tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Hai Ashley" Sapa Damien tersenyum.
"Hai kakak" Ashley melambaikan tangan riang, gadis kecil itu lalu duduk di samping Athena.
Ia ikut memandangi air mancur.
"Apa yang kalian lakukan disini? Tanya gadis kecil itu polos memandangi kedua kakak tiri nya.
"Kami?
" Kami hanya sedang mencari udara segar" Balas Damien tersenyum.
"Um,mm" Ashley mangut mangut, ia lalu merogoh sapu tangan nya dan mengeluarkan beberapa permen.
"Ini untuk Athena" Ucap gadis kecil itu menyodorkan permen pada Athena.
"Untuk ku? Athena memandangi gumpalan permen di tangan Ashley cukup lama, ia sedikit ragu untuk mengambil nya atau tidak.
" Terimakasih " Ucap gadis kecil itu setelah mengambil satu permen pemberian Ashley.
"Sama sama" Balas Ashley tersenyum riang.
"Kakak juga ambil lah" Ucap Ashley menyodorkan telapak tangan nya yang berisi permen pada Damien.
"Terimakasih Ashley" Ucap Damien setelah mengambil satu permen.
"Darimana kau mendapatkan ini? Tanya Athena, gadis kecil itu membuka bungkus permen dan memakan nya.
" Aku mendapatkan nya dari kaisar, dia bilang aku harus membagi permen permen ini dengan kalian" Ucap Ashley kembali membungkus permen itu menggunakan sapu tangan.
Athena dan Damien seketika berhenti mengunyah.
Dengan bersamaan, mereka berdua menatap mata Ashley lekat.
"Apa maksudmu? Tanya Athena dingin.
Ashley sedikit gemetar ketakutan saat melihat ke-dua nya tiba-tiba saja berubah, tatapan mereka berdua terlalu mengintimidasi bagi nya.
" A-aku bilang ini dari kaisar" Ucap Ashley dengan suara sedikit bergetar.
Athena dan Damien saling pandang, mereka berdua sama sama mengernyit heran.
"Cuih!
" Cuih!
Ke-dua nya lalu meludah kan permen permen itu ke lantai dan memusnahkan nya.
Ashley yang melihat permen pemberian nya dibuang seperti itu merasakan sakit di hatinya.
Ia menatap Athena dan Damien.
"Kenapa? Tanya Ashley.
" Ashley " Panggil Damien lembut sambil tersenyum.
"Kau harus lebih berhati-hati saat di beri makanan oleh orang asing" Ucap Athena menatap mata Ashley.
"Tapi kaisar bukan orang asing! Ucap Ashley sedikit keras.
" Apa maksudmu bukan orang asing? Alis Athena terangkat satu heran mendengar ucapan adik tiri nya ini.
"Bagi kami keluarga Kekaisaran adalah orang asing" Lanjut gadis itu.
"Ta-tapi,,,, Ashley menundukkan kepala lesu, bagi nya siapapun itu akan ia anggap keluarga jika mereka orang baik.
Dan bagi nya, Kaisar adalah orang yang baik seperti Perez yang sudah mengangkat nya menjadi Vesper.
" Kau itu terlalu polos atau memang gila? Tanya Athena datar dengan tatapan tajam nya.
"A-apa?, Ashley terbata-bata, tangan nya meremas erat sapu tangan berisi permen yang ia genggam.
Dengan air mata yang perlahan mengalir, Ashley membalas tatapan tajam Athena.
Gadis kecil itu lalu bangkit dari duduk nya dengan kasar dan berlari meninggalkan kedua nya dengan berderai air mata.
"Athena jahat!! Teriak gadis itu.
" Apa sih?! Athena mengerutkan kening nya heran, dia benar-benar tidak mencerminkan sikap seorang Vesper.
"Athena,,, Damien merasa bersalah pada Ashley, tidak seharusnya sesama saudara sekejam itu.
" Apa? Balas gadis kecil itu.
"Dimasa depan jagalah mulut mu, jangan terlalu kejam" Ucap Damien.
"Ck! Athena berdecak lidah kesal, gadis itu lalu menggunakan teleportasi untuk menghilang dari pandangan Damien.
" Huftt" Damien hanya bisa menarik nafas panjang, ia harap dirinya mampu menghadapi semua kelakuan adik nya.
"Kau itu terlalu sensi tau" Ucap Valeo dipikiran Athena saat gadis itu sampai di dalam kamar.
"Diam! Sarkas gadis itu, ia memegangi dada nya yang terasa nyeri.
" Uhuk! Darah segar keluar lewat mulut dan hidung Athena.
"Athena!! Panik Valeo, ia lalu keluar dari bayangan Athena dan berdiri di samping gadis itu.
" Kau kenapa?!! Tanya Valeo panik, ia berusaha menyembuhkan Athena dengan sihir nya namun seperti nya tidak mempan.
Wajah arwah itu benar-benar pucat, ia takut Athena kenapa napa.
"Diam lah! Ucap Athena kesal, ia lalu mengusap kasar darah di mulut nya dan mengeluarkan sihir.
" Ughhh! Rintih gadis itu.
"Aku akan memanggil seseorang! Usul Valeo hendak pergi namun berhasil di tahan oleh Athena.
" Tidak akan ada yang melihat mu! Ucap Gadis kecil itu mengenggam erat tangan Valeo.
"Tapi,,,, Valeo benar-benar di buat pucat pasi oleh Athena.
" Ini akan selesai " Ucap gadis itu mempercepat proses penyembuhan nya.
"Apa ini karena permen tadi? Tanya Valeo memandangi Athena khawatir.
" Bukankah alasan nya sudah sangat jelas?
"Kalau begitu,, apakah kakak mu akan mengalami hal yang sama? Tanya Arwah itu.
" Tidak" Balas Athena menggeleng.
"Kenapa? Heran Valeo, mereka berdua memakan permen yang sama namun kenapa hanya Athena yang kesakitan.
Athena diam, gadis itu hanya terus mengalirkan sihir ke dada nya.
" Apakah kau menyerap rasa sakit kakak mu? Tanya Valeo menatap Athena sendu.