kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.
ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.
semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.
mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.
#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sudah dua Minggu kejadian dihutan itu,kini tokoh utama masih bergelut dengan kasur dan selimutnya,tidak tau saja kalau jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh.
Perlahan netra gelap itu terbuka, sepertinya separuh kesadarannya masih terombang-ambing didalam mimpi.
5 detik...
8 detik...
10 detik....
Kiano ia mengalihkan pandangannya melihat jam yang terpajang didindin
"Anjinggg!"teriaknya lalu reflek melompat dari atas kasur dan berlari tergesa gesa menuju kamar mandi.
Hanya lima menit ia habiskan untuk mandi. Sepertinya itu mandi tercepat dalam sejarahnya-mandi bebek. Ia mengenakan seragam dengan asal, tak serapi penampilannya dulu.
Mansion tempat tinggalnya tampak sepi. Tentu saja, ini sudah waktunya sekolah dan bekerja.
Kiano menuju garasi, mengendarai motor sport hitamnya, dan melesat di jalan raya dengan kecepatan tinggi. Beberapa pengendara meneriakinya, kesal.
Tapi apa pedulinya? tujuannya bukan belajar, melainkan tidur,ya, tidur di sekolah-kalau kalian pikir dia ke sekolah untuk belajar, kalian salah besar
Karena bergadang mencari apartemen yang sesuai dengan kriterianya,kiano harus tidur pukul satu,tapi tidur jam satu bukankah terlalu cepat untuk ia yang kadang pernah tidur pukul lima menjelang subuh.
Kiano bersiap menjalankan motornya kembali untuk mencari apartemen tapi sebelum ia sempat pergi dengan motornya seseorang terlebih dahulu menahan motornya dari belakang.
Kiano menoleh ingin melihat siapa orang berani menahan motornya.
"Eee... tunggu, Bang. Lo mau ke mana? Gue ikut, ya. Oke makasih. Ayo jalan!" ucap seseorang dengan ekspresi santai. Jika kalian menebak itu Alvin, kalian benar. Dia yang bertanya, dia pula yang jawab.
Tanpa menunggu jawaban, Alvin langsung naik ke boncengan motor dan duduk santai, tak mengindahkan wajah kesal Kiano.
"Turun"ujar kiano dingin dan datar, Alvin yang mendengar itu tentu saja dengan sifat keras kepala nya tidak akan mau menuruti perintah kiano untuk sekarang, mungkin.
"Ayolah bang gue mau ikut ya ,ya,ya"bujuk Alvin,dengan keberanian sebesar biji jagung ia menggesek-gesekkan wajahnya pada punggung kiano.
Entah kenapa Kiano tak bisa menolaknya apalagi ia yang dalam mood antara ya dan tidak lalu mengendarai motornya menuju tempat apartemen yang ia cari dengan setengah hati terpaksa membawa bocah tak diundang itu bersamanya.
""Bang, kita mau ke mana? Kenapa lewat sini? Kenapa gak lewat jalan yang ramai aja? Kenapa lo telat? Kok kita bisa barengan, sih, Bang?" celoteh Alvin tanpa jeda.
Kiano yang mendengar pertanyaan Alvin itu semakin kesal namun tersimpan rapat dibalik wajah datar yang semakin mendingin mendengar celotehan Alvin.
"Diam atau turun"ucap kiano dengan nada rendah namun auranya yang tak bersahabat mampu membuat Alvin kicep untuk sementara waktu, karena kiano yakin dari sifat Alvin,remaja itu akan kembali berceloteh Dengan mulutnya yang cerewet itu.
Kiano memperkirakan motornya dan berjalan diikuti Alvin menuju apartemen yang sudah ia masukkan dalam list apartemen Yang akan ia beli jika Masi kosong.
Alvin bergantian memandangi kiano yang sudah masuk kedalam gedung itu,ia berfikir untuk apa kiano kesini,apa ia ingin membeli apartemen tapi untuk apa bukankah ia punya rumah,pikir Alvin.
Alvin menunggu kiano diluar apartemen itu ia memperhatikan anak anak yang berlarian dengan membawa kapas berwarna yang manis ditangan mereka.
Sepertinya Alvin menginginkan permen kapas seperti anak anak itu,ia merongoh saku celana dan tidak menemukan uang sepeserpun.
Ia menghela nafas, sepertinya ia harus menahan keinginannya untuk kesekian kalinya.
Tiba tiba kiano menyodorkan uang lima puluh, entah sejak kapan remaja itu berada disini, itulah isi pikiran Alvin,tapi ia tak terlalu memikirkan nya.
"Jajan sana"usir kiano pada Alvin lalu kembali masuk kedalam gedung tadi, sepertinya urusannya belum kelar.
'kenapa bang kiano baik sama gue ya,gue takut perhatiannya cuma sementara'batin Alvin sendu lalu lalu pergi menuju pedagang permen kapas.
Sementara keadaan kiano yang berada didalam gedung apartemen,ia sedang menunggu pemilik apart yang tidak datang datang dari tadi,ia lelah dan malas menunggu.
'ck, kalau bukan buat rencana gue,ogah kali gue rela buat nunggu nih pemilik aprt'batin kiano kesal,ia mengalihkan rasa kesalnya dengan bermain ponsel.
"Maaf membuat tuan menunggu,saya ada sedikit kendala dijalan tadi"ucap seorang wanita paruh baya, membuat kiano Mendongak lalu berdiri dari duduknya dengan tatapan datar andalan nya.
"To the point, saya ingin membeli salah satu unit apartemen ini."
Suara Kiano terdengar datar, tak bertele-tele. Ia menatap wanita paruh baya di depannya tanpa basa-basi.
Wanita itu tersenyum kikuk, seolah terbiasa dengan pembeli seperti Kiano yang dingin dan tidak sabaran. Ia lalu mengangguk dan membimbing Kiano menuju lift untuk melihat unit yang masih tersedia.
"Ini adalah unit yang tersedia tuan, tuan bisa melihat isi didalamnya terlebih dahulu"ucap wanita itu membuka pintu dan menuntun kiano kedalam dan mengenalkan tempat apa saja yang ada didalam.
"Selain dapur terdapat dua kamar dan dua kamar mandi disetiap kamar tuan,dan tersedia balkon walaupun tidak terlalu besar dan yang disana adalah ruang tamu, bagaimana menurut tuan?"tanya wanita itu pada kiano.
Kiano memandangi seisi apartemen itu,tak terlalu luas dan tak terlalu kecil,kemudian ia menganguk dan mengalihkan pandangannya pada wanita paruh baya tadi.
"Berapa"tanya kiano datar tanpa ekspresi diwajahnya.
"Delapan juta perbulan keseluruhan nya tuan ,itu sudah termasuk kedalam pembayaran listrik nya sekalian tuan"balas wanita paruh baya itu.
"hm,saja ambil"ucap kiano datar lalu menyerahkan kartu hitam miliknya yaitu black Card yang berisi 10 M hasil tabungannya selama ini.
"B-baik tuan akan,silahkan ditandatangani berkas ini"ucap wanita itu gugup sambil menyerahkan berkas berkasnya,bagaimana tidak sekarang,hari ini detik ini ia sedang memegang kartu hitam yang memiliki nilai entah berapa.
Kiano mengambil tiga berkas itu lalu menandatangani semuanya dan mengembalikan satu berkas kepada wanita itu lalu dua lagi ia simpan.
"Ini kuncinya tuan,semoga anda betah berada di apartemen ini"ucap wanita itu lalu sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan kiano.
butuh vote dan coment guyss love you😍🫰