seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.
"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter: 7
WUSH!
NMAX hitam milik Kevin membelah jalur cepat Margonda dengan kecepatan yang sanggup membuat kamera tilang elektronik mengalami error.
Berkat mode Track Race yang diaktifkan Sistem, motor matic itu bergerak zigzag di antara himpitan mobil dengan kehalusan tingkat tinggi.
Ding!*
[Sisa Waktu: 3 Menit 20 Detik.]
[Informasi Target: Komplotan perampok berjumlah 4 orang menggunakan senapan rakitan dan senjata tajam. Mereka menyandera karyawan di dalam Toko Emas 'Sinar Jaya'.]
"Empat orang pake beceng? Lu bener-bener mau bikin gue jadi pahlawan nasional ya, Sistem!"
gerutu Kevin di balik helm. Jantungnya berdegup kencang, tapi bukan karena takut, melainkan karena adrenalin yang meletup-letup.
Tepat di menit kedua, Kevin mengerem motornya secara ekstrem di seberang Toko Emas Sinar Jaya.
Suasana di sekitar toko tampak sepi yang tidak wajar.
Pintunya bergulir (rolling door) sudah tertutup rapat tiga perempat bagian, dengan papan penanda "TUTUP" yang digantung terburu-buru.
Orang-orang di sekitar tampaknya belum menyadari ada bahaya karena aksi ini dilakukan dengan sangat rapi dan senyap.
Kevin turun dari motor, mengendap-endap mendekati pintu besi yang sedikit terbuka itu.
Menggunakan Refleks Dewa yang juga mempertajam indra penglihatannya, Kevin mengintip ke dalam lewat celah bawah.
Di dalam toko, suasananya sangat mencekam.
Tiga orang karyawan dan satu satpam tua sedang tiarap di lantai dengan tangan terikat di belakang kepala.
Dua perampok berjaket hitam dan berhelm cakil sedang sibuk meraup perhiasan emas dari dalam etalase kaca yang sudah pecah ke dalam karung terpal.
Sementara itu, dua perampok lainnya berjaga di dekat pintu.
Salah satunya memegang sebilah parang panjang, dan satu lagi yang tampaknya adalah sang bos memegang sebuah pistol rakitan berwarna karat.
"Cepetan! Jangan ada yang lelet! Dua menit lagi kita cabut lewat jalur belakang!"
bentak si bos perampok dengan suara parau.
Kevin menghitung dalam hati. Satu pistol, satu parang, dua lagi sibuk ngerampok.
Kalau gue masuk langsung, satpam atau karyawan itu bisa jadi tameng.
Ding!
[Sistem Memberikan Solusi Taktis.]
[Gunakan item di sekitar Pengguna. Kecepatan adalah kunci. Ambil benda padat di dekat Anda.]
Kevin melirik ke bawah kaki. Ada beberapa batu kerikil sisa perbaikan trotoar Margonda.
Kevin memungut dua buah kerikil berukuran sebesar ibu jari.
"Oke, mari kita coba teori pelempar bisbol dewa," bisik Kevin.
Dengan gerakan secepat kilat, Kevin menyentak pintu rolling door ke atas hingga menimbulkan suara dentangan keras.
BRAKK!
"Siapa itu?!"
Keempat perampok itu terkejut dan langsung menoleh serentak ke arah pintu.
Sebelum bos perampok sempat mengarahkan moncong pistolnya ke arah Kevin, tangan kanan Kevin sudah bergerak melakukan lemparan melenting.
Kerikil pertama melesat secepat peluru, menghantam tepat pada pergelangan tangan si bos perampok yang memegang senjata.
TAK!
"AAAKHH!"
Bos perampok itu menjerit kesakitan saat tulang pergelangan tangannya terasa remuk.
Pistol rakitannya terlepas dari genggaman dan terpental jauh ke sudut ruangan.
Belum sempat perampok berparang mengambil tindakan, kerikil kedua dari tangan kiri Kevin sudah meluncur dan menghantam telak di tengah jidat babi perampok tersebut.
DUKK!
Perampok kedua langsung matanya mendelik ke atas dan ambruk pingsan seketika di lantai tanpa sempat mengeluarkan suara sepatah kata pun.
Dua perampok yang sedang memegang karung emas melongo tak percaya melihat dua bos mereka dilumpuhkan dalam waktu kurang dari dua detik oleh seorang ojol yang baru masuk.
"B-Bangsat! Bunuh dia!"
teriak perampok ketiga, menjatuhkan karungnya dan mencabut pisau sangkur dari pinggangnya, lalu menerjang Kevin.
Kevin hanya tersenyum tipis di balik helmnya. Dia melangkah maju dengan santai, menghindari tebasan pisau itu dengan memiringkan kepalanya ke kiri secara elegan,
lalu melepaskan satu pukulan straight tangan kanan tepat ke arah rahang si perampok.
BUGH!
Pukulan berbobot dewa itu membuat si perampok berputar di udara setengah lingkaran sebelum akhirnya mendarat dengan wajah condong ke aspal lantai toko emas.
Perampok terakhir, yang melihat ketiga temannya sudah pingsan dalam sekejap, langsung lemas.
Lututnya gemetaran hebat hingga dia menjatuhkan karung emas yang dipegangnya.
Dia langsung mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara.
"A-Ampun, Bang Ojol! Ampun! Saya cuma ikutan diajakin doang, sumpah!"
ratap perampok keempat sambil menangis ketakutan.
Kevin berjalan mendekat, mengambil tali rafia sisa ikat barang di pojok toko, lalu mengikat perampok terakhir itu ke tiang beton toko emas bersama teman-temannya yang pingsan.
Ding!
[Kriminalitas 3/3 Berhasil Digagalkan!]
[Misi Utama Minggu 1 Berhasil Diselesaikan dengan Sempurna!]
[Mengkalkulasi Hadiah...]
[Selamat! Pengguna Kevin Wijaya resmi menjadi pemilik sah dari 1 Unit Ruko Tiga Lantai di Jalan Raya Margonda (Sertifikat Hak Milik digital telah dikirimkan ke inventori Sistem).]
Kevin mengembuskan napas lega yang panjang. Akhirnya, status beban keluarganya runtuh hari ini.
Dia menoleh ke arah para karyawan dan satpam yang masih ketakutan di lantai.
"Bapak, Ibu, semuanya aman."
"Tolong telepon polisi ya, saya harus lanjut narik ojek lagi,"
kata Kevin dengan nada santai seraya membantu memotong tali ikatan satpam tua tersebut.
Sebelum mereka sempat berterima kasih atau menanyakan identitasnya, Kevin sudah berbalik dan melangkah keluar dari toko emas dengan gaya yang sangat keren,
menyisakan misteri tentang sosok "Ojol Dewa" yang akan menjadi buah bibir baru di seluruh jagat media sosial Kota Depok besok pagi.
#NOTE
Bagaimana rupa ruko tiga lantai yang didapatkan Kevin di Margonda?
Apakah dia akan langsung memamerkannya pada Ibunya dan Nabila?