NovelToon NovelToon
COLD HANDS, WARM EYES

COLD HANDS, WARM EYES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Empat tahun lalu, Aelira S. Valenzia gadis unik, misterius terjerat oleh Ravian Kael Davino veyron, pewaris tunggal keluarga veyron , yang mengidap penyakit haphephobia. Suatu hari, Davino pergi ke sekolah karena suatu hal penting, dimana Aelira tidak sengaja terjatuh, dan menangkap tangan Davino, atau yang orang sebut Ravian. Ia tidak menyangka hal tersebut menjadi awal mula hidup tidak sebebas dulu lagi. Penasaran? yuk baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari jadi??

Mobil BMW Z4 warna biru metalik itu melaju kencang di jalan raya Jakarta Timur saat Aelira baru keluar dari rumah sakit.

Aelira melihat kiri kanan—menatap wilayah yang cukup asing baginya.

"Kita mau ke mana?" tanya Aelira.

"Lo ikut aja. Jangan banyak tanya!" ketus Ravian sambil menyetir.

Aelira mengernyit heran. "Aku baru keluar dari rumah sakit."

"Makanya gue jemput. Jangan bikin ribet." cetusnya datar.

Mobil terus melaju. Hening sepanjang perjalanan.

Hingga mobil berhenti di sebuah gedung tua terbengkalai—membuat Aelira tersentak.

"Keluar!"

Aelira menurut dan menatapi sekeliling sambil bergidik horor. "Kita ngapain ke sini?" tanyanya serius. Pemuda itu tidak berencana mengerjainya, kan? Kali saja setelah ini Aelira ditinggal sendirian.

"Van, ayo pulang aja! Aku takut..."

"Iya. Pulang habis ini." Ravian meraih tangan Aelira lembut dan mulai menggenggamnya masuk ke dalam.

Sampai Aelira terkejut melihat bagian rooftop dipenuhi lampu gantung kaca—berkilau seperti langit malam.

Ada satu meja makan kecil di tengah, ditutupi taplak putih bersih, dua piring steak, lilin merah menyala, dan sebuket bunga mawar merah.

"Empat tahun kita. Lo lupa?" Suaranya meninggi tapi matanya... matanya penuh harap. Seperti anak kecil yang takut hadiahnya tidak disukai.

Aelira menutup telinganya spontan karena kaget, lalu tertawa kecil. "Aku ingat. Cuma enggak nyangka kamu juga bakal ingat." Matanya berbinar melihat buket mawar di meja.

Ravian mendecak. "Gue bukan tipe yang lupa tanggal penting. Lo lupa siapa yang samperin lo empat tahun lalu di tengah hujan cuma buat maksa lo jadi pacar gue?"

"Kamu gila waktu itu."

"Masih." Ravian menarik kursi untuk Aelira. "Makanya duduk. Jangan banyak tingkah."

Mereka duduk berhadapan. Angin malam berembus, cahaya lilin bergetar.

"Kenapa harus di tempat begini?" Aelira menatap sekeliling. "Serem, jujur."

Ravian memotong steak-nya dengan gerakan rapi. "Biar gampang lempar lo dari atap kalau lo bilang 'aku cuma anggap kamu sahabat' lagi." Sinisnya.

Aelira mendelik. "Kamu gila."

"Baru tau?" Ravian menoleh pelan. Senyumnya miring—tapi matanya lembut. Sebuah kombinasi yang hanya Aelira yang pernah lihat. "Gue cuma nggak suka berbagi. Apapun yang udah jadi punya gue—ya harus tetap punya gue. Lo ngerti maksud gue, kan?"

Aelira menatap matanya. "Iya."

"Iya apa?"

"Iya, aku punya kamu. Cuma kamu. Udah empat tahun, Van."

Ravian memalingkan wajah cepat—tapi Aelira sempat melihat sudut bibirnya naik. Telinganya memerah. Cowok jutek itu berdehem kasar lalu menatapnya dengan ekspresi sengak. "Good girl. Jangan lupa."

Aelira menopang pipi dan menyendok cake coklat dengan senyum mengembang.

"Kamu tumben sweet banget malam ini? Biasanya marah-marah mulu."

Ravian mengunyah pelan. "Gue bukan cowok yang manis. Lo tau itu. Tapi hari ini..." Ia berhenti, menatap Aelira lama. "Gue cuma pengen lo duduk di depan gue, makan, dan tetap sadar—lo cuma cewek gue. Bukan cuma sahabat. Bukan cuma temen kecil. Cewek gue."

Aelira mengangguk pelan, hatinya meleleh. "Happy 4 years, Mas Pacar ..."

Ravian mengusap hidungnya sesaat, gelagapan. "Nggak usah sok sweet. Makan tuh steak sebelum gue ambil."

"Galak banget sih, pacar orang." Aelira mencuatkan bibir.

"Pacar orang? Emang punya siapa?" Ravian menyipit.

"Punya aku dong."

"Ya iya. Makanya diem."

"Oh, ya. Satu lagi." Ravian menyodorkan kotak beludru hitam ke arahnya.

Mata Aelira membulat. Dengan tangan sedikit gemetar, ia membuka kotak itu—isinya kalung tipis berwarna perak dengan liontin huruf A kecil bertabur satu berlian mungil.

"Cantik banget..." bisik Aelira. Matanya berbinar.

"Jangan geer dulu!" Ravian memalingkan mukanya ke arah lain, tapi rahangnya mengeras gelagapan. Telinganya merah menyala. "Gue nemu di jalan. Lagian muat buat apa di dompet, mending buat lo."

"Habis itu kamu bersihin, kamu poles, kamu ukir huruf A, kamu kasih berlian, terus kamu bungkus rapi—hanya karena 'nemu di jalan'?"

Ravian terdiam. Kedua telinganya sekarang merah. "Lo bacotin mulu."

Aelira tertawa kecil. "Tapi ini inisial nama aku."

"Kebetulan. Lagian emang siapa lagi yang dekat gue selain lo?" ketus Ravian walau matanya tak bisa lepas dari senyum Aelira. "Cepet pake. Jangan banyak omong."

"Boleh aku pakai sekarang?"

"Ya terus gue kasih buat apa?" omelnya. "Udah, balik badan."

Aelira menurut. Ravian mengambil kalung itu—dan dengan gerakan yang lembut, sangat lembut untuk ukuran cowok sebesar dan segalak dirinya, ia memasang kalung itu di leher Aelira. Jarinya sedikit gemetar saat mengaitkan pengait kecil.

"Udah," katanya serak.

Aelira membalikkan badan. Ravian menatapnya lama—liontip A kecil itu bersinar di leher putih Aelira, tepat di atas tulang selindranya.

"Cantik," bisiknya tanpa sadar.

"Makasih!" Aelira tersenyum lebar.

"Kalungnya, bukan lo!" Ravian buru-buru menambahkan dengan wajah panas.

"Tau. Emang kapan kamu pernah muji aku cantik?" cibir Aelira—tapi matanya berkaca bahagia.

Ravian diam sejenak. Lalu menatap Aelira lurus—tanpa basa-basi.

"Nggak. Cantikan lo."

Aelira membelalak. Wajahnya memerah seketika. "A—apa sih, nggak jelas!"

"Nggak percaya? Gue ulang." Ravian mendekatkan wajah. "Ca—"

"AWAS! Jangan diulang!" Aelira menutup mulut Ravian dengan telapak tangannya—tapi cowok itu malah mengecup telapak tangannya pelan.

Aelira menarik tangannya cepat. "Ravian! Kamu tuh..."

"Gue tuh apa?" Ravian tersenyum miring, matanya berbinar nakal. "Gue tuh lagi ngomong serius. Lo cantik. Udah empat tahun gue bilang gitu di kepala gue. Baru kali ini gue keluarin."

Aelira terdiam. Hatinya berdesir aneh.

"Jadi lo seneng?"

"Enggak."

"Bohong."

"Ih, jangan baperan. Aku makan dulu." Aelira buru-buru menunduk—tapi senyumnya tak bisa disembunyikan.

Ravian mengamati gadis di depannya. Rambutnya tergerai lembut, pipinya merona, dan kalung pemberiannya bersinar manis di lehernya.

"Itu pake terus. Gue marah kalau lo lepas," perintahnya.

"Kalau aku mandi?"

"Ya lepas, habis itu pake lagi."

"Sakit jiwa."

"Sakit jiwa karena lo." Ravian mendecak. "Udah empat tahun gue sakit. Tambah parah aja."

Aelira tertawa. "Ck, dasar Vano gila."

Dan Ravian—yang begitu garang terhadap seluruh dunia—hanya tersenyum kecil melihat tawa Aelira. Tangannya meraih jari-jari Aelira di atas meja, menggenggamnya erat.

"Empat tahun lagi lo masih di sini, ya?" katanya pelan—hampir seperti bisikan.

Aelira membalas genggaman tangannya. "Masih. Pegang terus."

Ravian mendengus, tapi jarinya mengunci erat jari Aelira. Tidak melepaskannya sampai mereka selesai makan.

"Jangan lepas," katanya.

"Nggak akan lepas, Van."

Dan di rooftop gedung tua yang sunyi itu—di bawah lampu gantung yang berkilau—Ravian merasa untuk pertama kalinya dalam empat tahun, semuanya terasa sempurna.

Karena Aelira ada di depannya. Tersenyum. Memakai kalung pemberiannya. Dan menggenggam balik tangannya.

Apa lagi yang bisa diminta sama dunia?

1
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Alia Chans: Thanks kk for support nya 👈😉
total 1 replies
SANG
Sampai tamat💪👍
Alia Chans: Bismillah
total 1 replies
SANG
Semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
Lanjutkan terus💪👍
mary dice
serem banget😱jantung ikut berdegup lebih kencang😮lanjut thor😍
Alia Chans: Thanks, dilanjut kok kk👈😉
total 1 replies
🌹Widian,🧕🧕🌹
mampir nih
Alia Chans: Thanks👈😉
total 1 replies
Alia Chans
makasih kak🤭
Salma.Z
semangatttt...
SANG
Like iklan plus komen👍💪
SANG
Asik banget👍💪
SANG
Ceritanya keren👍💪
SANG
Mampir thor👍💪
Dindinn
keren kak lanjut
Alia Chans: thanks, bakal dilanjut kok🤭☝
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
Ntaaa___
Jangan lupa mampir juga ya kak😇
Alia Chans: oke kk
total 1 replies
Ntaaa___
Menarik sekali😇😍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduhhhh parahhhh nih kasian Aelira padahal dia pakai jaket kaka kelasnya buat nutupin bajunya yang basah jadinya salah paham ini
Alia Chans: wk" namanya juga cowok mana mau dengerin penjelasan cewek kk🙄
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Vergan ini terlalu posesif ihhhh ngerinya😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampir kesini Thor
anggita
novel baru👌moga lancar.
Avocado Juice 🥑🥑: Semangat nulisnya kak /Smile//Ok/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!