NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:171.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Siap melepasnya, dan siap menyambutmu

Afnan

Perpustakaan. Ia tarik bangku kayu sebagai tempat duduk yang vernisnya sudah hampir pudar tapi tetap mengkilat karena terlalu sering diduduki.

Dengan seabrek buku pelajaran yang telah ia pilih dari rak. Mulai ia baca lembar per lembarnya, setiap kata dan informasi yang terkandung lalu ia rangkum menjadi sebuah rangkaian kalimat untuk ia hafal nanti. Gerakan jemari dan pulpen kini mengisi penuh setiap baris buku.

Seusai melepas jabatan ketua forum remaja masjid An Nur, maka usai sudah semua keriuhan dan kesibukan dunia keorganisasian, ia harus mengejar dan menguasai pelajaran bersiap menghadapi masa-masa penentuan akhir sekolah.

Sebenarnya tadi, Yudha mengajaknya jajan di kantin. Namun, ia memilih menghabiskan waktunya disini saja...tempat ternyaman setelah An Nur setelah rumah tak lagi membuatnya damai sekarang.

Bukan karena tak lagi nyaman tapi perasaannya yang salah itu justru kian memberikan sensasi degupan lebih kencang dan nyelekit dalam sekali waktu. Benar, berulang kali ia menghindar bahkan membatasi aktivitas di lantai bawah, tetap saja gema Dealova tetap mengisi pendengaran dan tembus ke hatinya.

Ia jatuh cinta, jatuh cinta pada seseorang yang salah sekarang. Dan----itu adalah cinta pertamanya, Dealova Almaheera.

Bagaimana tingkahnya di depan keluarga, termasuk dirinya...bagaimana semua ketidaksengajaan dan kebetulan itu justru membentuk sesuatu yang semakin mempesona.

Tadi pagi, mas Afif keluar dari kamar dengan raut yang kian hari kian bersinar, apakah sesuatu telah berkembang? telah tumbuh? Dan berbalas? Secepat itu?

"Mi, bi...Minggu depan. Afif dan Lova mau pergi ke Jogja."

Ia cukup terkejut namun tak menghentikan sendokannya dari sayur. Ia berusaha untuk tak begitu peduli. Namun hatinya mendadak bergetar dengan letupan panas.

"Minggu depan kelas XII sudah mau masuk persiapan rangkaian TO, mas." Tiba-tiba saja kalimat itu lolos dari mulutnya tanpa terkendali.

Semua meliriknya termasuk Afif, "tau. Kita ambil pas hari libur panjang, hari kamis tanggal merah."

"Ya sudah, to. Kalau memang Lova menyanggupi, hitung-hitung pacaran..."

Wajahnya semakin keruh saja mengingat itu, buku ia tutup. Tak bisa lupa atau mengenyahkan. Lalu apa sekarang? Ia mendengar suara riang itu disini----

"Pak, mau ngembaliin buku paket dari kelas pak Kuncoro tadi." ucapnya bersama seorang teman perempuan lainnya, bukan Alika.

Pluk!

Awalnya satu, "eh, jatoh...hahaha!" ia justru tertawa bersama Hana yang kesusahan mengambil sebab kedua tangan mereka telah penuh membawa buku paket setebal tebal kitab. Yang benar saja, memangnya di kelasnya tak ada anak lelaki yang bersedia membawanya sampai-sampai harus kedua gadis ini yang mengembalikan buku seberat dan sebanyak itu.

Jiwa heroiknya mendominasi, tak peduli dengan otaknya yang menolak untuk membantu demi usahanya keluar dari lingkaran dosa, ia lupa jika ia sedang ada dalam misi mengenyahkan bayangan Lova.

Dan Pluk! Saat Lova berusaha membungkuk sementara Hana sudah hendak menaruh buku di dekapannya ke arah meja dibantu petugas perpustakaan, bukunya kembali jatuh.

"Sini Lov...taro," pinta Hana, namun saat gadis itu hampir membungkuk, tangannya sudah mengambilkan itu untuk Lova.

Lova

Hana malah berlari, meninggalkannya usil yang masih berusaha payah merapikan buku bersama petugas perpustakaan dan Afnan yang entah sejak kapan ada disana, membantunya membawa buku-buku yang terjatuh.

Tapi sepertinya ---getaran itu melemah, atau justru sudah tak terasa? Karena kini...ia tak begitu terganggu dengan wajah jutek atau kepedulian Afnan sekalipun yang biasanya akan membuat degupan jantungnya lebih cepat dan memompa deras aliran da rah, dan memancing ia menjerit keras sembari berguling-guling.

"Makasih. Aku duluan." Lova menghela nafasnya dan berlalu meninggalkan Afnan.

Ia menyentuh dadanya sendiri, "oh waw!" dan mengangguk yakin untuk berjalan lebih cepat tanpa menoleh lagi ke belakang. Sepertinya usahanya memandangi wajah Afif sukses, memberikan dampak nyata, oke...akan ia pandangi wajah Afif saban waktu jika bisa. Termasuk do'a-do'anya belakangan ini.

Dan kini ia terdampar di kelas, sambil menyuapkan potongan ayam katsu ke dalam mulutnya.

"Nulis apa sih?" Alika akhirnya notice juga dengan kesibukannya sekarang, diantara keriuhan kelas di jam istirahat kedua ini, yang----

Emir berteriak saat Hana menjambak rambutnya, "bayar kas sekarang ihhh! Aku mau pembukuan!"

Sampai-sampai Eza yang sedang menyuapkan kue terganggu dan terpaksa memisahkan si bendahara dan si paling sulit bayar kas itu.

Alika sempat tertawa-tawa melihat teman-temannya itu, belum lagi Kiki dan Fatan yang----*kumenangis membayangkan*!

"Drama banget." Desis Lova mendengarkan konser dadakan yang---aduh! Yang benar saja, anak cowok nyanyiannya begitu!

"List...takut lupa takut ada yang ketinggalan juga. Biasanya cuaca di Jogja lebih panas apa lebih dingin dari Bandung, Ka?" tapi sungguh, Lova tidak sedang menunggu jawaban Alika sebab ia sudah menampilkan laman google, "oh lebih panas."

Alika kembali terkekeh, "cieee, yang mau bulan madu, sampai di list begitu..." ia melongokan pandangan ke arah catatan, "seriusan bawa baju seabrek-abrek begitu? Emang mau pergi berapa lama?"

"Emhhh, 4 hari kayanya." Angguk Lova langsung dihadiahi tawa Alika, "ya ampun, kaya mau pindahan."

Mata Lova mengernyit, "sebagai istri yang baik harus prepare jangan sampai ada yang kurang."

Alika mengangguk membenarkan, "tapi kalo liburan mending yang lebih sim----"

*Jika cinta dia, jujurlah padakuuuu! Tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu*....

"Berisik!" sarkas Lova melempar tutup pulpen ke arah Kiki dan Fatan, hampir saja pikirannya terdistrek oleh nyanyian mereka dan buyar dalam sekejap.

Namun mereka malah tertawa, "apa sih, Va...masih gagal move on dari si Afnan? Ada gue Va, ada gue...emang gue ngga keliatan di mata Lo?"

"Lo sejenis lelembut Ki..."

Dan mereka tertawa.

"Entah butiran debu."

Ck! "Elahhhh Afnan lagi, sorry ya gue udah lama move on!" dengan jumawanya Lova bisa mengatakan itu sekarang. Benarkah?! Alika mengangkat kedua alisnya, sadar dengan ketidakpercayaan Alika, Lova mengangguk, "seriusan. Udah deh...ini langkah awal gue buat berjalan bersama mas Afif."

Kembali Alika meledakan tawanya, tapi ia mengangguk-angguk, "asli sih, ini...mas Afif harus dapet reward udah bisa balikin sosok Lova yang pernah hilang dibu nuh adeknya."

"Kok bisa sih, Va? Kiat-kiat mas Afif emang mujarab, langsung bawa nama Allah sama ayat-ayatnya..." geleng Alika takjub, memancing Lova tersenyum, Alika benar...emang backingan mas Afif tuh ngga kaleng-kaleng.

"So, 4 hari pacaran di Jogja? awas berubah jadi bin4l...jangan nanti pas balik tiba-tiba bawa kabar mengejutkan..."

"Apa?" wajah Lova, begitupun katanya membulat, tapi kemudian ia paham dan tertawa gemas, "ihhhh Omesh!" tunjuknya tertawa tertahan, gemas.

"Yeee, kenapa? Kan udah halal, boleh lah kecap kecup Va...toh bentar lagi juga siap ujian terus lulus."

Lova menggeplak kecil bahu Alika, "belum sejauh itu lah! Baru juga mulai, ibaratnya kita baru pedekate, Ka...." senyumnya itu tak pernah luntur sejak membahas nama Afif.

Dan catatannya berhenti di, *celana dalam mas Afif 5*.

"Enak ya Va, pacaran halal, ngga takut dipelototin malaikat...ngga takut nimbun dosa juga...suerrr deh, ngiri...planning cowok mateng emang beda."

Lova tersenyum bangga padahal sebelumnya ia sempat ragu jika ia bisa menerima Afif. Benar Afif semengagumkan itu, *tak ada yang perlu diragukan lagi Lova*.

.

.

.

.

1
Ney Maniez
ayokkk donk mas Afif ngomong,, jangan di Pendem
Ney Maniez
uhukkkk😘😘😘😘
Trituwani
canduuu ye mas 😄
Trituwani
first kiss sama yg halal va...sampai terkejoet kejoet begeto 😄😂
Trituwani
ngomong mas yg jd ganjalan hatimu...biar flong
Trituwani
boleh ko mas monggoo kerso 😄
Trituwani
cemburunya pak dosen hororrrr bgt
Trituwani
mas afif luruskannnnn
Trituwani
ayok pe inget"kamu pernah nyimpen apa dilaci kamar km...
stnk
udah candu ya masss....
Trituwani
lg sensi gegara af tadi lohh...ajak lope saling bicara dong mas.. jan sampe salah paham berlarut
Trituwani
untungnya da mas afif loh yg bantu lova cz dapat bonusnya jg...jd makin cinta ma suami sendiri...hmmm jangan ad salah faham ya mas.... untung loh si lova patah hati trus ketemu mas afif jd g lari ke cangar part sekian dan terimakasih 😅😄
🥀Othor kunthi🥀: cangar🤔
total 1 replies
Trituwani
udah dibacakah mas?! hmmm jangan menjadikan masalalu masalah mas dia cinta monyed ko klo mas afif mah cinta n masa depan...jan insecure tentang umur..semakin matang semakin bijak jg buat bimbing neng lope... q ma misua jg kepaut 9th mas fif 😄😄
novel destiny
cemburu dan ketakutan mas afif beralasan si.. tapi coba komunikasiin lagi sama lova nya mas.. biar hati adem
Anonim
Jangan baper pada Afna Lov
Ingar sakit nya ditolak dengan kata "yg luar biasa kejam
Ney Maniez
gassss mass ustadz 😘😘😘😘
Ney Maniez
nahh KLO gini kan enk
Ney Maniez
waduh panassss🔥🔥
ngegasssss mlu
PuputMega Shelviana SuJanii
kak SE hari bener inih up 1 bab😩😭 please kak tambahin🤭
Vike Kusumaningrum 💜
Siap2 aja Va, nanti kamu bawa kenangan pulang honeymoon. ini meledak karena rasa cemburu yang ugal-ugalan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!