NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhanfu Seksi

Setibanya di Istana Shing, wilayah Baiyun, Bai Muzhi dan Li Yunru langsung disambut oleh kepala pengurus istana, Deng Gubo. Pria paruh baya itu berdiri tegap dengan sikap hormat, pakaiannya rapi dan auranya tenang namun berwibawa.

Deng Gubo membungkuk hormat saat melihat Bai Muzhi datang. Namun tatapannya sempat berhenti sesaat pada Li Yunru.

Ada sedikit keterkejutan di matanya sebelum ekspresinya kembali tenang.

"Salam, Nona Li."

Setelah itu, Bai Muzhi sendiri yang mengajak Li Yunru berkeliling. Ia memperkenalkan secara singkat tentang Istana Shing—bangunan megah dengan arsitektur khas wilayah utara, para pelayan yang mengurus tempat tersebut, serta beberapa area penting.

Udara di wilayah ini terasa lebih dingin dibandingkan tempat sebelumnya.

Saat mereka tiba di sebuah area yang tertutup rapat dengan gerbang besar, Li Yunru langsung berhenti.

Gadis itu memperhatikan gerbang besar berwarna putih keperakan di depannya. Permukaannya dipenuhi simbol naga yang terukir, sementara lapisan energi tipis tampak berkilau samar.

Ia mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, tetapi tubuhnya seperti terdorong mundur.

"Mengapa aku tidak bisa masuk?" tanyanya tanpa ragu. "Mungkinkah kamu memiliki wanita simpanan atau barang kenang-kenangan mantan kekasih?"

Bai Muzhi hanya menggelengkan kepala. Sebelum ia sempat menjelaskan, Ruu yang berada di pelukan Li Yunru lebih dulu bersuara.

"Tuan, kamu terlalu berprasangka buruk," katanya santai. "Raja naga yang tidak peka itu—jangankan punya mantan kekasih, wanita saja tidak punya. Tapi memang benar dia dekat dengan seorang wanita manusia setengah binatang dari suku rubah."

"Jangan memfitnah raja ini," potong Bai Muzhi, jelas tidak senang.

"Wanita rubah putih itu bahkan pernah mencoba merayumu sampai masuk kamar!" kata Ruu. Ia mendengus. "Jangan mengelak! Aku melihat semuanya dari dalam lemari malam itu."

Li Yunru membelalakkan mata. "Ya Tuhan, keberaniannya luar biasa!" komentarnya. "Apakah wanita itu masih hidup sekarang?"

"... Hidup," jawab kelinci itu pelan. Apakah ini intinya? Pikirnya.

Li Yunru menatap Bai Muzhi dengan curiga. Bukankah pria itu bilang, wanita yang berani menyentuhnya pasti sudah mati?

Untungnya Li Yunru tidak mengejar masalah ini. Ia menunjuk ke arah gerbang besar di depannya.

"Lalu, apa yang ada di dalam sana?" tanyanya.

Akhirnya Bai Muzhi mendapat kesempatan untuk menjelaskan, "Ini adalah tempat di mana aku biasanya menyehatkan jiwaku," ujarnya tenang. Ia menatap gerbang itu sejenak. "Aku biasanya berada di dalamnya selama berminggu-minggu, sampai kondisi jiwaku membaik."

Karena itu, ia membutuhkan Ruu—kelinci spiritual yang mampu menyalurkan energi penyembuhan untuk membantunya selama proses pemulihan.

Li Yunru sedikit terkejut. "Apakah jiwamu bermasalah?"

Tidak apa-apa jika jiwanya yang terluka, setidaknya pria itu bukan orang gila, batin Li Yunru.

Bai Muzhi tidak menyembunyikan hal itu. Matanya sedikit meredup. "Jiwaku terluka saat perang antar benua tiga ratus tahun yang lalu dan sampai sekarang belum sembuh."

Kedua orang tuanya tewas dalam peperangan besar itu. Di saat yang bersamaan juga, seorang manusia setengah binatang yang misterius menyerang jiwanya secara tiba-tiba.

Hingga sekarang, tidak ada satu pun tabib spiritual yang mampu menyembuhkan luka jiwanya. Satu-satunya cara adalah menikah dengan suku rubah putih. Tapi dia sendiri tidak mau.

Itulah alasan ia pernah mencari petunjuk di kuil … dan berakhir dengan membawa pulang seekor kelinci gemuk yang cerewet.

"Aku akan mengajakmu ke tempat lain," katanya langsung mengalihkan topik.

Ia membawa Li Yunru menuju halaman belakang—tempat pertama kali gadis itu jatuh dari udara kosong dan menimpanya.

"Yang Mulia, saya akan pergi menyiapkan makan malam."

Deng Gubo yang sejak tadi mengikuti dari belakang akhirnya berbicara. Setelah mendapat anggukan dari Bai Muzhi, ia pun mundur dengan hormat. Namun tak lama kemudian, ia kembali lagi.

"Maaf, Nona Li." Pria paruh baya itu menatap Li Yunru sebentar.

"Ya?" Li Yunru bingung.

Deng Gubo tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada Ruu yang ada di pelukan Li Yunru.

"Tuan kelinci, lama tidak bertemu. Mari ikut dan temani saya. Kita sudah lama tidak mengobrol."

Pria paruh baya itu dengan sopan mengambil Ruu dari pelukan Li Yunru.

"...."

Ruu langsung membeku. Ia hampir lupa jika kepala pengurus istana ini memiliki hobi mengganggunya saat ia sedang santai. Ia tidak bisa melawan sama sekali!

Dengan ekspresi pasrah, ia hanya bisa dibawa pergi, meninggalkan Li Yunru dan Bai Muzhi berduaan.

Tak lama kemudian, seorang wanita bergaun hanfu merah seksi melangkah lebar menuju halaman belakang. Rambut merahnya yang digelung rapi tampak mencolok, dihiasi berbagai aksesori emas dan batu giok yang berkilau di bawah cahaya senja.

"Yang Mulia ... Yang Mulia Zhi," ujar wanita itu dengan nada sengaja dibuat centil, suaranya lembut namun penuh kepura-puraan.

Hanfu merah ketat yang dikenakannya menonjolkan lekuk tubuhnya. Setiap langkahnya dibuat anggun dan menggoda. Kedua telinga rubah putihnya bergerak pelan, tampak lembut—namun sorot matanya tajam dan penuh ambisi.

Li Yunru sedikit terkejut. Ia beralih menatap Bai Muzhi, lalu teringat kata-kata Ruu sebelumnya.

Mungkinkah ini wanita rubah yang dimaksud?

Li Yunru melirik wanita rubah itu, lalu menunduk melihat dirinya sendiri.

"... Jadi dia tipe favoritmu rupanya. Ternyata kamu suka dengan wanita dengan roti daging yang besar."

Namun Bai Muzhi justru mengerutkan kening. Ia tidak setuju dengan perkataan Li Yunru.

"Yang Mulia Zhi, saya dengar Anda membawa betina lain ke istana," ujar wanita bertelinga rubah putih itu. Tatapannya lalu beralih pada Li Yunru, dan ekspresinya langsung berubah dingin. "Wanita lemah sepertimu beraninya merayu Raja Zhi!"

"Lemah? Kamu membicarakanku?"

Sudut mulut Li Yunru berkedut kecil. Ia adalah pemegang sabuk hitam di salah satu cabang bela diri. Lemah dari mana?

"Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu?!"

Wanita bergaun hanfu itu—Xu Jiangyue—mengepalkan kedua tangannya. Tatapannya penuh kebencian, seolah ingin mencabik Li Yunru di tempat.

Awalnya ia mengira bahwa yang akan menjadi saingannya adalah betina lain. Namun ia tidak pernah menyangka bahwa gadis di samping Bai Muzhi hanyalah manusia biasa.

Xu Jiangyue menatap Li Yunru dari atas sampai bawah. Awalnya hanya jijik. Lalu kemudian berubah menjadi bingung. Dan ketika ia merasakan ikatan samar itu—wajahnya membeku.

"Tidak mungkin ...."

Ikatan pasangan!

Bagaimana mungkin?!

Hal itu benar-benar tidak masuk akal baginya!

Bai Muzhi tidak bisa berpasangan dengan siapa pun, baik manusia maupun manusia setengah binatang—kecuali dirinya.

Xu Jiangyue menatap Bai Muzhi yang tetap tanpa ekspresi. "Yang Mulia, bagaimana bisa Anda membawa wanita lain selain saya? Bukankah saya lebih cocok menjadi ratu Anda dibandingkan manusia lemah ini?" katanya, ekspresinya berubah menjadi sedih, seolah benar-benar tersakiti.

Sayangnya, Bai Muzhi tidak pernah tertarik padanya sejak awal. Ia hanya membiarkannya datang ke istana ini untuk memastikan satu hal, apakah benar hanya suku rubah putih yang mampu memperbaiki jiwanya.

"Aku tidak pernah memperhatikanmu sama sekali. Lagi pula, itu tidak lagi penting sekarang," jawabnya datar, tanpa sedikit pun emosi.

"Tidak mungkin! Bagaimana Yang Mulia bisa memperlakukan saya seperti ini?!"

Xu Jiangyue merasa harga dirinya diinjak-injak. Selama ini, ia yakin hanya dirinya yang paling pantas berada di sisi Bai Muzhi.

Perubahan sikap pria itu, pasti karena gadis manusia di depannya ini!

Pasti ada sesuatu yang dilakukan oleh gadis manusia itu—mungkin teknik terlarang atau sihir aneh yang mempengaruhi pikiran!

Lagi pula, posisi ratu di Istana Shing hanya bisa menjadi miliknya!

Mata Xu Jiangyue menyipit tajam. Udara di sekitar tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin. Tanpa peringatan, ia mengangkat tangan dan langsung menerjang ke arah Li Yunru, kuku-kukunya yang runcing berkilau tajam di bawah cahaya.

"Beraninya merebut milikku! Rasakan ini!"

1
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
wahh, teka-tekinya semakin membesar 🙀🙀 semoga segera dipertemukan ya Yunru ortu mu dan juga Peijun untuk bertemu ibunya🥺
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!