Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memaafkan
Para pelaku dan tersangka tabrakan maut membuat Davin suami Riana luka parah dan dua orang lainnya meninggal di tempat, mereka adalah pengemis yang terkena hantaman mobil yang ditabrak, sudah mengakui kesalahan mereka dan siapa yang menyuruh mereka.
"Yang menyuruh mereka nyonya Tiwi Timothy."
"Apa!!!????"
"Sayang.... Tenang ingat kamu lagi mengandung."
"Mas.... Mama tega sekali."
"Mas bilang kamu sabar ya. Pak Jangan di perpanjang kasus ini. "
Kedua petugas polisi itu mengerti karena ini pasti ada hubungannya dengan urusan keluarga. Namun mereka meminta, agar dua pelaku diberi ganjaran. Dan Davin menyetujui. Ria sudah menelepon adeknya ke apartemen. Di apartemen mereka juga sudah ada Stella dan mertua Riana.
"Maafkan mama kami."
Davin dan Stella serta mertuanya kaget melihat Kedua adek kakak ini berlutut memohon ampun atas kesalahan mama mereka. Davin langsung mengendong istrinya berdiri. Sedangkan papa mertua Ria mengangkat Rian. Mama mertua dan Stella sahabatnya belum bisa menerima kenyataan ini, bahwa yang berniat membunuh Anak serta adik mereka adalah mertuanya sendiri.
"Saya yakin, mama berbuat begini karena kesalahanku juga. Aku membuat anak perempuannya melawan dia."
"Papa serahkan semua keputusan kepadamu nak."
"Saya tidak mau melanjutkan kasus ini."
"Papa menghargai keputusanmu nak."
"Tetapi mas, kamu tidak perhatikan hati mama. Mama hampir mau gila lihat kamu tak berdaya di ruangan IGD. Mama ngak terima."
"Mama.... Bijaksanalah. Adek buat begini ada maksud."
Rian yang sudah tidak tahan, langsung pamit marah. Riana berlari mengejar adeknya. Di ikuti oleh Davin karena istrinya berlari, dia tidak mau terjadi sesuatu kepadanya.
"Jika polisi tidak bisa membuat mama jera, karena Davin mencabut laporan, adek yang harus membuat mama sadar."
"Jangan berkelahi, mama baru selesai operasi jantung. Dia lemah adek."
"Kita harus sadarkan mama kakak, mama sudah keterlaluan."
Akhirnya Davin dan Riana ikut ke rumah orangtua Riana. Mereka sudah tiba didepan rumah.
"Sayang, mas di mobil saja. Pasti mama ngak suka mas ada disitu."
"Mas...."
"Mas menunggu kamu disini sayang." Davin mencium istrinya.
"Sendiri kakak???"
"Sama suami pak. Davin tunggu di mobil."
"Suruh masuk."
"Tidak boleh, rumah ini tidak boleh ada dia. Saya tidak mau."
"Iya mama tidak mau Davin disini, yang sudah menyelamatkan mama dari surat panggilan polisi."
"Adek......"
"Apa maksud kamu??"
"Mama stop mengeraskan hati mama, orang yang mama suruh sudah mengaku. Uang mama yang puluhan, bahkan ratusan juta itu tidak bisa menutup kesalahan mama."
Mama Tiwi kaget, mukanya pucat. Dan dia mulai berakting sakit, dan pura - pura pingsan. Papanya langsung panik. Riana dengan cepat memeriksa keadaan mamanya. Namun semuanya normal. Riana melihat kearah adeknya. Dan Rian tahu, maksud dari kakaknya.
"Mama stop main drama." Tidak lama, mamanya bangun dan duduk.
"Mama lakukan itu, karena mama tidak mau Ria mencintai Davin itu."
"Mama tidak bisa memaksakan kehendak mama." Suara Rian meninggi. Dan kembali ditegur oleh kakaknya.
"Mama tetap tidak setuju, masaa menikah dengan anak kecil."
"Mama Davin itu bukan anak kecil, dia sudah dewasa mapan lagi. Dia punya pekerjaan bagus. Apa yang kurang??"
"Jelas berbeda jauh dengan Matias??"
"Matias laki - laki yang hidup dari keringat orangtuanya sampai dewasa?? Apa hebatnya???"
"Dia lebih pantas, setidaknya keluarga dia dan kita sederajat."
Riana mulai memegang perutnya. Dia stres melihat mamanya yang memiliki pendirian teguh. Sampai terjadi pendarahan diusia kandungannya lima bulan. Rian gerah dengan mamanya. Dia langsung mengendong kakanya. Davin yang melihat istrinya di gendong langsung menghampiri.
"Buka pintunya, ayo kita bawa kakakku ke rumah sakit. Dia mengalami pendarahan."
Davin langsung menancap gas mobilnya menuju ke rumah sakit. Sementara papanya mulai menegur istrinya. Beliau memarahi kelakuan istrinya.
"Mama berdoa semoga dia keguguran."
"MAMA!!!!"
Papanya yang tidak perna kasar langsung menampar istrinya. Yang dengan berani menyumpahi anak dan calon cucunya. Mama Tiwi kaget, dia tidak menyangka bahwa suaminya bisa melakukan hal seperti itu kepadanya. Dia langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu. Papanya Riana dan Rian duduk lemas merenungi apa yang telah terjadi.
Sementara itu di rumah sakit. Dokter sedang menghentikan pendarahan yang di alami oleh Riana. Davin selalu menemani istrinya dia menunggu di depan pintu ruangan tindakan.
"Puji Tuhan janin yang ada di rahim istri bapak bisa di selamatkan. Saat ini ibu harus beristirahat dengan tenang. Jangan buat dia pikiran."
"Baik dokter."
Riana sudah dibawa ke ruangan rawatnya. Davin berada di sampingnya sambil menyium kening serta tangannya. Ria masih belum sadar.
"Maafkan kami Davin, maafkan."
"Aku sayang dan mencintai dia tulus, dan aku tidak akan melepaskannya agar keinginan mama kalian terpenuhi. Aku ngak bisa Rian."
"Tidak akan ada yang memisahkan kalian."
"Kalau resikonya kami harus di musuhi mama kamu. Aku bersedia, aku siap. Aku akan menjaga keluargaku ini baik - baik."
Rian memeluk Davin yang sedang menangis sambil mencium tangan istrinya. Tidak lama papanya Rian menghubunginya.
"Bagaimana keadaan kakak kamu??? Apakah Janinnya baik - baik saja."
"Pa, ini Davin, Ria masih dalam pengaruh obat bius, namun sedikit lagi dia pasti sadar.Janin kami selamat pak berhasil di tolong oleh dokter."
"Puji Tuhan."
"Bagaimana keadaan mama??"
"Tidak usah pikir mama kalian, kamu urus Riana dan cucu papa baik - baik. Urusan mamanya Ria menjadi tanggung jawab papa. Davin, papa memberi restu atas hubungan kalian. Papa merestuinya. Kamu laki - laki yang pantas untuk Ria anak papa."
"Terima kasih papa, terima kasih atas doa restunya."
Malam harinya Papa mertua Ria datang sendiri ke rumah sakit waktu tahu Ria mengalami pendarahan. Biasanya Papa akan datang bersama mama dan stella, namun malam ini tidak. Ria melamun.
"Sayang kenapa melamun???"
"Mama dan Stella pasti marah ya. Ini karena mamaku." Ria sudah menangis. Davin langsung memeluk istrinya.
"Hai... Sayang lihat mas. Mama dan kak Stella pasti memahami keputusan ku. Aku kenal mereka sayang. Aku tahu mama dan kakakku."
"Mereka tetap menyayangimu sayang, ini mama dan Stella yang menyuruh papa datang melihat kamu. Mereka kecewa sama Davin bukan kamu."
"Sudah ya sayang, ngak usah mikir yang berat - berat. Kita liburan ke Bali ya seminggu. Mas akan ijin di kampus. Biar kita beristirahat berdua. Eee bertiga dengan calon jagoan kita di perutmu."
"Mas sudah tahu jenis kelaminnya??"
"Iya tadi dokter beritahu."
Malam ini, Davin menjaga istrinya dia tidur sekasur dengan Ria istrinya. Ria tidur nyenyak. Setelah Ria tidur, Davin mempersiapkan keberangkatannya bersama istri tercinta. Tiket, Villa dan akomodasi sudah semua di pesan dan dibayar Davin. Dia siap membawa istrinya berlibur ke pulau dewata Bali.