NovelToon NovelToon
PACAR PALSU, JODOH ASLI

PACAR PALSU, JODOH ASLI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa / Perjodohan
Popularitas:987
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

Pacar Palsu, Jodoh Asli

Almira Valencia Pradipta, pewaris Pradipta Corporation, selalu menolak gagasan perjodohan. Baginya, cinta harus dipilih sendiri. Namun hidupnya berubah ketika ia terus-menerus dipertemukan dengan Reynard Arsenio Mahardika, pewaris Mahardika Holdings yang arogan, menyebalkan, dan selalu berhasil memancing emosinya. Lelah menghadapi tekanan keluarga dan gosip yang beredar, mereka sepakat berpura-pura menjadi pasangan agar semua orang berhenti ikut campur. Awalnya hanya sandiwara tanpa perasaan, tetapi semakin lama bersama, batas antara pura-pura dan kenyataan mulai menghilang. Saat benih cinta tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap: keluarga mereka ternyata telah menjodohkan mereka sejak lahir. Kini Almira dan Reynard harus memilih, melawan takdir yang telah diatur atau mengikuti suara hati yang tak lagi bisa berbohong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Viral Dalam Semalam

Tepuk tangan memenuhi ballroom Grand Aurora ketika sesi terakhir Indonesia Future Business Summit resmi berakhir.

Para peserta mulai berdiri dari kursi mereka, saling berjabat tangan, bertukar kartu nama, dan melanjutkan obrolan bisnis yang belum selesai.

Namun bagi Almira Valencia Pradipta, acara itu sudah berakhir sejak satu jam yang lalu.

Sejak saat ia mengetahui bahwa pria menyebalkan yang merebut tempat parkirnya ternyata adalah Reynard Arsenio Mahardika, pewaris Mahardika Holdings sekaligus salah satu pembicara utama dalam acara tersebut.

Sungguh menyebalkan.

Lebih menyebalkan lagi karena pria itu ternyata memang pintar.

Sepanjang presentasi, Reynard berhasil memukau hampir seluruh ruangan dengan pemikirannya tentang inovasi bisnis dan transformasi digital.

Bahkan beberapa peserta terlihat mengantre hanya untuk berfoto bersamanya.

"Dasar pencuri parkiran," gumam Almira sambil membereskan tasnya.

Ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar ballroom.

Yang ia inginkan sekarang hanyalah pulang.

Mandi.

Tidur.

Dan melupakan hari yang buruk ini.

Sayangnya, hidup sepertinya belum selesai mengerjainya.

Di sisi lain ballroom, Reynard sedang berbincang dengan beberapa investor ketika matanya tanpa sengaja menangkap sosok yang dikenalnya.

Almira.

Wanita itu sedang berjalan menuju pintu keluar dengan langkah cepat seolah ingin meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

Reynard memperhatikan beberapa detik.

Lalu menggeleng kecil.

Wanita itu benar-benar unik.

Biasanya orang-orang berusaha mendekatinya dalam acara seperti ini.

Entah untuk membangun relasi bisnis, meminta saran, atau sekadar berkenalan.

Namun Almira justru tampak ingin menjauh sejauh mungkin.

Anehnya, hal itu membuatnya tersenyum.

"Pak Rey?"

Suara salah satu investor membuyarkan lamunannya.

"Maaf," jawab Reynard. "Silakan lanjutkan."

Namun entah mengapa, sebagian pikirannya masih tertinggal pada wanita keras kepala yang ditemuinya di tempat parkir beberapa jam lalu.

Sore mulai berganti malam ketika Almira akhirnya tiba di apartemennya.

Ia melempar tas ke sofa lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi dengan lelah.

"Hari yang luar biasa buruk."

Ponselnya bergetar.

Satu pesan masuk.

Kemudian dua.

Lima.

Sepuluh.

Dua puluh.

Almira mengernyit.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ia membuka aplikasi pesan.

Grup pertemanannya sedang ramai.

Sangat ramai.

Nadia:

"Mira! Tolong bilang itu bukan kamu!"

Kevin:

"HAHAHAHAHA aku nggak kuat!"

Salsa:

"Aku ulang videonya lima kali!"

Nadia:

"Kalian lucu banget!"

Almira membaca pesan-pesan itu dengan bingung.

"Kalian?"

Ia membuka pesan terbaru yang dikirim Nadia.

Sebuah tautan.

Tanpa curiga, Almira menekannya.

Lima detik kemudian, tubuhnya membeku.

Sepuluh detik kemudian, ia menutup mulutnya sendiri.

Lima belas detik kemudian, ia berharap internet tidak pernah ditemukan.

"Ya Tuhan..."

Video pertengkarannya dengan Reynard sedang viral.

Seseorang rupanya merekam seluruh kejadian di area parkir Grand Aurora.

Mulai dari saat Almira berteriak memprotes tempat parkir.

Saat Reynard menjawab dengan santai.

Saat mereka saling menyindir.

Hingga momen ketika mereka saling menatap sebelum berpisah.

Semuanya terekam dengan jelas.

Bahkan kualitas videonya sangat bagus.

"Tidak mungkin..."

Almira segera melihat jumlah tayangan.

Tiga ratus ribu.

Ia berkedip.

Lalu melihat lagi.

Empat ratus ribu.

Angkanya terus bertambah.

Setiap kali layar diperbarui, jumlah penonton meningkat.

Seolah seluruh negeri sedang menikmati penderitaannya.

Dan yang lebih buruk lagi adalah kolom komentar.

Komentar Teratas

"Saya tim mbaknya. Tempat parkir itu jelas sudah dia incar duluan."

"Saya tim masnya. Yang cepat dia yang dapat."

"Kalian salah fokus. Mereka cocok banget."

"Saya datang untuk drama parkiran, malah dapat chemistry."

"Tolong nikahkan mereka."

"Ini aura musuh jadi cinta kuat sekali."

"Kalau dua orang ini nggak jadian, saya kecewa."

"Saya butuh episode dua."

Almira menatap komentar-komentar itu dengan ekspresi kosong.

Kemudian menutup aplikasi.

Lalu membukanya lagi.

Komentarnya masih sama.

Tidak berubah.

"Kenapa netizen selalu seperti ini?"

Masalah utamanya bukan video itu.

Masalah utamanya adalah komentar-komentar tersebut.

Mengapa semua orang tiba-tiba berpikir dirinya cocok dengan pria arogan itu?

Sementara itu, sekitar lima belas kilometer dari apartemen Almira, Reynard baru saja tiba di penthouse miliknya.

Ia membuka jas dan meletakkannya di atas sofa.

Hari itu cukup melelahkan.

Namun baru saja ia hendak menuangkan segelas air mineral, ponselnya berbunyi.

Panggilan video dari sahabat lamanya.

Raka.

Reynard langsung curiga.

Biasanya Raka hanya menelepon jika ada sesuatu yang lucu.

Dan itu tidak pernah menjadi pertanda baik.

"Kenapa?" tanya Reynard begitu panggilan tersambung.

Alih-alih menjawab, Raka justru tertawa.

Keras.

Sangat keras.

"Selesai?" tanya Reynard datar.

"Belum."

Raka kembali tertawa.

"Kalau sudah, beritahu aku."

"Butuh waktu."

Reynard memijat pelipisnya.

"Ada apa sebenarnya?"

Tanpa berkata apa-apa, Raka mengirimkan sebuah tautan.

Reynard membukanya.

Lalu langsung menyesal.

Lima menit kemudian, ia sudah menonton video tersebut tiga kali.

Bukan karena ingin.

Melainkan karena tidak percaya.

"Seseorang merekam itu?"

"Tidak hanya merekam," jawab Raka. "Seluruh internet sedang menikahkan kalian."

Reynard menghela napas.

"Orang-orang terlalu banyak waktu luang."

"Ngomong-ngomong, siapa dia?"

"Siapa?"

"Calon istrimu."

"Tutup teleponnya."

Raka tertawa lagi.

"Serius. Dia cantik."

Klik.

Reynard mengakhiri panggilan.

Sayangnya, itu tidak menyelesaikan masalah.

Notifikasi terus berdatangan.

Teman-temannya mengirim video.

Sepupunya mengirim meme.

Bahkan salah satu direktur muda di perusahaannya mengirim pesan:

"Pak, semoga hubungan barunya lancar."

Reynard menatap layar selama beberapa detik.

Lalu membalas singkat.

"Bonus akhir tahunmu saya pertimbangkan ulang."

Pesan itu langsung tidak dibalas lagi.

Malam semakin larut.

Namun video tersebut justru semakin ramai.

Jumlah tayangannya menembus satu juta.

Beberapa akun hiburan mulai mengunggah ulang.

Bahkan ada yang membuat editan romantis dari pertengkaran mereka.

Salah satu video menampilkan momen Almira dan Reynard saling menatap di area parkir, lengkap dengan musik cinta yang dramatis.

Judulnya membuat Reynard hampir tersedak air.

"Ketika Takdir Mempertemukan Dua Orang Keras Kepala."

Di apartemennya, Almira juga melihat video yang sama.

"Takdir apanya?"

Ia melempar ponselnya ke atas sofa.

Beberapa detik kemudian, ponselnya bergetar lagi.

Nadia mengirim pesan.

Nadia:

"Kalau kalian menikah nanti, aku mau duduk di barisan depan."

Almira langsung membalas.

Almira:

"Aku lebih mungkin pindah negara."

Jauh dari hiruk pikuk media sosial, di sebuah rumah mewah kawasan elite kota, seorang pria paruh baya sedang duduk di ruang keluarga sambil memegang tablet.

Di sampingnya, sang istri ikut memperhatikan layar.

Video yang sedang mereka tonton adalah video yang sama.

Video pertengkaran di area parkir.

Pria itu tersenyum tipis.

"Jadi mereka akhirnya bertemu."

Istrinya ikut tersenyum.

"Dan langsung bertengkar."

"Persis seperti yang kita perkirakan."

Tak jauh dari sana, di rumah megah lain yang tak kalah mewah, sepasang suami istri juga sedang menonton video yang sama.

Mereka saling berpandangan.

Kemudian tertawa kecil.

"Anak-anak kita benar-benar tidak berubah."

"Padahal baru bertemu."

"Tapi aku suka semangat mereka."

Keempat orang itu belum saling berbicara malam ini.

Namun masing-masing memiliki pikiran yang sama.

Sebuah pikiran yang membuat mereka tersenyum puas.

Karena bagi mereka, video viral itu bukan sekadar hiburan.

Video itu adalah kabar yang telah mereka tunggu selama bertahun-tahun.

Dan tanpa disadari oleh Almira maupun Reynard, sebuah rencana lama yang hampir terlupakan perlahan mulai bergerak kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!