Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07
"bagaimana? Kau sudah memberikan dress itu?" Tanya Rusita kepada Tara.
"Sudah ma, dia pasti akan memakai nya, aku sudah mengancam nya," ungkap Tara sambil tersenyum jahat.
"Bagus, kau sangat pintar," Rusita dan Tara saling pandang dan tersenyum satu sama lain, entah apa yang mereka rencanakan dua hari lalu.
Satu jam pun berlalu, kini tibalah waktu mereka untuk berangkat ke resepsi tersebut.
"Sofia! Cepat! Kenapa kau begitu lama? Beraninya kau membuat mama menunggu!" kata Tara yang kini berdiri di lantai bawah ia beberapa kali berteriak memanggil Sofia.
Tak lama kemudian terlihat Sofia yang menuruni anak tangga sambil sesekali menarik ujung baju yang terlalu pendek.
"Nah bagus kau memakainya," kata Rusita tersenyum melihat Sofia.
"Ma, tapi ini terlalu terbuka, aku benar-benar tidak nyaman memakai nya," kata Sofia dengan wajah sedih.
"Bodoh, ini adalah pesta malam, kau berpakaian seperti itu sudah menyesuaikan dengan keadaan ayo cepat," kata Rusita yang kemudian berjalan meninggalkan ruang tengah.
Mau tidak mau Sofia pun harus pergi dengan pakaian yang membuat nya sangat tidak nyaman.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan segera saja menuju gedung resepsi pernikahan tersebut.
Sepanjang perjalanan perasaan Sofia sungguh tidak enak, apalagi suasana dingin yang begitu menusuk.
Namun sesungguhnya Tara cukup iri dengan kecantikan Sofia, Sofia yang memiliki kulit putih seputih salju, hidung mancung, bibir mengoda dan bentuk tubuh yang sempurna membuat Tara selalu membenci kakak tirinya itu.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan muda, anda benar-benar akan pergi sendiri? Apakah tidak menunggu tuan muda Siho datang?" tanya Glen yang saat ini berjalan di samping Zavier yang kini menujuk mobil.
Ia sudah sangat terlihat rapih dengan stelan kemeja hitam nya.
"Kenapa aku harus pergi bersama nya?" ujar Zavier membuka pintu mobil.
"Tunggu tuan muda," Glen menahan pintu mobil yang akan di buka Zavier.
Zavier melirik Glen dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Di sana akan ada banyak perempuan, ayo coba carilah satu yang pas untuk mu, siapa tau dengan usaha mu kau bisa mendapatkan nya sendiri," kata Glen dengan senyum tipis nya.
"Itu urusan mu, aku tidak butuh, oh ya jangan lupakan sesuatu aku mencari orang yang bisa ku jadikan kambing hitam untuk permintaan aneh kakek, aku tidak akan terlibat cinta dengan wanita lain," setelah mengatakan itu Zavier pun masuk ke dalam mobil nya dan kemudian melaju meningalkan Glen.
Sementara itu Glen meneguk silvea nya sambil membenarkan posisi kacamata nya.
"Tuan muda benar-benar menakutkan dengan perkataan nya itu," kata Glen yang kemudian kembali masuk ke dalam mansion.
Malam ini Glen bertugas untuk menjaga Kakek karena Siho dan Zavier sedang tidak ada.
Sementara itu di sisi lain.
Mobil mama Rusita telah tiba di gedung pesta pernikahan anak tuan Ex, mereka mendapatkan parkir di tempat yang istimewa yang telah di siapkan untuk tamu kalangan atas seperti mereka.
"Wah, ma acara nya sangat besar ya," kata Tara mengagumi keindahan gedung tersebut.
"Tentu saja," jawab Rusita sambil memakai kacamata hitam nya.
"Sofia, apa yang kau tunggu ayo cepat," kata Tara yang melihat Sofia masih tidak mau turun dari mobil.
Sofia pun bergegas turun dengan perasaan cangung, ini pertama kalinya dia pergi ke pesta dengan pakaian se kecil itu, membuat tubuh nya jadi tidak nyaman.
Mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam gedung tersebut, di sambut oleh beberapa orang yang bertugas untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.
"Terima kasih banyak nyonya Rusita, ternyata kalian bersedia datang ke pesta pernikahan anak ku," kata tuan Ex yang saat ini terlihat sangat bahagia dengan kedatangan tamu-tamu penting nya.
"Tentu saja kami datang, kami malah sangat berterima kasih telah di undang datang ke pesta yang megah ini," kata mama Rusita dengan senyum manisnya.
"Ini adalah Sofia?" tanya tuan Ex menatap Sofia dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Ya, ini adalah Sofia sudah lama kan tidak bertemu, dan ini Tara dia anak ku," kata mama Rusita berlagak sebagai seorang mama tiri yang baik dan adil.
"Anak-anak yang cantik, oh iya kalian berdua silahkan bergabung dengan teman-teman kalian yang lain, aku dan Rusita ingin bicara sebentar," kata tuan Ex yang beberapa kali memberikan kode kepada mama Rusita.
"Ah iya, Tara bawa kakak mu untuk menikmati perjamuan, mama ingin bicara dengan tuan Ex," kata Rusita yang kemudian mengedip kan sebelah matanya kepada Tara.
"Iya ma, ayo Sofia," kata Tara sangat lembut, ia tersenyum dan kembali berjalan pergi mencari pergelangan tangan Sofia.
Sementara itu di sebuah ruangan yang cukup tertutup.
"Bagaimana? Apa kau benar-benar ingin menyerahkan putri nya Afdan kepada ku?" tanya tuan Ex kepada mama Rusita.
"Asal kau membayar sesuai jumlah yang aku minta, karena aku tidak mau anak itu terus menerus berada di sini kami aku ingin secepatnya dia menyingkir dari mansion, aku juga tidak ingin dia mengangu rencana ku ungkap menikahkan Tara dengan Samuel," kata Rusita panjang lebar.
"Kau benar-benar ibu tiri yang baik Rusita, aku setuju karena aku sudah lama menginginkan anak itu," kata tuan Ex dengan senyum licik nya.
"Lima miliar, setelah kau menyerah kan nya, aku tidak peduli lagi dengan anak itu terserah,mau aku apakan dia," kata Rusita dengan senyum miring nya.
"Baik," kata tuan Ex yang kemudian menepuk tangan nya beberapa kali.
Beberapa orang anak buahnya datang entah dari sudut mana membawa beberapa koper yang berisikan uang tunai.
Mereka membuka koper tersebut dan kemudian memeprlihatkan isi dari koper itu.
Tak hanya uang tunai, berlian dan juga perhiasan bernilai tinggi seketika menyilaukan mata mama Rusita.
"Astaga ini sangat menyilaukan," kata Rusita terkagum-kagum dengan perhiasan tersebut.
"Tentu, ini untuk mu semua nya," kata tuan Ex dengan senyum tipis nya.
Tuan Ex adalah seorang laki-laki tua mesum yang punya banyak kekayaan karena bisnis gelap nya, dia juga suka bermain perempuan karena ia tidak punya istri. Istri nya sudah lama meningal dan ini membuat nya memutuskan tidak menikah lagi namun asik bermain wanita. Yang paling ia sukai adalah wanita muda.
Inilah alasan mama Rusita memutuskan untuk menjual Sofia kepada tuan Ex karena dia tau tuan Ex lah yang bisa menyingkirkan Sofia dari hidup mereka.
Tuan Ex memang rekan bisnis papa nya Sofia namun orang tua ini tidak akan pernah bisa menahan godaan wanita, dia sudah lama menginginkan gadis muda seperti Sofia dan sekarang lah kesempatan nya.
Setelah melakukan transaksi tersebut, mama Rusita pun meminta anak-anak buah tuan Ex untuk memasukkan semua uang dan perhiasan tersebut ke dalam mobil nya.
Bersambung ....