NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:966
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09 [ Pernikahan Gantara dan Nayla ]

Pagi hari matahari sudah nampak menyinari bumi, cahaya terang telah masuk lewat celah-celah jendela, sosok gadis cantik itu masih tertidur pulas hanya beralas lantai, ia meringkuk sambil memeluk tubuhnya yang malang itu.

Lalu tiba-tiba datangnya langkah kaki sontak membangunkannya sesaat seember air telah menyambut wajahnya hingga menjadi basah kuyup, ditarik paksa pergelangan tangannya, gadis itu masih kebingungan apa yang sebenarnya terjadi.

"Gantikan pakaiannya sekaligus rias secantik mungkin." Perintah Adrian pada dua asisten rumah tangganya, keduanya mengangguk dan memahami sedangkan Cantika masih kebingungan apa maksudnya Lelaki itu menyuruhnya untuk berpakaian rapi.

Satu jam kemudian persiapan telah terlaksana. Adrian mengenakan jas hitam dan setelah putih yang mewah, sedangkan Cantika berbalut gaun putih mewah dan make'up yang tidak begitu mencolok.

Bahkan wajahnya kini sama cantiknya seperti nama yang ia miliki, terlihat keduanya cukup serasi berdampingan di acara pernikahan yang akan terselenggara.

Namun biarpun berbalut gaun mewah, dan berada dalam satu mobil tak menyudutkan Cantika jika isi hatinya dipenuhi dengan kegundahan dan ke ingin tahuannya kemana dan dimana Lelaki yang baru sehari menjadi suaminya ini akan membawanya pergi.

"Kita akan kemana? Sedari tadi aku bertanya kenapa kamu hanya diam?"

Raut wajah Adrian berubah menegang, hanya melirik sekali tak usah dijelaskan Cantika sudah tau artinya.

Tak ada jawaban dari pertanyaan yang ia layangkan, sesuai memasuki wilayah yang cukup dekat, pandangan Cantika tertuju fokus pada lokasi yang semakin dekat dan ia menemukan jawabannya jika arahnya hampir akan menuju ke kediaman orang tuanya.

"Ini kenapa arahnya menuju kearah rumah Papa? Kamu akan membawaku kemana?"

Lagi-lagi tak ada balasan, jantung Cantika seketika berdetak cukup kenyang ia tau jika benar jawabannya adalah menuju arah kediamannya sendiri, namun ada urusan dan tujuan apa ia membawanya kesini itu masih jadi tanda tanya.

Setibanya dikediaman yang mewah, terhias pernak-pernik layaknya akan ada pernikahan mewah semakin membuat jantungnya tak berhenti berdetak.

Keduanya tak disambut keluarga lantaran diluar hanya ada beberapa orang yang menjadi tamu undangan, namun benak pikiran Cantika menjalar pada saudara tirinya akankah hari ini akan diadakan pesta pernikahannya, namun yang membuatnya bertanya-tanya dengan siapa ia akan menikah sadar selama ini ia tak mengenal dekat siapa lelaki yang dekat dengan saudara tirinya itu.

Tanpa aba-aba Adrian mengarahkan tangan Cantika agar seolah mengandeng tangannya, Cantika tak menyangkal ia hanya pasrah, keduanya memasuki kediaman setelah Adrian menyerahkan undangan VVIP yang tak mudah diperoleh tamu.

Hatinya masih banyak pikiran yang mengitari isi otaknya dengan siapa Nayla akan melangsungkan pernikahan. Keduanya masuk bergandengan tangan layaknya sepasang suami-istri yang begitu cocok tanpa adanya kekurangan sedikitpun.

Deg

Jantung Cantika seperti dipukul secara memb4bi buta, mulutnya bahkan tak mampu mengatakan sepatah katapun ketika melihat dengan kedua matanya sendiri seseorang yang begitu sangat ia cintai.

Seseorang yang dulunya pernah ia mimpikan akan menjadi sosok Ayah dari anak-anaknya... siapa sangka hari ini telah melangsungkan pernikahan dengan Wanita lain yang bukan dirinya.

Bahkan yang lebih menyakitkan seseorang yang akan menjadi pendampingnya yang tak lain Wanita yang menjadi dalang atas kehancurannya.

Air mata Cantika mengalir dengan sendirinya, ia tak mampu untuk menghentikan, hatinya hancur lebur mimpi-mimpi itu telah sirna dalam sekejap kini tinggal bayang-bayang yang tak akan mampu untuk ia sentuh.

"Tidak terbayangkan seberapa sakitnya melihat orang yang paling kita sayangi menikah dengan Wanita lain? Apakah hatimu masih sanggup untuk melihat calon pengantin yang begitu sangat cocok itu?"

Adrian yang sengaja ingin menghancurkan hati Cantika, ia tau kelemahan Cantika ada pada Lelaki itu, dan sekarang pun berhasil, ia pula puas dengan hasilnya.

"Sedari awal kamu tau kan kalau mereka akan menikah? Kamu juga tau kan kalau Gantara itu kekasihku?"gumamnya sambil mengepalkan tangannya.

"Jika iya, kamu akan berbuat apa?"

Tak sanggup lagi Cantika akan pergi, tapi dengan sigap Adrian meraih pergelangan tangan sang istri dan mencegahnya.

"Kenapa buru-buru sayang kita bahkan belum memberikan selamat untuk mereka?"

"Aku tidak sanggup! Aku ingin pergi."

Berusaha Cantika keluar dari situasi ini tapi lagi-lagi Adrian mencegahnya, Adrian menggenggam erat tangan sang istri, Cantika menahan hatinya ia pasti bisa, ia pasti kuat bisa menyembunyikan kehancurannya.

Keduanya perjalanan menuju arah mempelai yang sudah dalam tahap para tamu memberikan selamat, langkah lemah Cantika seakan-akan tak sanggup untuk menghampiri calon mempelai, tapi Cantika berusaha kuat.

Keempat pasang mata bertemu, tangan Gantara mengepal, belum lagi melihat orang yang paling ia cintai bergandengan tangan dengan laki-laki, lain hatinya pula ikut terluka, namun ia berusaha untuk profesional dalam proses pernikahannya yang masih berlangsung.

"Selamat, kita doakan pernikahan kalian akan diberkahi dan dikaruniai banyak anak yang begitu menggemaskan, selamat."

Adrian memberikan selamat kepada keduanya, genggaman tangan antara Adrian dan Gantara memiliki tanda tanya, belum lagi tatapan mereka menyatu dengan tatapan tajamnya, lalu Gantara merubah ekspresinya dan berpura-pura membalas senyuman.

"Terima kasih, kita senang atas kehadiran kalian, dan untuk kamu Cantika kamu tidak apa-apa kan? Maaf sebelumnya kita belum memberimu kabar kita akan menikah, maaf pula aku telah merebut kekasihmu... maaf."

Nayla turut bersuara, ia memandang Cantika, ia pula melihat kepalan tangan Cantika yang menunjukkan jika dirinya mungkin berusaha tegar.

"Tidak masalah kalian cocok dan aku ikut mendoakan semoga pernikahan kalian bisa bahagia dan dikaruniai banyak anak, setiap takdir tidak ada yang bisa menebak, biarpun suamimu adalah mantan kekasihku aku tidak masalah, aku ikhlas."

Cantika membalasnya dengan senyuman, biarpun hatinya hancur ia tak bodoh akan tertipu dengan kebusukan Nayla.

"Terima kasih, aku tidak tau harus berkata dan membalas kebaikan kamu dengan cara apalagi. Aku tau hubungan kalian dulu sangatlah dekat, kalian sama-sama saling mencintai tapi takdir malah memutus hubungan kalian dengan sepihak,"ujar Adrian dengan menghela nafasnya.

"Aku cukup senang dengan ungkapan selamat yang kalian berikan, dan untukmu Cantika, sebelumnya ada sesuatu ingin aku bicarakan dan ingin aku bahas, tidak masalah kan kalau aku ijin membawamu pergi untuk berbicara hanya empat mata? Suami ini juga tidak akan melarang kan?"ijin Gantara pada Adrian, lirikan mereka Adrian hanya mengangguk memberinya ijin.

"Bicaralah kalian dulu sepasang kekasih, sebelumnya kalian tak memiliki waktu untuk menyelesaikan dan mungkin ini waktu yang tepat, aku memberimu ijin."

"Sayang aku ijin,"ucapnya pada Nayla.

"Baiklah aku juga mengijinkan."

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!