NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Willa tergesa meninggalkan kamar kostnya, saat waktu menunjukkan jam sembilan pagi. Seharusnya ia sudah berangkat sejak satu jam yang lalu, dan sekarang dia justru baru bangun tidur. Bahkan saking takut terlambat, Willa hanya mencuci muka dan menyambar kaos asal dan mengenakan jas almamaternya saja.

“Ah sialan, kenapa gue musti telat. Ini gue musti jadi siapa,” geram Willa, mengenakan pakaian dengan tergesa. Tidak lupa, ia menyambar wig yang selalu ia gunakan ketika di kost dan akan keluar kost.

Baru saja Willa keluar dari kost, dan sibuk dengan sepatunya, Summer juga ikut keluar dengan wajahnya yang masih segar khas orang baru selesai mandi.

“Lho, Wil. Lo mau kemana jam segini, pake heboh segala? Mana rambut Lo berantakan lagi?” tanya Summer, dengan kening mengerut melihat tingkah Willa.

“Ya gue mau kuliah lah Mer, masa ngangon sapi. Kan kagak lucu, gue yang segini imutnya musti ngangon,” jawab Willa asal, dengan tangan yang sibuk mengikat tali sepatunya.

“Lo yakin mau kuliah?”

“Kagak, mau jadi dalang gue.”

“Dalang?” beo Summer, mengulang ucpaan terakhir Willa. “Lo bisa mainin wayang? Ko Lo nggak ngasih tahu gue. Lo jadi dalang di pagelaran apa gimana?”

Helaan napas berat terdengar dari Willa, saat terburu-buru seperti ini, Summer justru bertanya hal yang bahkan sedikit diluar nalar. Namun diam-diam, summer menahan senyumnya sendiri saat melihat raut kesal di wajah Willa.

“Nggak, gue nggak ngurusin wayang.”

“Tapi katanya lo itu dalang, Wil.”

“Iya, tapi gue bukan dalang wayang. Gue dalang kerusuhan.”

Mata Summer membola, ia nyaris saja tertawa tapi masih berusaha di tahan. Melihat sikap jengkel Willa, membuat Summer senang menggodanya meski ini sedikit aneh.

“What? Kerusuhan apa?”

“Mer, please. Gue udah telat, dan Lo…”

Suara pekikan tertahan Summer yang terdengar tiba-tiba, membuat kening Willa mengernyit. Ia bahkan lupa kalau saat ini musti pergi secepatnya.

“Lo kenapa?” tanya Willa.

“Wil, Lo serius? Lo telat? Lo udah telat?”

“Iya, Mer. Gue udah telat, gue…”

“Berapa bulan, Wil? Sama siapa dan…”

“Anjir ni anak. Gue bukan telat karena tekdung tralala ya, Summer yang cantik, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung,” potong Willa dengan kesal, sebelum ia lanjut bicara. “Tapi gue telat berangkat ke kampus, jadi tolong… izinin gue pergi dan jangan ngajak gue gelut pagi-pagi.”

Summer memejamkan matanya kuat-kuat dengan bibir yang terlipat kedalam, sekuat mungkin ia menahan diri untuk tertawa di depan Willa. Namun suara tawa yang tertahan dengan mulut tertutup itu, masih bisa di dengar Willa.

Dan itu justru membuatnya menyadari sesuatu…

“Mer, lo ketawa? Ini serius? Lo ketawa sampe musti ditahan kayak gitu depan gue, karena kegilaan bahasa kita yang kayak gini? Ini kemajuan,” batin Willa, melihat Summer yang menahan tawa dengan tingkahnya..

“Yaelah, kalo lo mau ketawa ya ketawa aja, Mer. Kagak usah ditahan juga.”

Summer memalingkan muka, melipat bibir kedalam menahan tawa, sebelum akhirnya berdekhem keras.

“Ekhemm!!”

Willa masih menunggu reaksi Summer selanjutnya, tanpa mengganggu dirinya dengan apapun.

“Kenape lo, puas bener liat gue.”

“Nggak,” jawab Summer cepat, disertai gelengan kepala. “Gue cuma mau mastiin, yakin Lo mau kuliah sekarang?”

“Ya iya dong, masa ya iyalah. Bayi aja dibedong, bukan dibelah.”

Lagi-lagi Summer menahan tawa di depan Willa.

“Kalau mau ketawa ya ketawa aja kali, Mer. Kagak usah ditahan.”

Summer kembali menggeleng. Lalu ia meminta maaf, sebelum ia menunjukkan sesuatu pada Willa.

“Sorry, sorry… gue nggak maksud,” ujar Summer, masih berusaha nahan tawanya.

“Kenape, lo gak perlu minta maaf. Gue udah biasa diketawain.”

“Nggak, bukan itu,” sahut Summer dengan napas terengah. “Gue cuma mau mastiin lagi, Lo beneran mau kuliah dengan kaya gitu?”

“Maksud Lo?”

“Lihat badan Lo kebawah, Wil.”

Refleks, Willa menunduk.

Dan dalam satu detik, wajahnya langsung berubah datar, dan mukanya terasa panas.

Kaos yang ia pakai… terbalik.

Lebih parah lagi, itu bukan kaos biasa. Itu kaos tidur tipis dengan gambar kartun bebek warna kuning mencolok di bagian dalam, yang sekarang justru terpampang jelas di luar.

Lalu di bagian kaki, Willa justru mengenakan kaos kaki panjang dengan satu berwarna merah dan satu lagi berwarna hijau, bahkan ia hanya mengenakan celana pendek selutut.

“Astaga.” lirih Willa, menyadari penampilannya yang bukan terlihat seperti mahasiswi, justru terlihat seperti anak hilang.

Pecah!! Tawa Summer akhirnya keluar juga, meski tidak keras. Tapi ini tawa pertama dari Summer yang begitu bebas dihadapan Willa.

“Mer….”

Summer tidak menjawab, ia justru kembali tertawa melihat penampilan Willa. Belum lagi, Willa yang saat ini masih syok dengan penampilannya yang ditertawakan Summer, kembali dibuat Syok saat ia berdiri menghadap kaca kost yang memantulkan tubuhnya.

Rambut acak-acakan, tas yang salah ambil dan… seperti tadi, semua yang ia pakai hari ini jauh dari kata manusia normal.

“Mer, kenapa Lo nggak bilang dari tadi Mer, ah elah. Harga diri gue turun ini.”

Summer masih tertawa. Bahunya naik turun. Tangannya sampai menepuk pintu kost.

“Gue tuh… udah mau bilang dari tadi,” katanya di sela napas. “Tapi lo keburu ngomel duluan.”

Willa mematung di depan kaca, tanpa sadar tangannya meremas lain dan tangan lainnya perlahan naik, menyentuh wig yang posisinya miring.

“Anjir, wig gue gak pada tempatnya. Sialan, ini malah Summer curiga, tamat riwayat gue.”

“Mer… gu- gue balik ke kamar aja kali ya. Gue bolos aja kali ah. Bye, gue masuk dulu,” ucap Willa menahan rasa malu yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Tanpa menunggu jawaban, Willa langsung berbalik. Langkahnya cepat. Tangannya sudah memegang gagang pintu.

Sialnya, berulang kali Willa mencoba membuka pintu dan memasukkan kunci kedalam lubang, anak kunci itu tidak mau masuk juga, dan itu membuat Willa kesal.

“Kenapa pake gak bisa masuk segala sih ini pintu, buruan masuk dong. Buta amat ini kunci,” omel Willa.

Namun detik berikutnya, Summer justru memanggilnya.

“Will.”

“Kenapa? Pelase jangan godain gue dulu Mer, pintu gue kayak masih perawan ini, susah bener dibuka?”

“Iya, gue tahu. Gue juga lihat itu, tapi…”

“Tapi apa Mer? Bukannya bantuin kek, malah kaya gitu,” oceh Willa, masih dengan kekesalannya.

“Iya, tapi gue gak bisa bantu. Soalnya…”

“Soalnya ape?”

Summer berusaha kembali menekan tawanya, saat melihat bagaimana Willa kembali kacau dan tidak menyadari kondisinya saat ini.

“So- soalnya kamar Lo di 206, itu kamar 205 punya orang Will. Kunci Lo nggak bisa diputer disitu?”

“Anjir!”

“Bukan itu aja.”

“Apa lagi?”

“Itu…”

“Itu apa?”

“Itu kunci motor, Will. Bukan kunci pintu.”

“Anjirr!”

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!