NovelToon NovelToon
TUNGGU ANAK MU SUKSES BUU

TUNGGU ANAK MU SUKSES BUU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: dell_dell

Di balik toga wisuda yang megah dan senyum yang terukir di wajah, tersimpan ribuan air mata, keringat, dan luka yang tak terlihat. Ini adalah kisah tentang sebuah janji dan janji seorang anak perempuan yang bertekad mengubah nasib demi melihat kedua orang tuanya bahagia.

Dari sebuah rumah sederhana, ia berjuang menembus kerasnya dunia pendidikan, Perjalanan itu tidak mudah, karena di setiap langkahnya selalu ada suara-suara sumbang. Keluarga sendiri yang seharusnya mendukung, justru sering meremehkan dan menghina. Tetangga pun tak kalah jahat, memandang mereka sebelah mata dan menyebarkan gunjingan bahwa ia tak akan pernah berhasil mengubah nasib keluarganya.

Rasa lelah, rasa ingin menyerah, dan pedihnya dihina seolah menjadi teman setia. Namun, setiap kali ia ingin berhenti, bayangan wajah ibunya yang selalu bekerja keras dan meneteskan air mata menjadi bahan bakar semangatnya.

"Tunggu aku sukses, Bu..." bisiknya dalam hati setiap malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dell_dell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pernikahan impian

Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Hari pernikahan Adel dan Arga. Acara ini bukan sekadar pesta biasa, tapi menjadi acara sosial terbesar tahun ini yang dihadiri oleh para pejabat tinggi, pengusaha nasional, artis terkenal, dan ribuan tamu undangan.

Lokasinya diadakan di sebuah convention hall terbesar dan termewah di kota itu. Dekorasinya dibuat bak negeri dongeng, penuh bunga segar, lampu kristal yang berkilauan, dan karpet merah membentang panjang.

 

Adel tampil bak seorang Ratu. Ia mengenakan gaun pengantin putih nan megah dengan renda halus dan hiasan manik-manik yang berkilau. Rambutnya ditata indah dengan mahkota kecil yang anggun. Wajahnya berseri-seri, cantik luar biasa, memancarkan kebahagiaan yang tulus.

Di sampingnya, Arga tampil gagah dengan setelan jas hitam yang mahal. Tatapan mereka bertemu, penuh cinta dan rasa syukur.

"Kamu sangat cantik, Istriku," bisik Arga lembut.

Adel tersenyum bahagia, "Dan kamu suami terbaik yang Tuhan kirimkan untukku."

Ibu Adel menangis haru melihat putrinya. Dari gadis kecil yang sering menangis karena dihina, kini menjadi mempelai wanita yang paling dihormati dan dicintai. Pak Budi dan Ibu Rita pun tak kalah bangga, mereka hadir sebagai keluarga besar.

Acara sakral dilaksanakan dengan penuh khidmat. Janji setia diucapkan, ikatan pernikahan terjalin kuat.

"Sah!" seru penghulu.

Tepuk tangan gemuruh menggema seluruh ruangan. Mereka resmi menjadi suami istri.

 

Pesta resepsi berlangsung sangat meriah. Musik orkestra mengalun indah. Tamu-tamu datang dengan busana terbaik.

Banyak tamu yang mengenal kisah hidup Adel tak henti memuji.

"Luar biasa ya perjuangannya. Dari nol sampai jadi begini."

"Benar kata orang, sabar itu pahit, tapi buahnya manis sekali."

Bahkan Saskia dan teman-teman kuliahnya yang dulu sering membully pun hadir dengan membawa kado dan ucapan maaf.

"Selamat ya Del... Kamu memang pantas bahagia. Maafin kami yang dulu jahat," kata mereka tulus.

Adel memaafkan semua dengan lapang dada. "Terima kasih sudah datang. Mari kita bahagia bersama."

 

Sementara pesta berlangsung dengan kemeriahan luar biasa, di tempat yang jauh berbeda, nasib Om Darmo, Tante Sari, dan Bu Ratna benar-benar menyedihkan.

Mereka kini berada di dalam sel penjara yang sempit, gelap, dan bau. Pakaian mereka kumal, wajah mereka keriput karena stres dan penyesalan.

Mereka melihat siaran langsung atau berita tentang pernikahan Adel di TV yang ada di ruang tunggu penjara.

Mereka melihat Adel naik kereta kencana, melihat Adel dipuja ribuan orang, melihat kemewahan yang tak terbayangkan.

Hati mereka hancur, rasa iri membakar dada sampai ke tulang.

"GILA... GILA... ITU DULU KEPONAKAN GUE YANG MISKIN... KENAPA BISA JADI RATU BEGITU?!" teriak Om Darmo sambil memukul dinding sel dengan keputusasaan.

Tante Sari menangis histeris, "KITA YANG HANCURKAN DIRI KITA SENDIRI... KITA YANG MENYAKITI DIA... SEKARANG DIA BAHAGIA, KITA DI SINI MEMBUSUK..."

Bu Ratna hanya bisa merintih, "Karma... ini karma yang terlalu pedih..."

Mereka sadar, kesempatan sudah habis. Pintu maaf sudah mereka tutup sendiri dengan kejahatan mereka. Sekarang mereka hanya bisa menelan pil pahit penyesalan selamanya.

 

Setelah pesta selesai, Adel dan Arga tidak pulang ke rumah biasa. Mereka pindah ke sebuah Vila Mewah yang luasnya sangat besar, lengkap dengan taman pribadi, kolam renang, dan pelayan rumah.

Rumah itu adalah hadiah pernikahan dari orang tua Arga, namun Adel dan Arga juga sudah mampu membelinya sendiri.

Malam itu, di kamar tidur yang sangat luas dan nyaman, Adel duduk di tepi ranjang sambil memandang cermin. Ia melepas mahkotanya perlahan.

"Bu... kalau Ibu melihat sekarang... Ibu pasti bangga," bisiknya lirih.

Arga datang dari belakang, memeluk bahu istrinya.

"Kamu sudah melakukan yang terbaik, Sayang. Kamu membuktikan pada dunia bahwa kebaikan dan ketekunan akan menang."

"Besok kita mulai hidup baru. Bebas gangguan, bebas rasa takut. Hanya ada kita, dan kebahagiaan kita."

 

Adel menatap masa depan dengan mata berbinar. Perjalanannya sudah selesai, Musuh terbesar sudah kalah, cinta sudah didapat, karir sudah gemilang.

Tapi bagi Adel, ini bukan akhir. Ini adalah awal dari babak baru di mana ia akan semakin sukses, semakin berbakti, dan semakin menjadi berkah bagi banyak orang.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!