NovelToon NovelToon
Bayang Koridor Di Utara

Bayang Koridor Di Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Romantis
Popularitas:855
Nilai: 5
Nama Author: nana_2

Saat pindah ke SMA Arkana, sekolah tua yang terkenal karena rumor siswa hilang dan lorong terkutuk, seorang gadis dingin bernama Naresha justru tertarik membongkar rahasia itu. Di tengah penyelidikannya, ia terjebak hubungan rumit dengan Arven — ketua OSIS yang tenang, tampan, namun menyimpan sesuatu yang menyeramkan.

Semakin dekat mereka, semakin banyak kejadian aneh terjadi. Bisikan di kamar mandi kosong, bayangan tanpa wajah, hingga siswa yang menghilang satu per satu.

Dan ternyata… sekolah itu memang menyimpan sesuatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 —Nama Evelyn

Koridor lantai satu terasa semakin dingin.

Sosok-sosok menyeramkan itu masih berdiri di ujung lorong sambil menatap Naresha tanpa berkedip.

Udara di sekitar mereka terasa berat.

Sulit bernapas.

Dan suara bisikan lirih mulai terdengar di mana-mana.

“Dia dipilih…”

“Dia bisa melihat…”

“Jangan biarkan pergi…”

Naresha menggenggam ujung hoodie-nya kuat-kuat agar tangannya tidak terlihat gemetar.

“Apa maksud mereka?” bisiknya pelan.

Arven tetap berdiri di depan Naresha.

Rahangnya menegang.

“Jangan dengerin apa pun yang mereka bilang.”

“Tapi mereka ngomongin gue!”

“Sha.”

Nada suara Arven rendah.

Tegang.

“Fokus cari jalan keluar.”

Salah satu sosok siswa tiba-tiba bergerak maju dengan langkah patah-patah.

Kakinya menyeret lantai.

Suara tulangnya terdengar retak setiap kali berjalan.

Krek…

Krek…

Naresha refleks mundur.

“Anjir…”

Arven langsung menarik tangan Naresha lalu berlari menuju koridor samping.

“Cepet!”

Mereka berlari melewati lorong gelap sambil terus mendengar suara langkah kaki mengejar di belakang.

Tok tok tok tok—

Cepat.

Tidak manusiawi.

Napas Naresha mulai memburu.

“Gue capek—”

“Sedikit lagi!”

Mereka sampai di tangga darurat belakang sekolah.

Arven buru-buru membuka pintu besi tua di sana.

Beruntung kali ini pintunya bisa terbuka.

Brak!

Mereka langsung masuk lalu Arven menutup pintu keras-keras.

Suasana mendadak sunyi.

Hanya suara napas mereka yang tersisa.

Naresha bersandar di dinding sambil memegang dadanya.

“Astaga…”

Arven berdiri di dekat pintu sambil mendengarkan sesuatu dari luar.

Beberapa detik berlalu.

Sunyi.

Tidak ada suara langkah kaki lagi.

Cowok itu akhirnya menghela napas lega pelan.

“Mereka ga bisa masuk sini.”

Naresha langsung menatapnya.

“MEREKA ITU APA SIH SEBENERNYA?!”

Suara Naresha menggema di tangga darurat.

Arven terdiam cukup lama.

Tatapannya terlihat rumit.

“Arwah.”

Jawaban singkat itu justru membuat Naresha makin emosi.

“Jangan jawab pendek doang!”

“Gue serius.”

Arven menatap lurus ke arah Naresha.

“Yang lo lihat tadi bukan manusia.”

Sunyi.

Naresha berjalan mondar-mandir sambil mengacak rambutnya frustrasi.

“Gue ga ngerti lagi.”

“Sha…”

“Mereka bilang gue dipilih. Dipilih buat apa?!”

Arven memalingkan wajah.

Dan itu membuat Naresha sadar kalau cowok itu sebenarnya tahu sesuatu.

“Lo tahu kan?”

Arven tidak langsung menjawab.

Namun beberapa detik kemudian ia berkata pelan,

“Dulu… ada seorang siswi di sekolah ini.”

Naresha diam mendengarkan.

“Namanya Evelyn.”

Deg.

Entah kenapa nama itu terasa asing tapi menyeramkan di saat yang sama.

“Dia meninggal di sekolah ini lima tahun lalu.”

Naresha menelan ludah pelan.

“Dibunuh?”

Arven mengangguk pelan.

“Katanya bunuh diri.”

“Katanya?”

“Tapi sebenernya ga sesederhana itu.”

Suasana tangga darurat terasa semakin dingin.

Lampu kecil di atas mereka berkedip pelan.

Ctek…

Ctek…

“Evelyn ditemukan meninggal di lorong lantai tiga,” lanjut Arven lirih. “Sejak saat itu… mulai banyak kejadian aneh di sekolah ini.”

Naresha langsung teringat perempuan berambut panjang yang terus muncul padanya.

“Cewek itu Evelyn?”

Arven menggeleng perlahan.

“Gue ga yakin.”

“Hah?”

“Kadang yang muncul bukan cuma dia.”

Bulu kuduk Naresha kembali meremang.

“Jadi tadi…”

“Mereka arwah siswa lain.”

Sunyi.

Naresha mendadak merasa mual.

Sekolah ini benar-benar gila.

“Kenapa mereka semua muncul sekarang?”

Tatapan Arven berubah gelap.

“Karena sesuatu mulai bangun lagi.”

Deg.

Ucapan itu membuat jantung Naresha berdetak lebih cepat.

Sebelum ia sempat bertanya lagi…

Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari balik pintu besi.

Tok.

Tok.

Tok.

Tubuh Naresha langsung membeku.

Arven menatap pintu itu tajam.

Tok.

Tok.

Tok.

Ketukannya pelan.

Namun cukup membuat suasana semakin mencekam.

Lalu terdengar suara perempuan.

Lirih.

Menangis.

“Tolong…”

Naresha langsung pucat.

“Itu suara yang sama…”

Arven buru-buru menggenggam tangan Naresha.

“Jangan jawab.”

“Tapi—”

“Sha.”

Tatapan Arven sangat serius.

“Kalau ada yang manggil dari luar… jangan pernah jawab.”

Suara tangisan itu terdengar lagi.

Kini lebih dekat.

“Tolong buka…”

Tok.

Tok.

Tok.

Pintu mulai bergetar pelan.

Seolah seseorang sedang mencoba masuk.

Napas Naresha tercekat.

Dan saat itulah…

Suara perempuan itu berubah.

Tidak menangis lagi.

Melainkan tertawa pelan.

“Hehehe…”

Tubuh Naresha langsung dingin.

Sementara Arven terlihat semakin tegang.

“Dia tahu kita di sini.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!