NovelToon NovelToon
Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.

Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.

Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.

dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri makan Jendral Negara

Hwang zin meninggalkan mereka dan pergi ke dapur untuk memasak.

Pertama-tama dia mengambil akar teratai yg sudah dia rendam semalaman untuk membuat tumis pedas,dia pergi untuk mencucinya 3 kali.

Hwang zin masuk ke dapur dan membuat api, saat wajan panas dia menumis bumbu yg sudah dia siapkan di kulkas tadi malam.

Saat wangi Sudah tercium dia memasukan akar teratai dan menggoreng nya,bau ini tercium sampai ke ruang tamu membuat dua pria dewasa itu menelan ludah.

Selanjutnya Dia menambahkan air ke panci bekas menggoreng,dan memasukan bumbu kecap saat sudah mendidih dia memasukkan, ayam yg sudah di kukus sebelumnya,tak lupa dia juga mencicipinya apa rasanya pas.

Setelah mendidih,Hwang zin menaruh ayam kecap kedalam mangkuk kayu ,dan menaruhnya dimeja dapur. Dia lalu menumis sayuran kucai dan membuat telur gulung.

Song Wen dan Jenderal sudah selesai mengemasnya dan duduk sambil minum teh,di udara tercium bau harum yg membuat mereka semakin lapar.

Hwang zin membawa semua masakannya ke meja makan lalu mengambil 3 mangkuk nasi dan air ke meja makan. Saat semua sudah selesai dia mengundang ke duanya pergi.

" Kalian duduklah dulu,aku akan menghidupkan lentera....." Ucapnya pada keduanya dan keluar dari ruang tamu.

Song Wen dan Jenderal pergi ke ruang makan yg terpisah dari arena tamu,saat masuk mereka melihat 4 hidangan yg masih mengepul dengan nasi yg penuh.

Keduanya saling melirik,anak ini tak pelit sama sekali, Jenderal berjala ke meja dan duduk,Song Wen juga mengikutinya,mereka duduk bersebelahan.

Jenderal melihat bahwa ada ayam,sayur dan tumis akar teratai lalu hidangkan yg belum dia lihat.

Song Wen menelan ludah,tapi tak sopan makan jika pemilik rumah tak ada.

Namun tak lama Hwang zin kembali. Dia melihat keduanya memiliki mata berbinar saat melihat makan diatas meja.

Dia tersenyum."...apa kalian sudah cuci tangan?"

Keduanya membeku,lalu menggeleng kepalanya. Hwang zin tertawa lalu mengajak ke duanya ke sumur yg berada diluar ruang makan.

Keduanya patuh pergi mencuci dan kembali ke meja makan,Hwang zin mempersilahkan mereka makan,dan menuangkan air untuk mereka.

Jenderal dan bawahnya segera mengerakkan sumpit mereka, seperti baunya semua makanan itu enak. Ayamnya empuk saat digigit, bumbunya meresap sampai kedalam.

Lalu tumis teratai pedas dan agak manis ini enak,rasa renyah pada akar teratai membuat tekstur makanan semakin menggugah selera.

"Zin.an apa ini...?" Tanya Song Wen menunjuk pada piring yg berisi seperti kue kuning dengan daun.

Hwang zin melihat dia menunjuk pada telur gulung."..ini telur dengan irisan daun bawang, cobalah...."

Song Wen mencoba satu dan mengunyahnya dengan hati-hati,rasa pedas daun bawang dan telur yg lembut membuatnya ingin menangis!

Bagaimana bisa se enak ini!

Jenderal juga mencobanya lalu tertegun,dia mendongak untuk melihatnya anak itu yg sedang makan dengan pipi mengembung.

Jelas telur ini dibuat mengunakan lebih dari 3 telur.Dia tau bagi orang kalangan bawah telur sangat mahal, kebanyakan mereka akan memelihara ayam dirumah.

"...Apa kamu berternak ayam?"

Hwang zin menoleh padanya sambil menutup mulutnya. Jenderal dengan sabar menunggunya bicara.

Dia menghabiskan makanan dimulut sebelum menjawab Jenderal."...Bukan hanya ayam,ada bebek dan kelinci....ayah saya juga menanam buah dan sayuran dihalaman belakang....."

"Kamu pekerja keras ...." Sahut Song Wen sambil memasukkan akar teratai pedas ke mulut nya.

semakin dia makan semakin puas dia.

Hwang zin menggelengkan kepalanya,sambil mengambil sayur ke mangkuknya."...Ini lebih menghemat biaya, untungnya ayah ku meninggalkan mereka untuk ku ...."

Song Wen mengangguk,lalu menunduk untuk melihat bahwa dia sudah menghabiskan nasinya,dia bahkan belum kenyang tapi akan memalukan jika dia ingin tambah nasi.

Jenderal juga menghentikan gerakannya,saat nasinya sudah habis,dia mengambil gelas bambu dan minum air.

Hwang zin melihat bahwa keduanya masih melirik -lirik ke arah makan yg masih tersisa."...apa kalian ingin membawanya pulang?"

" Ini..." Song Wen menoleh pada Jendral,pria itu melihat Hwang zin, mengangguk." Aku akan membayarnya...."

Hwang zin yg juga sudah selesai makan, mengambil ke tiga piring lauk dengan nampan.".....tak perlu...anda sudah berkerja keras selama ini,anggap ini sebagai rasa terimakasih karena telah menjaga kami hidup dengan damai...."

Tanpa menunggu reaksi Jenderal yg terkejut, Hwang zin pergi ke dapur untuk mengemas makanan nya.

Song Wen menghela nafas,menaruh gelasnya dimeja."... anak ini baik,tampan,murah hati dan bijak sana.... siapapun gadis yg akan menikah dengan nya nati pasti diberkati....."

Jenderal mau tak mau mengangguk setuju.

Keduanya kembali ke kediaman Song, Jenderal menginap disana sebelum berangkat kembali ke barak.

Saat keduanya kembali ke halaman , mereka meminta pelayan menyiapkan set makan,dan air untuk mereka.

Bagaimana pun mereka sudah memiliki kebiasaan makan besar di barak,karena mereka perlu energi yg besar,1 mangkuk nasi tak akan mengganjal perut mereka dengan kenyang.

Tak lama pelayan datang dan menta mangkuk dan sumpit. Song Wen membuka kotak kayu 4 tingkat yg diberikan Hwang zin pada mereka.

Saat tingkat pertama dibuka,itu berisi ayam kecap yg mereka makan. Lalu saat lapisan ke dua dibuka itu adalah sayuran dan telur gulung yg mereka makan sebelumnya.

Semua dalam porsi besar,jelas anak itu memberikan semua sisa makan yg belum tersentuh didapur untuk mereka.

"Anak itu benar-benar murah hati......" Ucap Song Wen meminta pelayan menata kotak-kotak itu ke piring. Dua pelayan dengan cekatan melakukannya.

"Buka kotak selanjutnya..." Jenderal itu mengambil gelas minumannya.

Song Wen memberikan sayur dan telur pada pelayan dan melihat dibawah kotak itu ada pai telur yg biasanya dia beli.

Dia menjadi bersemangat".. jenderal ini pai telur menu utama di kedai Zin.an....!"

Jenderal itu melihat ke dalam kotak,ada lebih dari 12 buah pai. Dia tak tau harus bereaksi seperti apa ,anak ini tak segan-segan memberi mereka makan enak tanpa terbebani sama sekali.

Saat kotak terahir dibuka itu berisi buah kering yg sudah dikemas oleh mereka diruang tamu. Dan ada catatan diatasnya.

Jenderal mengambilnya.

".. _tolong jangan merasa terbebani,ini adalah ucapan terimakasih,ada 20 buah kering disana...anda bisa memakannya dalam perjalanan , semoga kalian selalu sejahtera dan panjang umur_......"

Song Wen dan Jenderal terdiam dengan mata mengembara.

Anak ini.....apa dia seorang dewa,baik hati, penuh kasih sayang, sangat berbudi luhur.

Jenderal membagi 10 kantong untuk nya dan 10 kantong untuk Song Wen.

Keduanya lalu melanjutkan makan malam mereka dengan perasan campur aduk antar haru, bersemangat dan merasa beruntung.

Setelah membersihkan dapur Hwang zin yg baru selesai mandi masuk ke dalam kamar dengan handuk di kepalanya.

Rambut panjang sering membuatnya Sakit kepala. Untungnya dia memiliki pengering rambut dan semua hal dirumah bisa teraliri listrik

Ini benar-benar memudahkannya hidup diera ini. Walaupun kadang dia harus berhati-hati untuk tak menyimpan barang-barang modern diruang tamu.

Untungnya barang-barang lama kembali menjadi tren didunia nya,jadi mudah baginya menemukan barang-barang seperti mangkuk kayu dan barang-barang yg terbuat dari bambu.

Hwang zin duduk didepan meja rias,dan mengambil botol didepannya,saat dibuka itu berisi pelembab wajah ,kenapa dia memiliki ini,itu karena semasa hidup dia selalu menjaga wajahnya tetap sehat.

Bagaimana pun kadang dia mengandalkan wajahnya untuk bertahan hidup,jadi dia sudah biasa melakukan perawatan kulit.

Dia mengambil botol kramik dan mengisinya dengan berbagai skincare yg ada ditoko,yg biasa dia pakai. Dia juga mengambil satu botol parfum dengan aroma ringan.

Saat sudah selesai,dia mengeringkan rambutnya sebelum berbaring diatas ranjang yg kasurnya baru saja dia ganti seminggu lalu,diera ini orang masih mengunakan bantal kayu yg dilapisi kain tebal dan itu menyiksa lehernya.

Jadi dia mengambil bantal ditoko serta selimut bulu berwarna hijau toska dan bedcover dengan warna yg sama. Cukup cocok dengan nuansa kamar serba kayu dimana-mana.

Hwang zin yg sudah lelah tidur dengan cepat.

1
Dania
misi
LING
r
Jack Strom
Nice!!! 😁
Jack Strom
Jejak kumis!!! 😁
Dania: misiiiiiii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!