NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Kerja

Jia langsung bercerita pada Nana tentang semua yang terjadi padanya, Al dan Pak Wijaya. Nana pun sungguh tak percaya akan menjadi seperti ini.

Namun, seperti biasa Nana selalu memberikan dukungan pada Jia, apalagi ini menyangkut Al. Entah kenapa ia selalu memaksa Jia untuk terus dekat dengan Al.

Sepertinya ini sangat akan menguras tenaga, pikiran, dan perasaan Jia. Meskipun Nana selalu memberikan Jia semangat, tapi baginya itu belum cukup. Ia harus benar-benar mempersiapkan segalanya, terutama pada hatinya.

Saat di kantin.

“Na, Bim, kayaknya aku gak bisa lagi belajar bareng deh.”

“Lho kenapa Ji?” sambar Nana.

“Iya, ada apa Ji?” tanya Bima penasaran.

Jia mengambil napas dalam-dalam, “Mulai hari ini, aku kerja di kafe,”

“Kamu kerja lagi Na, kenapa?” tanya Nana.

Bima hanya terdiam dan mendengarkannya dengan baik. Jia pun menceritakan semua alasannya. Nana dan Bima berusaha memahami semua keadaan Jia, keduanya saling memberi dukungan dan semangat pada Jia.

Sepertinya Bima sangat merasa khawatir pada Jia. Ia mulai menunjukan rasa perhatiannya pada Jia.

“Ji, kalau mau pergi kerja biar aku antar ya!?” ucap Bima dengan sepenuh hati.

“Gak usah Bim, takut ngerepotin.”

“Enggak kok Ji, aku antar ya!” ucap Bima memastikan.

“Yaudah Bim, makasih ya sebelumnya.”

Bima tersenyum lega. Jia merasa aneh dengan sikap Bima, kenapa tiba-tiba Bima bersikap seperti itu. Walaupun pertanyaan Jia tidak bisa menemukan jawabannya, ia pun berusaha berpikir positif pada Bima. Karena ia tahu, Bima orang yang sangat baik.

Jia pun sangat beruntung mempunyai teman seperti Bima. Dia selalu membantu Jia dalam keadaan apapun, dan tanpa meminta balasan. Pasti beruntung banget bisa dapetin pasangan seperti Bima.

Memang, Bima sangat berbeda jauh dengan Al. Tapi entah kenapa, Jia tidak ada sedikit pun rasa yang lebih untuk Bima. Ia sudah menganggapnya sebagai kakaknya sendiri, dan tidak lebih dari itu.

Jam pulang pun tiba, Bima dan Jia bergegas pergi ke parkiran. Saat akan berangkat, Jia melihat Al sedang berduaan dengan Cantika. Jia terus memandangi mereka, sampai pandangannya terganggu oleh panggilan Bima.

“Ayok naik Ji!”

“Eh iya Bim, ayok.”

Merekapun berlalu menelusuri jalan raya dengan di temani suasana senja hangat. Sesekali tangan kanan Jia di rentangkan, menikmati angin sore hari yang sejuk di kota kembang itu. Bima pun ikut menikmati suasananya dan tersenyum melihat Jia tersenyum.

Tak lama kemudian, mereka sampai di kafe tempat kerja Jia. Bima langsung pamit pulang, dan Jia pun langsung masuk ke ruangan karyawan lalu mengganti pakainanya dengan sseragam karyawan.

“Semangat bekerja ya!” ucap Pak Surya memberikan senyuman semangat.

“Baik Pak, terimakasih banyak,” sahut Jia. Jia pun pergi ke ruangan kasir, memberikan dua jempol pada Mba Tia menandakan dirinya sangat bersemangat untuk bekerja.

Hari pertama bekerja, Jia sangat bersemangat. Sesekali ia membantu karyawan lain untuk mengantarkan pesanan pembeli saat pekerjaan kasirnya sedang senggang. Ia pun senantiasa saling menolong sesama karyawan lain, dan tak lupa selalu ramah terhadap semua pembeli.

Jam 22.00 pun tiba, tak terasa Jia sudah melewati jam kerjanya. Saking senangnya, ia tak merasakan penatnya bekerja. Mungkin ini baru hari pertama, entah kalau sudah lama bekerja ditambah dengan banyaknya tugas dari kampus.

Tetapi, Jia selalu menjalankannya dengan senang hati. Ia selalu meniatkan semua yang dikerjakannya adalah suatu ibadah.

Jia pun mulai membereskan ruangan kasir dan merapikan barang dan pakaiannya.

“Saya duluan ya Mba Jia, sampai jumpa besok,” ucap Mba Tia.

“Iya Mba, hati-hati di jalan ya!” sahut Jia.

Tak lama kemudian Jia pun menyusul Mba Tia dan berpamitan kepada Surya.

“Saya pamit pulang duluan Pak,” ucap Jia.

“Kamu pulang naik apa?” Surya malah bertanya.

“Saya pulang naik ojek online Pak.”

“Kalau gitu, saya antar saja ya!?”

“Tidak usah Pak, saya bisa sendiri,” Jia berusaha menolak.

“Gak apa-apa, anggap saja ini bonus buat karyawan baru saya,” Surya meyakinkan ajakannya.

Jia malah melamun, ‘Hari ini kenapa sih? Ada aja yang mau anterin aku,’ gerutu Jia dalam hati.

“Jadi, kamu mau kan?”

“Eh iya Pak, kalau itu sih saya gak bisa nolak Pak,” Jia sedikit terkejut, dan berusaha mencairkan suasana. Surya pun terkikik geli mendengar jawaban Jia.

Mereka pergi menembus angin malam yang sangat dingin dengan mobil bmw milik Surya. Keheningan menyelimuti mereka, hanya terdengar samar-samar suara radio dari audio mobil.

“Kamu kuliah dimana?” Surya mulai menghangatkan suasana.

“Saya kuliah di UPI Pak, kalau Pak Surya masih kuliah?” Jia memberanikan diri untuk bertanya kembali.

“Oh, iya saya juga masih kuliah, tapi di Jakarta.”

“Masya Allah, saya kagum banget sama pak Surya. Masih muda, udah punya usaha sendiri dan punya mobil sendiri,” ucap Jia sembari terbawa emosi karena kagum.

“Alhamdulillah, tapi ini hanya peninggalan almarhum Ayah saya. Saya hanya meneruskan jejaknya saja.”

“Maaf Pak.” mendengar jawaban Arya, Jia merasa tidak enak.

“Gakpapa kok. Btw, kita ngobrolnya santai aja ya. Dan kamu juga jangan panggil saya Pak, kan kita gak lagi di kaffe. Panggil nama saya aja,” Surya tersenyum ramah.

“Hmm gimana ya, sebenarnya saya gak enak kalau cuma panggil nama aja. Kalau panggil Mas, boleh?” Jia terlihat sedikit gugup.

“Ya sudah, boleh."

“Pak Surya, eh maksud saya Mas Surya juga boleh panggil nama panggilan saya, Jia,” sambung Jia.

“Oke,” mereka pun saling membalas senyuman.

Di pertengahan jalan, Surya mengajak Jia untuk mampir ke sebuah rumah makan. Karena Surya belum makan malam, dan kebetulan Jia pun dari siang belum mendapatkan nasi.

“Kamu gakpapa kan pulangnya telat?” ucap Surya sedikit cemas.

“Gakpapa kok Mas, tadi saya udah kasih kabar ke orang tua,”

“Oke, syukur deh,” lirih Surya yang merasa lega.

Saat makan, Jia tidak banyak berbicara karena masih merasa canggung hingga mereka pun fokus dengan makanannya sendiri. Setelah selesai makan, mereka bergegas untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah Jia.

Tak terasa, jam sudah menunjukan pukul 23.30, akhirnya mereka sampai di depan rumah Jia. Jia pun turun dari mobil dan menghampiri pintu kanan mobil.

“Terimakasih banyak ya Mas.”

“Iya sama-sama.”

“Kalau gitu, saya kedalam duluan ya. Mas Surya hati-hati di jalan!”

Surya hanya mengangguk pelan namun pasti, Jia pun membalasnya dengan senyuman. Lalu bergegas masuk kerumah. Dan Surya langsung menancapkan kembali gas mobilnya.

Pintu rumah Jia sudah di kunci, karena ini sudah larut malam. Maka dari itu, ia selalu membawa kunci ganda agar bisa masuk kedalam rumah tanpa membangunkan orang rumah.

Badannya mulai terasa pegal. Jia pun langsung membersihkan diri dan membaringkan badannya di kasur, sembari membaca buku yang akan ia pelajari besok pagi di kampus. Di pikirannya, terlintas wajah Surya yang tersenyum manis.

“Mas Surya baik banget ya,” gumam Jia pada dirinya sendiri, “Lho kok aku jadi mikirin dia sih? Udahlah, aku mau tidur aja,” Jia pun langsung menutup buku dan menarik selimutnya.

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!