seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
Satu bulan telah berlalu,kini hari yang di nanti Eka dan Arif pun tiba dimana mereka akan melepas status duda dan janda dan akan menjadi suami istri,ya mereka akan melangsungkan acara ijab qobul saat ini
Semua keluarga pun sudah datang ke rumah Arif,sesuai kesepakatan bahwa acara akan di langsungkan di rumah mempelajari laki-laki.
Yang awalnya Eka meminta untuk di adakan acara sederhana dan di saksikan keluarga kini tetap saja acara itu di adakan pesta. Bahkan kini para tetangga nya Arif pun ikut serta hadir membantu berlangsungnya acara dan menjadi saksi pernikahan mereka.
"Mas,aku kan sudah bilang kalau aku ingin acara yang sederhana saja dan di hadiri keluarga serta kerabat tapi kenapa malah seperti ini"
"Aku juga tidak tau,ini semua ibu yang merencanakan nya "
"Ya sudahlah,semua juga sudah terjadi "
"Lebih baik sekarang kita menemui para tamu,mungkin acara pesta nya juga tidak akan lama ini kan hanya di hadiri para tetangga "
"Baiklah "
Mereka pun menemui para tetangga dan Arif memperkenalkan Eka pada semua saudara dan juga tetangga. Para tamu yang hadir pun memberikan selamat kepada mereka,meskipun acara pesta tidak terlalu mewah tapi acara tersebut di hadiri semua orang di desa nya arif.
Kini giliran orang tua Eka memberikan selamat kepada keduanya,bahkan saat ini ayah nya Eka memberikan wejangan terhadap Arif.
"Selamat nak,semoga pernikahan mu kali ini sampai maut memisahkan bapak tidak bisa memberikan apa-apa untuk kalian"
"Tidak apa-apa pak"
"Dan untuk nak Arif sekali lagi bapak berpesan jaga putri bapak,lindungi dia sekarang dia sudah menjadi tanggung jawab mu"
"Baik pak,saya janji akan membahagiakan putri bapak"
"Bapak tidak mendoakan yang buruk,tetapi jika suatu saat kau sudah tidak menginginkan putri bapak tolong pulangkan pada bapak dengan cara baik-baik "
"Saya janji pak,saya akan melakukan apapun untuk rumah tangga kami"
"Baiklah,setelah ini bapak juga pamit untuk pulang kasian Aira nanti di rumah sendiri"
"Baiklah"
Karena memang Aira tidak tahu bahwa ibunya akan melangsungkan acara saat ini,ia hanya di beri tahu bahwa ibunya akan menikah dan ia tidak di perbolehkan untuk ikut menyaksikan acara nya,jadi Aira pun hanya menurut saja.
Dan saat ini Aira pun masih berada di sekolah,saat ia sedang bersama teman nya ia di hampiri oleh anak laki-laki yang bernama alam. Dia juga yang sering mencari gara-gara dengan Aira bahkan selalu mengatakan hal yang buruk tentang ibu nya Aira.
"Hei kalian,untuk apa sih masih mau berteman dengan dia lebih baik kalian jauhi saja dia"
"Kalian tau bukan bahwa ibu nya ini wanita yang tidak benar,nanti kalian tertular lagi"sambung nya alam
Aira pun bangkit dari tempat nya dan menatap alam dengan marah karena ia selalu mengatakan hal seperti itu tentang ibu nya.
"Hei jangan begitu ,ibu ku itu tidak seperti yang kau katakan ibu ku orang baik-baik"
"Halah jika ibumu orang baik-baik dia tidak mungkin selingkuh dari ayah mu kan"
"Diammm"teriak Aira
"Haha teman-teman lihat lah dia marah"
"Pergi sekarang atau kau akan menyesal"
"Oohh takuttt, hahhahahaha "tawa alam dengan teman-teman nya
Aira pun maju dan hendak memukul alam tetapi Santi dengan cepat memegangi tangan Aira.
"Aira sudah cukup,biarkan saja dia jangan kau ladeni orang seperti itu nanti bisa saja nanti kau yang akan terkena masalah ".
"Tapi dia sudah keterlaluan Santi,aku tidak terima ia selalu menjelekkan ibu ku"..
"Hei aku dengar kau akan memiliki ayah baru ya,dan saat ini ibu mu akan menikah tapi kenapa kau tidak di ajak? "
"Ah aku tau pasti kau tidak di ajak karena kau itu anak yang nakal,dan ibu mu sudah tidak mau menganggap mu karena ia sudah memiliki anak baru dari ayah mu yang sekarang"
"Tidak,ibu ku tidak begitu "
"Sudahlah,Yao teman-teman kita pergi,jangan terlalu lama bersama gadis seperti ini nanti kita tertular lagi".
"Hei aku bukan penyakit yang bisa menular "teriak Aira
"Sudah Aira,lebih baik ayo kita ke kelas sebentar lagi juga bel akan berbunyi "ucap Santi
Dan benar saja tak lama kemudian bel pun berbunyi,Aira segera memasuki kelas dengan santi dan duduk di bangku. Beberapa saat kemudian guru pun masuk ke kelas dan melakukan pembelajaran.
Setelah pembelajaran selesai bel pulang sekolah pun berbunyi,semua murid segera membereskan buku dan memasukkan ke dalam tas.
Saat dalam perjalanan Santi pun bertanya kepada Aira apakah benar yang tadi di ketakan oleh alam,tetapi ia takut jika nanti Aira akan tersinggung dengan pertanyaan nya.
Aira yang melihat Santi hanya terdiam pun akhirnya bersuara dan bertanya kepada santai temannya itu.
"Santi ada apa,kenapa kau diam saja dari tadi apa ada yang kau pikirkan"
"Ah tidak bukan apa-apa ".
"Apa kau serius"
"Iya Aira"
"Baiklah jika kau tidak mau mengatakan nya"
"Ehemm, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan pada mu Aira"
"Tanyakan,soal apa".
"Em i-utu soal"
"Kau ingin bernyata tentang yang di ucapkan alam tadi bukan"
"Bagaimana kau tau kalau aku menanyakan hal itu"
"Sudah terlihat dari wajah mu "
"Maaf kan aku,bukan maksudku ingin tau tentang keluarga ku Aira jika kau tak mau menjawab juga tidak apa-apa".
"Aku tau santi,kita berteman dari kecil aku tau kau seperti apa"
"Sebenar nya aku juga tidak tau jika ibu ku akan menikah hari ini,karena kakek dan nenek melarang ku untuk ikut jadi aku tidak tau "
"Apa sebelumnya mereka tidak memberitahu mu"
"Tidak,aku hanya di beritahu jika ibu akan menikah tapi aku tidak di beritahu kapan waktunya"
"Jika kau tau,apa kau akan memaksa untuk ikut"tanya Santi
"Mungkin ,aku tidak tau entahlah yang terpenting ibu ku bisa bahagia dengan ayah Arif "
"Tapi bagaimana dengan mu,apa kau sudah menerima om Arif sebagai ayah sambung mu"
"Mau tidak mau aku harus menerima nya bukan,dan mulai membiasakan diri memanggilnya ayah"papar Aira
"Aku tidak perduli dengan ku,yang terpenting ibu ku bisa bahagia dan aku berharap ayah Arif bisa membahagiakan ibu ku dan semoga Ayah Arif bisa menepati janji nya"
"Janji? Janji apa"
"Ah sudahlah ,kita terlalu larut dalam membicarakan permasalahan orang dewasa hingga tidak sadar bahwa kita sudah sampai di depan rumah,aku pulang dulu santi nanti aku akan kerumah mu".
"Baiklah Aira "ucap santi