NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecantikan yang Terkikis Dendam

Kontrakan sempit di gang buntu itu terasa semakin pengap bagi Raya. Aroma lembap dari dinding yang berjamur bercampur dengan bau minyak jelantah sisa ia menggoreng dagangan kecil-kecilannya. Raya duduk di depan cermin retak, menatap pantulan dirinya yang seolah menua sepuluh tahun hanya dalam hitungan bulan. Kulitnya yang dulu putih mulus kini tampak kusam, jerawat muncul karena stres, dan daster yang ia pakai sudah bolong di bagian bahu.

​Ia baru saja menghitung uang recehan hasil jualan gorengan di pasar tadi pagi. "Cuma segini?" gumamnya dengan nada pahit. "Setya kerja jadi kuli panggul tapi gajinya juga habis buat bayar hutang kontrakan dan makan sehari-hari. Mana janji hidup mewahnya?"

​Setiap kali ia teringat wajah Arumi yang bercahaya di gudang itu, hati Raya seperti disiram air keras. Panas dan melepuh. Ia merasa Arumi sengaja memamerkan kekayaannya untuk menghina dirinya. Rasa iri itu kini bermutasi menjadi kegilaan. Raya merasa, jika ia tidak bisa memiliki harta Setya, maka ia harus mendapatkan sesuatu dari kekayaan Arumi.

​Sore itu, Setya pulang dengan kondisi yang lebih mengenaskan dari biasanya. Bahunya tampak bungkuk karena terus-menerus memikul beban berat. Ia langsung ambruk di lantai tanpa sempat melepas sepatu botnya yang berlumpur.

​"Mas, aku nggak tahan hidup begini terus!" rengek Raya sambil menendang kaki Setya. "Kamu kerja di gudang Arumi yang gedenya segitu masa nggak bisa bawa pulang apa-apa? Curi-curi dikit kek beras satu karung, atau bumbu rahasianya itu!"

​Setya membuka matanya yang merah. "Kamu gila, Raya? CCTV di sana ada di mana-mana! Kalau aku ketahuan, aku nggak cuma dipecat, aku bisa dipenjara! Kamu mau aku masuk sel?"

​"Habisnya kamu pengecut! Kamu itu masih suaminya secara hukum, harusnya kamu punya hak atas usaha itu!" Raya terus merongrong. "Besok aku mau ke sana lagi. Aku mau minta jatah bulanan sama dia. Bagaimanapun, anak-anakmu tinggal di rumah ibumu yang mewah itu, sementara aku di sini menderita!"

​"Jangan berani-berani kamu datang ke sana lagi, Raya! Kamu mau dipermalukan lagi kayak kemarin?" bentak Setya. Tapi Setya sudah terlalu lelah untuk berdebat. Ia membalikkan badan dan tertidur begitu saja di lantai.

​Keesokan harinya, Raya benar-benar nekat. Ia tidak datang ke gudang untuk melabrak secara terang-terangan seperti sebelumnya. Ia datang dengan strategi baru: berpura-pura sakit dan memohon belas kasihan. Ia mengenakan kerudung yang paling lusuh, memoles wajahnya agar tampak lebih pucat, dan menunggu di pintu keluar gudang saat jam istirahat.

​Arumi keluar dari kantornya didampingi Kak Nia. Saat mereka hendak menuju mobil untuk makan siang, Raya tiba-tiba muncul dan bersimpuh di depan mobil Arumi.

​"Mbak Arumi ... tolong saya, Mbak..." isak Raya dengan suara yang dibuat-buat lemah.

​Arumi menghentikan langkahnya. Ia menatap Raya dengan pandangan tanpa ekspresi. "Apalagi ini, Raya? Belum cukup kamu memaki aku di depan karyawanku kemarin?"

​"Saya khilaf, Mbak ... saya lapar. Mas Setya nggak kasih saya uang cukup. Saya hamil, Mbak ... saya butuh asupan buat anak ini," bohong Raya. Ia memegang perutnya yang sebenarnya hanya membuncit karena lemak, bukan karena janin.

​Kak Nia mendengus jijik. "Hamil? Bukannya kamu yang paling bangga bilang kalau Setya lebih pilih kamu karena kamu lebih muda dan subur? Sekarang kenapa mengemis sama Arumi?"

​Raya tidak menghiraukan Nia, ia terus menatap Arumi dengan mata yang dipaksakan berair. "Mbak Arumi kan orang baik, sudah sukses ... kasihlah saya sedikit modal buat usaha. Jangan biarkan saya menderita begini."

​Arumi berjalan mendekat. Ia membungkuk sedikit, menatap mata Raya dengan sangat dekat. Di saat itulah, Arumi melihat kilatan licik yang tersembunyi di balik tangisan palsu itu. Raya tidak sedang memohon; dia sedang mengincar dompet Arumi yang tergeletak di atas jok mobil yang pintunya masih terbuka.

​"Kamu mau modal, Raya?" tanya Arumi lembut, terlalu lembut hingga terasa mengerikan.

​"Iya, Mbak ... apa saja..."

​"Boleh. Tapi bukan uang," Arumi mengambil satu karung kecil berisi sisa-sisa kupasan bawang merah dan bawang putih yang sudah mulai membusuk dari bak sampah di dekat gudang. Arumi menjatuhkannya di depan Raya.

​"Ambil ini. Bersihkan sisa-sisa bawang yang masih bagus, ulek, dan jual di pasar. Itu modal yang cocok buat kamu. Karena untuk mendapatkan uang dariku, kamu harus tahu rasanya bekerja sampai tanganmu perih terkena getah bawang, sama seperti yang aku rasakan bertahun-tahun saat melayani Setya."

​Raya terperangah. Wajah pucat buatannya berubah menjadi merah padam karena marah yang tak tertahankan. "Kamu menghina aku?! Kamu kasih aku sampah?!"

​Arumi berdiri tegak kembali. "Bukannya kamu memang spesialis pemungut sampah, Raya? Kamu mengambil Setya dariku saat dia sudah menjadi sampah moral. Jadi, sampah bawang ini adalah modal yang sangat pantas untuk wanita sepertimu."

​Raya meledak. Ia bangkit berdiri dan mencoba menjambak rambut Arumi. "Dasar wanita sombong! Kamu pikir kamu siapa?!"

​Namun, sebelum tangan Raya menyentuh Arumi, Setya yang baru saja keluar dari gudang untuk mengambil air minum melihat kejadian itu. Setya berlari dan langsung menarik Raya hingga wanita itu terjatuh ke aspal.

​"Raya! Berhenti!" teriak Setya.

​"Kamu belain dia, Mas?! Dia kasih aku sampah!" teriak Raya histeris.

​Setya menatap Arumi dengan tatapan memohon maaf, tapi Arumi hanya menatapnya dengan jijik. "Setya, aku sudah peringatkan kemarin. Bawa wanitamu ini pergi. Jika dalam lima menit dia masih di area gudangku, aku akan memanggil satpam untuk menyeretnya ke kantor polisi atas percobaan penganiayaan. Dan kamu ... hari ini gajimu dipotong setengah karena keributan yang dibuat istrimu."

​Setya lemas. Gaji kuli yang tidak seberapa itu kini dipotong lagi. Ia menyeret Raya dengan kasar, mengabaikan teriakan dan makian istrinya itu. Di sepanjang jalan menuju gang, orang-orang melihat mereka dengan pandangan menghina.

​Di dalam mobil, Kak Nia menarik napas panjang. "Kamu hebat, Rum. Aku pikir kamu bakal kasih dia uang karena kasihan."

​Arumi menyalakan mesin mobilnya. "Kasihan itu untuk orang yang tertimpa musibah, Kak. Bukan untuk orang yang dengan sadar menghancurkan hidup orang lain. Raya belum merasakan puncaknya. Dia masih punya tenaga untuk melabrak, artinya dia belum benar-benar hancur."

​Arumi memutar kemudinya. Di dalam hatinya, ia sudah merencanakan langkah selanjutnya. Ia akan memastikan Setya benar-benar terjepit di antara tuntutan Raya yang semakin gila dan kewajibannya sebagai kuli. Ia ingin melihat sampai kapan cinta yang mereka agungkan itu bertahan saat perut mulai melilit karena lapar.

​Sementara itu, di kontrakannya, Raya duduk merenung dengan dendam yang semakin membara. "Arumi ... kalau aku nggak bisa dapat uangmu, aku bakal hancurin gudangmu itu!" bisiknya pelan dengan mata yang berkilat gelap.

1
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
biarkan dia bahagia sndri setya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
kerja dimana aja kalau kek gtu tetep direndahkan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
setya msh ada hati juga ini ga memperpanjang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
hukuman buat sarah
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
masih kurang nih karma dia
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
akhirnya dia kena batunya si setya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
gpp, biar dia tau rasa
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
kasian arumi. pasti dia sakit hati banget😭😭😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
smaa" perempuan tapi ga punya hati mereka terutama sarah
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
arumi kamu kuat
@Yayang Risa Couple Happy
Valerie pasti cuma memanfaatkan Raya
@Yayang Risa Couple Happy
Arumi hati hati ada Valerie
@Yayang Risa Couple Happy
Setya jangan menjelekkan Arumi
@Yayang Risa Couple Happy
Setya kamu bikin ibumu masuk rumah sakit
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian kalian tpi itu karma
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
setya ga sadar diri dia yg salah😔😔😔
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
cinta ga bisa dipaksa loh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
setya bnr" iya ulahmu bikin menderita
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
gila setya, dia mau fitnah arumi😭
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
kamu yg ninggalin keluargamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!