NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Keesokan harinya, Akademi Starfell kembali dipenuhi suasana ramai sejak pagi. Namun kali ini, rumor yang beredar bukan lagi sekadar tentang "Freya berubah."

Tidak. Sekarang rumor itu sudah berkembang jauh lebih liar.

"Katanya Putri Freya membela Aria di depan Isabella kemarin."

"Aku dengar dia bahkan mengancam siapa pun yang berani mengganggu Aria."

"Dan Tuan Muda Ares terus memperhatikannya selama kelas."

"Yang Mulia Zevian juga katanya ikut melihat semuanya."

"Ini cinta segi empat?"

"WOI MULUTMU."

Bisikan-bisikan itu terdengar hampir di setiap sudut akademi.

Dan orang yang sedang menjadi topik utama…sedang menelungkup lemas di atas meja kamarnya.

"Aku mau pindah planet."

Lily yang sedang membantu menyiapkan tas akademinya langsung panik.

"Nona kenapa lagi pagi-pagi begini?"

Freya mengangkat wajahnya perlahan. Wajah cantiknya terlihat sangat putus asa.

"Hidupku terlalu terkenal."

"…Bukannya itu memang normal untuk seorang putri bangsawan?"

"Tapi bukan terkenal karena drama beginian."

Freya memegangi kepalanya frustrasi. Kemarin ia cuma berteman dengan Aria, membela Aria, lalu hampir mati mental gara-gara Ares.

Kenapa sekarang rasanya seluruh akademi seperti sedang mengikuti sinetron hidupnya?

Lily menahan tawa kecil. "Setidaknya sekarang rumor tentang Nona lebih baik dibanding dulu."

Freya langsung diam. '…Itu memang benar sih.'

Dulu rumor tentang Freya isinya suka membuat pelayan menangis, pernah melempar teh ke bangsawan lain, membuat murid perempuan pindah kelas karena takut, dan berbagai dosa sosial lainnya.

Sedangkan sekarang?

Minimal ia tidak terdengar seperti villain final boss lagi.

Freya menghela napas panjang. "Oke. Hari ini targetku sederhana."

"Apa itu, Nona?"

"Hidup tenang tanpa masalah."

Lily terdiam beberapa detik. "…Entah kenapa saya merasa itu mustahil."

"Aku juga."

Setelah bersiap, Freya akhirnya pergi menuju akademi.

Dan benar saja. Begitu ia turun dari kereta keluarga Vane…

SEMUA ORANG LANGSUNG MELIHAT KE ARAHNYA.

Freya hampir ingin masuk kembali ke dalam kereta dan pulang.

"Astaga…"

Ia berjalan cepat melewati halaman depan akademi sambil pura-pura tidak melihat tatapan orang-orang.

Namun semakin cepat ia berjalan… Semakin banyak orang yang berbisik.

"Itu dia."

"Putri Freya."

"Cantik sekali hari ini…"

"Tapi kenapa sekarang auranya lembut banget?"

Freya menahan malu setengah mati.

Hari ini ia memakai gaun putih sederhana dengan cardigan biru muda tipis. Rambut emas panjangnya dikepang longgar ke samping, membuat penampilannya terlihat jauh lebih lembut dibanding biasanya.

Dan sayangnya… Itu justru membuat rumor semakin menjadi-jadi.

"Nona Freya sekarang benar-benar seperti heroine novel…"

"Dulu dia seperti villain."

"Syukurlah sekarang enggak menyeramkan."

Freya hampir tersedak napas sendiri.

'YA TUHAN. IMAGE LAMA GUE APA SIH SEBENARNYA?'

Begitu sampai di lorong kelas… Freya langsung melihat Aria sedang berdiri sendirian sambil memeluk beberapa buku di dadanya.

Dan detik mata Aria bertemu dengannya...Wajah gadis itu langsung cerah.

"Freya..."

DOR.

Freya langsung kena emotional damage. 'Lucu banget astaga.'

Aria buru-buru berjalan menghampiri. "Selamat pagi."

"Pagi juga." Freya refleks membantu mengambil beberapa buku dari tangan Aria.

Dan tindakan sederhana itu… Langsung membuat lorong sekitar mereka kembali heboh.

"Putri Freya bawain buku buat Aria?"

"DUNIA KIAMAT."

Freya hampir memejamkan mata pasrah.

Aria malah terlihat malu.

"A-Aku bisa bawa sendiri…"

"Gapapa." Freya tersenyum kecil. "Bukunya banyak." Dan jujur saja… Freya mulai menikmati ini.

Aria terlalu mudah membuat suasana jadi hangat. Tidak heran semua orang menyukainya.

Saat mereka masuk kelas bersama… Suasana langsung hening lagi.

Freya mulai curiga kelas ini sebenarnya tempat latihan jumpscare.

Ia baru mau duduk ketika...

BRAK.

Pintu kelas terbuka lebar. Dan tentu saja… Ares muncul.

"Pagi semuanya."

Suasana kelas langsung meledak.

"Tuan Muda Blackwood lagi?"

"Kenapa dia datang terus?"

Freya langsung punya firasat buruk.

Dan benar saja. Ares berjalan santai melewati semua murid… Lalu duduk tepat di depan meja Freya lagi.

Freya langsung memegangi dahinya. "…Kenapa lagi?"

"Aku suka tempat ini."

"Itu bohong."

Ares tersenyum santai sambil menopang dagu. "Dan kalau memang bohong?"

"…"

"Wajahmu lucu kalau kesal."

Freya langsung ingin lempar buku.

Sedangkan Aria yang duduk di sebelah Freya malah terlihat bingung melihat interaksi mereka.

"Kalian dekat ya?

"ENGGAK."

"Lumayan."

Jawaban Freya dan Ares keluar bersamaan.

Ares langsung tertawa kecil. Freya menatapnya tidak percaya.

"Kenapa kamu jawab begitu?"

"Karena seru."

"AKU YANG STRES."

Ares malah terlihat makin terhibur. Dan yang lebih parah… Beberapa murid perempuan sekarang mulai berbisik-bisik heboh sambil melirik Freya.

"Jangan-jangan Tuan Muda Ares suka Putri Freya…"

"Mustahil."

"Tapi dia terus duduk dekat dia."

"Dan dia kelihatan senang ganggu Putri Freya."

Freya rasanya ingin menghilang dari dunia. Namun sebelum ia sempat membantah... Suara langkah kaki lain terdengar dari pintu kelas.

Dan suasana langsung berubah lagi.

Zevian masuk. Aura dinginnya langsung membuat satu kelas otomatis diam.

Tatapan tajamnya menyapu ruangan… Lalu berhenti tepat pada Ares yang duduk terlalu dekat dengan Freya.

Hening. Freya langsung duduk tegak tanpa sadar.

Kenapa dia jadi merasa seperti ketahuan melakukan kejahatan?

Ares yang sadar sedang diperhatikan malah tersenyum santai.

"Pagi, Zevian."

Zevian tidak menjawab. Ia hanya berjalan melewati mereka menuju kursinya sendiri di dekat jendela.

Namun sebelum duduk… Tatapannya sempat berhenti sepersekian detik pada Freya. Tatapan yang membuat Freya langsung pura-pura sibuk membuka buku.

'Jangan lihat aku. Aku gak ngapa-ngapain.'

Dan entah kenapa… Ares terlihat seperti menahan tawa.

Pelajaran dimulai tidak lama kemudian.

Namun konsentrasi Freya benar-benar hancur. Bukan karena materi pelajaran. Tapi karena… Ares terlalu berisik.

"Freya."

"Apa lagi?"

"Kau suka makanan manis?"

"…Hah?"

"Jawab dulu."

Freya menatapnya curiga.

"…Suka."

Ares mengangguk puas seolah baru menemukan informasi penting negara.

Lima menit kemudian...

"Freya."

"Apa."

"Kau suka bunga?"

"Kenapa kamu wawancara aku terus?"

"Karena penasaran."

Freya mulai curiga pria ini sebenarnya tidak punya kerjaan.

Bahkan guru di depan sampai beberapa kali melirik mereka.

Sedangkan Aria di samping Freya mulai menutup mulut menahan tawa kecil.

"Kenapa kamu ketawa?" bisik Freya.

"Karena lucu…"

"Bagian mananya?"

"Kalian seperti anak kecil."

Freya langsung kena mental. Bahkan Ares sampai tertawa terang-terangan sekarang.

Dan dari arah dekat jendela… Zevian diam-diam memperhatikan semuanya dalam hening.

Entah kenapa… Melihat Freya tertawa kecil seperti itu terasa sangat aneh baginya.

Freya yang ia kenal selalu penuh emosi negatif. Dia sering marah, iri, sombong, dan suka mencari masalah.

Tapi sekarang? Ia terlihat hidup. Dan semakin Zevian melihatnya… Semakin sulit baginya menghubungkan Freya sekarang dengan Freya yang dulu.

Saat jam istirahat tiba… Freya langsung berdiri cepat.

"Aku keluar dulu."

Ares mengangkat alis.

"Kabur?"

"Aku menyelamatkan kewarasanku. Dan kau, pergilah ke kelasmu sendiri. Jangan buat masalah di kelas orang."

Aria buru-buru ikut berdiri.

"A-Aku ikut."

Dan mereka berdua akhirnya keluar kelas bersama. Namun baru beberapa langkah berjalan di koridor, Freya langsung berhenti. Karena di ujung lorong, Isabella Morgana sedang berdiri sambil menatap mereka.

Tatapannya dingin. Dan di belakangnya ada beberapa gadis bangsawan lain.

'…Nah. Masalah datang.'

Aria langsung menegang di samping Freya. Sedangkan Isabella berjalan mendekat perlahan.

"Aku ingin bicara."

Freya menghela napas kecil. "Kalau mau cari masalah, aku lagi capek."

Isabella langsung terlihat kesal. "Kau benar-benar serius membela gadis ini?"

Freya menatapnya datar. "Aku sudah bilang kemarin kan?"

"Tapi untuk apa?" Nada suara Isabella mulai naik.

"Kau bahkan berubah total hanya karena gadis ini."

Freya mulai malas. "Perubahanku tidak ada hubungannya dengan Aria."

"Oh ya?" Isabella tertawa sinis. "Lalu kenapa sekarang kau tiba-tiba jadi baik?"

'…Karena aku gak mau mati tragis.'

Tentu saja Freya tidak bisa menjawab itu. Ia hanya menatap Isabella tenang. "Karena aku mau berubah."

"Omong kosong."

Dan tepat setelah mengatakan itu… Isabella melirik Aria dengan tajam. "Dasar gadis licik."

Aria refleks mundur sedikit.

Freya langsung menyipitkan mata. "Jaga ucapanmu."

"Kenapa?" Isabella mendecakkan lidah. "Bukankah dulu kau sendiri yang paling sering menghina dia?"

Hening. Koridor mulai dipenuhi murid lain yang diam-diam memperhatikan.

Dan jujur saja… Freya tahu Isabella benar. Freya asli memang keterlaluan. Namun justru karena itu…Ia semakin tidak bisa membiarkan Aria diperlakukan seperti dulu lagi.

"Aku memang pernah salah," kata Freya akhirnya.

Jawaban itu membuat Isabella membeku. Mungkin ia tidak menyangka Freya akan mengakuinya langsung.

"Tapi sekarang aku tidak akan membiarkan siapa pun merendahkan Aria di depanku."

Tatapan Freya berubah dingin. "Termasuk kau."

Hening.

Isabella menggertakkan gigi kesal. "Kau berubah hanya demi menarik perhatian Yang Mulia Zevian kan?"

DOR.

Seluruh koridor langsung makin heboh.

Aria panik.

"Isabella..."

"Bukankah selama ini kau selalu mengejar Yang Mulia?" lanjut Isabella tajam. "Dan sekarang setelah sadar cara lamamu gagal, kau mencoba pendekatan baru lewat Aria?"

Freya langsung memegangi dahinya. '…Ya Tuhan. Kenapa teori mereka dramatis sekali?'

"Aku tidak sedang mengejar siapa pun."

"Lalu kenapa kau berubah?"

"Karena aku ingin hidup damai."

Semua orang langsung diam.

Freya juga ikut diam.

…Eh.

Ups. Mulutnya keceplosan.

Isabella berkedip bingung. "Hah?"

Freya buru-buru batuk kecil. "Maksudku… aku hanya lelah hidup penuh kebencian."

Untungnya alasan itu masih terdengar masuk akal. Namun sebelum Isabella sempat bicara lagi… Sebuah suara dingin tiba-tiba terdengar dari belakang kerumunan.

"Isabella."

Semua orang langsung menoleh.

Dan di sana… Zevian berdiri dengan wajah datar seperti biasa.

Suasana langsung berubah tegang.

Isabella terlihat panik.

"Y-Yang Mulia…"

Tatapan Zevian jatuh ke arah Isabella.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

"Aku hanya…"

"Keributan di koridor mengganggu." Nada suaranya tenang. Tapi justru itu yang membuatnya lebih menakutkan.

Isabella langsung pucat.

Sedangkan Freya diam-diam ingin menangis bahagia. 'YA TUHAN PENYELAMAT DATANG.'

Namun sebelum suasana benar-benar selesai…Ares tiba-tiba muncul entah dari mana sambil membawa dua minuman dingin.

"Wah." Ia melihat kerumunan di depan kelas lalu tersenyum geli. "Aku pergi sebentar saja sudah ada drama."

Freya langsung ingin pingsan. Kenapa semua orang penting selalu datang bersamaan?

Ares berjalan santai mendekati Freya lalu menyerahkan salah satu minuman padanya. "Nih."

Freya bengong. "…Buat aku?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Karena tenggorokanmu pasti capek habis debat."

Beberapa murid perempuan langsung hampir pingsan melihat itu.

Sedangkan Zevian… Tatapannya turun perlahan ke tangan Freya yang memegang minuman dari Ares.

Dan entah kenapa… Aura di sekitar pria itu mendadak terasa lebih dingin.

Freya langsung merinding. 'Kenapa…? Aku gak salah kan?'

Ares yang sadar perubahan suasana malah terlihat makin terhibur.

Sedangkan Isabella sekarang wajahnya sudah jelek total. Karena situasi ini terlihat seperti Freya dekat dengan Aria, dekat dengan Ares, dan diperhatikan Zevian. Tiga hal yang paling tidak ingin ia lihat sekaligus.

Akhirnya Isabella menggertakkan gigi sebelum pergi dengan kesal bersama teman-temannya.

Begitu mereka pergi… Suasana koridor perlahan mulai normal lagi.

Freya langsung menghela napas panjang. "Capek…"

Aria menatapnya khawatir. "Kamu tidak apa-apa?"

"Aku merasa umurku berkurang lima tahun tiap masuk akademi."

Ares tertawa kecil. "Tapi kau keren tadi."

Freya langsung menatapnya curiga. "Kamu sengaja menikmati penderitaanku ya?"

"Sedikit.

"Jujur banget. Pergi sana."

Bahkan Aria sampai tertawa kecil lagi. Dan melihat Aria tertawa seperti itu…Freya otomatis ikut tersenyum.

Namun dari tidak jauh sana…Zevian diam-diam memperhatikan pemandangan itu.

Freya tertawa. Aria tertawa. Dan Ares terlihat terlalu nyaman berada di dekat Freya.

Aneh. Sangat aneh. Dan entah kenapa...Zevian merasa tidak suka melihatnya.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!