Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 26. Penawaran Joe
Maura menatap dalam manik hitam kelam milik Joe, tatapannya itu seolah sedang mengintrogasi Joe membuat pria itu menjadi salah tingkah.
"Ada apa?"tanya Joe karena merasa risih di tatap seperti itu.
Bukannya menjawab pertanyaan Joe, Maura justru meraih gelas yang ada di meja Bosnya itu. Lalu
"Keluar..!! Pekiknya sambil memercikkan air ke wajah Joe dan mulutnya komat kamit tidak jelas. Saat ini Maura berpikir jika bos nya sedang ketempelan makhluk halus.
"Keluar dari tubuh Pak Joe sekarang juga!! Kamu mau apa? Ini tubuh masalah nya sudah banyak,jangan kamu tambahin lagi!! Ayo keluar sekarang.."
"Maura, stop!! Kamu apa apan sih?"
Sebisa mungkin Joe menghindari percikan air dari Maura, tapi semakin ia menghindar justru Maura semakin mengejarnya.
"Kamu yang apa-apaan sampe berani masuk kedalam tubuh orang? Ada dendam apa kamu sama Pak Joe!! Keluar sekarang atau aku bacakan ayat kursi!!" ancam Maura.
"Astaga!! Maura ini saya, Joe.. Bos kamu!! Aku lagi ngga ketempelan roh halus atau apa pun.."
Maura yang hendak mengangkat tangannya ke atas, akhirnya ia urungkan. Ia menatap ke arah bosnya dengan tatapan polosnya, membuat Joe rasanya ingin mencakar wajah gadis yang ada di hadapannya.
"Kamu jenis setan apa sih? Kok susah banget buat keluar dari tubuh itu!!"
""Yaa Tuhan, Maura ini aku Joe!! Dan aku sama sekali lagi gak ketempelan atau kesurupan setan apa pun.." terang Joe sambil meraih tisu dan membersihkan kemejanya yang kena percikan air tadi.
"Bapak serius?" tanya Maura sekedar memastikan.
"Iya, memang kamu pikir apa? Saya benar-benar bos mu!!"
"Tapi tadi kenapa tiba-tiba Bos ngajak saya nikah? Kayaknya itu imposible banget, secara seorang Joe itu sangat tidak suka dengan saya!! Pasti ada udang di balik terigu neeh.."
Mendengar tudingan sekretarisnya, Joe berjalan ke arah kursinya sambil terkekeh geli. Dia pun duduk kembali di kursi kebesarannya sambil menopang dagu menatap Maura.
"Saya kali ini serius ingin mengajak kamu menikah.."
Maura semakin menatapnya heran.
"Bos jangan macam - macam!! To the point aja!! Saya sama sekali tidak percaya bos mengajak saya menikah!!"
Kali ini Joe semakin tertawa geli, wanita di hadapannya begitu sangat cepat bisa mengambil kesimpulan sendiri. Memang tak bisa di pungkiri, jika ada alasan tersendiri kenapa ia mau mengajak Maura menikah.
"Benar kali ini, aku ingin mengajak mu bekerja sama lagi...tapi kali ini dalam bentuk pernikahan!! Tapi bukan sebuah pernikahan sesungguhnya..hanya pura-pura saja!!
Mendengar penuturan Joe barusan membuat alis Maura bertautan, sepertinya akan ada yang kurang beres lagi. Mendengar dari perkataan Joe saja ia bisa menangkap sesuatu.
"Maksudnya kita nikah pura-pura gitu?"
Joe menatap heran pada sekretarisnya yang pura - pura tidak tahu atau memang yang pura-pura polos. Atau memang otaknya yang kurang? Sampai tidak paham kalimat tadi.
"Bukan nikah tapi kita ngepet bareng!!"
"Wuih ide bagus tuh Bos!! Bapak yang keliling, saya yang jaga lilin.. Kalau Bos ketangkep warga, saya tinggal tiup lilinnya, gimana? Keren kan."
Joe dalam hati mengumpat habis-habisan gadis yang ada di hadapannya. Sampai ia menghela napas lalu membuang kasar, sungguh wanita nya tidak bisa di ajak serius.
"Maura!! Saya serius mau mengajakmu menikah.."seru Joe yang tenaga mulai terkuras menghadapi wanita di hadapannya ini.
"Ihh.. Bos becandanya keseriusan banget ini!! Sampe ngebet pengen nikahin saya.."penuturan yang cukup konyol keluar dari mulut Maura.
Joe menatap jengah pada sekretarisnya itu, emosinya benar - benar sedang di uji oleh Maura.
"Maura bisa serius!! Dengarkan dulu permintaan saya.. Please jangan bercanda terus.."
"Iya..iya, yaudah cepat katakan.."
Joe menarik napas panjang lagi, lalu menghembuskannya perlahan. Kali ini ia menatap manik hazel itu dengan serius.
"Kamu masih ingatkan, kalau usia saya berumur 30 tahun.. Saya belum menikah juga, perusahaan saya akan di ambil alih oleh orang tua saya!!"
"Iya, aku ingat.."
"Apa kamu ingat ucapan saya ke Mommy, kalau saya akan mempertimbangkan perihal pernikahan ini."
"Iya, aku tahu.."jawab Maura dengan menganggukan kepala paham.
"Jadi saya tidak mau mengecewakan Mommy, dia sudah berharap banyak!! Ia ingin memiliki menantu seperti mu.. Jadi, apakah kamu mau menikah denganku?"
"Oh, jadi karena itu aja!!" sahut Maura yang mulai kesal dengan penuturan Joe yang berputar disitu saja.
Joe mengangguk tegas, namun ia merasa gemas dan ingin rasa nya mencakar wanita di hadapannya itu. Bisa - bisa nya Maura hanya berkata cuma, ia tidak tahu saja perjuangan nya mendirikan perusahaan ini. Dengan susah payah ia membangunnya, dan sekarang harus di ambil begitu saja.
Namun, Joe langsung tersadar. Bagaimana pun ia sangat membutuhkan wanita ini, jadi untuk saat ini ia sebisa mungkin menahan emosinya.
"Iya, jadi ini alasan saya mau mengajakmu menikah!! Kamu mau kan?" mohon Joe.
"Oh tentu tidak, Bos!!" tolak Maura dengan tegasnya.
"Please jangan tolak tawaran saya!! Tawaran ini sangat menguntungkan mu, karena saya tau kamu ngga akan mau di ajak nikah dengan cuma-cuma.."
"oleh karena itu saya ingin mengajak mu bekerjasama..jadi kita menikah tanpa harus melakukan apa yang dilakukan suami istri pada umumnya!! Kita ngga perlu melakukan hubungan badan, jadi pas berpisah nanti.. Kamu tetap masih virgin.."
"Maksud Bos gimana sih?"tetiba otak Maura menjadi lemot.
"Pernikahan kita cuma sandiwara saja!! Tenang saja, kamu bakalan dapat keuntungan yang lebih banyak dari hasil pernikahan sandiwara ini.."
"Keuntungan?" beo Maura, otaknya langsung berfungsi dengan baik ketika mendengar kata keuntungan.
Joe mengangguk tegas.
"Keuntungan macam apa yang akan saya dapatkan?"
"Satu, nama kamu akan cukup terkenal setelah menikah denganku, dan perusahaan ini akan semakin booming ketika mendengar pernikahan kita.. Aku yakin akan banyak perusahaan lain yang mau bekerjasama dengan kita!! Selain itu aku akan memberikan seperempat keuntungan ini dan juga harta yang aku miliki..dan yang terakhir akan aku kabulkan semua permintaan mu!! Apa pun itu.." terang Joe.
"Ingat, Maura!! Saya akan memberikan keuntungan dan juga seperempat harta yang aku miliki saat ini.. Setelah di pikir-pikir sebenarnya sangat rugi memberikan ini semua pada mu!! Tapi aku tidak mempermasalahkannya karena semua ini demi orang tua ku.."
Kali ini Maura terbungkam, mendengarkan penuturan pria itu membuatnya harus berpikir untuk mempertimbangkannya. Memang benar tawaran Bosnya sangat menggiurkan, membayangkan ia akan mendapat seperempat harta dan juga keuntungan dari perusahaan ini. Lagi pula jika pernikahan berakhir, ia masih tetap perawan.
"Tapi maaf, sayang nya.. Saya tidak tertarik!!"