silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Tahun ajaran baru dimulai.Anak anak SMP yang telah lulus dan melanjutkan sekolah SMA mulai mengikuti beberapa tes di SMA atau SMK pilihan mereka.
Tante Merriam:Nit,Merylia sudah sampai Bandung?(Calling lewat VC HP)
Nita:Belum te.Ini aku udah di bandara.Lagi nunggu Batik Air tujuan Surabaya-Bandung dateng tante.
Tante Merriam:Oh ya sudah.Kalo Mery udah dateng kabarin tante ya.
Nita:Iya tante.(Mematikan Vc dari tante Merriam)
Didalam pesawat Merylia duduk bersama seorang lelaki yang membuatnya kesal.
Christian Christofer
"Hey..Aku Christian..Aku duduk disebelah kamu."Sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan
"Terus kenapa sama nama kamu?"
"Gak apa apa..kenapa tutup mata?.Takut ketinggian ya?".Meledek Merylia.
"Apa urusan kamu?".
"Pegang tangan aku biar kamu gak takut."
"Gak usah.Dasar playboy".Ngedumel gak jelas.
"Ya udah aku pake headset dengerin lagu ya".
"Ya sana."Menjawab jutek.
"Penumpang yang terhormat pesawat akan mulai take off dimohon untuk mengunakan sabuk pengaman dan duduk dikursi masing masing.Sekarang pesawat berada di ketinggian 5.000 kaki.Akan terjadi sedikit turbulasi karena pesawat menabrak awan.Mohon untuk tenang.Dan kencangkan sabuk pengaman."Pilot mengumumkan.
"Tian,Gue takut."Reflek mengengam tangan Christian.
"Apa aku bilang.Udah ku bilang gengam tangan aku.Kalau takut.Toh kita naik pesawat bisnis kan.Cuma dua kursi perseat."
"Iya iya maafin gue."
"Ok.Peluk juga gak apa apa."
"Apaan sih.Kalau gak kepaksa juga gak akan genggam tangan kamu."
"Iya iya..Ngomong ngomong siapa nama kamu?".
"Sorry ya ngerepotin.Aku Merylia.Panggil Lia."
"Sekolah dimana?"
"Aku ketrima di Santamaria1Bandung."
"Oh..Siswa baru.Aku kelas 11 di kanisius Bandung."
Penumpang yang terhormat.30 menit lagi kita akan sampai ketujuan.Mohon untuk melepaskan sabuk pengaman disaat kita mendarat.Tetap tenang dan bagi yang sedang berdiri silahkan duduk ditempat masing masing dan kencangkan sabuk pengaman anda."Pilot mengatakan melalui pengeras suara."
Dalam hitungan mundur kita akan mulai mendarat.20,19,18,17,16,15,14,10,9,8,7,6,5,4,3,2,1.Mohon maaf karena tadi telah terjadi turbulasi disaat pendaratan.Kita sudah sampai di Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung."Pramugari Valery"
Terimakasih telah mempercayakan penerbangan anda kepada kami."Saya pilot Dion dan Co pilot Andre yang bertugas pada hari ini mengucapkan terimaksih yang sebesar besarnya untuk kepercayaan penumpang mengunakan maskapai penerbangan kami."
Bagi yang berlibur selamat liburan bagi yang akan kerja selamat bekerja.Bagi yang akan menempuh pendidikan tetap semangat.Ada sedikit pantun sebelum berpisah.
Mau kemana kita berjalan
Kesana sini tetap berjalan
Mau melangkah tetap melangkah
Hati yang senang akan tetap bahagia.Sekian dan terimakasih."Saya Yovie pramugara Batik Air dan segenap rekan kerja mengucapkan terimaksih."
"Keluarnya bareng ya li."
"Gak usah.."Menolak.
"Mery..Mery..Disini."Mengacungkan jarinya.
"Kak..."Memeluk Nita.
"Tadi pesawatnya telat ya..Ngomong ngomong itu siapa?.."Melepaskan pelukannya.
"Hi..kak..Tian kak.Pacar merylia."Mengulurkan tangan.
"Apa??????Pacar maksudmu apa".Memplototi mata Tian.
"Iya sayang..."Sambil melirik nakal dan menginjak kaki Merylia
"Auhhhh..Duh,Sakit.."
"Ah,Cinta masa muda yang indah."
"Apa sih kak.Kakak kesini sama siapa?"
"Sama pacar kakak."
Ditya menunggu di parkiran Mobil.Dengan mengunakan kemeja santai sebelum berangkat rapat di kantornya.
"Yank kok lama banget aku udah khawatir kamu lama?"
"Maaf,Pesawatnya telat.Oh iya kenalin ini adek sepepupu aku.Merylia dan yang cowok ini pacarnya Christian."
"Lia..."Jutek sambil bersalaman dengan Ditya.
"Ditya."Sambil saling bersalaman.
"Tian kak."saling berkenalan.
"Aditya putra wijaya call me Ditya."
"Abang..Kayanya aku kenal abang deh.Abang temannya kak Dira kan"
"Dira?Dira siapa?"
"Dira wardana bang.Anak teknik ITB dia satu satunya pewaris PT.Petrolium Jaya."
"Oh dira.Iya itu teman aku.Kamu siapanya?"
"Aku adik angkat Kak Dira.Ini fotonya."Mengeluarkan handphone dari sakunya.
"Aku baru tau dia punya adik angkat."
"Iya bang.Aku dari kecil tinggal di Victoria Australia sampai SMP kelas 2.Kelas 3 aku pulang ke indonesia pindah ke jakarta terus papa aku minta aku lanjutin SMA di bandung sekalian mengawasi usaha baru papa.Wajar kalau kak Dira gak ngomong soal aku.Kak Dira itu sahabat kakak aku.Ci Serena.
"Serena?.Oh yang kecilnya rambutnya pirang suka pakai bandana pink itu kan?.Yang ada di foto kecilnya Dira yang dipajang dikamar dia kan."
"Iya bang."
"Kok kamu tahu aku temannya kakak kamu?"
"Kak Dira selalu send me pict.dan sebenarnya kakak aku dulu pacaran sama kak Dira.Waktu aku di Victoria Ausy bang."
"Oh..Gitu..Udah berapa lama kamu pacaran sama sepupu nita?."
"Baru 3bulan."
"Oh...kirain udah 1tahun."
Tante marriam calling.Saat itu jalanan bandung sedang macat mereka akan pergi ke daerah lembang untuk makan siang.
Tante marriam:Mery udah sampe sayang.
Nita:Sudah tante.
Tante Merriam:Titip anak tante ya.Jagain.
Nita:Iya tante
Christian:Tante saya tian pacar Merylia.(Mencomot Hp Nita)
Tante Merriam:Loh kok Mery gak pernah cerita.
Christian:Dia malu tante.
Tante Merriam:Kamu sekolah dimana?
Christian:Kanisius Bandung kok tante.
Tante Merriam:Oh ya sudah titip mery ya nak.
Christian:Iya tante.Siap.
Tante merriam mematikan telepon.Hp Nita bergetar lagi Drian menelepon Nita.
Nita:Hallo Drian gimana?
Drian:Kamu dimana?
Nita:Lagi jemput adek sepupu aku sama bang ditya.Gimana?
Drian:Oma sakit di RS santosa.Kamu bisa kesini gak?
Nita:Oma sakit(nada panik)
Drian:Dia ngigauin kamu please kamu ke sini.
Nita:Ya udah aku kesana.Titi sama lilin gimana?.
Drian:Dirumah sama bibi rewang baru aku.Cepat ya aku panik.(sambil nangis mengatakan pada Nita)
Nita:Iya aku kesana.(Menutup telepon)
"Siapa?yang telepon yank?"
:Drian bang.Kita ke RS santosa ya bang.Oma nya drian kritis."
"Ya udah ok."Memacu mobil dengan kencang.
Keramaian menyerubungi Rs.sebelum masuk ke ruang ICU Nita seperti melihat bayangan anak kecil.Dia ingin mengikuti anak itu tapi dia ingat Drian membutuhkannya.
"Nita...ta,Oma.."Drian lari menghampiri Nita sambil menangis terseduh memeluk nita.
:Sudahlah,Oma pasti sembuh..Kamu jangan menangis."Nita berusaha menenangkan Drian.
Dokter keluar dari ICU.
"Siapa keluarga dari Mrs.Maria?"
"Saya dok.Saya cucunya."sambil mengancungakan jari tinggi tinggi.
"Boleh ke ruangan sebentar?"
"Baik dok.Nit kamu ikut ya."Sambil menarik pergelangan tangan Nita kencang kencang.
"Drian sakit jangan kencang kencang."
"Sorry,Aku panik.."
"Mari mba dan mas silahkan duduk".
"Baik dok.Gimana keadaan oma saya?"
"Untuk sementara masih belum stabil.Kalian harus bersiap kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi."
"Maksud dokter apa?..Oma kritis?"
"Maaf sekali lagi kami akan berusaha sekuat tenaga menstabilkan kondisi nenek mas."
"Lakukan yang terbaik dok.."
"Saya usahakan semaksimal mungkin."
Didalam ruangan drian menangis terseduh sambil memeluk erat erat Nita.
"Please jangan jauh jauh dari aku..Aku takut sendirian."
"Iya.udah jangan nangis".Menepuk nepuk punggung Drian.
Hp Nita bergetar ada chat dari Ditya.
Ditya:Sayang aku pulang ya aku anterin lia sama tian.Kamu temanin Drian ya..Kasihan dia.
Nita:Iya bang makasih ya hati hatu di jalan.
Ditya:Iya.love you♡♡♡♡
Nita:you too..
Ditya pulang dan mengantarkan sepupu lia serta tian ke rumahnya.Malam itu Drian dan Nita berdua menjaga Oma di ruang ICU.
"Kamu tidur aja ian.Aku yang temani oma sambil duduk."
"Aku ajah..kasian kamu capek nanti."
"Gak apa apa kok.soalnya aku tahu kamu pasti capek seharian nangis sampai bengkak matanya."
"Oma ini Nita."Menitihkan air mata.
"Drian kamu tidur aja.Aku yang jagain oma."
"Makasih ya."
"Iya."
Drian tertidur disofa dengan lelap kemudian Nita menyelimutinya dengan selimut yang ada disitu.Rasa kantukpun melanda Nita.Nita tertidur sambil memegang tangan oma.
"aku sayang kamu Nit.Andai aku bisa bilang langsung ke kamu kalau aku sayang kamu."sambil mengecup kening Nita dan membelai rambutnya yang hitam panjang terurai.
"Drian..Drian.."Suara lirih terdengar dari bibir oma.
Drian berlari ke ruang dokter jaga.
"Dokter..dok..Oma siuman.."Membangunkan dokter jaga.
Dokter yang terbangun langsung menuju ruangan disitu nita sudah terbangun karena Oma berteriak memanggil Drian.
"Oma..ini nita oma..".Mengengam tangan oma.
"Driannnnn..Driannn"
"Perkembangan yang bagus Oma sudah melewati masa kritis dan 3hari kedepan dapat dipindah ke ruang rawat inap."
Drian dan Nita bersama sama berkata."Syukurlah dok."
"Oma sembuh ya.Drian gak mau kehilangan oma."Menaruh tangan oma dipipinya.
"Iya.."sambil mengangguk dan berbicara lirih.
"Nit kamu pulang aja.Kasian kamu capek."
"Gak drian.Aku mau temanin kamu sama oma."
"Ya sudah,Kamu tidur ya disofa aku yang dikursi."
"Gak apa apa nih dri?"
"Gak apa apa kok."
Drian dan Nita melewati malam di ICU yang sepi,senyap dan hanya terdengar suara mesin pacu jantung oma.Beberapa minggu kemudian kesehatan oma berangsur membaik dan oma diijinkan pulang ke rumah.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*