NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Masa Lalu Sang Dewi Es

Xia Ruofei masih termangu. Sementara itu, Liu Minghao yang berada di sampingnya menatap dengan tatapan sinis dan bertanya.

"Qingxue, kau kenal dengan pemuda ini?"

Ling Qingxue mengabaikan Liu Minghao begitu saja. Ia menghampiri Xia Ruofei dengan wajah penuh kegembiraan.

"Xia Ruofei, kau benar-benar tidak ingat aku? Aku Ling Qingxue! Teman sekolahmu waktu SMP!"

Teman SMP?

Bukan hanya Liang Qichao, Liu Minghao, Lu Wen, dan Lu Ping yang merasa tidak percaya, Xia Ruofei sendiri pun dibuat melongo. Setelah diam beberapa saat, ia baru berkata.

"Sepertinya... aku ada sedikit ingatan..."

"Kau ingat?" Ling Qingxue berseru riang. "Baguslah! Kupikir kau benar-benar sudah melupakanku!"

Sambil berbicara, tubuh Ling Qingxue hampir menempel pada Xia Ruofei. Karena posisi mereka yang sangat dekat, Xia Ruofei secara refleks mundur setengah langkah dengan canggung.

Liang Qichao dan yang lainnya kembali dibuat syok. Ling Qingxue yang biasanya dingin ternyata bisa bersikap seperti ini... Padahal tadi Xia Ruofei jelas-jelas hanya pura-pura ingat, tapi Ling Qingxue malah percaya begitu saja.

Sejak kapan putri kecil keluarga Ling yang terkenal cerdas dan tenang ini berubah menjadi gadis yang sedang kasmaran?

Mereka semua, termasuk Xia Ruofei, tidak tahu bahwa Ling Qingxue sebenarnya adalah murid dari kelas sebelah Xia Ruofei saat SMP dulu. Saat itu, Xia Ruofei adalah idola sekolah. Dia jago main bola, wajahnya tampan, dan pembawaannya ceria. Banyak gadis yang menyukainya.

Dan Ling Qingxue adalah salah satunya.

Puncaknya adalah saat Ling Qingxue diganggu oleh sekelompok preman di dekat gerbang sekolah saat kelas dua SMP. Xia Ruofei-lah yang muncul bak pahlawan dan menghajar para preman itu hingga lari kocar-kacir.

Sejak momen itulah, sosok Xia Ruofei terpatri dalam di hati Ling Qingxue.

Tentu saja, bagi Xia Ruofei kejadian itu hanyalah hal kecil yang sudah lama ia lupakan.

Memasuki masa SMA, ayah Ling Qingxue yang bisnisnya mulai sukses memasukkannya ke sekolah elit, sementara Xia Ruofei masuk ke SMA negeri biasa. Sejak saat itu, jalan hidup mereka tidak pernah bersinggungan lagi.

Namun, Ling Qingxue tidak bisa melupakan Xia Ruofei.

Cinta monyet adalah yang paling sulit dilupakan. Ling Qingxue bahkan pernah diam-diam pergi ke sekolah Xia Ruofei hanya untuk melihatnya main bola dari jauh. Namun, Xia Ruofei sama sekali tidak menyadarinya.

Belakangan, ia mendengar bahwa Xia Ruofei masuk militer setelah lulus SMA. Sejak itu, Ling Qingxue kehilangan kabar sama sekali.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak pria yang mencoba mendekatinya, apalagi bisnis ayahnya makin menggurita. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa memikat hatinya. Ia justru merasa risih dan sikapnya pun menjadi semakin dingin.

Siapa sangka mereka akan bertemu lagi di sini. Di tengah kegembiraannya, ia seolah kembali menjadi gadis SMP yang polos. Saat melihat pangeran impiannya muncul, kebahagiaannya pun meluap-luap.

"Xia Ruofei, kudengar kau masuk tentara setelah lulus sekolah. Bagaimana kabarmu setelah itu?" tanya Ling Qingxue antusias.

"Anu... aku baru saja pensiun belum lama ini..." jawab Xia Ruofei.

Jujur saja, Xia Ruofei benar-benar tidak ingat pada si cantik yang bersemangat ini. Situasi sekarang terasa sangat kikuk baginya.

Ling Qingxue tidak menyadarinya dan terus bertanya dengan penuh minat.

"Wah! Hidup di militer pasti seru, ya?"

"Biasa saja," Xia Ruofei tersenyum canggung. "Isinya cuma latihan fisik, belajar, dan kedisiplinan..."

"Lalu setelah keluar dari tentara, sekarang kau kerja di mana?" Ling Qingxue menatapnya dengan mata yang berbinar.

"Aku baru saja pulang, belum punya pekerjaan," jawab Xia Ruofei jujur.

Mendengar itu, Liu Minghao tidak tahan untuk menyindir.

"Zaman sekarang tidak gampang lari cari kerja buat mantan tentara! Perusahaan ayahku tempo hari baru saja merekrut mantan perwira. Dia sekarang cuma jadi kepala bagian kantor. Oh ya, Bung Xia, apa pangkat terakhirmu di tentara?"

Xia Ruofei tersenyum tipis dan menjawab, "Sersan."

"Oh, ternyata bukan perwira... Kalau begitu bakal lebih susah lagi cari kerja..." ucap Liu Minghao sinis.

Ia melirik Ling Qingxue dengan tatapan penuh rasa superioritas, seolah ingin menunjukkan bahwa Xia Ruofei bukan level mereka.

Namun, Ling Qingxue bahkan tidak melirik Liu Minghao sedikit pun. Seluruh perhatiannya terpusat pada Xia Ruofei.

"Xia Ruofei, bagaimana kalau kau kerja di jaringan Restoran Ling Ji milik keluargaku saja? Kami baru buka cabang baru di area menara jam, dan kami butuh manajer!" ujar Ling Qingxue.

"Qingxue, posisi manajer itu sangat penting, dan si Xia ini tidak punya pengalaman di industri kuliner. Rasanya itu kurang tepat..." potong Lu Wen sambil tersenyum kecut.

"Bukan urusanmu!" balas Ling Qingxue ketus.

Lu Wen menatap Xia Ruofei dengan dongkol dan berkata sinis, "Bung Xia, kau harus tahu diri. Jangan coba-coba memanfaatkan kebaikan orang lain..."

Ekspresi Ling Qingxue langsung mendingin. "Lu Wen, jangan salahkan aku kalau aku marah padamu jika kau terus mengoceh! Memangnya kau siapa? Beraninya ikut campur urusan internal Restoran Ling Ji kami?"

"Qingxue, aku kan cuma mengingatkan..." bela Lu Wen.

Xia Ruofei buru-buru menengahi, "Teman lama Ling... Qingxue, terima kasih atas tawaran baikmu. Tapi sejujurnya, aku belum punya rencana untuk bekerja dalam waktu dekat."

"Ah... begitu ya!" Ling Qingxue tampak kecewa. "Tapi kalau nanti kau mau cari kerja, tolong pertimbangkan tempatku! Pintu Restoran Ling Ji selalu terbuka untukmu."

Xia Ruofei tersenyum pahit. "Tentu, tentu..."

Pada saat itulah, Liang Qichao akhirnya punya kesempatan untuk bicara. Ia segera berkata.

"Blood... anu, Tuan Xia, bolehkah kami melihat Ice Lantern Jade Dew milikmu?"

Dibandingkan Liu Minghao dan Lu Wen, Liang Qichao bersikap jauh lebih sopan kepada Xia Ruofei.

"Tentu saja!" jawab Xia Ruofei.

Liu Minghao tertawa mengejek. "Liang Qichao, kau benar-benar percaya si Xia ini bisa membudidayakan Ice Lantern kualitas tertinggi? Apa kau tidak dengar? Dia baru saja pulang dari barak. Memangnya dia ambil jurusan budidaya tanaman hias di tentara? Haha..."

Lu Wen ikut menimpali, "Kurasa Tuan Muda Liang sudah mulai gila karena terlalu terobsesi!"

Xia Ruofei mengernyitkan dahi. Sejak ia masuk, Liu Minghao dan Lu Wen terus-menerus menyerangnya. Padahal ia baru pertama kali bertemu mereka! Apa mereka ini anjing gila?

Melihat itu, Ling Qingxue membentak, "Liu Minghao, Lu Wen, jaga bicara kalian! Memangnya kenapa kalau Xia Ruofei bisa memelihara Ice Lantern? Hanya karena kalian tidak becus, bukan berarti orang lain juga sama!"

Bagi Ling Qingxue, Xia Ruofei adalah idolanya sejak kecil dan pangeran di hatinya. Apalagi sekarang, setelah melihat Xia Ruofei yang tampak lebih jantan karena didikan militer, ia makin terpesona. Mana mungkin ia membiarkan mereka menghina Xia Ruofei?

Liu Minghao dan Lu Wen akhirnya bungkam sambil mengedikkan bahu, meski wajah mereka masih menunjukkan ekspresi meremehkan.

Xia Ruofei melirik Ling Qingxue sejenak. Ia mulai bisa menebak apa yang sedang terjadi. Ia tersenyum pahit dan memutuskan untuk tidak meladeni dua "anjing gila" tersebut.

Ia membuka kantong plastik yang dibawanya dan mengeluarkan pot Ice Lantern Jade Dew dari dalamnya.

Melihat hal itu, Liu Minghao kembali mengejek.

"Baru kali ini aku melihat ada orang membawa Ice Lantern kualitas tertinggi pakai kantong kresek, haha... Dan lihat potnya, lusuh sekali..."

Ia sibuk mengejek sampai tidak menyadari bahwa Liang Qichao, Ling Qingxue, dan Lu Ping sudah benar-benar terpaku menatap pot Jade Dew tersebut. Mereka bahkan tidak mendengar ocehan Liu Minghao.

Tatapan Liang Qichao sangat fokus, ekspresinya berubah menjadi sangat fanatik. Ia langsung berjongkok di depan meja tamu dan menatap tajam ke arah Ice Lantern Jade Dew tersebut.

"Indah sekali... Ini benar-benar mahakarya..." gumam Liang Qichao. "Bentuknya... daun-daunnya... semuanya terlalu sempurna..."

Liang Qichao sama sekali tidak menutupi kekagumannya. Meskipun Ling Qingxue diam, matanya juga memancarkan binar kecintaan pada tanaman itu.

Ia menatap lekat-lekat pot Jade Dew itu. Kristal bening di ujung daun memantulkan cahaya matahari yang mempesona. Wajah cantik Ling Qingxue pun tampak makin menawan di balik pantulan cahaya itu.

Liu Minghao akhirnya tersadar. Ia menatap Ice Lantern Jade Dew itu dengan mulut ternganga dan bergumam lirih.

"Ini... ini... bagaimana mungkin..."

1
Andira Rahmawati
keren abissss👍👍👍👍
Andira Rahmawati
cerita keren..lanjut thor💪💪
Jujun Adnin
lagi
Luthfi Afifzaidan
lg
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Kang Comen
ok
Jujun Adnin
lanjut
Samadi Kelana
Mantap
Dasef Saputra
Cukup Bagus
Luthfi Afifzaidan
lg
Dasef Saputra
Maaf Thor klau bisa alur ceritanya jangan di bikin monoton,biar yg membaca tidak merasa bosan🙏
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
mantap💞 jiwa
JJ opa
alur cerita yang membuat pembaca makin penasaran,👍👍lanjut thor saya pribadi menanti kelanjutan episode🙏🙏
Sukma Firmansyah: hahahaha
sama,ini juga novel yang saya rekomendasikan
tapi aneh pembaca sepi
total 1 replies
Chi Fuyu
up
Sukma Firmansyah: gasssssss
total 1 replies
azizan zizan
alur yang terlalu membosankan pantas lah tidak ramai yang membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!