NovelToon NovelToon
Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

​Darren hanyalah sampah di mata dunia. Sebagai penagih pinjol ilegal, hidupnya habis untuk dihina debitur sombong, disiksa bos yang brengsek, hingga akhirnya dicampakkan anak-istri di titik terendah.
​Beruntung maut di sebuah gudang tua itu justru menjadi awal dari segalanya. Saat nyaris mati dikeroyok, sebuah notifikasi muncul di hadapannya:
​[Sistem Penagih Utang Akhirat Diaktifkan]
Kemudian dunia berubah menjadi deretan angka. Darren kini mampu melihat Utang Keberuntungan dan Utang Umur setiap orang. Dari pengusaha korup hingga pejabat sombong, semua memiliki utang rahasia yang tak bisa lunas dengan uang. Sedangkan Darren adalah algojo yang berhak menarik paksa semuanya.
​Dari pecundang yang dipandang sebelah mata, menjadi penguasa finansial dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Langkah Pertama

Betapa imutnya wajah Cello yang mulai berisi memenuhi layar ponsel, memancarkan cahaya kehidupan yang jauh berbeda dari dua minggu lalu. Anak laki-laki itu kini bisa tertawa lepas sembari memamerkan mainan robot baru pemberian ayahnya. Di seberang telepon, Darren sedang asyik menyandarkan punggung pada kursi di ruang tamu apartemen barunya yang terletak di Jakarta Timur, merasa lega bisa melihat pipi anaknya tidak lagi sekurus kertas.

“Papa, hari ini aku makan dua piring penuh! Nenek sampai kaget melihatnya,” kata Cello dengan bangga, melayangkan dua tangannya setinggi mungkin.

Tentu, Darren tersenyum tipis menatap putranya melalui sambungan video. “Bagus kalau nafsu makanmu kembali, tapi ingat jangan sampai kekenyangan nanti malah perutmu sakit.”

Lantas Cello tertawa, lalu mulai bercerita tentang aktivitas hariannya di rumah Bekasi. Dia menyebutkan betapa neneknya masih sering marah-marah perihal hal sepele, juga tentang Rina yang sering tertangkap basah sedang menangis diam-diam di dalam kamar. Mendengar nama mantan istrinya disebut-sebut, Darren merasakan perih di ulu hati. Kepedihan itu muncul akibat rasa kecewa yang belum sepenuhnya menguap dari dalam benaknya.

“Besok Papa datang lagi, kan? Cello mau menunjukkan gambar dinosaurus yang baru saja selesai aku buat,” tanya anak itu penuh harap.

“Papa datang besok. Sekarang Cello harus istirahat yang cukup biar gak gampang sakit,” jawab Darren sembari mengakhiri panggilan itu.

“Dua minggu yang sangat panjang, tapi setidaknya Cello sudah kembali tersenyum,” pikir Darren sembari menaruh ponsel di atas meja kayu. Hidupnya kini memang sudah berputar seratus delapan puluh derajat. Dia memiliki hunian yang layak, anak yang mulai sehat, serta sistem misterius yang terus bekerja. Walau begitu, Darren menyadari bahwa dana sebesar Rp535 juta di Rekening Sistem tidak akan bertahan selamanya jika terus dikeruk tanpa ada aliran masuk yang baru. Dirinya membutuhkan rencana jangka panjang untuk mengamankan posisi finansialnya.

Kartu nama Han Seo yeon masih tersimpan di dalam dompet, sebuah benda kecil yang selama seminggu terakhir sering dia pandangi. Darren merasa ragu untuk segera menghubungi perempuan jurnalis itu. Ada kewaspadaan alami terhadap orang baru, terutama yang memiliki profesi menyelidiki kejanggalan ekonomi. Kendati demikian, setelah melihat kondisi Cello malam ini, Darren memahami bahwa waktu untuk melangkah maju sudah tiba. Sistem mungkin bisa menunjukkan siapa yang memiliki utang karma, namun sistem tidak bisa memberitahu sektor pasar mana yang sedang menguntungkan atau siapa mitra bisnis yang bisa dipercaya. Alhasil, dirinya meraih ponsel, mencari nomor yang sudah terukir di memorinya, lalu mengirimkan sebuah pesan singkat yang menanyakan apakah tawaran berbagi informasi itu masih berlaku.

“Semoga ini menjadi pintu pembuka yang tepat,” batin Darren sembari menekan tombol kirim sebelum rasa ragu kembali menguasai pikirannya.

Kurang dari sepuluh menit kemudian, perangkat di tangannya bergetar. Seo yeon membalas dengan profesional tanpa basa-basi. Dia menyatakan ketertarikannya karena kebetulan sedang menyusun laporan mengenai pergerakan aset properti pasca runtuhnya kekuasaan Andre Gunawan. Mereka pun sepakat untuk bertemu besok sore di sebuah kafe di kawasan Kuningan, tempat yang dinilai netral untuk membicarakan bisnis yang serius.

Darren akhirnya mematikan layar ponselnya. Sebuah rasa gugup yang asing mulai menjalar di dadanya. Gugup itu muncul bukan karena paras Seo yeon yang menarik, melainkan karena kesadaran bahwa langkah ini akan membawanya masuk ke dalam labirin dunia bisnis yang selama ini hanya bisa dia amati dari luar jendela. Hingga Darren menyadari bahwa dirinya tidak bisa lagi sekadar bertahan hidup dari serangan orang lain.

Selama ini, setiap gerakannya hanya bersifat defensif, bertahan dari pukulan Herman atau penghinaan Andre. Kini, sebuah dorongan kuat mulai membakar jiwanya. Ada birahi untuk membangun sesuatu yang besar, sebuah kerajaan yang namanya tidak akan bisa diguncang oleh siapapun. Dia ingin memastikan masa depan Cello tidak akan pernah bergantung pada belas kasihan orang lain. Namun, ambisi itu membutuhkan mata dan telinga yang tajam di dunia luar. Seo yeon adalah sosok yang tepat untuk posisi itu, sebagai sekutu yang berbagi keuntungan.

Besok sore semuanya benar-benar dimulai. “Aku tidak akan datang sebagai penagih utang yang bisa diinjak-injak lagi,” pikir Darren sembari menatap kegelapan di balik jendela apartemennya.

1
Bg Gofar
mantap gan
DanaBrekker: terima kasih 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!