadi kenapa Bu Sarah tidak ada peduli dan mengatakan itu semua hanya halusinasi.
"Apa aku tanya saja pada Bintari ya? dia pasti paham dan suami dia kan mengerti tentang hal gaib." Clara baru ingat dengan sang sahabat.
"Ya kalau hujan sudah reda maka aku akan datang ke rumah Bintari, akan aku katakan bagaimana kejadian tadi di dalam gudang itu." tekad Clara dengan begitu yakin.
Sebab Clara sudah merasa sangat yakin sekali bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam gudang tadi, itu semua bukan hanya halusinasi tapi memang fakta bahwa dia telah bertemu dengan sosok setan yang sangat mengerikan. mungkin saja Bu Sarah tidak percaya namun Clara bertekad akan membuktikan itu semua, Bintari adalah sahabat lama dia sehingga Clara tidak akan pernah sungkan meminta tolong kepada wanita itu.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...
hanya dia yang boleh menghina mbk pur dan arya lainnya gak boleh 🤣