Area dewasa❗
Demi menyelamatkan ayah angkatnya yang sakit keras, Zivanna Mahavira terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Zivarra, yang kabur sebelum pernikahannya dengan anak sulung keluarga Sadewantara, Keenan Sadewantara.
Tanpa sepengetahuan Zivanna, Keenan ternyata sudah mengetahui sejak awal bahwa wanita yang menikah dengannya bukanlah Zivarra.
Mereka akan menjalani pernikahan selama enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan Keenan di awal pernikahan. Selama itu, Zivanna harus mempertahankan kebohongannya demi keluarga dan ayah angkatnya.
Semakin lama hidup bersama, keduanya justru saling jatuh hati.
Sampai pada bulan kelima, semuanya berubah ketika Zivanna menolak hubungan suami istri dan akhirnya meminta maaf atas kebohongannya.
“Kamu pikir aku baru tahu siapa kamu? Aku sudah tahu sejak awal, Zivanna,” ucap Keenan dengan senyum miring.
Mata Zivanna langsung membesar. “A-apa?”
Keenan mengangkat dagu Zivanna. “Kalau kamu ingin aku maafkan, lakukanlah dengan tubuhmu.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir melakukannya (18+)
Gemas dengan ekspresi ketakutan Zivanna, Keenan menarik bahu Zivanna sehingga tubuh wanita itu berbaring di ranjang. Tentu Zivanna memberontak.
“Diam! Aku bilang tidur!” ucap Keenan memeluk erat Zivanna dari belakang dan Zivanna pun terdiam dengan tubuh kaku.
Bagaimana ia bisa tidur jika seperti ini? Yang ada ia bisa mati kutu.
Keenan yang sebenarnya tadi hanya berniat menggoda Zivanna namun tiba-tiba ia menginginkan hal lebih. Bahkan miliknya sudah menegang tatkala bersentuhan dengan bokong Zivanna.
Sementara itu, Zivanna terperanjat ketika tangan Keenan meremas salah satu dadanya.
“Ugh... Apa yang kamu lakukan, Keenan?!” seru Zivanna kesal menoleh ke belakang.
“Hanya merasakan,” jawab Keenan santai.
“Lepas! Ingat, hal ini tidak termasuk di dalam kontrak!” Zivanna mencoba melepaskan tangan Keenan, tapi pegangan pria itu terlalu erat membuatnya meringis.
“Oh ya? Bukan kah disana sudah tertulis kamu harus menuruti semua permintaan aku. Asal kamu tahu, sudah lama aku menahan diri untuk melakukan ini padamu,” ujar Keenan di telinga Zivanna membuat seluruh tubuh Zivanna meremang.
“A-apa?”
Tangan Keenan merayap dari bawah gaun tidur Zivanna, naik ke atas hingga menyingkap gaun dan dalaman Zivanna, ia kembali meremas salah satu dada Zivanna sambil memainkan ujungnya.
“Ahh, stop Keenan!” lenguh Zivanna. Ia benar-benar takut sekarang. Zivanna mengira Keenan yang dingin dan cuek itu tidak pernah tertarik melakukan hal ini padanya.
Apakah Zivanna lupa jika Keenan itu seorang pria normal? Yang tentu juga memiliki kebutuhan biologis.
Keenan tidak peduli. Kini kedua tangannya sudah bertengger di dua gunung kembar Zivanna.
“Keen...”
“Sstt... Kamu nikmati saja, Zivarra,” ucap Keenan dengan suara beratnya sambil menjilati dan memberikan tanda di tengkuk Zivanna.
Di sela kegiatannya, Keenan tersenyum menyeringai. Ternyata tubuh Zivanna begitu sensitif ketika disentuh. Tapi itu yang membuatnya makin menggila untuk menyentuh Zivanna lebih dalam lagi.
Apa Keenan mulai tertarik dengan Zivanna? Mungkin saja.
“Tapi ini sudah keterlaluan,” cicit Zivanna sambil menggigit bibir bawahnya berusaha agar desahan tidak keluar dari mulutnya.
“Akkhhh!” desah Zivanna di saat tangan Keenan kini sudah memasuki lubang miliknya, apalagi tangan besar dan berotot itu mulai memainkan jarinya di sana.
“Hhhgghh... Aku mohon jangan...” ucap Zivanna pelan seraya menarik tangan Keenan agar keluar dari dalaman bawahnya dan berhenti memainkan miliknya di sana tapi sayangnya tidak bisa.
“Tetapi kamu sudah basah, Zivanna,” sahut Keenan.
Zivanna hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara desahannya tidak terdengar. Tapi sial, permainan tangan Keenan di miliknya entah mengapa di lubuk hatinya paling dalam ia menyukainya, hingga membuat Zivanna akan kehilangan kontrolnya.
Tak tahan lagi, Zivanna terbangun dan turun dari ranjang kemudian berlari keluar dari kamar Keenan membuat Keenan tercengang, di saat tegang-tegangnya malah ditinggal begitu saja.
“Mau ke mana kamu Zivarra? Kembali!” teriak Keenan, tetapi tidak dipedulikan Zivanna.
Zivanna berlari kencang menuju kamarnya, hampir saja ia kehilangan akalnya. Mungkin kalau dirinya tidak keluar, dipastikan dirinya akan melakukan hubungan suami-istri dengan Keenan.
Kalau saja Keenan menikahi Zivanna bukan Zivarra, mungkin saja Zivanna dengan senang hati memberikan tubuhnya pada Keenan.
Jika tadi ia menyerahkan dirinya pada Keenan, Zivanna menjadi wanita tidak bermoral jika pria yang seharusnya menjadi suami kakaknya akan tidur dengannya. Karena bagi Zivanna ini bukanlah tempatnya.
Saat Zivanna akan menutup pintu kamarnya, sebuah tangan menahan pintu tersebut membuat Zivanna terkejut.
“Ya Tuhan!” serunya.
“Buka pintunya, Zivarra!” ucap Keenan tegas.
“N-nggak mau!” balas Zivanna sambil menahan pintu.
“Jangan membuatku seperti orang bodoh! Buka pintunya! Kamu tahu aku lebih kuat darimu, kan?!” teriak Keenan dari luar, bisa saja ia mendorong pintu tersebut dengan keras, tetapi Keenan tidak ingin Zivanna terluka dengan perbuatannya nanti.
“Aku nggak mau, Keenan! Jangan paksa aku! Jadi lebih baik kamu pergi! Jangan sampai aku melaporkan kamu ke polisi karena kamu sudah melakukan tindakan pelecehan seksual sama aku!” teriak Zivanna sambil terisak.
Keenan terkekeh sinis mendengar ucapan Zivanna tadi. Kesabaran seorang Keenan Sadewantara yang hanya setipis tisu akhirnya habis. Ia pun mendorong pintu kamar Zivanna membuat Zivanna terdorong ke belakang.
“Argghhh!” teriak Zivanna.
“Ha? Siapa yang melakukan pelecehan sama kamu? Apakah wanita yang menolak tidur dengan suaminya selama 5 bulan terakhir itu termasuk?” ucap Keenan menatap tajam Zivanna.
Zivanna tertegun. “Tapi kita hanya dalam pernikahan palsu. Jadi kenapa kamu melakukan hal ini padaku?” isaknya.
Keenan menghela napas kasar sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jari-jari tangannya. “Kenapa kamu malah menangis? Seharusnya aku marah karena kamu tiba-tiba ninggalin aku!”
“Aku nggak nangis!” bantah Zivanna.
“Bisa nggak kamu pergi aja? Aku udah bantuin kamu tidur selama ini, tapi kamu malah tega melakukan itu sama aku!” ujar Zivanna menatap Keenan dengan air mata yang terus bercucuran.
Keenan kembali menghela napas, tak habis pikir dengan tingkah laku Zivanna. Wanita itu seakan-akan menganggap dirinya sudah seperti penjahat kelamin saja.
Keenan menjentikkan jarinya ke dahi Zivanna. “Sudah, jangan menangis lagi,” ucapnya. Tangannya menarik bahu Zivanna dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya.
“Padahal tadi kamu juga menikmatinya. Kenapa kamu malah nangis begini sih?” ujar Keenan.
“Mana ada begitu!” bantah keras Zivanna mencoba mengelak sambil melepaskan pelukan Keenan.
“Kamu sebenarnya menangis karena kamu bukan Zivarra tetapi Zivanna atau ada hal yang lain?” tanya Keenan.
Deg!
Sontak Zivanna yang menundukkan kepala langsung mendongak menatap Keenan dengan mata melebar. “Hah?”
btw Keenan udah bucin akut ama lu. Noh lu di kamar mandi aja di samperin. Pasti mau jap jip jup di bwh shower😭😭🤣