Seorang pemuda yang tewas dalam kecelakaan dan berpindah tempat ke sebuah dunia baru yang penuh dengan kekacauan karena Monster yang menyerang dunia itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoe69, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Rencana Penyergapan.
Setelah melewati hari yang sibuk, semua kelompok segera beristirahat di cerita itu. Mereka tidak membuat api unggun karena akan membuat para monster malam semakin tertarik dengan cahaya api itu.
Meski tanpa api unggun, namun suasana di sekitar cerita itu bisa terlihat karena malam yang cerah dan ada bulan sabit yang cukup memberikan penerangan malam itu. Bulan di dunia ini jauh lebih dekat dari bulan di bumi sehingga meski hanya sedikit yang muncul namun cahayanya tampak lebih terang dari cahaya bulan di bumi.
Kecuali Xiao Chen dan Da Huang yang berjaga untuk 2 jam pertama, semua tidur dalam kesunyian dan sesekali serangga malam memperdengarkan suaranya. Xiao Chen tiba tiba saja menghela nafas tak berdaya saat melihat ada beberapa obor tampak di kejauhan.
" Benar kata pemimpin... Pria besar itu memang benar benar tidak memiliki otak sama sekali... Malam malam seperti ini sangat berisik dan membawa api lagi... Apa mereka ingin memanggil semua monster yang ada di sekitar tempat ini ???" Gerutu Xiao Long sambil memakan potongan buah yang sempat dia ambil di beberapa pohon saat mencari tempat ini.
" Dia memang seperti itu... Bertindak sesuka hatinya dan juga tidak pernah mau mendengar perkataan orang lain... Namun sikapnya itu justru membuat beberapa orang menjadi sangat setia padanya... " Ucap Da Huan sambil tersenyum kecut karena dia hanya melihat cahaya di kejauhan namun tidak mengetahui siapa mereka seperti Xiao Long.
Xiao Long yang matanya beberapa kali lebih tajam masih mengikuti arah perjalanan orang orang itu sambil terus berkomentar seperti penyiar radio yang menyiarkan sebuah berita yang membuat Da Huang tertawa kecil. Akhirnya waktu jaga mereka selesai dan dua orang yang lain menggantikan mereka dan saat itu Xiao Long ijin untuk buang air terlebih dahulu sebelum dia berisitirahat.
Di saat salah seorang yang menggantikan dirinya berjaga menawarkan bantuan untuk menemani, Xiao Long menolaknya dan saat Xiao Long sudah menghilang di balik bayangan pohon yang ada di sekitar cerug itu, tubuh Xiao Long seketika juga menghilang dan dia sudah berkelebat menuju tempat singa api berada.
Xiao Long melesat cepat di antara pepohonan dan dalam waktu singkat dia sudah berada di dekat tempat singa itu berada, dia sudah merencanakan untuk mengambil beberapa kristal di kerangka yang ada di bawah batu tempat singa itu berada. Saat ini ada beberapa kerangka baru dengan kristal berwarna warni yang ada di sambungan tulang dada itu yang membuat Xiao Long tersenyum senang.
Dengan gerakan ringan dan masih dalam bentuk silumannya yang membuat dia tidak bisa di deteksi baik oleh manusia maupun monster Xiao Long menuju tumpukan tengkorak itu. Dengan cepat dia mengambil semua kristal di dada tengkorak tengkorak itu tanpa banyak mengeluarkan suara agar tidak membuat singa itu terbangun dari tidurnya.
Setelah mendapat lusinan kristal dari kerangka di sekitar batu singa api itu berada, Xiao Long segera kembali ke cerug dimana kelompoknya beristirahat. Kristal dan senjata yang di dapatnya dia tempatkan di jaket yang dia kenakan dan membungkus mereka dengan jaket itu. Selain kristal berwarna warni yang di dapatkannya, Xiao Long juga mendapat sebuah perisai berbentuk seperti kerang yang besarnya sekitar 40cm yang biasanya di gunakan di lengan sebagai teman pedang bagi kelas ksatria pendeta atau biasa di panggil paladin.
Dia atas cerug itu Xiao Chen segera menyerap semua kristal yang di dapatnya di mana beberapa di antaranya berwarna cokelat gelap, kristal di dada Xiao Chen yang semula hanya berbentuk prisma yang menghadap atas bawah, Kini memunculkan kristal lain yang mencuat 45 derajat dari kristal pertamanya yang berwarna warni.
Meski masih mencuat kecil, namun Xiao Long merasakan kekuatan di tubuhnya beberapa kali lebih kuat dan juga tubuhnya terasa lebih ringan dan berbagai ketrampilan baru memenuhi kepalanya. Bahkan tubuh Xiao Long kini di selimuti berbagai warna aura yang terlihat seperti kobaran api, di kepalanya di saat dia melihat ketrampilan yang baru dia dapatkan, mulutnya tersenyum karena dia memiliki beberapa ketrampilan untuk perisai yang jauh lebih kuat dari Da Huan.
Kini dia bisa menyembunyikan ketrampilan bayangan dan pembunuhnya dengan menjadi seorang paladin atau dia tetap akan menjadi kelas pencuri seperti sangkaan teman kelopoknya. Namun apapun itu dia akan bisa segera mendaftar sebagai terbangun begitu keluar dari area berburu ini, dengan beberapa inti beast yang di dimilikinya di dalam tas penyimpanannya yang ada di rumah dia akan bisa membeli kendaraan sendiri untuk mobilitas dirinya.
Dengan hati hati dia membawa sisa sisa jarahannya menuju tas barang miliknya dan menyembunyikannya dibalik kedua tas itu untuk sementara. Dengan masih menggunakan ketrampilan silumannya Xiao Long dengan mudah melakukan semua itu sebelum kemudian berpura pura keluar dari pepohonan tempat dia ijin buang air.
Di saat dua orang yang sedang berjaga dari kelompok itu bertanya mengapa Xiao Long cukup lama perginya, dengan wajah merah Xiao Long mengatakan jika dia pergi agak jauh agar apa yang dia lakukan tadi tidak memancing para monster berdatangan ke tempat mereka. Setelah mengobrol sebentar, Xiao Long menuju tempat barang barangnya berada dan memasukkan perisai kecil dan juga beberapa kristal ke dalam tas besarnya sebelum memejamkan mata sambil bersandar di dinding cerug sambil memeluk tas di dadanya.
Pagi datang dan akali ini Xiao Long yang telah bangun lebih pagi segera saja membuat api unggun dan memanggang daging tapir punggung baja untuk makan pagi mereka. Bau harum daging bakar membuat orang orang yang masih tidur itu mulai terbangun karena bau yang sangat menggugah selera mereka, namun di saat yang sama mereka juga merasa sedikit khawatir para monster akan datang ke tempat mereka saat ini berada.
Namun mereka melihat Xiao Long yang tampak tenang di dekat perapian yang membakar beberapa lusin tusuk daging dengan potongan besar dan ada beberapa potongan seperti bawang merah dan putih yang membuat daging bakar itu memiliki aroma yang lezat, terlebih Xiao Long juga tampak melumuri daging daging itu dengan sesuatu yang menambah aroma lezatnya.
" Xiao Long... Apakah tidak berbahaya kita membakar daging seperti ini ??? Bagaimana jika para monster mendekat ke tempat ini??? Kita pasti akan kerepotan..." Tanya Lie Han dengan nada penuh kekhawatiran.
" Kakak Han tidak perlu khawatir... Saya sudah membuat beberapa lapis pengusir monster... Terlebih jika siang hari monster yang datang hanya level 1 jadi tidak terlalu sulit di hadapi... Sebaiknya kita segera makan pagi dan kembali..." Ucap Xiao Long sambil memberikan tusuk daging yang sudah matang kepada Ling Ling dan Miu Mei yang membawa sepasang pedang sebagai senjata.
Para pria yang lain dengan segera memakan daging yang sudah matang dengan wajah penuh kebahagiaan, daging bakar buatan Xiao Long benar benar lezat dan nikmat. Setelah puas makan daging bakar itu, kelompok itu dengan segera bergegas meninggalkan tempat itu dimana masih ada beberapa daging yang di panggang di atas bara oleh Xiao Long.
Semua orang menatap kearah Xiao Long dengan bingung yang hanya dibalas oleh Xiao Long dengan senyum misterius sambil melirik ke arah daging bakar yang dia tinggalkan di sana. Xiao Long menunjuk ke arah rawa yang membuat semua orang melihat ke arah yang di tunjuk Xiao Long dan mereka melihat beberapa pohon yang bergetar seperti ada yang sedang mendekat ke tempat ini sambil bertempur.
" Ada orang orang tidak berotak yang mendatangi tempat ini untuk mencari masalah... Sebaiknya saya meninggalkan masalah juga untuk mereka... Kita sebaiknya mempercepat perjalanan kita... Atau kita akan benar benar terjebak di tengah tengah kekacauan nantinya..." Ucap Xiao Long dengan senyum jahat di bibirnya.
Pagi tadi di saat penjaga terakhir tertidur, kelas pencuri dari kelompok Mou Lung datang dan mengawasi mereka, setelah itu dia kembali ke kelompoknya dan Xiao Long mengikutinya dan dia mendengar apa yang di rencanakan kelompok itu untuk menyerang kelompok mereka dengan membawa ular rawa sebagai bala bantuan. Mereka semakin bersemangat menyerang di saat kelas pencuri itu mengatakan jika kelompok Lie Han sudah mendapatkan banyak material hingga dua tas besar penuh.
Mou Lung yang selalu sombong dan merasa sebagai terbangun terkuat di level 1 dengan angkuh segera meminta semua anggota untuk bersiap mengambil Lily emas dan membawa ular rawa itu menuju tempat kelompok Lie Han berada. Di saat kelompok itu sedang menghadapi ular rawa yang mereka bawa, mereka akan merampas tas milik Xiao Long karena merasa pemuda itu hanyalah pemuda biasa yang membuat mereka akan bisa dengan mudah merampas tas yang di bawa Xiao Long.
Di saat kelompok itu sedang bersiap untuk menyerang rawa Lily emas, Xiao Long kembali dengan membawa kayu bakar dan membuat beberapa lapis pengusir monster dari tanaman yang dia temukan. Dan saat ini di saat kelompok Mou Lung datang menyerang, mereka sudah menjauh dari cerug itu yang kini di datangi berbagai monster LV 1 yang sedari tadi tertarik dengan bau daging bakar.
Kelompok Mou Lung terkejut di saat mereka mendapati tempat itu sudah kosong tanpa siapa siapa dan hanya ada beberapa tusuk daging bakar setengah matang yang ada di atas bara api. Liur orang orang itu segera menetes mencium aroma lezat daging bakar bahkan Mou Lung sendiri tanpa banyak bicara segera mengambil salah satu daging bakar itu dan memakannya meski masih setengah matang.