NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-21

Malam itu, suasana di apartemen Nara terasa sangat tenang dan damai. Hujan rintik-rintik menemani kesunyian. Nara baru saja selesai mandi dan mengenakan piyaman santai. Ia merasa sangat bahagia dan lega karena hari ini berjalan begitu lancar, diterima dengan baik oleh keluarga Arkan, dan berhasil membungkam mulut Sarah.

"Hhh... enaknya begini," gumam Nara sambil memijat kakinya yang sedikit pegal. Ia mengambil ponselnya, ingin mengirim pesan pada Arkan yang tadi berpisah di gerbang kompleks.

✉️ "Makasih ya hari ini, Sayang. Aku udah sampai apartemen aman. Istirahat ya ❤️"

Belum sempat pesan terkirim, tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang sangat keras dan tidak beraturan.

Brak! Brak! Brak!

Nara terkejut. "Siapa sih malam-malam begini? Jangan-jangan Arkan lupa bawa barang?"

Dengan hati-hati ia mendekat dan mengintip dari lubang intip. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat siapa yang ada di luar.

Raka!

Pria itu berdiri dengan tubuh sempoyongan, baju berantakan, dan napasnya yang tercium bau alkohol bahkan tembus sampai ke dalam.

"Buka... BUKA PINTUNYA NARA!!" teriak Raka sambil memukul-mukul pintu. "Gue tahu lo di dalem! Jangan pura-pura tidur!!"

Nara mundur ketakutan, kakinya gemetar hebat. "Ya tuhan... kenapa dia bisa kesini?!" batinnya panik.

Tiba-tiba... Brak..

Kunci pintu itu ternyata tidak terkunci sempurna tadi saat ia masuk, atau mungkin Raka mendorongnya terlalu kuat. Pintu terbuka lebar!

Raka langsung menyerobot masuk dengan bau alkohol yang menyengat. Matanya merah dan tampak liar menatap Nara.

"Hahaha... akhirnya ketemu juga janda cantik, ayo berikan gue pelukan sayang!" seru Raka dengan suara cadel. Ia langsung menangkap pergelangan tangan Nara dengan kasar. "Cih lo sombong banget sih sekarang hah? lo bangga jadi simpanan bos muda itu ya?! Hah?! lo pikir lo siapa?!"

"Lepasin!! Raka lepasin aku!!" teriak Nara berjuang melepaskan diri. Ia menendang dan memukul pria itu sekuat tenaga.

Namun Raka yang sedang dalam pengaruh alkohol menjadi sangat kuat. Ia mendorong tubuh Nara hingga jatuh ke atas sofa, lalu menindihnya dengan berat.

"LEPASIN AKU RAKA!!! TOLONG!!" teriak Nara histeris, air matanya mengalir deras.

"Shhh... diam lo! Dari pada lo sama dia yang tak punya pengalaman apapun, mending sama gue! Kita kan juga pernah jadi suami istri! jadi gue jauh lebih berpengalaman dari pada bocah ingusan itu!" Raka menyeringai menjijikkan, tangannya mulai meraba-raba tubuh Nara dengan kotor, berniat melakukan hal yang tidak senonoh.

Nara sudah putus asa,ia tak bisa melawan,tenaganya kalah kuat dengan Raka, ia merasa lelah dan tak berdaya. Tuhan... tolong aku, siapapun tolong aku... batinnya menjerit.

Saat baju Nara hampir robek dan Raka semakin berani...

BRAAKK!!

Pintu apartemen itu dihantam dengan kekuatan luar biasa hingga engselnya hampir copot!

Bayangan tinggi besar muncul di ambang pintu. Disana Arkan berdiri bersama beberapa pria berbaju hitam, Wajah Arkan terlihat mengerikan, matanya memancarkan amarah yang tak terkontrol saat melihat pemandangan di depannya.

"APA YANG LO LAKUKAN BAJINGAN GILA!!!"

Suara teriakan Arkan mengguncang seluruh ruangan. Dalam sekejap mata, Arkan melompat dan menarik kerah baju Raka dengan kasar, lalu melempar pria itu sejauh beberapa meter hingga menghantam dinding.

Bugh!

"ARGH!!" Raka meringis kesakitan.

Belum sempat Raka bangun, Arkan sudah menghujaninya dengan pukulan bertubi-tubi.

Bugh! Bugh! Bugh!

"Ini buat lo yang berani masuk sembarangan! Ini buat lo yang berani menyentuh dia! DAN INI BUAT LO YANG HAMPIR MELAKUKAN HAL KOTOR SAMA KEKASIH GUE BRENGSEK!!"

Arkan memukul dengan penuh amarah, matanya merah menyala. Ia benar-benar ingin membunuh pria itu malam ini!

"Kan... cukup! Jangan dibunuh! Nanti kamu yang susah!" teriak Nara sambil menangis, berlari memeluk tubuh Arkan dari belakang untuk menahannya.

Arkan berhenti, napasnya memburu hebat. Ia menatap Raka yang sudah babak belur, hidung dan mulutnya berdarah, tak berdaya di lantai.

"Keluarkan dia... sebelum aku benar-benar jadi pembunuh," geram Arkan dingin.

Ia lalu segera berbalik menghadap Nara. Melihat kekasihnya yang menangis, baju berantakan, dan wajah ketakutan, hati Arkan hancur lebur.

"Sayang... sayang kamu gapapa kan... maafin aku... maaf aku telat," bisik Arkan gemetar, langsung memeluk Nara erat-erat, melindungi tubuh wanita itu dari pandangan siapapun.

Nara menangis tersedu-sedu di dada bidang Arkan, menumpahkan semua rasa takutnya. "Aku takut Kan... dia mau... dia mau..."

"Sudah sayang... sudah. Dia gak bakal bisa apa-apa lagi. Aku disini. Aku janji gak akan pernah ninggalin kamu sendirian lagi," ucap Arkan lembut, mencium kening Nara berkali-kali.

beberapa pria mengenakan baju serba hitam berbadan besar langsung menyeret Raka keluar.

"LEPASIN!! GUE BELUM SELESAI!! NARAAAA!!" teriak Raka masih sempat berontak meski wajahnya sudah babak belur, namun suaranya perlahan menghilang saat pintu lift tertutup rapat, membawa pria bejat itu pergi dari hadapan mereka.

Emosi arkan masih di ubun ubun, bagaimana bisa pria biadab itu masih berkeliaran di luar,ia ingat kalau ia sudah menjebloskan pria itu kedalam penjara..

Arkan mengepalkan tangannya kuat-kuat, nadinya berdenyut kencang. Pikirannya berputar kacau.

Gila! Aku sudah pastikan dia masuk bui karena kasus penipuan dan penganiayaan! Kenapa dia bisa bebas?! Kenapa dia bisa sampai ke sini?!

Rasa marah bercampur rasa bersalah menghantam dada Arkan. Ia marah pada sistem, marah pada orang yang menyogok agar Raka bebas, tapi yang paling besar adalah marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Nara sepenuhnya.

"Sayang..." Arkan menatap Nara yang masih gemetar dan menangis tersedu di pelukannya. Wajah pucat dan mata sembab itu benar-benar menyayat hati pria itu.

"Kamu gapapa kan? Dia gak ngelukain kamu kan?" tanya Arkan cemas, tangannya memeriksa sekujur tubuh Nara, memastikan tidak ada luka atau goresan.

Nara mengangguk lemah sambil memeluk pinggang Arkan erat, seolah takut kalau Arkan pergi dan kejadian itu terulang lagi.

"Aku... aku takut Kan..." isak Nara. "Dia bilang... dia mau ambil aku lagi. Aku takut..."

"Jangan takut sayang..." Arkan mengecup bibir Nara dalam, memberikan kekuatan dan ketenangan. "Mulai malam ini juga... aku pastikan dia gak akan pernah bisa ngeluarin suara lagi. Dia gak akan bisa nyakitin siapapun, apalagi kamu."

Arkan mengangkat wajahnya, tatapannya berubah dingin dan mematikan.

"Dan mulai detik ini juga... kamu pindah. Kamu tinggal sama aku. Di rumahku. Atau di mana pun tempat yang aku tentukan. Aku gak akan biarin kamu tinggal sendirian lagi. Bahaya. Terlalu berbahaya kalau kamu jauh dari pandangan aku."

Nara menatap mata Arkan yang penuh tekad bulat. Ia tahu, kali ini Arkan benar-benar serius. Tidak ada tawar-menawar.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!