NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGHIANAT SESUNGGUHNYA.

Ketegangan di kamar 301 memuncak seketika. Pesan singkat dari Dion di layar ponsel Adnan seolah menjadi vonis mati bagi kepercayaan yang telah mereka bangun bertahun-tahun. Nayla berdiri mematung, sementara Adnan mencengkeram sprei ranjangnya hingga buku jarinya memutih, mengabaikan wajah "kucing garong"-nya yang kontras dengan suasana kelam itu.

"Papa, ini tidak mungkin. Dion sudah bersama saya sejak awal saya merintis karier. Dia tidak mungkin mengkhianati kita!" suara Adnan bergetar antara amarah dan penyangkalan.

Hendra Hasyim berdiri, wajahnya yang penuh keriput nampak sangat keras. "Bukti tidak pernah berbohong, Adnan. Dia pergi ke panti asuhan tanpa izin, dan Farhan menyebut namanya sebelum dibawa ke sel isolasi. Siapa lagi kalau bukan orang dalam?"

"Tapi Papa, Mas Dion itu..." Nayla hendak membela, namun kalimatnya terputus saat pintu kamar kembali terbuka. Seorang pria berwajah mirip dengan Hendra maksuk.

"Paman Lukman?" ucap Adnan, setelah melihat wajah pria itu."Ada apa paman? Kenapa Paman terlihat cemas"

"Aku hanya cemas mendengar kamu terluka, Makanya Aku menjenguk kamu," balas Lukman. "Tapi tadi saat mau masuk Aku dengar pembicaraan kalian. Apakah benar Dion kepanti asuhan?" tanyanya tampak cemas.

"Benar Paman," balas Adnan singkat.

"Hendra, kita harus segera ke sana! Anak itu berbahaya, dia tahu posisi Umar sedang lemah!" seru Lukman dengan nada panik.

Nayla menatap Lukman dengan mata menyipit. "Om Lukman kok tahu posisi Bapak saya lagi lemah? Memangnya Om habis teleponan sama malaikat maut?"

Lukman tersedak ludahnya sendiri. "Maksudmu apa, Nayla? Paman hanya khawatir. Bukankah Dion itu orang kepercayaan Adnan yang tiba-tiba berkhianat?"

"Firasat saya bilang, Mas Dion nggak mungkin khianat. Dia itu kalau dikasih kopi pahit saja manut, apalagi soal nyawa. ByBy, kita harus ke panti sekarang!" Nayla langsung menarik kursi roda Adnan.

"Nayla, kaki saya digips! Kamu mau mendorong saya sampai ke Puncak?!" protes Adnan.

"Nggak perlu sampai Puncak, By! Cukup sampai parkiran, sisanya serahkan pada kekuatan singa ini, yang akan menyetir," Nayla dengan tenaga kulinya menarik Adnan ke kursi roda, mengabaikan teriakan Hendra Hasyim yang melarang mereka pergi.

Pelarian dari rumah sakit berlangsung konyol namun tegang. Nayla mendorong kursi roda Adnan melewati lorong dengan kecepatan tinggi, hampir menabrak troli makanan pasien.

"Minggir! Pasien darurat mau lewat! Harap maklum, suaminya lagi mode kucing garong!" teriak Nayla pada perawat yang melongo melihat wajah Adnan yang penuh coretan spidol.

Sesampainya di mobil, Adnan terpaksa duduk di kursi penumpang sementara Nayla, yang baru punya SIM kemarin sore, duduk di kursi kemudi.

"Nayla, kamu yakin bisa menyetir mobil matic ini dengan satu tangan yang terluka?" tanya Adnan cemas.

"ByBy bawel! Tenang saja, saya sudah sering main GTA di rental PS, teorinya sama kok!" Nayla menginjak gas hingga mobil melesat keluar dari area rumah sakit.

Di halaman panti asuhan, pemandangan mengejutkan menyambut mereka. Dion sedang berdiri di depan Ibram (Ayah Nayla), menghalangi dua orang pria berpakaian hitam yang memegang senjata tajam.

"Pergi kalian! Saya tahu Lukman yang mengirim kalian!" teriak Dion.

Mobil Nayla berhenti dengan suara decitan ban yang memilukan. Nayla dan Adnan (yang terseok-seok menggunakan tongkat) segera turun.

"Mas Dion!" teriak Nayla.

"Pak Adnan, Mbak Nayla, syukurlah!" Dion nampak terluka di bagian pelipisnya. "Pak Adnan, Paman Lukman adalah dalangnya! Setahun lalu, dia yang menyabotase mobil Pak Ibram. Dia tahu Pak Ibram akan melewati taman kota hari itu untuk menjemput barang. Dia memotong rem mobil Pak Ibram agar kecelakaan terjadi!"

Adnan terpaku. "Jadi... istriku meninggal bukan karena kelalaian Ayah mertuaku?"

"Bukan, Pak! Paman Lukman melakukan itu karena almarhumah istri Anda menemukan bukti penggelapan dana yayasan keluarga yang dia lakukan. Dia ingin membunuh dua burung dengan satu batu: melenyapkan saksi (istri Anda) dan menjebak orang lain (Pak Ibram) agar Anda sibuk dengan dendam pribadi!" lanjut Dion cepat.

Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan terdengar dari arah belakang. Paman Lukman muncul bersama beberapa anak buahnya yang bersenjata api. Wajah lembutnya kini telah lenyap, digantikan seringai iblis.

"Bravo, Dion. Kamu memang asisten yang terlalu pintar untuk tetap dibiarkan hidup," ujar Lukman dingin.

"Om Lukman... jadi selama ini Om yang bikin saya hampir jadi anak yatim dan bikin ByBy jadi duda ngenes?!" teriak Nayla, ia meraih sebuah sapu lidi yang ada di dekat pintu panti.

"Nayla, menyingkirlah. Ini urusan keluarga Hasyim," ucap Lukman sambil menodongkan pistol ke arah Adnan. "Adnan, kamu itu terlalu lembek. Harusnya kamu biarkan Ibram membusuk di penjara, maka hartanya akan jatuh ke tanganku sebagai kompensasi."

"Paman... tega sekali kamu. Kamu membunuh menantumu sendiri demi uang?!" Adnan gemetar menahan amarah.

"Uang? Ini soal kekuasaan!" Lukman membidikkan senjatanya.

"ByBy, merunduk!" Nayla tidak menunggu lama. Ia melemparkan sapu lidi itu tepat ke arah wajah Lukman sebagai pengalih perhatian.

Dion langsung menerjang salah satu anak buah Lukman. Pertarungan pecah di halaman panti. Nayla, meski lengannya masih sakit, tapi ia bergerak lincah. Ia menggunakan teknik silat harimau untuk menjatuhkan lawan yang mencoba mendekati ayahnya.

"Makan nih tendangan 'istri pengganti'!" Nayla menendang lutut salah satu preman hingga pria itu terjungkal.

Lukman yang matanya kelilipan karena debu sapu lidi mencoba menembak secara membabi buta. DOR! Peluru menyerempet tiang kayu panti.

"Aduh, Om! Nembak itu pakai mata, jangan pakai nafsu!" Nayla meluncur di tanah, ia menyambar kaki Lukman dan menariknya hingga pria tua itu terjatuh dengan posisi tidak elit.

Adnan, dengan satu kaki yang gipsnya sudah retak, menggunakan tongkat ketiaknya untuk memukul tangan Lukman hingga pistolnya terlempar jauh. "Sudah cukup, Paman! Polisi sudah dalam perjalanan!"

Dion berhasil melumpuhkan sisa preman tepat saat sirine polisi meraung mendekat. Hendra Hasyim ternyata diam-diam mengikuti mobil Nayla bersama tim keamanan internal.

Lukman yang tergeletak di tanah tertawa gila. "Kamu pikir ini berakhir di sini, Adnan? Kamu tidak tahu siapa yang memberiku perintah! Aku hanya pion kecil!"

Hendra Hasyim melangkah maju, menatap adiknya dengan tatapan muak. "Bawa dia pergi. Pastikan dia mendapatkan sel yang paling dingin."

Setelah suasana tenang, Nayla langsung memeluk ayahnya dan menangis tersedu-sedu. "Ayah nggak salah, Yah... Ayah dijebak. Nayla selalu tahu Ayah itu supir paling hebat sedunia."

Adnan mendekati Ibram, ia membungkuk dalam-dalam. "Pak Ibram... maafkan saya. Selama satu tahun ini saya membenci Anda atas sesuatu yang bukan kesalahan Anda. Saya telah memaksa Nayla ke dalam pernikahan ini karena kesalahpahaman yang keji."

Ibram memegang bahu Adnan. "Tidak apa-apa, Nak Adnan. Yang penting kebenaran sudah terungkap."

Nayla berdiri, ia menoleh ke arah Adnan dengan wajah yang masih berantakan. "Jadi gimana, By? Karena dendamnya sudah nggak ada, kontrak pernikahannya mau dibatalin?"

Adnan menatap Nayla lama. Di balik coretan spidol yang mulai luntur di wajahnya, tatapan matanya nampak sangat lembut. "Setelah kamu menyelamatkan nyawa saya berkali-kali dan membuat wajah saya seperti badut begini? Kamu pikir saya akan membiarkanmu pergi begitu saja?"

"Idih, mulai deh drama Pak Es,nya keluar! Tapi bentar, By... Mas Dion tadi bilang ada 'orang yang memberi perintah' ke Paman Lukman. Siapa?" tanya Nayla cerdas.

Adnan menoleh ke arah Dion yang sedang membersihkan lukanya. Dion memberikan sebuah flashdisk kecil yang ia temukan di brankas Lukman.

"Ada satu nama yang terus muncul di dokumen ini, Pak. Sebuah organisasi yang menyebut diri mereka 'The Architect'. Dan mereka sepertinya sedang menargetkan Nayla untuk alasan yang belum kita ketahui," bisik Dion.

Nayla menelan ludah. "Wah, baru juga kelar urusan paman jahat, sekarang muncul arsitek? Mereka mau bangun gedung di kepala saya apa gimana?!"

Adnan menggenggam tangan Nayla erat. "Apapun itu, mereka harus melewati saya dulu."

"Ehem! ByBy, tangannya nggak usah modus ya, masih banyak orang lihat!" Nayla melepaskan tangan Adnan dengan tengil, meski wajahnya merona merah.

___

Mana nih, yang selalu minta update, tapi nggak pernah komen sih. Dikomen dong biar author semangat updatenya. Apalagi kalau di kasih Vote ♥️ Like,👍🏻 Hadiah,🎁 dan juga bintang 🌟. Maka Author akan Update 3 kali dalam sehari. Cus akh beri dukungannya ya Guys 😉.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕 𝒍𝒈 𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 😉😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑭𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒓𝒖𝒔𝒖𝒉 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂"
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑫𝒊𝒐𝒏 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑𝒂𝒏 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒌𝒍 𝒕𝒉 𝑭𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒊𝒔𝒕𝒓𝒊 𝑫𝒊𝒐𝒏 𝒉𝒂𝒎𝒊𝒍 𝒃𝒂𝒃𝒚 𝒕𝒓𝒊𝒑𝒍𝒆𝒕 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒐𝒎𝒐𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑫𝒊𝒐𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒃𝒖𝒍 𝒚𝒂 𝒌𝒍 𝑭𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒃𝒚 𝒕𝒓𝒊𝒑𝒍𝒆𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍 𝑲𝒂𝒏𝒛𝒂 𝒔𝒊𝒉 𝒌𝒂𝒏 𝒄𝒐𝒘𝒐𝒌 𝒂𝒏𝒂𝒌𝒎𝒖 𝒊𝒕𝒖 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒍𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 😅😅
siti nurjanah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒌𝒐𝒌 𝒈𝒂𝒌 𝒅𝒊 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒊𝒏 𝒍𝒈 𝒕𝒉𝒐𝒓 😏😏 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒂𝒅𝒆𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒈 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒂𝒚𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒅𝒆𝒔𝒂 𝒂𝒎𝒂𝒏 𝒋𝒅𝒏𝒚𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒍𝒅𝒓 𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒌𝒍 𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒂𝒅𝒂 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒈𝒐𝒅𝒂 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏😉😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒖 𝑫𝒂𝒓𝒎𝒊 𝒌𝒆 𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏 𝒓𝒆𝒛𝒆𝒌𝒊 𝒏𝒐𝒎𝒑𝒍𝒐𝒌 𝒏𝒊𝒉 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒃𝒂𝒔 𝒍𝒈 𝒚𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒓𝒆𝒛𝒆𝒌𝒊 𝒏𝒐𝒎𝒑𝒍𝒐𝒌 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒃𝒖 𝑺𝒊𝒕𝒊 𝒚𝒂 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒋𝒂𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒌𝒆𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈" 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓𝒖𝒉 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒌𝒍 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒚𝒈 𝒅𝒊 𝒌𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓 𝒕𝒉𝒐𝒓 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒆𝒓𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑫𝒊𝒐𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒃𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒓 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒖𝒌𝒂 𝒑𝒅 𝑭𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝑭𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒅𝒊 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂𝒊 😉😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!