NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:81.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Tuanmu

Wajah Keysa kini terbenam di ceruk leher Lucas, napas gadis itu yang teratur namun hangat menerpa kulit Lucas dan membuatnya memejamkan mata rapat-rapat. Ia bisa merasakan lekuk tubuh Keysa yang lembut, sangat kontras dengan tubuh Lucas yang keras dan berotot.

​"Si*l," umpat Lucas dengan suara serak yang nyaris hilang.

​Hasratnya memuncak dan menuntut untuk dilepaskan, sebagai pria yang dikenal kejam dalam dunia bisnis dan selalu mendapatkan apa pun yang ia inginkan, menahan diri di depan wanita yang sudah sah menjadi miliknya adalah sebuah siksaan yang luar biasa. Tangannya yang besar perlahan merayap naik, jemarinya menyentuh kulit pundak Keysa yang terbuka, lembut, hangat dan sangat nyata.

​Lucas sedikit menundukkan kepalanya, membiarkan hidungnya menghirup dalam-dalam aroma tubuh Keysa di perpotongan lehernya. Ia sempat mencium sekilas kulit itu, sebuah ciuman ringan namun sarat akan damba, gairahnya hampir saja memenangkan peperangan malam itu.

​Namun, tepat saat Lucas hendak membalikkan tubuh Keysa untuk berada di bawahnya, ia merasakan tetesan hangat di dadanya. Lucas tersentak dan menjauhkan sedikit wajahnya, ia melihat air mata mengalir dari sudut mata Keysa yang terpejam.

​"Ibu... maaf," gumam Keysa dalam tidurnya.

​Melihat hal itu, gejolak nafsu di dalam diri Lucas mendingin dan berganti dengan rasa iba serta amarah yang mendalam kepada orang-orang yang telah menghancurkan jiwa istrinya, hasrat yang tadinya membara kini berganti menjadi rasa khawatir yang luar biasa.

​Lucas mengembuskan napas panjang dan mencoba menenangkan debaran jantungnya yang belum sepenuhnya reda, ia tidak bergerak menjauh justru sebaliknya mempererat pelukannya dan menarik selimut hingga menutupi punggung mereka berdua lalu mengecup kening Keysa dengan lembut.

​"Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa hidupmu selama ini tidak bahagia?" tanya Lucas di tengah sunyinya malam.

Lucas membiarkan Keysa menjadikan dadanya sebagai bantal, meski gairahnya masih menyisakan sisa-sisa api yang panas. Lucas memilih untuk menjadi pelindung daripada menjadi pemangsa malam ini, ia mendekap Keysa dengan posesif dan memastikan Keysa tidur nyeyak.

.

​Keesokan harinya, Keysa terbangun dan saat ia membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah dada yang berotot. Ia mendongak perlahan dan jantungnya nyaris berhenti saat menyadari ia sedang dipeluk erat oleh Lucas yang masih terlelap, posisi mereka sangat intim bahkan kaki mereka saling bertautan di bawah selimut dan tangan Lucas masih melingkar di pinggang Keysa.

​Keysa membeku, ia teringat betapa takutnya ia semalam, tapi melihat wajah Lucas saat tidur, pria ini tidak tampak seperti iblis bisnis yang ditakuti semua orang. Wajahnya tampak lebih muda, dengan gurat ketegasan yang sedikit melunak.

​Tanpa sadar, tangan Keysa terangkat dan ingin menyentuh rahang tegas pria itu. Namun, sebelum jemarinya sampai, mata elang Lucas terbuka dengan cepat.

​"Sudah bangun?" tanya Lucas dengan suara bariton yang khas orang baru bangun tidur, serak dan dalam, yang entah mengapa membuat bulu kuduk Keysa meremang.

​Keysa segera menarik tangannya dan mencoba mundur, namun pelukan Lucas tidak goyah sedikit pun. "Tuan... maaf, saya tidak bermaksud...,"

​"Lucas, panggil namaku, jangan panggil aku Tuan, aku bukan Tuanmu. Dan kamu tidak perlu minta maaf karena memeluk suamimu sendiri," potong Lucas.

​Lucas menarik Keysa lebih dekat dan membuat hidung mereka bersentuhan, ia menatap bibir Keysa yang sangat menggoda lalu beralih menatap mata Keysa.

"Sudah pagi, mandi terus sarapan," ucap Lucas.

"I-iya," jawab Keysa gugup.

Keysa bergegas masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Lucas yang masih berbaring di ranjang dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Di balik pintu kaca yang mewah, Keysa menyandarkan punggungnya dan jantungnya masih berdegup tidak keruan. Sentuhan Lucas pagi tadi terasa begitu nyata dan hangat, namun penuh dengan dominasi yang membuatnya merasa sesak sekaligus terlindungi.

​Setelah mandi dan mengenakan gaun pagi berbahan silk berwarna biru muda, Keysa turun ke ruang makan. Di sana, Lucas sudah duduk dengan rapi, ia sudah mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga ke siku. Di atas meja, sudah tersedia berbagai macam menu sarapan, mulai dari omelette truffle hingga buah-buahan segar.

Keysa menatap Lucas, saat Lucas menatapnya. Keysa pun langsung menunduk, 'Lucas mandi dimana? Kok dia udah rapi gitu? Apa dia mandi di luar kamar gara-gara aku yang mandinya lama,' batin Keysa.

Cahaya matahari pagi menyusup masuk melalui jendela besar di ruang makan, memantul di atas meja marmer yang dipenuhi hidangan kelas satu. Namun, perhatian Lucas sama sekali tidak tertuju pada makanan di depannya dan matanya terkunci pada sosok Keysa.

​"Duduk, Keysa. Jangan hanya berdiri di sana," ucap Lucas, suaranya tidak membentak. Namun, ada nada perintah yang tak bisa dibantah.

​Keysa menarik kursi dengan pelan, seolah takut gesekan kaki kursi dengan lantai akan memicu ledakan, ia duduk dengan punggung tegak dan tangan bertaut di atas pangkuan.

"Ka-kamu mandi di luar ya? Maaf ya, aku lama mandinya," ucap Keysa gugup.

​"Tadi... aku mandi di kamar mandi ruang kerjaku di lantai dua, aku udah biasa mandi di ruang kerja kok," ucap Lucas.

"Tetap saja, aku minta ma-maaf," ucap Keysa.

​"Aku tidak keberatan menunggu," ucap Lucas dengan menyesap kopinya dan matanya masih menatap Keysa dari balik cangkir.

"Atau lain kali, kita bisa mandi bersama supaya lebih cepat," lanjut Lucas.

Mendengar hal itu, ​Keysa nyaris tersedak udara, ia menunduk semakin dalam dan menyembunyikan wajahnya yang kini terasa panas membara. Disisi lain, Lucas merasa sedikit terhibur, reaksi polos Keysa adalah sesuatu yang tidak pernah ia temukan di dunia bisnisnya yang penuh kebohongan.

"Oh ya, setelah ini aku harus ke kantor, ada hal yang harus aku selesaikan dan mungkin aku akan pulang malam, jadi jangan menungguku. Ingat, langsung tidur," ucap Lucas.

"I-iya," jawab Keysa.

Suasana sarapan yang sunyi itu hanya diisi oleh denting halus sendok perak yang beradu dengan piring porselen, Keysa mencoba memotong omelette di depannya dengan tangan yang masih sedikit kaku. Sementara, Lucas masih setia menatap Keysa dengan tatapan memuja.

​"Makan yang banyak, Keysa. Tubuhmu terlalu kurus," ucap Lucas memecah keheningan dan menggeser piring berisi potongan buah segar dan roti gandum ke arah istrinya.

​"Mulai sekarang, kesehatanmu adalah tanggung jawabku. Jika kamu sakit, itu artinya aku gagal menjagamu," lanjut Lucas dan membuat Keysa tertegun tidak bisa mengatakan apapun.

​"Kenapa diam? Apa makanannya tidak enak?" tanya Lucas.

​"Enak... enak, ini makanan paling enak yang pernah saya makan," jawab Keysa jujur.

Mendengar kejujuran Keysa, hati Lucas kembali berdenyut. ​"Mulai sekarang, kamu boleh minta menu apa pun pada koki, tidak perlu takut," balas Lucas dan diangguki Keysa.

​Selesai sarapan, Lucas bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah Keysa yang refleks ikut berdiri. Keysa mengira Lucas akan langsung pergi, namun pria itu justru merapikan helaian rambut Keysa.

​"Aku pergi sekarang, kalau kamu butuh sesuatu, katakan pada Bi Lita," ucap Lucas, kemudian ia mengecup kening Keysa cukup lama.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia R. Fernandez
kata orang sih gtu,ketika ketuban pecah rasa sakit semakin bertambah kuat dan intens...
sayang aku gak merasakan nya,cuma mentok di bukaan 3 selama 2 hari,SC jalan terakhir nya...
Melia Gusnetty
semoga cpt hamil biar semakin lengkap kebahagian mereka
Melia Gusnetty
bodooohhh..
Karo Karo
menantunya 🫨
Karo Karo
itu betul karena menjadi terlalu baik juga tdk baik 😀
erviana erastus
🤣🤣🤣🤣🤣 kena kau lucas
Melia Gusnetty
mudah2an keysa cepat hamidun...
Melia Gusnetty
gituu dong..👍👍.jgn tau nya mewk aja...
ini br aku suka cara mu menyingkir kn hama👍
Melia Gusnetty
belajar jujur dn terbuka dgn suami mu...jgn dikit2 d pendam sendiri lalu mewek ..😏
Karo Karo
kucas=Lucas ya Thor 🤭🤭
elaretaa: Iya Kak, typo itu🙏 L sama K deketan sih, jadi salah kan author🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keysa ngerjain Lucas ini mah 🤣🤣🤣🤣
Karo Karo
mau donk 🤭
mamayasna
🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa meskipun istri bos dan sedang ngidam, tidak berubah jadi angkuh dan harus dapat prioritas utama, tetap mau antre makanan juga
Melia Gusnetty
mak tiri kyk nya tuu....
Eva Tigan
Aku Amin kan doa dan harapan mereka berdua 🙏
Felycia R. Fernandez
aku sampai search di Mbah pengen tau gimana masakannya 😆😆😆
Hamseholic
walahh
Naufal Affiq
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Jadi ingat kalung si Rose Titanic 😆😆😆
The Heart of the Ocean
Felycia R. Fernandez: waaaah...
Ternyata fans nya Rose dan Jack ya kk 😆😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!