NovelToon NovelToon
DETIK TERAKHIR BERSAMAMU

DETIK TERAKHIR BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kepahiang Martin

"Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku harus menjadi orang paling jahat di dunia."



Semua orang bilang Arsenio itu dingin, kejam, dan tak punya hati.
Terutama bagi Keyla. Gadis itu benci setengah mati pada pria yang tiba-tiba datang dan merenggut segalanya. Keyla benci cara Arsenio memaksanya tinggal, benci tatapan dinginnya, dan benci kenyataan bahwa pria itu seolah menikmati penderitaannya.

"Kau tidak lebih dari budak di sini, Keyla. Jangan harap aku akan bersikap manis."

Setiap hari Keyla berdoa agar Arsenio mati.
Setiap hari Keyla berencana kabur.
Hingga suatu malam, tanpa sengaja ia mendengar percakapan yang memecahkan dunianya.

"Waktumu tinggal 3 bulan, Arsen. Tumor di otakmu tidak bisa dioperasi. Kau akan mati perlahan, dan akan sangat sakit."

"Biarkan saja. Asal dia tidak tahu. Biarkan dia membenciku. Biarkan dia membenciku sampai detik terakhir. Lebih baik dia menangis karena aku jahat, daripada dia hancur karena aku pergi selamanya."

Dunia Keyla runtuh.
Ternyata se

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BANGKIT NYA SI JANDA KAYA

Aduh!! Maaf ya buat Mak emak adek adek ataupun bapak bapak🙏🙏 saya sudah lama nggak up karena kehabisan vocer😁😁 maklum lah nggak ada duit😁 aku up banyak sebagai maaf dariku.

Keyla duduk tegak di pinggiran ranjang besar itu, tangannya mencengkeram pinggiran kasur hingga buku-buku jarinya memutih. Dia tidak menoleh sedikit pun ke arah ibu mertuanya maupun para pembantu yang kini sibuk bergerak gugup. Suasana ruangan yang tadi riuh oleh suara barang-barang yang dibanting, kini berubah menjadi hening yang menyesakkan, hanya terdengar suara napas terengah Nyonya Sarah dan gesekan kardus yang dibawa kembali ke tempat semula.

Setiap kali ada barang milik Keyla diletakkan kembali, rasanya seperti tamparan keras bagi Nyonya Sarah. Wanita tua itu berjalan terhuyung-huyung, keringat dingin masih menetes deras di pelipisnya. Dia tidak mengerti, dari mana datangnya keberanian dan aura mengerikan itu? Dua tahun lamanya Keyla hanya diam, menunduk, menangis, dan menuruti semua kemauannya. Tapi hari ini... wanita itu berubah total, seolah-olah jiwa Arsenio yang tegas dan berwibawa kini merasuk ke dalam tubuh menantunya.

"Semuanya... sudah dikembalikan, Nyonya Keyla," ucap salah satu pembantu dengan suara bergetar, menunduk dalam-dalam berani tidak menatap wajah majikannya.

Keyla mengangkat kepala perlahan. Tatapannya masih sama dinginnya. Dia menatap sekeliling ruangan yang sudah kembali rapi, meski ada beberapa barang yang posisinya sedikit berantakan.

"Kalau begitu, kalian boleh keluar. Tinggalkan kami berdua," perintah Keyla pelan namun berwibawa.

Para pembantu itu berlalu secepat kilat, seolah baru saja terlepas dari mulut singa. Kini hanya tinggal Keyla dan Nyonya Sarah di kamar itu.

Nyonya Sarah mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya. Meski ketakutan, egonya sebagai ibu kandung pemilik nama besar Wijaya tidak mudah runtuh. Dia mengangkat dagunya, mencoba kembali berbicara dengan nada tinggi, meski suaranya masih bergetar.

"Kamu... kamu pikir kamu siapa berani-berani membentak Ibu? Ingat Keyla, di rumah ini, Ibu masih yang paling berkuasa! Arsyad saja harus menuruti perkataan Ibu, apalagi kamu cuma menantu..."

Keyla berdiri perlahan, langkahnya ringan namun membuat lantai seolah bergetar bagi Nyonya Sarah. Dia berjalan mendekat, langkah demi langkah, hingga jarak mereka hanya tinggal satu jengkal. Aroma parfum mahal yang dulu dianggap manis oleh ibu mertuanya, kini terasa menyesakkan dan menakutkan.

"Ibu bilang Ibu yang paling berkuasa?" potong Keyla, suaranya rendah namun penuh penekanan. Tangannya terulur, mengambil selembar kertas yang terselip di balik bingkai foto di meja rias—salinan sah akta pernikahannya dengan Arsenio.

Keyla mengibaskan kertas itu tepat di depan wajah Nyonya Sarah.

"Baca ini, Bu. Di sini tertulis jelas, istri sah Arsenio Wijaya adalah saya. Bukan orang lain. Dan sesuai wasiat yang sudah Ibu ketahui sejak lama—sebelum Arsenio meninggal, dia telah menandatangani akta pembagian harta. Seluruh aset, saham, perusahaan, dan rumah ini jatuh sepenuhnya ke tangan saya sebagai pewaris tunggal. Arsyad hanya ditunjuk sebagai pelindung dan penasihat, bukan pemilik."

Wajah Nyonya Sarah seketika berubah pucat pasi, bahkan lebih pucat dari sebelumnya. Mulutnya terbuka hendak membantah, tapi kata-kata tersangkut di tenggorokannya. Dia tahu itu benar. Dia tahu isi wasiat itu, tapi selama dua tahun ini dia berpikir Keyla tidak akan pernah berani menuntut haknya, berpikir Keyla hanya akan menjadi bayangan yang patuh.

"Itu... itu tidak mungkin... Arsenio tidak mungkin meninggalkan semuanya untukmu..." gumam Nyonya Sarah gemetar.

"Arsenio sangat mengenal keluarganya sendiri, Bu," potong Keyla tajam, matanya menyala berapi-api menatap tepat ke manik mata wanita yang telah menyiksanya batin selama bertahun-tahun itu. "Dia tahu kalau dia pergi, Ibu dan Arsyad akan berusaha menyingkirkan saya. Itulah sebabnya dia membuat perjanjian yang sangat ketat. Dan satu hal lagi yang Ibu harus tahu..."

Keyla mendekatkan wajahnya, membuat Nyonya Sarah mundur terpojok ke dinding, tidak punya jalan keluar.

"Hari ini, di kantor, saya sudah menandatangani dokumen penting. Saya sudah resmi tercatat di akta perusahaan sebagai Direktur Utama menggantikan suami saya. Artinya... Wijaya Group bukan lagi milik keluarga Wijaya semata. Sekarang, Wijaya Group adalah milik saya. Begitu juga rumah ini, tanah ini, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya."

Keyla mengangkat tangannya, menunjuk tepat ke dada Nyonya Sarah.

"Selama ini saya diam, bukan karena saya bodoh atau lemah. Saya diam karena saya menghormati Arsenio, saya tidak ingin membuatnya sedih melihat ibunya sendiri bertengkar dengan istrinya. Tapi Ibu salah besar kalau mengira kesabaran saya itu tanda kelemahan. Hari ini Ibu berani membuang barang-barang kenangan saya, menginjak-injak harga diri saya sebagai istri sah anakmu sendiri... Ibu sudah melewati batas."

Suara Keyla bergetar menahan amarah yang meluap-luap, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes satu butir, namun bukan air mata ketakutan—itu adalah air mata kekecewaan yang mendalam.

"Ibu pikir Arsenio akan bahagia melihat ibunya sendiri memperlakukan istrinya seperti sampah? Ibu pikir Arsenio akan diam saja melihat kenangan kami dihancurkan oleh ibunya sendiri?"

Nyonya Sarah tergagap, matanya membelalak tak percaya. Rasa bersalah mulai merayapi hatinya, bercampur dengan rasa takut yang semakin menjadi-jadi.

"Kalau begitu... apa... apa maumu?" tanya Nyonya Sarah lirih, egonya runtuh seketika.

Keyla menghapus air matanya dengan kasar, lalu kembali menatap tajam, tatapan yang sama persis seperti tatapan Arsenio saat sedang marah besar.

"Mulai detik ini, jangan pernah sekalipun menyentuh barang-barang saya. Jangan pernah menganggap saya orang luar. Di depan siapa saja, di mana saja, panggil saya Nyonya Keyla Wijaya dengan hormat. Dan satu hal lagi..."

Keyla berbalik badan, berjalan kembali ke arah ranjang, lalu duduk seolah dia adalah satu-satunya penguasa mutlak di ruangan itu.

"Besok pagi, saya ingin Ibu sudah menyiapkan makanan di meja makan tepat waktu. Seperti layaknya seorang ibu rumah tangga yang menghormati pemilik rumah. Dan ingat Bu... jangan pernah memaksa saya menggunakan kekuasaan saya untuk mengusir Ibu dari rumah ini. Karena kalau itu sampai terjadi, Arsyad pun tidak akan bisa menolongmu."

Belum sempat Nyonya Sarah menjawab, suara langkah kaki berat terdengar mendekat dari luar kamar. Pintu yang belum tertutup rapat itu terbuka lebar.

Berdirilah sesosok tubuh jangkung dan berotot di ambang pintu. Wajahnya dingin, rahangnya mengeras, dan matanya yang tajam menatap bergantian antara ibunya yang gemetar, dan Keyla yang duduk tenang di atas ranjang.

Itu Arsyad.

Dia pasti sudah mendengar segalanya. Dia pasti sudah menyaksikan semuanya.

Nyonya Sarah seolah melihat malaikat penolong. Wajahnya berubah cerah seketika, dia bergegas mendekati anak laki-lakinya.

"Arsyad! Nak, selamatkan Ibu! Lihat menantumu ini! Dia berani mengancam Ibu! Dia mengusir Ibu! Kamu dengar kan apa yang dia katakan? Dia sombong sekali karena merasa punya kuasa! Nak, hukum dia! Usir dia sekarang juga!" seru Nyonya Sarah histeris, menarik lengan jas Arsyad dengan panik.

Arsyad diam saja. Dia tidak menoleh ke ibunya. Matanya yang tajam hanya terpaku pada Keyla.

Keyla tidak bergeming. Dia menatap balik Arsyad dengan tenang, tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia tahu, Arsyad berjanji akan mendukungnya. Tapi di depan ibunya sendiri, siapa yang akan dipilihnya?

Suasana menjadi mencekam. Napas Nyonya Sarah memburu, yakin anaknya akan membela dirinya.

Namun...

Arsyad melepaskan pelukan ibunya dari lengannya dengan lembut namun tegas. Dia melangkah masuk ke dalam kamar, berlutut satu kaki tepat di hadapan Keyla, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Maafkan ketidaktahuan saya, Nyonya Keyla," ucap Arsyad dengan suara berat dan rendah, terdengar jelas rasa hormat yang tulus. "Saya terlambat datang. Saya sudah mendengar semuanya. Dan saya minta maaf atas kelancangan ibuku."

Nyonya Sarah terbelalak kaget, mulutnya menganga lebar tak percaya.

"Arsyad?! Apa yang kamu lakukan?! Kamu... kamu tunduk pada wanita ini?!" seru Nyonya Sarah nyaris histeris.

Arsyad bangkit berdiri, lalu berbalik menghadap ibunya. Wajahnya yang biasanya dingin dan datar kini berubah menjadi sangat bengis dan mengerikan—jauh lebih menakutkan dibandingkan kemarahan Keyla tadi.

"Ibu," suara Arsyad rendah namun menggelegar, membuat dinding ruangan seolah bergetar. "Sudah cukup. Dua tahun saya diam membiarkan Ibu menindasnya, karena saya berpikir dia akan kuat. Tapi ternyata Ibu semakin berani. Ibu tahu isi wasiat kakak. Ibu tahu hukumnya. Dan Ibu tahu betapa berharganya Keyla bagi mendiang Kak Arsenio."

Arsyad menunjuk pintu kamar dengan tangan kekarnya.

"Keluar, Bu. Dan lakukan apa yang dikatakan Nyonya Keyla. Mulai hari ini, jangan pernah lagi mengganggunya, menyakiti hatinya, atau meremehkannya. Kalau Ibu masih menganggap saya anak kandungmu, dan masih menganggap Kak Arsenio saudaramu... hormati wanita itu. Karena sekarang, Keyla Wijaya adalah satu-satunya nyawa yang tersisa dari separuh jiwa kakak saya."

Nyonya Sarah mundur selangkah demi selangkah, kakinya lemas tak bertulang. Dia menatap anak laki-lakinya sendiri dengan tatapan terluka dan takut. Sadar, bahwa dia sudah kehilangan segalanya. Baik kekuasaannya, maupun anak-anaknya sendiri.

Dengan langkah gontai dan air mata yang mulai jatuh, Nyonya Sarah akhirnya berbalik dan berjalan keluar dari kamar itu, meninggalkan Keyla dan Arsyad berdua di sana.

Setelah pintu tertutup rapat, Arsyad kembali menatap Keyla. Tatapannya kini lebih lembut, namun tetap penuh hormat.

"Maafkan saya, Kak... eh, Nyonya Keyla. Saya janji, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Mulai sekarang, apapun keputusan Ibu, saya ada di belakang Ibu. Siap membantu, dan siap menghancurkan siapa saja yang berani menghalangi atau menyakiti Ibu."

Keyla menghela napas panjang, rasa lelah menyerang kembali, namun kali ini ada rasa lega yang mendalam. Dia menatap Arsyad, lalu perlahan tersenyum tipis—senyum yang penuh ketegasan.

"Terima kasih, Arsyad. Tapi ingat... saya tidak butuh dilindungi lagi. Saya sudah bisa melindungi diri saya sendiri. Dan mulai sekarang, saya akan melindungi apa saja yang menjadi milik saya... termasuk warisan Arsenio, dan nama baik keluarga ini."

Keyla berdiri dan berjalan menuju jendela besar, menatap kota yang mulai dihiasi lampu-lampu malam.

"Besok pagi, panggil semua direktur dan kepala cabang. Saya ingin rapat besar. Ada banyak hal yang harus dibenahi. Dan saya rasa... ada beberapa orang yang selama ini merasa nyaman bermain kotor di perusahaan kita. Saatnya mereka tahu, bahwa pemerintahan yang lembut sudah berakhir. Mulai sekarang, Wijaya Group dipimpin oleh Singa betina."

Di sudut bibir Arsyad, tersungging senyum bangga. Akhirnya, wanita yang dicintai kakaknya itu bangkit. Dan dia tahu, perubahan besar baru saja dimulai.

Sementara itu, di luar pintu kamar, Nyonya Sarah bersandar lemas di dinding, mendengar percakapan itu dengan hati yang hancur. Dia baru sadar, dia bukan lagi ratu di istana ini. Dan musuh terbesarnya bukanlah orang lain, melainkan menantu yang selama ini dia remehkan.

Dan pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Nessa
lanjut thor
M ipan: baca novel horor q juga dong kak
total 2 replies
M ipan
terimah kasih masih setia di sini kak🙏
Nessa
lanjut, akhirnya up juga thor
M ipan: maaf kakak saya berada di perkebunan hp saya drop dan vocer saya habis🤣🤣
total 1 replies
Arasya Radit
mf Thor mau apa kah arsenio ga puny keluarga..disaat sakit parah KY gitu ko ga ada org Laen selain Keyla SM Arsen doang🙏
M ipan: nanti kita bahas
total 1 replies
rara
👍🏼👍🏼 lanjut thor
Nessa
kapok sarah
Dian Fitriana
update
M ipan: siap kakak,, terima kasih udah mampr
total 1 replies
rara
Keyla dibuat karakter tegas juga thor dia kan istri sah arsenio jangan dibikin menye²
M ipan: siap,, setiap saran dari semua pembaca insakallah saya turutin, semoga harimu menyenangkan🌹💪
total 1 replies
rara
dasar MC² maruk
M ipan: terima kasih udah mampir kak🌹
total 1 replies
Nessa
bagus arsyad 👍🏻👍🏻
M ipan: terima kasih dukungan nya kakak
total 1 replies
Nessa
smngt arsyad 😊
M ipan: 💪 semangat dekatin kakak ipar
total 1 replies
Wiwit
cerita ini tentang mereka ber 2 ja kh
M ipan: iya nanti nambah adik nya sama yang jahat nya
total 1 replies
Nur Mei
sedih banget 🥲
M ipan: terima kasih udah mampir🌹
total 1 replies
M ipan
😭🌹
Nessa
mencintai sampai maut memisahkan nyeseeek bgt euy 😭😭😭😭
meongming
semangat thor💪
M ipan: terima kasih kakak atas dukungan nya❤️
total 1 replies
Nessa
baru baca sinopsis nya udah nyesek duluan membayangin bab2 berikutnya fikx bikin mewek ni novel 😭
M ipan: terima kasih kakak sudah mau mampir
total 1 replies
Zia Zee
😭😭😭😭
M ipan: insakallah kakak, semoga kakak setia di buku saya ya🌹
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!