NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Hari-hari setelah itu berjalan dengan cara yang tidak pernah Alya bayangkan sebelumnya. Tidak ada kejadian besar, tidak ada pertengkaran dan tidak ada sesuatu yang benar-benar meledak.

Namun justru dalam ketenangan itu, ada sesuatu yang perlahan berubah sesuatu yang tidak bisa ia hentikan, bahkan ketika ia mencoba untuk tidak memikirkannya.

Alya mulai menyadari bahwa ia tidak lagi merasa seasing dulu setiap kali berada di dekat Arka. Bukan berarti semuanya menjadi mudah, bukan berarti ia menerima begitu saja. Namun ada jarak yang perlahan memudar, dan itu… membuatnya bingung.

Pagi itu, Alya datang lebih awal dari biasanya. Ia memilih duduk di bangkunya tanpa banyak bicara dengan siapa pun. Buku terbuka di depannya, namun seperti hari-hari sebelumnya, fokusnya tidak sepenuhnya berada di sana. Beberapa mahasiswa mulai masuk satu per satu. Suasana kelas perlahan ramai.

Raka datang seperti biasa, duduk di sampingnya.

“Tumben pagi.”

Alya sedikit tersenyum. “Gak bisa tidur.”

Raka menatapnya sekilas. “Kepikiran lagi?”

Alya tidak langsung menjawab.

Ia hanya mengangkat bahu pelan.

Raka menghela napas.

“Lo gak harus hadapin semuanya sendirian, Ly.”

Alya menoleh.

Kali ini, ia benar-benar menatap Raka.

Ada ketulusan di sana, ada kepedulian yang selama ini selalu ada, tapi mungkin belum sepenuhnya ia sadari.

“Gue tau,” jawabnya pelan.

Namun jawaban itu tidak sepenuhnya menjelaskan apa yang ia rasakan. Karena yang ia hadapi sekarang bukan hanya masalah. Tapi juga… perasaan yang mulai berubah arah.

Pintu kelas terbuka.

Arka masuk.

Seperti biasa, suasana langsung berubah sedikit lebih tenang. Bukan karena takut, tapi karena kehadirannya selalu membawa aura yang berbeda.

Alya menunduk. Namun kali ini, ia tidak lagi berusaha menghindar sepenuhnya.

Kuliahpun dimulai.

Arka menjelaskan materi dengan jelas, terstruktur, seperti biasanya. Namun sesekali, tanpa ia sadari, pandangannya kembali jatuh pada satu titik yang sama.

Alya....

Dan kali ini alya tidak selalu mengalihkan pandangan.

Beberapa detik tatapan mereka bertemu.

Tidak lama, namun cukup untuk meninggalkan sesuatu.

Alya kembali menunduk.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Namun ia tidak panik,tidak seperti sebelumnya. Seolah-olah ia mulai terbiasa.

Setelah kelas selesai, mahasiswa mulai keluar. Raka mengajak Alya keluar bersama, seperti biasa.

“Kantin?”

Alya berpikir sejenak.

Lalu mengangguk.

“Boleh.”

Mereka berjalan bersama. percakapan ringan mengisi waktu.

Tentang tugas, tentang dosen lain. Tentang hal-hal kecil yang dulu terasa biasa.

Namun di tengah semua itu, Alya sesekali terdiam. Pikirannya kembali melayang.

“Lo sekarang sering ngelamun,” ujar Raka.

Alya tersenyum kecil. “Iya, ya?”

“Iya.”

Raka menatapnya lebih lama.

“Dan gue tau itu bukan karena tugas.”

Alya tidak menjawab.

Karena ia tahu Raka tidak salah.

Namun sebelum percakapan itu berlanjut, seseorang berdiri di depan mereka.

Arka.

Langkah Alya langsung terhenti. Raka juga ikut berhenti.

Beberapa detik hening....

“Alya.”

Nada suara itu tetap sama.

Tenang...namun kali ini tidak terasa sekeras sebelumnya.

“Iya, Pak…”

Arka menatapnya, lalu berkata singkat

“Saya butuh berkas yang kemarin.”

Alya sedikit terkejut.

“Sekarang?”

Arka mengangguk.

“Kalau bisa.”

Alya menoleh ke arah Raka.

Sejenak.

“Gue duluan, ya,” kata Raka pelan.

Tidak ada nada keberatan,tidak ada protes.

Namun ada sesuatu dalam cara ia berbicara yang berbeda....

Lebih menahan.

Alya mengangguk.

“Iya."

Raka pergi meninggalkan mereka berdua.

Dan kali ini tidak ada ketegangan yang tajam.

Mereka berjalan bersama menuju ruang dosen,tidak terlalu dekat. Namun juga tidak sejauh sebelumnya.

“Kamu kelihatan lebih baik,” ujar Arka tiba-tiba.

Alya menoleh.

“Lebih baik?”

“Dari sebelumnya.”

Alya terdiam sejenak.

“Saya lagi coba… gak terlalu mikirin semuanya.”

Arka mengangguk pelan.

“Itu cara yang bagus.”

Alya tersenyum kecil.

“Bapak selalu bilang begitu.”

Arka meliriknya sekilas.

“Karena kamu memang bergerak ke arah itu.”

Alya tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya ia tidak merasa ingin membantah.

Sampai di depan ruang dosen, Alya menyerahkan berkas yang diminta.

Arka menerimanya. namun tidak langsung masuk.

Beberapa detik hening.....

“Alya."

Alya mengangkat kepala.

“Iya?”

Arka terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu.

Namun ia berhenti sejenak.

“Kalau ada yang mengganggu kamu di kampus…”

Alya menatapnya.

“…bilang.”

Kata Sederhana namun berbeda....

Alya mengangguk pelan.

“Iya, Pak.”

Tidak ada janji,tl tidak ada penjelasan.

Namun ada sesuatu yang terasa lebih dekat dari sebelumnya.

Sore harinya, Alya duduk sendiri di taman kecil seperti biasa. Angin berhembus pelan.

Suasana tenang.

Ia memandang ke depan. Namun pikirannya jauh.

Tentang Raka....

Tentang Arka....

Tentang dirinya sendiri....

Ia tidak lagi hanya merasa terjebak. Ia mulai merasa memiliki pilihan. Dan itu jauh lebih menakutkan.

Karena pilihan…

selalu melibatkan perasaan

Di sisi lain, Raka berdiri tidak jauh dari sana.

Ia melihat Alya namun tidak mendekat.

Untuk pertama kalinya ia memilih diam.

Bukan karena menyerah, namun karena ia mulai mengerti bahwa tidak semua hal bisa dipertahankan dengan cara yang sama.

####

Sementara itu, di tempat lain, Arka berdiri di ruangannya. Menatap berkas yang sebenarnya tidak ia baca.

Pikirannya kembali pada satu hal

Alya.

Dan untuk pertama kalinya ia tidak lagi bertanya apakah ini benar atau salah. Ia hanya tahu semuanya sudah berjalan terlalu jauh untuk kembali seperti semula.

Perlahan Tanpa suara, tanpa rencana.

Sesuatu di antara mereka mulai berubah.

dan kali ini tidak ada yang benar-benar ingin menghentikannya.

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!