Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pilihan?
" Benar... Arga juga mencintai Hana hingga saat ini belum pernah berkencan... Bagaimana dengan anak mu,apa Jennie memiliki kekasih...?" Tanya nyonya mira lewat sambungan telepon dengan tuan juna.
Senyum tuan juna memudar. Inilah yang menjadi kesulitan nya. Kehadiran arka sungguh menjadi beban saat ini.
Seharusnya sadari dulu ia bisa lebih tegas menjauhkan Hana dari arka.
" Hana memiliki kekasih... Tapi kau tenang saja.mereka akan segera berpisah,aku akan jamin itu. Lagian aku tidak menyukai kekasih Hana.Karna bagiku calon menantu ku itu Arga ucap tuan Juna meyakinkan nyonya mira
Nyonya mira di sebrang telpon dengan tegas berkata
" Awas saja jika anak mu dan kekasih nya masih bersama saat sudah bersama Arga... Aku tidak mau anakku tersakiti..." Ucap nyonya mira dengan tegas dan datar. Mendengar itu, tuan juna menjadi kalang kabut. Setelah ini ia akan memikirkan bagaimana cara nya agar hubungan sang anak dan arka akan berakhir.
" Tenang saja... Segeralah datang,dan kita bisa lebih cepat mengurus pernikahan mereka..." Ucap tuan Juna berusaha memberikan keyakinan kepada nyonya mira.
" Ya... Besok aku dan Arga akan ke jepang " ucap nyonya mira kemudian mematikan sambungan telepon dengan tuan Juna.
#
Arga terus melangkah dengan langkah besar menghindari seseorang yang selalu ia anggap pengganggu. Mengabaikan panggilan yang orang itu ucapkan.
" Arga berhenti dulu ku mohon...!" Ucap seorang wanita yang bernama Diana
" Arga..!" Ucap Diana kembali dengan nada kesal
" Ck kenapa sih...!" Jawab Arga dengan kesal kemudian membalikkan tubuh dengan kasar dan langsung menepis tangan orang itu yang memegang tangannya.
" Arga... Ini kesekian kali nya kau menolak ku..." Ucap Diana yang memang mencintai Arga
" Aku tidak peduli...!" Jawab Arga hanya menatap malas wanita di depannya yang terlihat menyedihkan.
" Oh ayolah arga... Aku berjuang selama ini, bisakah kau hargai itu..."Ucap Diana yang berkulit putih dan berkata biru.
" Apa aku meminta mu untuk berjuang?... Berkali-kali aku menyuruh mu untuk berhenti mendekati ku!... Apa kau tidak mengerti bahasa manusia...!!" Jawab arga menggelegar. Ucapan arga justru di respon gelengan.
Hal itu membuat arga semakin geram dan tangannya mengepal erat. Sungguh Arga tangannya sudah gatal ingin menampar wanita sok baik itu.
"Aku sungguh mencintaimu arga... Katakan apa yang membuat mu berkali-kali menolak ku...?" Ucap Diana memohon kepada Arga
" Alasannya?... Coba berkacalah bitch!... Wanita seperti mu tak pantas bersama ku...!!" Ucap arga meninggikan suara nya.
" Apa yang kurang dari ku Lisa...?" Ucap Diana sembari menahan tangis dan amarah. Arga berdecih dan mata nya mengkerling malas melihat sandiwara wanita itu. Seakan baik namun arga sudah tau bagaimana asli nya wanita ini.
" Dasar jalang sialan!... Apa perlu ku tunjukkan rekaman Vidio panas mu dengan para pria di club...?" Ucap Arga dengan senyuman sinis nya.
Mendengar itu tingkah nya terlihat gelisah. Terlihat jelas bahwa Diana itu panik. Arga hanya tersenyum sinis, dalam hati begitu puas melihat ketakutan wanita itu.
" Berhenti mendekati ku mulai sekarang! Karena sampai kapanpun! aku tidak akan menerima wanita kotor seperti mu...!!" Ucap Arga kemudian setelah puas memaki dan memperingati Diana yang saat ini diam mematung, Arga pergi begitu saja. Sedangkan diana itu sudah tidak berani mengejar
#
Hana menurut saat sang ayah menyuruh nya untuk segera kembali karena ingin membicarakan sesuatu. Sebenarnya ia kesal karena hana merasakan bahwa ayah nya sengaja mengganggu waktu nya bersama arka.
" Ada apa ayah..?" Tanya Hana yang baru saja sampai di rumah mewah nya
" Tidak usah kesal seperti itu... Ayah akan membicarakan hal yang baik..." Ucap tuan Juna yang melihat wajah tidak bersahabat putri nya. Hana hanya diam masih dengan ekspresi muka malas nya. Terlalu lelah untuk menanggapi sang ayah yang menurut nya sangat menyebalkan.
" Arga akan segera kesini..." Ucap tuan Juna too the poin. Mendengar nama arga. Hana langsung menegakkan duduk nya. Karena ia sendiri sudah menanti hal itu.
" Kalian akan langsung menikah... Dan hanya di beri waktu satu bulan sebelum menikah... Segeralah akhiri hubungan mu dengan kekasih mu itu" ucap tuan Juna tegas di hadapan Hana dan nyonya ayu.
Hana langsung mendongak menatap wajah tegas sang ayah. Ia berada di situasi sulit sekarang. Bisakah Hana memiliki kedua nya?. Namun sebuah keputusan telah Hana pikirkan, dan mungkin ini yang terbaik.
" Kau sangat menantikan arga bukan?... Maka jangan sakiti dia hanya karena hubungan mu dengan arka... Kalian harus segera berakhir...!" Ucap tuan Juna datar. Hana hanya bisa diam saat ini. Lebih baik ia tidak menjanjikan sesuatu atau memberi tau keputusan nya pada sang ayah terlebih dahulu. Biarkan hana memikirkan lebih lanjut.
" Besok adalah kedatangan arga... Kau harus tetap di rumah dan jangan pergi dengan kekasih mu itu.." ucap tuan Juna
#
Arka tersenyum senang dan bangga saat melihat sebuah pesan yang di kirim ke email nya. Pesan dari universitas terbaik di Jepang dan hana juga berkuliah di sana. Arka berhasil mendapatkan beasiswa di kampus itu. Dan ia mengambil jurusan fotografi. Tak sia-sia usaha nya selama ini.
Arka sempat ingin berhenti sampai di SHS saja. Namun seseorang meyakinkan nya dan membantunya agar mendapatkan beasiswa tersebut.
" Aku berhasil...!" Ucap arka senang karena satu kampus dengan kekasihnya. Jadi arka pikir mereka bisa lebih dekat dalam setiap waktu. Ceklek...
Arka langsung menatap pintu yang baru saja terbuka, dan menampilkan sang daddy yang menenteng tas kerja, Daddy nya baru saja pulang tempat kerja.
Daddy Kenzo yang melihat anak nya sudah pulang langsung tersenyum,sangat jarang arka pulang lebih awal. Ia langsung mendudukkan diri di sofa sederhana itu.
" Tumben kau pulang lebih awal...?" Tanya Daddy kenzo
" Hanya ingin... Daddy pasti lelah, apa mau ku buatkan teh hangat..." Tawar arka menawarkan karena melihat wajah lelah daddy nya.
" Tidak usah... Daddy sudah meminum teh tadi..."Jawab Daddy Kenzo yang di angguki mengerti oleh arka. Terdiam cukup lama. Diam-diam arka melirik daddy nya, seperti ingin membicarakan sesuatu. Daddy Kenzo yang menyadari itu langsung bertanya.
" Ingin mengatakan apa...?" Tanya Daddy kenzo
" sebenarnya... Satu bulan yang lalu aku mendaftar diri ke universitas melalui jalur beasiswa... Aku ingin memberitahu daddy,bahwa aku berhasil lolos..." Ucap arka dengan antusias.
Daddy Kenzo terdiam cukup lama mendengar ucapan yang keluar dari mulut arka.senyum bangga nya muncul dan langsung mendekap erat anak nya. Tetesan air mata terharu mulai berjatuhan.
" Daddy bangga pada mu nak..." Ucap Daddy kenzo sedih mengetahui anak nya yang memilih berhenti melanjutkan pendidikan. Namun ternyata tanpa sepengetahuan nya, arka justru tetap mendaftar ke universitas impian nya itu. Arka merasakan basah di pundak nya. Ia ikut menitikkan air mata.
Sungguh membuat bangga sang daddy adalah impian nya sadari dulu. Dan arka berpikir bahwa hal ini belum seberapa.
" Terimakasih dad... Terimakasih telah merawat ku sadari kecil... A-aku tidak bisa membalas itu semua..." Ucap arka sembari terisak pelan.
" Cukup buktikan pada daddy bahwa kau bisa, dan hidup mu tidak akan sulit di masa depan..." Ucap Daddy kenzo sembari memeluk erat tubuh arka.