NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Hadiah Berdarah dan Gerbang Reruntuhan Kuno

​Puncak Hukuman Sekte Awan Azure selalu diliputi kabut dingin dan aura yang menekan. Di dalam Gua Pantangan, Tetua Wang Lie duduk bermeditasi mencoba menenangkan gejolak Qi-nya, membayangkan detik-detik kematian Lin Tian di tangan Tiga Iblis Bayangan Berdarah.

​Di luar gua, dua murid penjaga berpatroli, ditambah tiga lapis formasi pertahanan tingkat menengah yang menyala redup.

​Namun, di bawah cahaya bulan yang pucat, sebuah bayangan tipis merayap mulus di atas tanah. Bayangan itu tidak memiliki fluktuasi napas, detak jantung, atau suhu tubuh. Ia melewati formasi pertahanan seolah-olah formasi itu hanyalah udara kosong, dan menyelinap melewati celah bawah pintu batu raksasa Gua Pantangan.

​Itu adalah Lin Tian yang menggunakan Jubah Bayangan Hantu. Setelah diekstrak dan disempurnakan oleh Sistem, teknik pembunuhan bayaran itu berevolusi menjadi teknik siluman absolut yang bahkan tidak bisa dideteksi oleh kultivator Inti Emas.

​Lin Tian bermanifestasi menjadi wujud fisiknya tepat tiga langkah di depan Tetua Wang Lie yang sedang menutup mata. Ia bisa saja menggunakan Niat Pedangnya untuk membunuh pria tua ini sekarang juga, namun membunuh Tetua di dalam area sekte akan mengundang kemarahan langsung dari Pemimpin Sekte, yang saat ini masih ia butuhkan sebagai tameng.

​Kematian yang terlalu cepat juga terlalu murah bagi Wang Lie.

​Dengan gerakan tanpa suara, Lin Tian meletakkan kotak kayu gaharu di depan lutut Wang Lie. Ia kemudian menyentuh dahi tetua itu dengan seuntai Niat Pedang yang sangat tipis, lalu segera melebur kembali menjadi bayangan dan melesat pergi.

​Sring!

​Wang Lie tersentak bangun, matanya membelalak lebar. Keringat dingin mengucur deras di punggungnya. Seseorang baru saja menyentuh dahinya! Jika orang itu berniat membunuh, kepalanya pasti sudah terbelah!

​"Siapa?!" raung Wang Lie, meledakkan Qi apinya hingga menerangi seluruh gua.

​Tidak ada siapa-siapa. Namun, matanya tertuju pada kotak kayu di depannya. Dengan tangan gemetar bercampur amarah, Wang Lie membuka kotak tersebut.

​Bau darah yang menyengat langsung menusuk hidungnya. Di dalam kotak itu, tergeletak kepala Pemimpin Iblis Bayangan Berdarah, matanya masih melotot menyiratkan ketakutan absolut sebelum kematian. Di dahi kepala yang terpenggal itu, terdapat sebuah ukiran kecil yang ditulis menggunakan darah:

​Hadiah yang bagus. Tunggu giliranku. - L.T.

​"LIN TIAAAANNN!!!"

​Raungan Wang Lie menggetarkan seluruh Puncak Hukuman. Ia memuntahkan seteguk darah karena amarah yang menyerang jantungnya, meridiannya nyaris menyimpang. Ia telah menghabiskan sebagian besar kekayaannya untuk menyewa pembunuh kelas atas, hanya untuk dikembalikan dalam bentuk paket kepala yang dipenggal!

​Bocah itu mengejeknya. Menginjak-injak harga dirinya di dalam guanya sendiri. Dan yang paling membuatnya frustrasi, besok pagi Lin Tian akan berangkat ke Reruntuhan Kuno, keluar dari jangkauannya.

​Keesokan paginya. Sinar mentari menyinari Lapangan Awan Mengambang.

​Sebuah Kapal Terbang Spiritual raksasa yang terbuat dari kayu gaharu berusia seribu tahun telah bersandar di dermaga udara sekte. Lambung kapal itu diukir dengan formasi susunan angin tingkat tinggi, memancarkan cahaya biru yang anggun.

​Kelima puluh Murid Inti yang terpilih telah berbaris rapi di atas geladak. Lin Tian berdiri di sudut kapal, menyandarkan punggungnya di tiang layar, matanya terpejam santai. Beberapa murid yang mengenalnya menjaga jarak, mengingat reputasi kejamnya.

​Di anjungan kapal, Pemimpin Sekte berdiri didampingi oleh dua Tetua Pelindung tingkat Pembentukan Pondasi Tahap Akhir yang akan mengawal perjalanan ini.

​"Berangkat!" perintah Pemimpin Sekte.

​WUUUSH!

​Kapal raksasa itu bergetar pelan, kemudian melesat menembus lautan awan dengan kecepatan kilat menuju pusat Provinsi Timur.

​Perjalanan memakan waktu dua hari penuh. Selama waktu itu, Lin Tian memusatkan perhatiannya untuk menstabilkan Fondasi Inti Bintang-nya yang mengerikan. Setiap tetes Qi cair yang ia padatkan terasa seberat gunung kecil.

​Pada hari ketiga, kecepatan kapal mulai melambat.

​"Kita sudah tiba di Lembah Patahan Langit," suara salah satu Tetua Pelindung menyadarkan para murid.

​Lin Tian berjalan ke tepi geladak dan memandang ke bawah. Lembah itu sangat luas dan tandus, namun di udara, ruang tampak terdistorsi secara tidak wajar, menciptakan sebuah pusaran spasial raksasa bercahaya keemasan yang lebarnya mencapai ratusan meter. Itulah Gerbang Reruntuhan Kaisar Kuno.

​Di daratan sekitar lembah, sudah berkemah tiga kelompok besar yang memancarkan aura menakutkan.

​"Itu faksi dari Kuil Teratai Hitam, Sekte Pedang Darah, dan Istana Es Ekstrem," bisik seorang murid inti di sebelah Lin Tian dengan nada tegang.

​Ketika Kapal Terbang Sekte Awan Azure mendarat, tatapan dari ketiga sekte tersebut langsung tertuju pada mereka. Persaingan di Provinsi Timur sangat keras, dan tidak ada yang menyembunyikan permusuhan mereka.

​Di kubu Sekte Pedang Darah, seorang pemuda berambut merah menyala dengan pedang raksasa di punggungnya melangkah maju. Matanya menyapu deretan murid Sekte Awan Azure dengan pandangan meremehkan. Fluktuasi kultivasinya berada di Pembentukan Pondasi Tahap 4!

​"Awan Azure... tahun ini kalian membawa sampah yang lebih buruk dari sebelumnya," cemooh pemuda berambut merah itu. Namanya Xue Ren, jenius nomor satu Sekte Pedang Darah. "Lebih baik kalian menyerahkan setengah cincin penyimpanan kalian sekarang, daripada mati tanpa mayat di dalam reruntuhan nanti."

​Beberapa murid Awan Azure menggertakkan gigi karena marah, namun tidak ada yang berani membalas. Perbedaan kultivasi terlalu jauh.

​Xue Ren mendengus, pandangannya kebetulan jatuh pada sosok Lin Tian yang berdiri dengan tenang di belakang kerumunan. Naluri pedang Xue Ren berdesir tajam; ia merasakan sesuatu yang berbahaya tersembunyi di balik ketenangan pemuda berjubah putih itu.

​"Hei, kau yang di belakang. Kau tampak berbeda dari domba-domba yang ketakutan ini," provokasi Xue Ren, mengarahkan jari telunjuknya ke arah Lin Tian.

​Lin Tian bahkan tidak membalas tatapannya. Matanya justru terfokus pada pusaran spasial di udara. Di dalam kepalanya, sistem sedang berpesta.

​[Ding!]

[Mendeteksi Kepadatan Energi Kuno yang meluap dari dalam Reruntuhan.]

[Analisis awal: Terdapat Hukum Alam Usang, Harta Karun Kelas Surga, dan Sisa Jiwa Kuno di dalam.]

​Senyum dingin dan lapar terukir di wajah Lin Tian. Ia menoleh sedikit ke arah Xue Ren.

​"Simpan napasmu untuk berlari di dalam sana, berambut merah," ucap Lin Tian datar. "Karena begitu kita masuk, semua harta yang kau temukan, dan semua kultivasi yang kau banggakan... akan menjadi milikku."

​Kata-kata arogan itu membuat seluruh lembah terdiam sesaat, sebelum tawa meledak dari kubu Sekte Pedang Darah. Bahkan murid Awan Azure menatap Lin Tian dengan ngeri. Ia baru saja menantang kultivator Tahap 4 secara terang-terangan!

​Namun, sebelum Xue Ren bisa merespons dengan amarah, pusaran spasial raksasa di udara tiba-tiba bergemuruh hebat. Cahaya keemasan meledak, menandakan bahwa Reruntuhan Kaisar Kuno secara resmi telah dibuka.

​"Gerbang terbuka! Masuk!" teriak tetua dari keempat sekte secara bersamaan.

​Bagaikan segerombolan belalang yang kelaparan, ratusan murid melesat ke udara, menerjang masuk ke dalam pusaran portal. Lin Tian tidak tertinggal. Ia mengaktifkan Langkah Badai Astral, menjadi salah satu yang pertama tersedot ke dalam dimensi kuno tersebut.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!