_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mini concert
Larut malam setelah hangout bersama louis, willy, dan kedua adik kelasnya.
Galih masih terjaga karena tengah mengerjakan tugas musiknya, ia sangat menyukai dunia musik, pandai memainkan gitar dipadu dengan suaranya yang merdu menjadikannya tampak seperti calon Idol.
Namun melihat ke depan balkon kamarnya, galih pun melangkah keluar kamar menuju balkon. Pandangannya menoleh pada rumah di sampingnya lalu ia bersedih malas.
" Pantes kayak ga asing, ternyata orang samping."
" Awas aja kalo sampe anjingnya berulah lagi." Peringatnya bergumam.
Galih masih kesal dengan si anjing, ya.. meskipun dia sudah memaafkan anjing itu, ia hanya merasa sakit saat trauma masa kecil tentang anjingnya dulu terulang waktu itu.
Kembali masuk ke dalam kamar, galih menengok pada jam dinding yang sudah menunjukkan angka 2 pagi, sudah saatnya ia beristirahat agar besok tidak kesiangan.
Membaringkan tubuh di ranjang, seperti orang pada umumnya yang tak luput dari scroll sosmed sebelum tidur, galih pun membuka instagram nya.
Mendapat banyak di tiap jam nya membuat galih menggeleng keheranan.
" Dasar cewek, main keroyokan pada follow semua, kepo banget apa gimana, hah?" Tanyanya bingung.
Semenjak MPLS galih semakin banyak pengikut dari adik-adik kelasnya, namun kali ini ada satu akun yang membuatnya tak asing, ya.. akun gadis remaja itu ternyata di privat setelah galih mengunjungi profilnya.
" Akun ayya? Ngapain tuh anak follow IG ku juga?"
Galih pun semakin penasaran saat tak bisa melihat profil ayya lebih dalam, masak harus follback? Galih bukan tipe orang yang suka follow orang selain teman dekatnya.
" Ngapain di privat coba? Siapa juga yang mau stalk akun dia, cewe aneh."
Masih terdiam dengan pandangan pada layar ponselnya, akun ayya masih belum ia tinggal.
" Serah lah.. mayan nambah followers." Ucap Galih seraya mematikan ponselnya untuk lanjut tidur.
_
Senin paginya-
Upacara hari senin tengah berlangsung, seperti rutinitas tiap minggu dengan pemimpin dan pembina upacara yang berbeda-beda.
Namun kali ini ada yang sedikit berbeda saat pak kepala sekolah baru saja mengumumkan prestasi Olimpiade fisika-kimia yang sudah berhasil menjuarai tingkat provinsi.
" Kami ucapkan selamat atas terpilihnya nak Galih dan tim yang sudah membawa juara satu Olimpiade tingkat provinsi, saya pak Vincent mewakili semua guru dan siswa-siswi SMA nusa anugerah untuk memberi penghargaan secara langsung pada nak Galih dan tim nya."
Whoah?!
Pengumuman yang cukup mengesankan bagi semua warga sekolah, namun sangat mengejutkan bagi ayya yang tak menyangka jika sabtu kemarin Galih masih berjuang mengikuti Olimpiade mewakili sekolah.
" J-jadi sebelum nongki sama kita kak Galih udah berjuang wakilin sekolah?" Tanya ayya tertegun.
Kania di barisan kelas tepat samping ayya pun mengangguk dan berucap.
" Ga ngetawain banget yak, kayak let it go apa yang udah berlalu.. Kalo gue sih bakalan stress banget, takut gagal.."
Ayya menganggu setuju. " Mana pake acara main gitar pula."
" Yeah, of course dengan aku yang iringin nyanyinya.. Ahhhh! gemes ayy, ga nyangka bisa se close itu kita kemarin malem.." Ucap Kania gemas.
Ayya pun terkekeh. " Berasa MC kita mah, hahaha.."
" Ah elu mah, MC lagi MC lagi.. Tapi emang iya sih, siapa coba anak baru kenal ketos udah nongki bareng, bahkan sampe kolab nyanyi.. Huhu, louis emang membawa privilege banget!"
" Berterimakasihlah padanya, Kania.. Hihi.." Ayya menahan senyumnya.
Melihat di depan lapangan dimana Galih mewakili tim nya untuk mengambil penghargaan dari kepala sekolah.
" Wah, perfect banget gila, ada ya orang se prefect kak galih." gumam ayya.
Kania pun tergelak lirih. " Nyangka gak lo kalo dia ternyata se pinter itu, mo nangis bejir. makin sulit digapai inimah.."
Hahah, ayya langsung menyikut Kania.
" Loh, bukannya ada louis yang bisa kita andelin ya?" Goda ayya cengengesan.
Kania pun menatap ayya curiga. " Kita? Kita? Lo juga ngincer kak Galih nih? wah.. Kita saingan nih jadinya ya???"
Ahh! tidak-tidak! Ayya langsung menggeleng cepat dan klarif tentang ketidak niatannya pada galih.
" Oh, just crush nih ceritanya.." Kania berkesimpulan.
" Crush nya cuma kayak di novel gitu, soalnya aku liat-liat dari awal emang kak Galih nih spek ketos di novel-novel yang aku baca."
" Dih? si kutu buku mah apa-apa dikaitin sama novel mulu, sekali-kali deketin MC biar ngerasain gimana enaknya jatuh cinta.. Lo pernah jatuh cinta sebelumnya, gak?"
Ayya terdiam, " Just a little falling love, ga sampe jadian. karena ga suka aja."
" Bukan karena ekspektasi mu yang tinggi kan?" Ciri kania, membuat ayya tersipu malu.
" Ga nemu yang cocok aja sih, hehe.. Kalo cocok mah, gass!" Ucap ayya antusias.
Kania pun tersenyjm smirk, melirik ayya bak evil dan tak percaya akan ucapannya.
_
Siang harinya, jamkos karena para guru tengah melangsungkan rapat di kantor diknas pusat, hingga mempersilahkan Galih sebagai ketos untuk memberi hiburan untuk merayakan kejuaraan tim nya.
Semangat sekali antusias para murid di sekolah, kapan lagi coba jamkos ngadain konser dadakan begini? mana langsung dibawakan oleh ketos mereka yang sudah terkenal akan karya-karya nya di medsos.
Semua siswi pun berlarian menempati posisi depan panggung aula seni, namun sayang posisi paling depan sudah di dominasi oleh para kakak kelas hits, cewek-cewek cantik, sirkel hits sekolah.
Terpaksa ayya mundur beberapa langkah, sedangkan Kania menggerutu kesal dengan tingkah kakak kelasnya yang bar-bar, seperti zombie!
" Ga apa ya ayy, kita jauh dari depan?" Tanya Kania memastikan.
Ayya pun tergelak. " Harusnya aku yang tanya begitu, kamu kan selalu excited kalo ada pertunjukan."
Hemm, Kania tersenyum malu, tak dapat mengelak karena benar faktanya, hihi.
Selang tak berapa lama kemudian musik band pun dimulai, intro lagu yang drop beat membuat semangat penonton meningkat.
" Hemm, not bad lah.." Ucap ayya sembari mengangguk-angguk kecil.
Tak ada sahutan dari Kania, ayya pun terkesiap melihat temannya itu sudah menggila, jika dilihat dari tingkah Kania sekarang ayya sudah bisa menebak jika dia sudah tak asing dengan dugem.
Ayya pun menggedik acuh dan kembali menikmati alunan drop beat yang dipenuhi rap oleh willy.
Begitu lagu hampir usai, tak berhenti begitu saja karena musik kedua langsung menimpa hingga perbedaan genre musik berubah menjadi slow and pop.
Sangat easy listening, dan penonton sudah histeris saat Galih memasuki pentas dan menyapa semuanya.
Ayya dan Kania pun turut berteriak menanggapi sambutan Galih.
" Kak Galih bener-bener ga bisa ditebak, ternyata dia sekeren itu!" seru Kania kegirangan.
Sedangkan ayya kini mengangkat ponselnya sedikit lebih tinggi untuk mengambil foto Galih yang mulai bernyanyi.
Hmm.. Suaranya lembut dan sedikit serak, sungguh mampu meredam situasi yang tadinya chaos menjadi tenang dan nyaman.
Namun ayya terdiam saat itu juga.
" Kayak ga asing sama lagunya deh.." Gumamnya.
" Ah, iya ini kan potongan lagu yang sempat viral beberapa bulan yang lalu."
" Eh! jangan bilang kalo lagu ini lagunya kak galih?"
Ayya mengerjap tak percaya, terlebih saat tak sengaja menangkap pandangan galih yang tak berhenti melempar senyum di setiap nyanyiannya.
Ckrek.. Ckrek..
Ayya tak ingin melewatkan moment ini, kapan lagi ia bisa bebas mengambil foto Galih secara langsung?
Tak butuh waktu lama, begitu konser dadakan itu usai ayya langsung membuat insta story di akunnya.
_