NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Michelle akhirnya sampai di kontrakan kecilnya setelah berlari tergesa-gesa dari kantor.

Dia membuka pintu dengan cepat dan masuk ke dalam, melihat Tasya yang sedang terlentang di kasur lipat sambil fokus memainkan handphone-nya dengan jari yang lincah menggeser layar.

"Kamu sudah pulang ? Kenapa kamu terlihat terengah-engah kayak gitu?" tanya Tasya dengan suara santai, tidak mengangkat matanya dari layar handphone-nya.

Michelle langsung duduk di tepi kasurnya sendiri dengan badan yang masih sedikit goyah, lalu menghela nafas yang sangat panjang.

"Jangan tanya deh, Tas... Aku benar-benar tidak sanggup cerita sekarang ini!" ucapnya dengan suara yang penuh kesal dan sedikit lelah, menutup wajahnya dengan kedua tangan sebentar.

Tasya segera menaruh handphone-nya di sisi dan mendekati Michelle dengan ekspresi wajah yang penuh rasa ingin tahu.

"Ayolah Mich, ceritain dong apa yang terjadi! Aku pasti bisa membantu atau setidaknya bisa jadi tempat curhat kamu kan?" ajaknya dengan senyum hangat, menyandarkan badan ke dinding sambil menatap teman baiknya itu.

Terpaksa, Michelle mulai menceritakan semua kejadian yang dia alami selama beberapa hari terakhir dengan David.

Mulai dari saat pertama kali bertemu di depan supermarket, kemudian kejadian di kantor ketika David marah-marah padanya, sampai kejadian paling baru tadi sore ketika dia secara tidak sengaja menendang area sensitif sang CEO.

Dia menjelaskannya dengan panjang lebar, tidak menyembunyikan satu pun detailnya.

Setelah mendengar seluruh cerita itu, Tasya tidak bisa menahan tawa dan langsung tertawa terbahak-bahak.

"Haaa... haaaaa! Lucu banget kamu tuh Michelle! Akhirnya kamu malah menendang 'itu' nya! Gimana rasanya tuh dia saat kamu menendangnya?" tanyanya sambil tertawa semakin keras, bahkan menggenggam perutnya karena tertawa terlalu banyak.

"Sudah aku bilang jangan ketawa kan! Ini bukan hal yang lucu lho Tas! Aku bisa saja dipecat dari kantor kalau dia tahu itu aku yang melakukannya!" ucap Michelle dengan sedikit kesal, namun wajahnya juga sudah mulai sedikit tertawa melihat reaksi temannya.

"Haaa... serius deh Mich. Lalu gimana kalau nanti dia ingat atau tahu kalau kamu yang melakukannya? Kamu sudah punya rencana apa belum?" tanya Tasya dengan suara yang sudah mulai tenang, meskipun masih terkadang tertawa kecil menyendiri.

"Tapi yang aneh banget Tas, setiap kali aku bertemu dengannya, dia sama sekali tidak mengingat atau mengenalku lho! Seolah-olah kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Ahhh, bagaimana ini ya?! Aku benar-benar bingung sama dia!" ucap Michelle dengan ekspresi wajah yang penuh kebingungan, menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya.

Setelah Michelle selesai menceritakan semua cerita nya, Tasya menarik napas dalam-dalam dan melihat ke arah Michelle dengan wajah yang sedikit serius.

"Michelle, aku juga mau cerita nih tentang apa yang terjadi padaku tadi pagi," ucapnya dengan suara yang pelan.

"Cerita apa? Kamu juga mengalami hal aneh kaya aku?" tanya Michelle dengan rasa ingin tahu yang muncul kembali.

Tasya kemudian mulai menceritakan kejadian di mall tadi pagi, bagaimana dia hampir ketemu Mamahnya, lalu karena khawatir tersandung kaki kursi, dan akhirnya secara tidak sengaja merobek celana pria yang tidak dia kenal.

Dia menjelaskan dengan detail bagaimana ekspresi wajah pria itu ketika menyadari celananya robek, dan bagaimana dia harus berlari kabur saat melihat Mamahnya mendekatinya.

Michelle langsung tercengang mendengar cerita itu, namun tidak lama kemudian dia juga tidak bisa menahan tawa dan tertawa terbahak-bahak.

"Haaa... Tasya yang beneran kamu?! Kamu malah merobek celana pria asing di mall?! Gimana dong ekspresi wajah orang itu? Pasti malu banget ya!" ucapnya dengan suara yang penuh tawa, menggenggam bahu Tasya sambil tertawa.

"Ya dong! Aku juga sangat malu lho Mich! Semoga saja aku tidak pernah bertemu dengan orang itu lagi seumur hidupku! Sungguh malu sekali rasanya!" ucap Tasya dengan wajah yang sedikit memerah karena rasa malu, namun dia juga ikut tertawa melihat reaksi Michelle.

"Sungguh, kamu terlalu jauh ya Tas! Aku bisa membayangkan gimana rasanya orang itu waktu itu. Pasti sangat malu , apa lagi di lihat banyak orang, pasti dia sembunyi deh!" ucap Michelle sambil masih tertawa kecil.

Merasa lega karena bisa berbagi cerita dengan teman baiknya dan akhirnya bisa tertawa lepas setelah seharian merasa tegang dan khawatir.

Mereka berdua kemudian tertawa terbahak-bahak bersama-sama, menertawakan cerita kejadian tidak menyenangkan namun lucu yang masing-masing alami.

Suara tawaan mereka mengisi kamar kecil kontrakan itu dengan suasana yang hangat dan penuh keceriaan, membuat semua beban yang mereka rasakan seharian mulai sirna sedikit demi sedikit.

Setelah tawaan mereka mulai reda dan suasana kembali tenang, Tasya berpindah duduk lebih dekat ke Michelle dengan ekspresi wajah yang penuh semangat.

"Eh Mich, besok kamu ada rencana apa nggak? Kalau belum ada, aku mau ajakin kamu pergi ke taman hiburan, mau ya, plis mau dong! Kita sudah lama sekali nggak jalan-jalan bareng kan? Selain itu, mungkin bisa bikin kamu lebih rileks dari masalah dengan CEO kamu itu," ajaknya dengan senyum lebar.

Michelle menghela nafas dan mengangguk dengan senyum.

"Ya juga sih... Aku memang tidak punya rencana apa-apa besok. Cukup bosan juga kalau cuma diam di kontrakan aja. Oke deh, aku mau pergi bareng kamu ke taman hiburan!" jawabnya dengan suara yang sudah lebih ceria, merasa senang bisa memiliki waktu untuk bersantai bersama teman baiknya.

Mereka berdua langsung sepakat untuk pergi ke taman hiburan terbesar yang ada di pusat kota besok pagi.

Mereka mulai merencanakan apa yang akan mereka lakukan di sana, mulai dari naik wahana seru, makan makanan khas taman hiburan, hingga berfoto-foto banyak untuk mengabadikan momen bareng mereka setelah lama tidak bertemu.

Suasana kamar kecil itu kembali menjadi hangat dan penuh dengan canda tawa, jauh dari masalah yang sedang mereka hadapi masing-masing.

Bersambung....

1
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!