Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Save
Selama ini dirinya menjadi anak yang begitu baik. Berkorban apapun untuk Dania, Prana, Chantika dan Sebastian. Tapi semua orang bagaikan beralih mengkhianati cintanya. Hanya karena Chantika yang sekarang jauh terlihat lebih sempurna.
Karena itu, dirinya tidak peduli lagi. Membiarkan pemuda yang kini berada di belakangnya membawa beberapa paperbag berisikan setelan pakaian pria.
Melangkah arogan, namun kala sampai di ruang tamu, langkah Violetta terhenti. Dirinya bergelayut manja pada sang pemuda. Wajahnya tersenyum cerah.
Pelayan yang tengah menggunakan vacum cleaner terdiam, membiarkan vacum cleaner menarik bulu kucing anggora yang terus mengeong memberontak. Tertegun menatap pemuda yang dibawa oleh majikannya.
Pelayan yang membawa gelas kotor, menabrak pelayan yang membawa air pel. Membuat pecahan gelas dan air pel tumpah kemana-mana. Sungguh pemandangan indah, keajaiban yang diciptakan Tuhan. Bagaimana bisa ada makhluk seindah ini.
Pemuda yang memakai setelan pakaian resmi, rambut putih panjangnya dikepang asal, terlihat menawan tapi sama sekali tidak feminim. Wajahnya benar-benar patut diberi nilai diatas A+, setelan pakaian resmi begitu serasi dengan penampilannya. Lebih seperti siluman? Makhluk dari dunia peri. Ketampanan tidak manusiawi.
Kedua orang tua Violetta yang berada di ruang tamu tertegun. Apa pria ini selebriti? Tapi wajahnya tidak pernah terlihat di televisi.
Hingga Prana menyadari sesuatu. Cerita Chantika tentang pacar rahasia Violetta. Violetta benar-benar berselingkuh dari Sebastian?
"Violetta siapa dia!?" Tanya Prana.
"Pacarku yang baru." Dusta Violetta penuh senyuman. Menjadikan makhluk kaku ini sebagai jalan untuk bermanja-manja.
"Pacar!? Violetta! Kamu sudah bertunangan dengan Sebastian!" Bentak sang ayah.
"Ayah kan tau kami sudah putus saat ajang acara penghargaan. Jadi aku boleh mencari pacar baru." Jawaban darinya mengangkat sebelah alisnya. Ayahnya setelah Chantika dapat menebak langkah-langkah yang tepat dalam berbisnis selalu memanjakan Chantika.
Semua hal buruk yang dilakukan Chantika dianggap benar. Dan dirinya yang sejatinya menjadi korban dianggap salah. Di rumah ini segalanya dinilai dengan uang. Keluarga pengkhianat seperti ini, dirinya sama sekali tidak memerlukannya.
Matanya melirik ke arah pemuda yang berada di sampingnya. Tersenyum lembut, mengikuti perintahnya. Bagaikan manusia yang tidak kaku sama sekali.
"Apa yang kamu bicarakan!? Sebastian bersama denganmu dari kecil. Kalian tumbuh bersama, apa kekurangan Sebastian!? Dia pintar, tampan dari keluarga berada." Bentak Dania, tidak mengerti akan pilihan putrinya. Walaupun pemuda ini hampir membuatnya meneteskan air liur.
"Dia tidak setia." Violetta mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak setia darimananya. Kamu yang tidak setia, kamu fikir ayah tidak tahu alasan butik yang kamu dirikan terancam bangkrut!" Bentak sang ayah.
Pemuda yang tersenyum tenang, kemudian berucap."Itu karena persaingan bisnis tidak sehat. Butik yang didirikan putri bungsu anda tepat berada di depan butik yang didirikan nona Violetta. Jika ingin mendirikan bisnis dengan konsep yang sama, seharusnya berjarak minimal 1 kilometer agar menjadi ekosistem bisnis yang lebih sehat."
Benar-benar kalimat yang mencerminkan pria ini begitu tenang, begitu bermartabat, membuat Prana tertegun sejenak. Sebagai pria dirinya juga iri dengan rupa orang ini.
"Itu karena Violetta tidak memiliki kemampuan!" Bentak Prana.
"Segalanya berhubungan dengan faktor keberuntungan. Nona Chantika memiliki desainer berbakat. Tapi sampai kapan desainer itu akan bertahan untuk melindungi putri bungsu anda?" Sebuah pertanyaan ringan. Tapi entah kenapa bagaikan ancaman, padahal orang ini masih tersenyum tenang.
"Hebat! Aku harus sering-sering menggunakan bantuan sistem." Gumam Violetta menyayangkan poinnya saat ini nol.
"Kamu!" Geram Prana, menunjuk ke arah mereka. Sejenak menurunkan jemari tangannya. Memendam rasa kesalnya.
"Ayah... Chantika sudah pernah tidur dengan Sebastian. Ayah juga mengetahuinya, setia darimananya?" Tanya Violetta memprovokasi. Meskipun tidak mendapatkan poin, tapi menyenangkan jika ada yang membelanya.
"Sebastian tidak sengaja!" Bentak Dania tidak dapat menahan diri lagi.
"Tidak sengaja? Kalau begitu aku tinggal meminum alkohol dengan pacar baruku. Saat kami sudah mabuk, tinggal mengatakan tidak sengaja melakukannya." Kalimat demi kalimat penuh senyuman, terlihat tidak berdosa.
"Itu berbeda!" Geram sang ayah.
"Kalau begitu jelaskan padaku apa bedanya. Ayah..." Violetta tersenyum, semenjak Chantika kerap memberikan nasehat tentang bisnis ayahnya, dirinya bagaikan tidak dianggap anak lagi. Kamarnya dipindahkan, hanya karena Chantika ingin kamar yang dekat dengan tangga.
Membiarkan kedekatan Chantika dan Sebastian yang sudah di luar batas kewajaran. Kedua orang tuanya malah menyalahkan dirinya menganggap Violetta cemburuan dan terlalu berburuk sangka pada Chantika.
Semua menjadi salahnya. Bintang keberuntungan? Omong kosong.
"Bedanya kamu sengaja dan Chantika tidak sengaja." Bela Prana.
Sang ayah menghela napas sejenak. Memang sudah saatnya untuk meninjau kembali pertunangan Violetta dan Sebastian. Dulu Violetta begitu pandai bermain alat musik, anak pintar dan berbakat. Menyayangi dan rela berkorban. Tapi belakangan ini, gagal dalam bisnis, melakukan plagiat, bahkan terang-terangan mencemarkan nama baik Chantika.
"Violetta! Pertunanganmu dan Sebastian mungkin akan ditinjau kembali. Dan...jauhi benalu ini, ayah akan menjodohkanmu dengan pria yang lebih mapan." Prana memijit pelipisnya sendiri. Benar-benar tidak habis pikir dengan segalanya.
"Hidupku aku yang tentukan." Violetta tersenyum mengangkat sebelah alisnya.
"Ayah melakukan segalanya demi kebaikanmu. Kamu pikir ayah tidak tau, Chantika sudah mengatakan segalanya. Kamu menggunakan uang modal butik untuk memanjakan pria penghibur ini." Prana menatap tajam. Seperti kata Chantika, pria ini sudah pasti hanya benalu bagi Violetta.
"Itu uang warisan dari mendiang nenek untukku. Jadi aku bebas bagaimana pun caranya untuk menghabiskannya." Jawaban tenang dari Violetta.
Bersamaan dengan itu derap langkah dua orang yang baru saja turun dari lantai dua terdengar. Rambut mereka setengah kering.
Violetta menyipitkan matanya kala kedua orang ini melangkah mendekat. Terdapat jejak-jejak kebrutalan cinta di leher Chantika. Wanita yang menggunakan kaos berkerah V, mungkin sengaja memamerkan nya.
Menghela napas, jika dulu dirinya mungkin akan menangis terisak sambil menunjuk ke arah Chantika. Tapi tidak kali ini, ada makhluk yang lebih sempurna dibandingkan dengan Sebastian.
Sedangkan Chantika terdiam sejenak. Menatap ke arah pemuda yang berdiri di samping Chantika. Begitu rupawan, hingga mengalahkan ketampanan Sebastian.
Berusaha mengingat, siapa tokoh novel yang memiliki visual seperti ini. Tapi seingatnya tidak pernah ada. Namun, penampilannya begitu mencolok. Apa second male lead? Tapi second male lead, sudah jatuh cinta padanya. Seorang dokter bernama Aries.
Bukan! Bukan second male lead. Apa antagonis? Mengingat antagonis pria belum muncul.
Namun, jika begitu semakin baik. Semua yang dimiliki Violetta harus menjadi miliknya.
"Kakak, apa ini teman kakak? Perkenalkan namaku Chantika." Ucap Chantika menunduk tanpa mengulurkan tangannya.
Ada banyak tanda tanya dalam benaknya, siapa sebenarnya orang ini.
"Kamu tidak mengenalnya? Dia pria simpanan Violetta. Pacar rahasia yang menyedot semua uang kakakmu bagaikan lintah." Jelas sang ayah tidak mengerti. Bukankah seharusnya Chantika sudah tahu mengingat Chantika yang mengadukan ini padanya.
"Kamu punya pria lain?" Geram Sebastian mencengkeram lengan Violetta cukup kencang. Menimbulkan rasa sakit.
Namun.
Tangan sang pemuda berambut putih panjang meraih pergelangan tangan Sebastian. Kemudian merobohkannya dalam sekali gerakan. Benar-benar dibanting, seperti atlet beladiri profesional.
Menatap tajam, tanpa senyuman. Merapikan sarung tangannya sendiri, kemudian berucap."Jangan melukai nona. Jika tidak ingin mati."
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih