NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

...Keesokan harinya, suasana di kediaman keluarga Permana sudah tampak sibuk sejak pagi buta. Stella berdiri di depan cermin besar, mengenakan setelan blazer berwarna biru dongker yang memberikan kesan tegas dan berwibawa. ...

...Hari ini adalah hari pertamanya memegang kendali penuh sebagai CEO tanpa ada lagi gangguan dari Abbas....

...Saat ia melangkah turun ke ruang tamu dengan tas kerja di tangannya, Stella dikejutkan dengan Khan yang datang untuk menjemputnya. ...

...Askhan berdiri di dekat pintu masuk dengan kemeja rapi yang digulung hingga siku, tampak sangat segar dan tenang....

...Melihat kehadiran dokter itu di jam yang sangat pagi, si kembar berdehem secara bersamaan. Axel dan Alexander saling lirik sambil menahan tawa, sementara Papa Stella hanya tersenyum tipis di balik koran paginya....

..."Pagi-pagi sudah ada ambulans pribadi ya, Kak?" goda Alexander yang langsung mendapat pelototan tajam dari Stella....

...Stella menoleh ke arah Askhan dengan dahi berkerut. ...

..."Khan, aku bisa berangkat sendiri," ucap Stella. ...

..."Sopir Papa sudah siap di depan, dan aku tidak ingin merepotkanmu lagi. Kamu pasti punya jadwal operasi pagi ini, kan?"...

...Khan menggelengkan kepalanya dengan santai, namun sorot matanya menunjukkan ketegasan yang tidak bisa didebat. ...

...Ia melangkah mendekat, mengambil alih tas kerja Stella dengan gerakan alami....

..."Kamu masih pasienku," jawab Askhan singkat namun penuh penekanan. ...

..."Secara medis, aku harus memastikan tingkat stresmu tidak melonjak di hari pertama kamu kembali bekerja. Jadi, aku yang akan menyetir, dan kamu duduk manis di sampingku."...

...Stella terdiam, tidak mampu membantah alasan medis yang selalu digunakan Askhan sebagai "senjata". ...

...Di balik rasa canggungnya, ada desiran hangat di hatinya melihat bagaimana Askhan begitu konsisten menjaganya....

..."Ayo berangkat. Jangan sampai CEO baru datang terlambat di hari pertamanya," ajak Askhan sambil membukakan pintu untuknya....

...Stella akhirnya mengalah dan berjalan menuju mobil Askhan, diikuti oleh suara si kembar yang kembali berdehem dengan sengaja, mengiringi keberangkatan mereka menuju babak baru di perusahaan....

...Di dalam mobil yang melaju tenang membelah kemacetan pagi, suasana terasa jauh lebih hangat dibandingkan udara di luar. ...

...Stella baru saja hendak merapikan jadwal pertemuannya di tablet ketika Askhan mengulurkan sebuah tas bekal berwarna pastel dari kursi belakang....

..."Makanlah di kantor nanti. Atau kalau sempat, makan sekarang," ujar Askhan tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan....

...Stella menerima tas itu dengan dahi berkerut heran. ...

...Di dalamnya terdapat kotak makan tingkat yang tertata sangat rapi. ...

...Ada salmon panggang, sayuran hijau yang masih tampak segar, dan nasi merah. ...

...Aroma rempah yang lembut langsung tercium saat Stella membukanya sedikit....

..."Ini, kamu beli di mana pagi-pagi begini?" tanya Stella heran....

...Askhan tersenyum tipis, ada gurat bangga yang ia sembunyikan...

..."Aku tidak beli. Aku membuatnya sendiri sebelum ke rumahmu," jawab Askhan santai. ...

..."Aku tahu kamu pasti akan melewatkan makan siang karena sibuk dengan urusan pembersihan karyawan hari ini. Itu menu khusus jantung dan pemulihan energi. Rendah garam, tapi aku jamin rasanya tidak hambar."...

...Stella tertegun. Ia menatap potongan salmon itu, lalu beralih menatap profil samping wajah Askhan. ...

...Ia tidak menyangka seorang dokter bedah yang tangannya biasa memegang pisau operasi, rela bangun lebih pagi hanya untuk berkutat di dapur demi dirinya....

..."Kamu memasak ini sendiri? Hanya untukku?" tanya Stella pelan, suaranya sedikit bergetar karena haru....

..."Hanya untukmu," tegas Askhan. ...

..."Jadi, pastikan semuanya habis. Aku akan menagih laporan kotak kosongnya saat menjemputmu nanti sore."...

...Stella tidak bisa menahan senyumnya lagi. Ia memeluk tas bekal itu erat di pangkuannya. ...

...Di tengah pengkhianatan Abbas yang dulu bahkan tidak pernah tahu apa makanan favoritnya, perhatian Askhan yang begitu detail terasa seperti obat yang jauh lebih manjur daripada resep dokter mana pun....

...Mobil berhenti tepat di depan lobi utama gedung perusahaan yang megah....

...Stella melepaskan sabuk pengamannya, namun ia terdiam sejenak menatap Askhan yang masih setia berada di balik kemudi....

..."Khan, terima kasih ya untuk semuanya," ucap Stella tulus. Matanya memancarkan rasa syukur yang mendalam, bukan hanya untuk bekal dan tumpangan pagi ini, tapi untuk kehadiran pria itu di titik terendahnya....

...Askhan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat. ...

..."Sama-sama, Stella. Fokuslah pada pekerjaanmu hari ini."...

...Sesampainya di perusahaan, suasana lobi mulai ramai dengan karyawan yang datang. ...

...Stella hendak menunjukkan rasa hormat dan terima kasihnya dengan cara yang sopan. Namun, Stella yang akan mencium tangan Khan dikejutkan dengan Khan yang mencium tangannya lebih dulu....

...Dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh kasih, Askhan menarik tangan Stella lalu mengecup punggung tangannya dengan khidmat. ...

...Tindakan itu membuat jantung Stella berdegup kencang, dan rona merah langsung menjalar ke seluruh wajahnya....

..."Semangat," ucap Khan dengan suara rendah yang menenangkan. ...

...Ia memberikan tatapan penuh dukungan sebelum melepaskan tangan Stella....

...Stella turun dari mobil dengan perasaan yang membuncah. Ia berdiri di trotoar, memperhatikan mobil Khan yang kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit....

...Sentuhan lembut di punggung tangannya tadi seolah menjadi suntikan kekuatan baru baginya. ...

...Dengan dagu terangkat dan kepercayaan diri yang penuh, Stella melangkah masuk ke dalam gedung. ...

...Ia bukan lagi Stella yang rapuh; hari ini, ia adalah CEO yang siap membangun kembali kejayaan keluarganya, didorong oleh cinta yang baru saja ia rasakan kembali....

...Gedung pencakar langit itu seolah bernapas dengan ritme yang baru hari ini. ...

...Tidak ada lagi tawa sombong yang menggema di koridor, berganti dengan kesigapan para staf yang menatap penuh hormat—dan sebagian penuh ketakutan—kepada sang pemilik takhta yang sebenarnya....

...Hari pertama Stella secara resmi menjabat sebagai CEO di bawah pengawasannya sendiri, ia tidak membuang walktu. ...

...Mengenakan setelan formal yang tajam, ia duduk di kursi kebesarannya, menatap tumpukan berkas yang selama ini dimanipulasi oleh Abbas....

...Langkah pertamanya adalah pembersihan total. Ruang rapat utama kembali penuh, namun kali ini ...

...Stella berdiri di depan dengan aura yang tak terbantahkan. ...

...Tanpa keraguan, Stella memecat semua staf yang dulu membantu Abbas melakukan kecurangan....

..."Perusahaan ini dibangun di atas integritas, bukan pengkhianatan," ucap Stella dingin sambil melemparkan map berisi bukti keterlibatan mereka di atas meja. ...

..."Kalian punya waktu sepuluh menit untuk mengosongkan meja kerja kalian sebelum keamanan mengawal kalian keluar. Jangan harap ada surat rekomendasi dari saya."...

...Tangisan dan permohonan maaf mereka tidak digubris. Stella tahu, untuk membangun fondasi yang kuat, ia harus membuang semua rayap yang merusak dari dalam....

...Setelah suasana kantor bersih dari pengikut setia mantan suaminya, Stella segera mengalihkan perhatian pada papan tulis besar di ruangannya. ...

...Dengan senyum penuh kemenangan, Stella akan meluncurkan proyek besar yang dulu sempat dihambat oleh Abbas. ...

...Proyek pengembangan teknologi ramah lingkungan yang dulu disebut Abbas sebagai "pemborosan dana" kini menjadi prioritas utama....

...Ia memanggil tim inti yang masih setia dan mempresentasikan detail rencana yang sebenarnya telah ia susun secara rahasia selama berbulan-bulan saat ia masih terbaring lemah. ...

...Strategi pemasaran, analisis pasar, hingga desain teknis—semuanya adalah murni pemikiran Stella....

...Tindakannya ini menjadi pernyataan keras bagi dunia bisnis: membuktikan bahwa dialah otak sebenarnya di balik kesuksesan perusahaan selatema ini. ...

...Abbas hanyalah wajah yang selama ini menumpang di atas kecerdasannya....

...Sore itu, berita tentang bangkitnya Stella Permana sebagai CEO baru mulai menyebar di kalangan media bisnis. ...

...Di sela-sela kesibukannya, Stella melirik kotak bekal dari Askhan yang sudah kosong di atas mejanya. ...

...Ia merasa lelah, namun puas. Untuk pertama kalinya, ia tidak hanya bertahan hidup, tapi ia benar-benar sedang berkuasa atas hidupnya sendiri....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!