NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Katak di Dalam Sumur

​Kedatangan Patriark Keluarga Wang, Wang Teng, beserta rombongannya seketika mengubah atmosfer di alun-alun utama Keluarga Lin. Para anggota keluarga yang masih terkejut oleh kekuatan Lin Chen kini mengalihkan perhatian mereka pada ancaman eksternal yang tiba-tiba muncul.

​Wang Teng berjalan dengan dada membusung, memancarkan aura Ranah Kondensasi Qi Tingkat 8 yang membuat udara di sekitarnya terasa menekan. Di belakangnya, Wang Xue'er melangkah dengan anggun. Gadis berusia enam belas tahun itu memang memiliki kecantikan yang luar biasa. Kulitnya seputih salju, dan matanya memancarkan rasa percaya diri yang tinggi, sekaligus keangkuhan yang dingin. Ia bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah kerumunan, seolah-olah semua orang di sana tidak setara dengannya.

​"Wang Teng, apa maksud kedatanganmu menerobos masuk ke kediaman Keluarga Lin tanpa undangan?" Patriark Lin Zhentian melangkah maju, wajahnya menggelap. Sebagai sesama penguasa kota, tindakan ini adalah sebuah penghinaan terbuka.

​Wang Teng tertawa basa-basi, meski matanya memancarkan kelicikan. "Zhentian, saudaraku. Jangan marah dulu. Seperti yang kukatakan, aku membawa kabar baik. Sebulan lagi, putriku Xue'er akan dijemput oleh utusan dari Akademi Bintang Jatuh. Ia telah diterima sebagai murid jalur khusus karena telah mencapai Ranah Kondensasi Qi Tingkat 6 di usianya yang baru enam belas tahun!"

​Hiss!

​Terdengar suara helaan napas panjang dari seluruh penjuru alun-alun. Tingkat 6 di usia enam belas tahun! Ditambah lagi, diterima di Akademi Bintang Jatuh, institusi kultivasi paling bergengsi di Kerajaan Api Biru. Masa depan Wang Xue'er sudah dipastikan akan melesat menembus langit.

​Lin Zhentian mengernyitkan dahi. "Selamat untuk putrimu. Lalu, apa hubungannya dengan Keluarga Lin?"

​Senyum di wajah Wang Teng memudar, digantikan oleh ekspresi serius dan merendahkan. "Tentu saja ada hubungannya. Belasan tahun yang lalu, ayahmu dan ayahku yang sedang mabuk membuat kesepakatan konyol untuk menjodohkan Xue'er dengan salah satu cucumu, Lin Chen."

​Wang Teng menunjuk ke arah Lin Chen yang masih berdiri santai di atas arena batu.

​"Zhentian, kau harus realistis. Putriku adalah seekor naga muda yang akan mengarungi lautan awan, sementara Lin Chen... seluruh kota tahu bahwa dia terlahir dengan meridian cacat. Meskipun aku tidak tahu trik apa yang baru saja dia gunakan untuk memenangkan pertarungan di arena ini, seekor katak di dasar sumur tidak akan pernah pantas bersanding dengan angsa putih dari langit."

​"Oleh karena itu," Wang Teng mengeluarkan sebuah gulungan perkamen berhiaskan emas, "Hari ini aku datang untuk membatalkan pertunangan ini secara resmi."

​Wajah Lin Zhentian memerah karena marah. Di dunia kultivasi, pihak yang dibatalkan pertunangannya akan kehilangan muka dan menjadi bahan tertawaan seumur hidup. "Wang Teng! Kau terlalu lancang! Janji dua tetua terdahulu tidak bisa dibatalkan seenaknya hanya karena kau merasa lebih unggul!"

​Namun, sebelum Lin Zhentian bisa berdebat lebih jauh, sebuah tawa ringan memotong pembicaraan.

​Semua mata beralih ke atas arena. Lin Chen menatap Wang Teng dan Wang Xue'er dengan senyuman yang menyiratkan ejekan mutlak.

​"Kalian datang jauh-jauh ke mari, menerobos masuk bagai anjing liar yang kelaparan, hanya untuk membahas secarik kertas usang ini?" Suara Lin Chen begitu santai, namun setiap kata-katanya setajam belati.

​"Jaga mulutmu, Sampah!" teriak salah satu pengawal Keluarga Wang, bersiap menghunus pedang.

​Wang Xue'er mengangkat tangannya dengan anggun, menghentikan pengawalnya. Ia melangkah maju menatap Lin Chen. Matanya yang indah memancarkan tatapan kasihan dan jijik yang bercampur menjadi satu.

​"Lin Chen, aku tahu ini menyakitkan untuk harga dirimu sebagai seorang pria," ucap Wang Xue'er dengan nada tinggi yang dibuat-buat agar terdengar bijaksana. "Namun, dunia ini kejam. Kultivasi adalah segalanya. Kau dan aku berada di dua dunia yang sepenuhnya berbeda. Bahkan jika kau tiba-tiba bisa berkultivasi dan mencapai Tingkat 5, kau tetap tidak akan bisa mengejar jejak langkahku. Terima pembatalan ini, dan Keluarga Wang akan memberimu sepuluh ribu Koin Emas sebagai kompensasi. Jadilah orang awam yang kaya raya."

​Lin Chen memandang gadis di depannya dan tidak bisa menahan tawa. Di kehidupan sebelumnya, wanita yang pernah mendampinginya adalah Dewi Teratai Salju yang menguasai ribuan galaksi. Wang Xue'er di matanya bahkan tidak lebih dari debu di bawah sol sepatunya.

​"Dua dunia yang berbeda? Kau benar tentang satu hal itu." Lin Chen mengangguk perlahan. "Tapi posisi kita terbalik. Kau hanyalah setetes air keruh, sementara aku adalah lautan tanpa batas."

​Lin Chen melompat turun dari arena. Ia berjalan menuju meja pendaftaran di pinggir alun-alun, mengambil sebatang kuas dan selembar kertas putih. Dengan gerakan tangan yang gesit dan bertenaga, ia menuliskan beberapa baris kaligrafi yang memancarkan aura ketajaman pedang.

​Sret!

​Lin Chen melemparkan kertas itu ke udara. Kertas tersebut melayang dengan presisi dan mendarat tepat di depan wajah Wang Xue'er.

​Gadis itu menangkap kertas tersebut secara refleks. Matanya melebar saat membaca kalimat yang tertulis di sana dengan tinta hitam yang pekat.

​"Surat Pemutusan."

​"Dengan ini, aku, Lin Chen, menyatakan bahwa Wang Xue'er tidak layak, terlalu lemah, dan terlalu arogan untuk masuk ke dalam gerbang keluargaku. Mulai hari ini, ikatan dibuang. Aku yang mencampakkannya."

​"K-kau...!" Wajah Wang Xue'er yang biasanya dingin dan anggun kini memerah padam karena amarah dan rasa malu yang luar biasa. Tubuhnya gemetar. Dia, jenius kebanggaan Kota Daun Musim Gugur, baru saja 'dicampakkan' oleh mantan sampah di depan ratusan pasang mata!

​"Bocah kurang ajar! Beraninya kau menghina putriku!"

​Wang Teng mengaum marah. Qi Tingkat 8 miliknya meledak keluar. Ia melangkah maju dan mengangkat telapak tangannya, berniat membunuh Lin Chen di tempat.

​Wush!

​Lin Zhentian seketika muncul di depan Lin Chen, menahan tekanan Wang Teng dengan Qi Tingkat 8 miliknya sendiri. Kedua patriark itu saling bertatapan tajam, menciptakan gelombang udara yang membuat debu-debu berterbangan.

​"Wang Teng, ini adalah kediaman Keluarga Lin! Jika kau berani menyentuh sehelai rambut saja dari anggota keluargaku, aku akan memastikan tidak ada satu pun dari kalian yang keluar hidup-hidup dari gerbang ini!" ancam Lin Zhentian, matanya berkilat membunuh.

​Meskipun ia memiliki konflik internal dengan Lin Chen, sebagai Patriark, ia tidak akan membiarkan orang luar membunuh anggota keluarganya di rumahnya sendiri.

​Wang Teng menggertakkan giginya. Ia tahu bahwa berperang dengan Keluarga Lin di wilayah mereka sendiri adalah tindakan bunuh diri. Ia menarik kembali Qi-nya, lalu menatap Lin Chen dengan tatapan berbisa.

​"Bagus. Sangat bagus, Keluarga Lin," desis Wang Teng. Ia menoleh ke arah Lin Zhentian. "Bulan depan adalah Turnamen Bela Diri Kota Daun Musim Gugur. Kita lihat apakah sampah sombong ini punya nyali untuk berpartisipasi. Xue'er akan mewakili Keluarga Wang, dan di atas arena turnamen kota nanti, aturan hidup dan mati berlaku!"

​Wang Xue'er meremas 'Surat Pemutusan' itu hingga hancur menjadi debu. Ia menatap Lin Chen dengan mata berkaca-kaca karena marah. "Lin Chen, kau akan menyesali kesombonganmu hari ini. Aku akan menghancurkanmu di depan seluruh penduduk kota!"

​Lin Chen menatap kepergian rombongan Keluarga Wang dengan ekspresi datar, sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman mereka. Ia meletakkan kedua tangannya di belakang punggung.

​"Turnamen Bela Diri Kota..." gumam Lin Chen pelan, seulas senyum tipis kembali terbentuk di bibirnya. "Baiklah. Ini akan menjadi pemanasan yang bagus.

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!