Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Han dan selir Jia ke tempat ibu suri.
Setelah mendapatkan kabar Kalau yang menggunduli bulu kucingnya adalah Ling Xu-mei, hal itu membuat selir Jia merengek pada Kaisar Han untuk ke tempat ibu suri, dia ingin memberi pelajaran kepada Ling Xu-mei.
"Yang mulia...," selir Jia terus merengek, dia memeluk tubuh Kaisar Han sembari bermanja.
"Aku malas berurusan dengan ibu suri." ucap kaisar Han.
"Tapi yang mulia..., kita bilang saja kalau kita mau melihat kondisi permaisuri, kita kan bisa bilang kalau kita mengkhawatirkannya." ucap selir Jia.
Kaisar Han menghela nafasnya sedikit dalam setelah itu mau tidak mau akhirnya dia mengikuti apa yang diinginkan oleh selir kesayangannya itu. Namun dalam hati Kaisar Han juga berpikir dia juga ingin tahu mengenai hidupnya kembali istri yang begitu dia benci itu. Selir Jia berdandan dengan begitu cantik, dia ingin menunjukkan kepada Ling Xu-mei kalau dia akan segera menggantikan posisinya.
Sedangkan Ling yang berada di arena area paviliun ibu suri saat ini dia sedang bermain sepak bola bersama dengan beberapa pelayan pria. Nampak suara canda tawa dan teriakan keluar dari mulut Ling Xu-mei.
"Permaisuri yang sekarang begitu berbeda dengan permaisuri yang dulu." ucap dayang Jung.
Ibu suri menganggukkan kepalanya, senyum di wajahnya terlihat begitu cerah. "Kamu benar sekali dayang, permaisuri yang sekarang sangat berbeda dengan permaisuri yang dahulu, permaisuri yang sekarang terlihat dia begitu ceria, dia begitu riang bahkan Dia sangat muda bergaul. Tidak pernah terucap sepatah kata pun penghinaan yang keluar dari mulutnya." ucap jawab ibu suri.
Dayang Jung menganggukkan kepalanya, melihat permaisuri yang sekarang ini sedang berlarian mengejar bola.
"Golll!!!!" seru Ling Xu-mei.
Satu gol kembali tercipta dari tendangan yang dia buatkan, hal itu membuatnya benar-benar begitu bahagia. "Lihat kan aku sudah memenangkan perlombaan ini!" seru Ling Xu-mei sembari mengejek para pelayan pria yang sudah dia kalahkan.
"Wah.. ternyata yang mulia permaisuri benar-benar sangat hebat." ucap salah satu pelayan pria yang nampak menata nafasnya.
"Ya sudah kalian istirahat saja, kalian makan sama minum sana. Aku juga mau duduk bersantai bersama ibu suri." ucap Ling Xu-mei yang kemudian menyuruh para pelayan untuk pergi.
Para pelayan pria nampak menatap permaisuri yang dulunya bersikap dingin dan angkuh itu, permaisuri yang sekarang sangat berbeda. "Permaisuri benar-benar sudah berubah, setelah dia kembali dari kematian, dulu dia selalu mengeluarkan kata-kata kejam kepada kita." ucap salah satu pelayan.
"Iya, permaisuri yang sekarang dia lebih baik." jawabnya. para pelayan pria kemudian pergi meninggalkan taman milik ibu suri.
Yura memberikan sapu tangan kepada Ling Xu-mei. "Apa nyonya mau aku ambilkan minum?" tanya Yura.
Ling Xu-mei menganggukkan kepalanya. "Oh ya, nanti ambilkan aku cemilan juga, aku lapar." jawab Ling Xu-mei yang kemudian mendekati ibu suri.
"Wow.. kamu benar-benar sangat hebat permaisuri, kamu bisa mengalahkan mereka semuanya." puji ibu suri langsung tersenyum kemudian menuangkan air ke cangkir.
"Tentu saja, siapa lagi, aku Ling Xu-mei." jawabnya dengan penuh percaya diri.
Sesaat kemudian salah satu pelayan mendatangi ibu suri, Pelayan wanita itu kemudian membisikkan sesuatu di telinga dayang Jung dan dayang membisikkan berita itu kepada ibu suri.
"Mau apa selir ular itu kemari." kesal ibu suri ketika melihat selir Jia sudah berada di paviliunnya bersama dengan Kaisar Han.
"Hormat hamba yang mulia." selir Jia memberikan hormat. Dia kemudian melirik ke arah permaisuri Ling yang terlihat berpakaian seperti seorang pria.
"Hormat hamba Ibunda." Kaisar Han sedikit membungkukkan tubuhnya. dia sedikit melirik ke arah permaisuri Ling namun siapapun tidak akan menyadarinya.
"Apa yang membuat putraku datang ke paviliunku hari ini? Apakah ada sesuatu putraku?" tanya ibu suri yang kemudian menyeruput teh yang barusan dihidangkan oleh pelayan.
"Hamba dan yang mulia Kaisar ingin melihat bagaimana kondisi ibu suri." selir Jia menjawab. Dia sedikit menunjukkan senyum palsunya, namun dibalik itu tatapan matanya menatap permaisuri Ling yang dari tadi tidak mengeluarkan suara malah asik mengupas kacang almond. "Sebenarnya hamba dan yang mulia Kaisar kemari karena ingin menjenguk permaisuri, kami benar-benar sangat mengkhawatirkan bagaimana kondisi yang mulia permaisuri." kata selir Jia dengan akting berpura-pura sedih. namun sayangnya akting sedihnya itu tidak mendapatkan tanggapan dari Ling Xu-mei ataupun ibu suri dan yang lain.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Ling Xu-mei, dia masih sibuk makan kacang almond dan beberapa kue yang dibawakan oleh pelayan "Ibu suri, Aku mau berganti pakaian dahulu." kata Ling Xu-mei. dia berpamitan kepada ibu suri kemudian meninggalkan Kaisar Han dan selir Jia tanpa menyapa mereka sama sekali.
Mendapati perlakuan seperti itu Kaisar Han sedikit kesal. "Apakah kamu tidak punya sopan santun sama sekali!" seru Kaisar Han yang nampak sedikit berteriak.
Langkah kaki Ling Xu-mei tiba-tiba berhenti. Dia memutar tubuh, menatap tajam Kaisar Han. "Kamu... bicara sama aku, ya?" tanyanya dengan suara polos, seolah tak mengerti suasana hati pria itu.
Kaisar Han menyipitkan mata, amarahnya mendadak membara. Ia menghela napas panjang, lalu menatap Ling Xu-mei dengan tajam. "Kamu benar-benar gak punya sopan santun, ya? Ini gimana cara kamu ketemu sama aku?" Suaranya meninggi, membuat Ibu Suri melotot keras padanya.
Ling Xu-mei justru mendengus kecil, menantang. "Kenapa aku harus sapa kamu? Aku juga nggak terlalu kenal kamu kok. Kalau pun pernah, itu dulu sekarang aku udah lupa banget sama kamu." Dengan sikap dingin, dia berbalik dan melangkah pergi tanpa sepatah kata lagi.
Kaisar Han terpaku, matanya membara dengan kemarahan yang susah dikendalikan. Ia menatap wanita itu yang dulu pernah rela mengemis cintanya, dengan campuran luka dan kebencian. "Wanita ini benar-benar..." katanya pelan, tapi kata-katanya terputus seketika, terbentur perasaan yang rumit di dalam dadanya.
Ibu Suri menatap reaksi Ling Xu-mei dengan senyum tipis yang tersimpan rapat di balik bibirnya. Di dalam hati, ia menertawakan putranya sendiri yang semakin kehilangan kendali.
“Wanita tidak punya tata krama itu kenapa masih dibiarkan tinggal di sini, Ibunda? Wanita itu lebih pantas dikirim ke tempat pengasingan,” seru Kaisar Han dengan suara penuh amarah.
Ibu Suri seketika berdiri, tatapannya tajam menusuk. “Jaga mulutmu, Kaisar! dia permaisurimu, dia tetap istrimu. Tidak bisakah kau belajar sedikit menghargainya?” bentaknya dengan nada keras yang menggetarkan ruangan.
Selir Jia yang mencoba menjelaskan buru-buru membuka mulut, “Yang mulia, bukan seperti itu maksud Kaisar, Yang Mulia hanya...”
Namun suaranya langsung terhenti saat ibu suri menepuk meja dengan keras, membuat semua orang terdiam dan sadar, tidak ada lagi ruang untuk pembelaan hari itu. "Tutup mulutmu selir! kamu tidak punya hak untuk memotong perkataanku, kamu selir rendahan yang tidak punya tata krama!" bentak ibu suri dengan amarah yang semakin meluap, setelah itu tanpa berbicara lagi dia langsung meninggalkan Putra dan menantunya itu, tak ada kata, namun selir Jia benar-benar sangat marah sangat kesal karena ibu suri selalu melindungi permaisuri Ling.
"Dasar wanita tua, lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya nanti, jika aku sudah menjadi permaisuri akan ku buang wanita tua ini ke jalanan." ujar selir Jia dalam hati dia bersumpah serapah dengan semua kebenciannya terhadap ibu suri.
*Bersambung*
semangat berkaryaa