black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
black hole raja pembunuh
Uhuk.....uhuk....
Batuk dari seorang pria tua yang terbaring di tempat tidur kecil, sepertinya dia sakit begitu parah, namanya black hole sang legenda pembunuh.
Sejak penyakit di tubuhnya mulai berdampak black hole mengasingkan diri dan menghilang dari dunia kelam itu, penyakitnya sudah tidak memungkinkan dirinya untuk menerima misi misi pembunuhan.
" sudah 5 tahun aku tersiksa seperti ini, apa ini semua balasan atas dosa dosa yang sudah aku lakukan."
" jika kelak ada kehidupan lagi setelah ini aku akan menjadi seorang yang lebih baik, aku bersumpah tidak akan membunuh lagi jika itu bukan karena terpaksa."
Jeduaaaaaa.......... Sambaran kilat seperti sedang menyakralkan sumpah dari seorang pembunuh, alam juga sepertinya juga sudah siap mengantar kepergian sang legenda pembunuh itu.
...----------------...
Di kota kecil ada RUSUN yang di tempati oleh sepasang suami istri dan anaknya, sayang sejak sepuluh tahun terakhir sang suami mulai berubah, dia suka mabuk-mabukan, judi, dan berhutang sana sini.
Seperti hari ini di dalam rumahnya orang itu sedang di pukuli oleh sekelompok penagih hutang.
" kak yoga beri aku waktu 2 hari lagi aku akan membayar hutang ku....."
" Wira aku tau kau dan aku juga sudah mengenalmu, kau saat ini sudah begitu miskin dan kau juga sudah tidak akan mampu membayar hutang mu, jadi tenggang waktu yang kau minta itu aku tidak bisa....." ucap yoga yang merupakan bos dari kelompok penagih hutang.
" kak yoga tolong tolong aku aku akan membayarnya......" ucap Wira memohon.
Di dalam kamar Ayu yang merupakan istri dari Wira dan juga Sasa yang merupakan anak dari Wira begitu ketakutan, Meraka sudah cukup menderita selama ini dan bahkan setiap saat dunia mereka hanya di penuhi ketakutan, keadaan ini bukan baru kali ini tapi sudah kerap kali terjadi, sebelumnya Ayu masih bisa membantu Wira dengan tabungannya, tapi kali ini Ayu sama sekali tak memiliki tabungan bahkan dari pagi hingga tengah hari atau masih belum makan hanya setengah roti saja yang ayu berikan pada Sasa putrinya.
" mama..... Sasa takut...." ucap gadis cantik itu.
" Sasa akan baik baik saja mama akan menjaga Sasa." ujar Ayu menenangkan putrinya jika bukan penagih hutang yang membuat takut mereka maka Wira lah yang akan membuat mereka ketakutan setiap hari.
" mama apa ayah akan baik baik saja....." ujar Sasa .
" jangan Sasa pikirkan pria jahat itu....." ujar ayu yang sudah sangat marah.
" tapi ma Sasa tidak mau tidak punya ayah....." ucap Sasa.
" Sasa masih punya mama, nanti Sasa pulang bersama mama ke rumah kakek, semua akan baik baik saja." ujar ayu.
Di luar kamar Wira sudah berantakan dia sudah memohon dan bersujud Bahakan dahinya pun sudah berdarah.
" kak.... Jika si cunguk ini tidak bisa bayar, bagai mana jika kita habisi saja, lalu kak yoga bisa bersenang-senang dengan istri cantiknya, dan kemudian setelah puas jual saja beserta anaknya, pasti untung banyak." ujar Jery yang merupakan tangan kanan Yoga.
" hahaha kamu benar, memang sejak lama aku menginginkan istri cantiknya. Baik lah habisi saja cunguk ini, aku akan bersenang-senang." ucap yoga dengan wajah jahat dan laparnya.
" kakak, boleh aku......" ucap Jery.
" hahaha kamu tenang saja, setelah aku kamu pun juga boleh bersenang senang." ucap Yoga.
" kakak jangan bunuh aku, aku akan berikan istriku untuk kak yoga ambil saja......" ucap Wira sudah putus asa.
" tidak berguna dan sampah, mengampuni hidupmu hanya akan menjadi krikil dalam hidup ku. Jery..." ucap Yoga.
Segera dengan sebuah pentungan kayu Jery menghantam kepala Wira dengan sangat keras, Wira hanya bisa menerimanya, seketika itu Wira terjatuh kelantai tubuhnya kejang dan darah mulai keluar mengalir ke lantai.
" Kak yoga silahkan pergi sampah ini biarkan kami di sini yang mengurusnya, selamat bersenang senang kak....." ujar Jery.
Yoga pun menuju kamar yang di dalamnya ada istri Wira beserta anaknya, hanya saja ketika ingin membuka pintu, rupanya pintu itu sudah di kunci dari dalam.
" adik... Menurut lah, buka pintu ini kakak akan membawamu, dan menjauhkan kamu dari suami sampahmu ini...." ucap yoga.
Ayu yang berada di dalam sangat ketakutan mendengar suara Yoga dia memeluk erat Sasa, dalam ketakutannya, pintu kamar ini merupakan pertahanan terakhir nya, jika pintu itu di tembus maka hari ini semuanya akan berakhir.
" wanita sialan jangan salahkan aku jika kasar....." ucap yoga yang sudah kesal karena pintu tak kunjung di buka.
" kak yoga biar kami dobrak saja." ucap beberapa anak buahnya.
Sssstttyy.... Suara desisan dari Wira yang tergeletak.
" rupanya cunguk ini belum mati ya, tangguh juga anak ini....." ucap Jery.
Dalam rasa sakit dan bingung, tubuh Wira mencoba untuk bangkit dengan susah payah. Telinganya masih tidak mendengar dengan baik semuanya terasa menggema matanya melihat sekitar ruangan yang setiap sisinya berdiri orang orang.
" ini di mana ya......" ucap pelan Wira berdiri dengan terhuyung.
" manusia tidak berguna....." ujar Jery dengan tinju mentahnya yang mengarah ke rahang bawah Wira.
Entah satu kebetulan karena terhuyung huyung Wira berhasil lolos dari tinju Jery.
" kalian siapa....., ini di mana....." ucap Wira masih tidak paham dengan sekitarnya apa lagi kepalanya begitu sakit dan pusing.
" seperti kamu sudah menjadi bodoh setelah di pukul ya....." ucap Jery.
Wira masih bingung di segera menyentuh bagian kepalanya yang sakit ketika di sentuh Wira merasa basah di sana dan ketika melihat di tangannya itu adalah darah, pandangannya mengecil, sekelebat ingatan muncul dalam kepalanya rangkaian pembunuhan bercampur dengan ingatan lainnya menyerangnya.
Membuat Wira setengah berlutut karena sakit di kepalanya itu.
" mati sana........" ujar Jery dengan pemukul kayu kearah kepala Wira.
merasakan bahaya tiba tiba saja Mira menghindar dengan memiringkan kepalanya sehingga pemukul dari kayu itu tidak mengenainya.
" oh berani menghindar kamu ya, akan ku buat kau mati perlahan, dasar cunguk sialan....." ucap Jery semakin kesal karena dua serangannya di hindari oleh Wira.
Wira berdiri wajahnya tertunduk tubuhnya bungkuk tangannya seperti lunglai. Dengan suara dingin kemudian Wira berucap.
" kalian pergi lah, sebelum aku marah dan membuat kalian menyesal karena sudah datang....." ucap Wira.
" hoooo kak Jery sepertinya anak ini mencoba untuk berani dan menakut nakuti." ucap salah seorang.
" woy.... Jangan ganggu mereka kalian yang di pintu....." ucap Wira menunjuk tanpa melihat. Tapi suaranya begitu menusuk seperti batu es tajam.
" Jery apa kamu begitu tidak berguna hanya mengurus sampah sepertinya kamu tidak bisa....." ucap yoga yang sangat marah.
Sedari tadi dia mendobrak pintu tapi begitu keras.
" kak yoga akan aku urus cunguk ini dengan cepat..... Kalian." ucap Jery pada yoga kemudian memberikan kode pada orang lainnya.