NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Rencana yang Menghancurkan

Siang itu Alya memutuskan keluar rumah untuk pertama kalinya sejak pemeriksaan kandungan kemarin. Cuaca cukup cerah, dan entah kenapa ia tiba-tiba ingin makan sesuatu yang manis.

“Mungkin karena hamil,” gumamnya sambil tersenyum kecil.

Ia meminta supir mengantarnya ke sebuah cafe terkenal yang juga menjual berbagai dessert dan kue premium. Tempat itu tidak terlalu ramai karena masih jam kerja.

Begitu masuk, aroma kopi dan roti hangat langsung menyambutnya.

Alya berjalan pelan menuju etalase kue sambil melihat-lihat.

“Red velvet… cheesecake…”

Matanya berbinar kecil.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar dari sudut cafe.

“Sudah lama kita nggak ketemu.”

Tubuh Alya langsung menegang.

Leon.

Refleks ia menoleh perlahan.

Di dekat jendela cafe, Leon duduk bersama seorang wanita cantik berambut panjang coklat gelap. Wanita itu memakai dress putih sederhana, tetapi auranya elegan dan lembut.

Dan anehnya…

Wajah wanita itu terasa familiar.

Potongan ingatan Sabrina tiba-tiba muncul di kepala Alya.

Vanessa.

Mantan kekasih Leon.

Jantung Alya langsung berdegup pelan.

Dalam novel asli, Vanessa adalah cinta pertama Leon. Mereka sempat berpisah karena Vanessa pindah ke luar negeri untuk kariernya.

Dan setelah Vanessa kembali…

Hubungan Leon dan Sabrina semakin memburuk.

Alya tanpa sadar menggenggam kotak kue di tangannya lebih erat.

“Aku pikir kamu masih di Paris,” ujar Leon datar.

Vanessa tersenyum kecil. “Aku baru balik dua minggu lalu.”

Leon mengangguk pelan.

Tatapan pria itu terlihat jauh lebih lembut dibanding saat bersama Sabrina.

Pemandangan itu membuat dada Alya terasa sedikit sesak.

Bukan karena cemburu.

Tapi karena ia bisa merasakan sisa emosi Sabrina di tubuh ini.

Perempuan itu benar-benar mencintai Leon.

Dan melihat pria yang dicintainya menatap wanita lain dengan hangat jelas menyakitkan.

“Aku dengar kamu sudah menikah,” ucap Vanessa hati-hati.

Leon tersenyum tipis tanpa emosi.

“Hanya pernikahan karena keadaan.”

Alya membeku.

Vanessa tampak ragu sebelum akhirnya bertanya pelan, “Kamu mencintainya?”

Hening.

Leon mengambil cangkir kopinya perlahan.

“Tidak.”

Jawaban singkat itu terasa seperti sesuatu yang menghantam dada Alya keras.

Meski ia sudah tahu jawabannya…

Tetap saja sakit mendengarnya langsung.

Vanessa menatap Leon cukup lama.

“Lalu kenapa bertahan?”

Pria itu terkekeh pelan tanpa humor.

“Sabrina sedang hamil.”

“Tapi setelah anak itu lahir?”

Leon terdiam beberapa detik.

Lalu dengan nada tenang dan dingin, ia berkata—

“Aku akan menceraikannya.”

Napas Alya langsung tercekat.

Tangannya gemetar kecil.

“Anaknya tetap akan ikut aku,” lanjut Leon datar. “Keluarga Ardian tidak mungkin membiarkan pewaris mereka dibawa pergi.”

Setiap kata itu terasa seperti pisau.

Alya menunduk cepat sebelum mereka menyadari keberadaannya.

Dadanya sesak.

Jadi memang benar…

Dalam rencana Leon, Sabrina hanya akan menjadi wanita yang melahirkan anak untuk keluarga Ardian.

Setelah itu dibuang begitu saja.

“Dan Sabrina?” tanya Vanessa pelan.

Leon terlihat dingin saat menjawab.

“Dia akan baik-baik saja tanpa aku.”

Alya hampir tertawa pahit mendengar itu.

Baik-baik saja?

Di novel asli, Sabrina bahkan mati perlahan karena depresi setelah kehilangan anaknya.

Pria ini benar-benar tidak tahu seberapa hancur wanita itu nantinya.

Atau mungkin…

Dia memang tidak peduli.

“Nyonya?”

Suara pelayan membuat Alya tersadar.

Leon refleks menoleh.

Dan detik itu juga mata mereka bertemu.

Waktu terasa berhenti sesaat.

Tatapan Leon berubah sedikit kaget.

“Sabrina?”

Alya langsung memalingkan wajah cepat. Ia berusaha menenangkan ekspresinya meski dadanya masih terasa nyeri.

Vanessa terlihat terkejut melihat wanita hamil itu berdiri beberapa meter dari meja mereka.

Leon segera berdiri.

“Kau ngapain di sini?”

Alya menggenggam kotak kuenya erat sebelum akhirnya memaksakan senyum kecil.

“Aku cuma mau beli kue.”

Tatapan Leon berubah sulit ditebak.

Entah sejak kapan Sabrina berdiri di sana?

Apa dia mendengar pembicaraan tadi?

“Kamu sendirian?” tanya Leon lagi.

“Iya.”

Suasana mendadak canggung.

Vanessa berdiri perlahan lalu tersenyum sopan.

“Halo, Sabrina.”

Alya membalas senyum tipis.

“Halo.”

Meski wajahnya terlihat tenang, pikirannya kacau.

Ternyata Leon memang berencana mengambil anak ini darinya.

Tidak.

Ia tidak akan membiarkan itu terjadi.

Apa pun caranya.

“Aku pulang dulu,” ucap Alya pelan.

Leon mengernyit. “Tunggu, aku antar.”

“Nggak perlu.”

Jawaban cepat itu membuat Leon sedikit terdiam.

Alya mundur satu langkah sambil memegang perutnya perlahan.

Tatapannya sempat bertemu Leon sesaat.

Namun kali ini…

Tidak ada lagi harapan di mata Sabrina seperti biasanya.

Hanya ketenangan dingin yang membuat Leon mendadak merasa tidak nyaman.

Lalu Alya pergi meninggalkan cafe tanpa menoleh lagi.

Sementara Leon berdiri diam menatap punggung istrinya.

Dan untuk pertama kalinya…

Pria itu merasa ada sesuatu yang mulai lepas dari genggamannya.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!