Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 008 —Berhasil
Sejak hari itu, waktu terus berjalan cepat. Setiap harinya zabarin melakukan rutinitas seperti biasa, latihan, membaca, dan melakukan tugas rumah. Tanpa adanya perbedaan diantara setiap rutinitas yang terjadi, hanya saja saat ini. Zabarin telah menjadi orang yang berbeda daripada hari itu.
Tidak terasa, kehidupan damai itu sudah berlangsung empat bulan lamanya, empat bulan itulah yang membuat zabarin memiliki tubuh yang kuat, pemikiran yang lebih tajam. Dan juga pemahaman yang lebih jauh tentang hal yang saat itu belum ia ketahui.
Siang hari yang terik ini, seperti biasa setelah berlari keliling hutan. Ia mulai melatih tenaga dalam miliknya yang belum ia ketahui, bahkan itu seperti berharap orang yang mati bisa dihidupkan kembali. Selama tiga bulan ia melakukan metode penyerapan tenaga dalam ini yang disebut 'kultivasi'.
Walaupun selama tiga bulan itu tidak pernah membuahkan hasil apapun, dan terkesan sia-sia. Namun ia tidak menyerah saat mengingat pembicaraan ia dengan Shi Jian beberapa Minggu yang lalu.
-Flashback-
"Kenapa aku harus melakukan hal ini selama beberapa Minggu, padahal tidak membuahkan hasil apapun!"ucap zabarin kelelahan setelah duduk lama diatas batu ditengah danau.
"Apa kau mengira menciptakan kekuatan baru itu gampang?. Manusia pertama itu saja membutuhkan empat belas tahun untuk bisa menciptakan kekuatan yang saat ini menjadi mayoritas dunia!"balas Shi Jian yang duduk sambil memakan buah apel diluar danau.
"Apa aku tidak bisa mencoba cara itu lagi? Siapa tau kan yang kemarin aku salah menggunakan nya?!"tanya zabarin yang mulai terbaring diatas batu itu, membiarkan matahari memanggang tubuh nya dengan kehangatan nya.
"Tidak bisa. Apa kau tidak ingat terakhir kali kau bersikeras mencoba?. Akibatnya kau koma empat hari, sudah pasti metode itu tidak cocok dengan struktur tubuh mu... Yang bisa kau lakukan adalah menciptakan kekuatan baru, walaupun itu membutuhkan waktu yang lama, daripada mengorbankan nyawamu untuk hal yang sudah jelas akhirnya adalah kegagalan!"balas Shi Jian panjang lebar, mengingat kan nya kembali dengan kejadian itu. Dimana ia nekad mencoba metode yang sama dengan Shi Jian, dan alhasil ia koma empat hari.
-Flashback Of-
"Hah... Memang tidak mudah, apakah aku harus membutuhkan empat belas tahun untuk menciptakan kekuatan baru itu?. Atau bahkan lebih dari empat belas tahun?"Tanya zabarin bergumam sambil menghela nafas panjang setelah membuka matanya.
Ia kemudian melihat air danau yang jernih dibawah nya, meraba nya sedikit dan merasakan perasaan dingin dan lega dijari nya."Aku masih tidak mengerti, padahal fondasi kekuatan itu sangat simpel. Tapi kenapa tidak bisa ku buat ulang dengan versi ku sendiri?!"gumam nya lagi, dan kemudian melihat telapak tangan nya. Dimana itulah titik untuk pengeluaran tenaga dalam, yaitu kedua tangan.
Ia pun kembali mengingat fondasi dasar itu, dimana seseorang harus melakukan kultivasi dengan duduk bersila ditempat yang tenang, agar refleksi diri lebih terbuka kepada alam sekitar. Saat merasakan ketenangan itulah tubuh dan jiwa kita menyatu pada alam, ketika itu terjadi maka seseorang akan merasakan 'wujud' dari energi alam. Dan mulai menyerap nya masuk kedalam tubuh melalui perantaraan hidung, lalu disebarkan ke seluruh tubuh sampai terisi penuh. Barulah energi itu dikumpulkan ke satu Titik dibawah perut yang disebut dantian.
Setelah rangkaian itu selesai, sesuai kemampuan apa yang ia miliki ditubuh nya. Misal ia memiliki tubuh yang kuat akan menjadi tipe pertahanan, atau orang yang memiliki serangan kuat akan menjadi tipe penyerangan. Dan lain-lain, dan energi didalam dantian bisa disalurkan ke kedua tangan atau salah satu nya sebagai langkah akhir mengeluarkan energi alam itu dalam bentuk apapun. Sebagai pertahanan atau penyerangan.
"Bagaimana caranya aku bisa menciptakan sistem sempurna seperti itu!"seru zabarin saat kepala nya mulai berdenyut, merasakan rasa sakit akibat terlalu keras berpikir namun tidak menemukan jalan keluarnya. Ia kemudian mendongak keatas, dimana langit biru masih terbuka diatas kepala nya. Mencoba mencari jawaban yang mungkin ada diantara biru nya langit.
"Hah?"saat melihat langit untuk mencari jalan keluar, matanya sedikit terbuka lebar saat melihat diatas pohon bambu itu, ada seekor ular yang melilitnya dengan kuat. Ia terus memandangi ular itu dengan seksama, mencari tau apa yang ia lakukan disituasi panas seperti ini. Padahal ular tidak menyukai kondisi panas, melainkan ia menyukai tempat yang lembab.
Beberapa menit setelah memperhatikan ular itu, ia melihat sesuatu mengelupas dari permukaan kulit ular"Apakah dia sedang berganti kulit?"gumam zabarin, dan terus memperhatikan nya. Perlahan-lahan kulit itu mulai meninggalkan kulit kepala dari ular itu. Walaupun membutuhkan waktu yang lama, akhirnya kulit baru dari kepala ular terlihat, dan tersisa lah pengelupasan kulit tubuh yang lain.
Menit demi menit ia terus memperhatikan, sampai kulit lama ular itu terjatuh ketanah. Dan memperlihatkan kulit baru yang masih cerah dari ular itu, dengan corak yang sama namun dengan proporsi yang berbeda dari kulit lama.
"Hah..."zabarin menghela nafas panjang, ia sedikit terinspirasi dari ular itu. Bagaimana jika ia menggunakan sistem kekuatan yang lama namun dengan perkembangan yang baru?.
"Yah... Itu patut dicoba, setidaknya itu masih memiliki harapan daripada melakukan ini setiap hari sampai tidak tentu kapan itu selesai!"seru zabarin, dan kembali bersemangat dengan kultivasi nya. Hanya dengan memperhatikan ular mengganti kulit, ia mendapatkan sesuatu yang berharga.
Swuushhh! Angin menerpa wajah nya saat ia akan fokus, duduk bersila ditengah batu dan tubuh tegak sambil menutup mata. Ia mulai menyingkirkan pemikiran tentang dunia dan merasakan keheningan dan kehampaan seperti yang pernah ia lakukan.
Beberapa menit kemudian, ia memasuki mode kultivasi. Tubuh nya sama sekali tidak bergerak, nafas nya teratur dengan sempurna. Tiupan angin terasa lambat disekitarnya, sampai ia kini merasakan sesuatu yang familiar baginya.
Sesuatu yang dapat ia rasakan dengan jelas, itu begitu hangat dan dingin. Membawa kesegaran dan ketenangan yang begitu dalam. Itu adalah... Energi alam!.
Setelah merasakan 'wujud' dari energi alam, menggunakan kesadaran nya sendiri, ia mulai menyerap energi itu melalui tarikan nafas nya. Namun, tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Energi yang berwujud seperti aliran air itu akan masuk ke pembuluh darah nya, ia segera mungkin menghentikan aliran itu masuk. Dan menghambat pergerakan itu di tenggorokan nya.
Walaupun perasaan sesak ia rasakan, ini harus ia lakukan. Ia harus berani berkorban untuk sesuatu yang lebih besar dimasa depan. Selagi ia tidak memiliki tanggung jawab selain misi itu, ia harus mengorbankan segala cara untuk meraih nya.
Memahami setiap jalur pembuluh darah, ia tidak bisa memasukan energi itu kedalam nya. Kalau tidak hal yang sama seperti hari itu akan terjadi, maka dari itulah ia berpikir sesuatu yang gila. walaupun dantian memiliki hubungan dengan pembuluh darah, itu bisa dimasuki dengan jalur yang sama, namun dengan cara yang berbeda.
Seperti hal nya pergantian kulit dari ular, bukan melalui dalam. Melainkan melalui jalur luar, kulit ular akan membentuk sebuah cincin untuk mengeluarkan kulit nya dari kulit baru, maka ia harus membuat energi alam itu juga masuk seperti cincin.
Swuushhh! Setelah energi itu ia ubah seperti cincin satu persatu dan mulai dimasukkan ke setiap jalur pembuluh darah melalui permukaan luar, energi yang begitu luar biasa mulai meledak disekitar tubuhnya. Angin yang begitu kencang menerpa hutan bambu itu sampai membuat nya miring akibat angin itu.
"Aarghh!"zabarin berteriak saat kesadaran nyaa dikikis sedikit demi sedikit, metode yang ia pikirkan kali ini ternyata membutuhkan kesadaran yang lebih kuat. Untuk membentuk energi alam dalam bentuk air menjadi sebuah cincin, namun, dengan segala latihan yang telah ia lalui. Ia hiraukan semua rasa sakit dikepala nya. Terus menerus membentuk cincin itu dan menyebarluaskan nya kesetiap pembuluh darah dari permukaan luar.
Sampai satu jam telah lewat, siksaan dikepala semakin lama semakin kuat. Namun, ini adalah titik akhir dari semuanya saat tubuh nya dipenuhi oleh energi alam dalam bentuk cincin, ia mulai mengarahkan cincin-cincin itu menggunakan kesadaran terakhir nya menuju dantian yang belum pasti ia memiliki nya atau tidak.
Namun, kali ini keberuntungan berada dipihak nya. Kegembiraan langsung terpancar diwajah nya yang menahan sakit, walau struktur tubuh nya berbeda, ia juga masih memiliki dantian seperti orang lain!. Dengan pencapaian besar itu, ia langsung mengarah kan semua cincin-cincin itu masuk kedalam dantian miliknya.
Jelldaaarrrr!!
Boommsss!
Swuushhh!
Detik berikutnya, setelah puluh cincin energi alam itu masuk ke dantian nya, petir menggelegar tepat ditempat nya duduk. Angin kencang menerpa hutan, dan membawa ledakan super Sonic yang dapat dirasakan ribuan kilometer jauh nya.
"Arghhh!"zabarin lagi lagi berteriak, saat kesadaran terakhir nya tidak dapat ia pertahankan. Namun, dengan pencapaian ini sudah cukup baginya untuk istirahat. Dan yang bekerja saat ini, adalah tubuh dan energi alam miliknya sendiri.
Petir yang begitu luar biasa muncul dari langit sekali lagi, dan memancarkan sebuah cahaya terang, menerangi seluruh hutan dan juga gunung yang menjulang. Pilar-pilar cahaya menusuk langit dari tubuh nya duduk.
Swuushhh!
Boommsss!
Sekali lagi angin menerpa lebih kencang, membuat pohon yang berdiri kokoh sampai tercabut dari akar nya. Pilar cahaya yang terhubung dengan langit itu, tiba-tiba berubah menjadi hitam seperti bayangan. Langit terbuka, membawa sebuah cincin dengan ukiran seperti tombak bergerigi disetiap sisi luar nya, dengan tombak besar diempat arah mata angin dipermukaan luar cincin itu.
Aura ilahi luar biasa menyadarkan zabarin kembali ke tubuhnya, cincin bergerigi tombak berwarna hitam itu. Mulai turun dari langit, dan masuk ketubuh zabarin yang duduk tenang dibawah nya. Walaupun keadaan sekitar seperti diterjang badai.
Swuushhh! Setelah cincin itu berhasil menyatu dengan tubuh nya, ia merasakan begitu banyak energi masuk kesetiap pembuluh darah nya, memberikan ia kekuatan yang luar biasa. Seperti kekuatan itu, dapat membuat tubuh ringan seolah hanya bulu!.
Senyum senang dan gembira terpancar diwajah nya, ia tidak menyangka. Hanya seekor ular, bisa membawa nya sampai dititik ini. Titik dimana ia berhasil mengambil langkah pertama menjadi seseorang yang lebih kuat dari manusia biasa.
"A-Aku, berhasil?!"tanya nya gugup, namun kebahagiaan yang terpancar tidak dapat dibohongi. Langkah besar ini, akan membawa nya lebih jauh didunia yang luas ini.
"Yeaahhh!"teriak nya serta berdiri, sambil mengacungkan tinju nya kelangit. Pencapaian empat belas tahun yang dilalui manusia pertama itu, bisa ia lampaui hanya dalam waktu empat bulan. Keteguhan hati mulai terbentuk dari ribuan kegagalan, tekad membara untuk meningkatkan kekuatan ini terpancar dari mata nya yang memandang penuh semangat ke langit biru, yang saat ini kembali menunjukkan pesona nya setelah keributan yang ia ciptakan sendiri.
Langkah besar ini akan menuntun nya menjelajah dunia, bukan hanya sebagai manusia biasa, melainkan sebagai sosok yang telah menembus batas-batas yang dahulu dianggap mustahil.
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.