NovelToon NovelToon
FAKE LOVE MISSION

FAKE LOVE MISSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Xylona

Di sekolah, semua orang mengenal Aurora Kayanza sebagai gadis yang selalu mengejar uang. Baginya, uang bisa menyelesaikan banyak hal, bahkan menjadi alasan untuk menerima tantangan paling nekat sekalipun. Demi imbalan yang menggiurkan dari teman-temannya, Aurora setuju melakukan satu hal yang dianggap mustahil—mendekati cowok paling dingin dan sulit disentuh di sekolah mereka.

Namun semuanya berubah ketika Aurora tiba-tiba menemui Gama di rooftop sekolah dan tanpa ragu mengajaknya berpacaran.

Ajakan yang awalnya hanya dianggap permainan dan tantangan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit. Di balik sikap dingin Gama, tersimpan luka dan rahasia yang tidak diketahui siapa pun. Sedangkan Aurora mulai terjebak di antara uang, rasa bersalah, dan perasaan yang tumbuh tanpa ia sadari.

Hubungan yang dimulai karena kepentingan itu perlahan mengubah hidup mereka berdua, membawa Aurora dan Gama pada kisah penuh rahasia, konflik sekolah, perasaan yang tak pernah mereka rencanakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xylona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN 10.

Kesadaran Aurora kembali perlahan, seperti ditarik dari ruang kosong yang sunyi. Suara-suara terdengar samar di telinganya, bau khas obat dan minyak kayu putih memenuhi udara. Langit-langit putih UKS menjadi hal pertama yang ia lihat saat matanya akhirnya terbuka.

Tubuhnya masih terasa lemas, kepalanya sedikit berat. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum semuanya gelap. Panas matahari, lalu pandangannya yang tiba-tiba menghilang.

Ingatan itu membuatnya tersentak pelan.

Pandangan Naya bergeser ke sekeliling ruangan Aurora melihat Zara dan Khanza terlihat berdiri di sisi ranjangnya, menatap dengan rasa khawatir. Seorang guru berbicara pelan dengan petugas UKS. Semuanya terasa normal.

Aurora mengerjapkan mata pelan menstabilkan pandangannya yang agak buram.

"Udah sadar?." Tanya Khanza.

"Belum." Aurora jawab asal.

"Bego, pertanyaan lo nggak mutu sama sekali." Ujar Zara.

"Biarin."

Aurora ingat tadi di waktu hormat di tiang bendera Aurora merasa pusing mungkin karna terik matahari yang lagi nyengat hari ini itu sebabnya Aurora bisa pingsan. Tapi, siapa yang membawanya ke UKS mana mungkin mereka berdua.

"Lo tau siapa yang bawa lo kemari?." Tanya Zara heboh seperti biasanya.

Aurora menggeleng."Enggak."

Zara mendekatkan tubuhnya seolah apa yang akan ia katakan sebuah rahasia besar."Gama yang bawa lo kemari."

Aurora membelalakkan mata tidak percaya apa yang sudah di ucapkan oleh Zara.

"Beneran kalau lo nggak percaya ama gue, tanya sama ni orang." Tukas Zara menunjuk Khanza yang masih asik berbaring.

"Iya Gama yang bawa lo ke sini, gue juga awalnya mau panggil guru buat gotong lo karna kita nggak sanggup buat gotong lo. Sebelum gue mau manggil guru gue liat Gama lari ekspresinya panik dan nggak ngomong apa apa dia langsung gotong lo ke sini." Jelas Khanza.

"Iya bener gue aja ampe kaget loh kenapa Gama tanpa di duga gotong lo ke sini, dan lebih gong nya Gama panik liat lo pingsan."

"Dan lo tau, Gama setelah sampe UKS dia nggak langsung pergi Gama diem aja liatin lo masih pingsan, Gama mungkin nggak ngomong apa apa. Tapi, gue yakin matanya tersirat rasa khawatir liat keadaan lo dia baru pergi setelah liat ada petugas UKS datang." Lanjut Zara.

Aurora diam entahlah ia harus bereaksi seperti apa Aurora tidak menyangka Gama yang membawanya kemari, Aurora yakin mereka berdua pasti akan bertanya lebih lanjut tentang Aurora dan Gama.

"Gue tanya, lo ada hubungan apa ama Gama?." Tanya Zara.

Kan sudah di bilang Aurora barusan bahwa mereka pasti akan bertanya juga.

"Enggak ada." Elak Aurora tidak mengakui hubungannya.

"Boong lo mana mungkin nggak ada hubungan sampe Gama repot repot gendong lo ke sini." Sela Zara.

"Ya mungkin reflek aja."

"Heh! yang gue tau Gama bukan tipe orang yang peduli ama orang, dulu aja ada orang yang jatuh dari meja padahal tepat di depan Gama. Enggak Gama tolongin malah dia mundur ke belakang biar orangnya jatuh dari meja." Jelas Zara.

"Dan lo pernah ngaku ama Gama soal tantangan dari gue. Eh, tapi kan dia malah balik nawarin lo kan." Lanjut Zara.

"Apa jangan jangan Gama malah beneran suka ama lo Ra." Tebak Zara heboh.

Aurora langsung menampar tangan Zara keras, Aurora tahu Zara itu orangnya ceplas-ceplos tidak bisa di rem.

"Kalau ngomong makanya pake bismillah." Marah Aurora.

"Lah kenapa? kan bisa aja malah bagus Gama suka ama lo." Ujar Khanza.

"Iya kan, kapan lagi lo bisa dapetin cowok incaran satu sekolahan." Tukas Zara.

Aurora mengindahkan omongan mereka berdua di saat Aurora akan memainkan handphone, seseorang membuka pintu UKS Zara dan Khanza langsung terdiam setelah tahu siapa yang berkunjung ke UKS. Ya siapa lagi kalau bukan Gama, sepertinya dia membawa sesuatu di tangannya mungkin makanan untuk Aurora.

Zara dan Khanza saling pandang menatap ke arah Aurora yang mencoba menghindari tatapan dari mereka. Hm, sepertinya ada udang di balik batu.

"Eh, kayaknya kita ke kelas dulu deh lo di sini aja sama kak Gama. Tenang nanti kita bilangin ke guru kalau lo lagi sakit." Ucap Zara dengan mengerlingkan mata menggoda Aurora.

Aurora rasanya ingin menendang bokong Zara sekuat tenaga. Sayangnya, karna ada Gama Aurora urung melakukan penganiayaan terhadap teman laknatnya.

Gama setelah menyaksikan teman Aurora pergi dari UKS dia duduk di sisi ranjang Aurora, membuka bungkusan yang tadi Gama beli dan membawanya ke arah Aurora. Aurora menatap Gama heran, kenapa malah kasih ke Aurora.

"Buat lo." Ujar Gama.

Aurora melihat makanan yang di bawa oleh Gama nasi goreng dari kantin langganan Aurora, dengan ragu ragu Aurora mengambil nasi goreng yang di berikan oleh Gama.

"Padahal kakak nggak usah repot repot beli aku ini."

"Dan aku mau makasih juga karna kakak udah gendong aku ke UKS." Lanjut Aurora.

"Iya sama sama."

"Pasti aku berat ya."

"Enggak."

"Boong kan."

"Enggak Ara."

Aurora terdiam menunduk menatap nasi goreng mengaduk aduk tanpa arah sambil menahan senyum salah tingkah, Aurora tidak bisa tidak salting setiap kali Gama memanggilnya Ara. Entah, kenapa terdengar lembut di telinganya.

Gama tersenyum geli." Kenapa?."

Aurora menggeleng pelan enggan menatap Gama melanjutkan makan nasi goreng pemberian Gama meski masih ada sisa sisa saltingnya.

"Kakak mau?." Tanya Aurora. Ya, masa Aurora makan Gama cuman liatin Aurora makan kan nggak enak hati Aurora.

Gama menggeleng pelan."Buat lo aja."

Aurora mengangguk melanjutkan makan tidak ada pembicaraan yang lain lagi sampai Aurora menghabiskan nasi gorengnya, Gama melihat Aurora sudah habis segera ia mengambil air minum dan menyerahkannya kepada Aurora.

Aurora tersenyum."Makasih."

Gama mengangguk.

"Kenapa bisa di hukum?." Tanya Gama sebelum Aurora pingsan ia melihat Aurora hormat di tiang bendera.

"Gara-gara tugas."

"Nggak ngerjain?." Tanya Gama kembali.

"Ngerjain."

"Terus kalau udah ngerjain kenapa malah di hukum?."

"Kakak tau kan kalau bu Risa nggak suka ada orang yang nyontek, dan aku ketauan nyontek karna jawabannya sama. Jadi lah aku sama teman aku di hukum buat hormat di tiang bendera."

"Lain kali jangan kayak gitu."

Aurora cemberut dia pikir Gama akan membelanya. Tapi malah sebaliknya."Ya, habisnya kenapa susah banget sih."

Gama terkekeh." Sesusah apa sih."

"Susah tau."

"Mana sini liat."

"Kan bukunya ada di kelas."

"Tentang apa?."

"Nggak tau ah, pusing aku mikirinnya juga." Keluh Aurora.

"Bentar emang kakak ngerti matematika?." Tanya Aurora.

Gama mengangguk."Ngerti."

"Ah, masa sih." Aurora tidak mempercayai ucapan Gama barusan.

"Nantangin hem."

"Enggak."

"Aku emang bodoh kalau soal perhitungan."

"Tapi ngitung duit lo nggak pernah salah." Tukas Gama.

Aurora cengegesan malu."Kalau itu beda lagi, langsung konek otak aku kalau soal ngitung uang."

Gama tertawa pelan mendengar jawaban Aurora yang menurutnya lucu.

1
Davina Aurora
bagus ka ceritanya😍
aurora: terima kasih☺
total 1 replies
T28J
hadiir kk🙏
aurora: terimakasih😊☺😍
total 1 replies
Wawan
Semangat ✍️
aurora: terimakasih 🤗🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!