NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:936
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Licik yang gagal

Setelah itu acara Foto-foto keluarga, tidak ada acara sungkeman atau apalah itu, karena Amara tidak mau banyak bicara, Dia bahkan tidak mau mengenal siapa keluarga dari suaminya karena merasa malas.

Selama sesi foto-foto, Amara hanya diam dan pasrah, sementara Dinda justru malah mencuri kesempatan untuk memeluk putrinya itu walaupun yang terjadi Amara menolak nya.

...****************...

Acara di rumah selesai cuma ijab qobul dan foto-foto. kini di lanjut acara resepsi pernikahan malam hari, Amara sudah memakai gaun pengantin berwarna merah dan memakai mahkota di kepalanya rambut nya di sanggul seperti seorang putri, lagi-lagi itu semua keinginan Amira, hal itu membuat Amara merasa kesal, terlebih harus memakai high heels yang tinggi karena gaun nya cukup merepotkan.

Dengan memakai gaun pengantin itu iya berjalan ke arah kamar adiknya, sebelum berangkat ke hotel karena dirinya ingin pamer lagi.

"Lihat ini, kau sungguh membuat ku repot dengan gaun ini, kenapa juga harus merah seperti ini? terlalu terang banget," ucap Amara sambil meliuk-liukkan badan nya, sebagai bentuk protes, karena Amara adalah orang yang suka warna netral dan tidak suka mencolok sedangkan Adiknya suka yang mencolok.

"Amara, berhenti bersikap konyol, di depan Amira," suara Darel yang baru saja masuk kini membuat wanita itu mendengus, karena kakak nya selalu saja menganggu nya.

"Kenapa sih? Apa urusan nya dengan Lo?" ketus Amara menatap Darel dengan mata yang tajam.

"Aku ingin kau tidak bersikap keterlaluan pada Bunda, tadi kau juga membuat nya bersedih di depan tukang foto," ujarnya saat mengingat kejadian di mana Amara menolak untuk di peluk, padahal sesi foto nya adalah adegan Anak memeluk ibunya.

"Cih lagi-lagi wanita itu yang Lo sebut, berhenti deh, Gue emang tidak suka di peluk sembarangan," decak Amara menatap Darel sambil memutar bola matanya malas.

"Dia Bunda kita, Bunda yang melahirkan mu, tanpa nya kau tidak akan ada di sini," ujar Darel saat Amara melangkah ke arah pintu.

"Dia memang melahirkan Gue, tapi Dia Bunda Lo,Darel. Dia selalu ada untuk Lo, bukan untuk Gue, kalo Lo lupa," jawab Amara mengingat saat Dinda terkadang lebih perhatian ke Darel daripada dengan nya, wanita itu dulu memang lebih dekat dengan Farel Ayahnya di banding dengan Dinda, itu yang membuat Amara enggan untuk dekat dengan wanita itu, terlebih saat semua masalah yang terjadi wanita itu tidak melakukan apapun untuk nya hanya menangis itu yang Amara benci.

Darel hanya menghela nafas menghadapi adik nya yang keras kepala itu, Dia akhirnya membiarkan adik nya keluar dari ruangan itu, lalu menatap ke arah Amira di mana adiknya itu masih setia menutup mata nya.

"Akibat terlalu bucin sama Amera, membuat ku harus mengorbankan adikku sendiri, Amira menurutmu apa kamu juga akan membenciku, seperti nya jika kamu yang mengalami hal itu?" Dia bertanya kepada Amira, walaupun wanita itu tidak menunjukkan tanda akan sadar, biasa nya Darel saat sedang dalam masalah atau pusing adik nya akan memenangkannya, dan mengatakan, semua akan baik-baik saja, begitulah cara Amira menghadapi masalah, sedangkan Amara Dia akan meledak-ledak dan membenci orang yang membuat nya terluka.

Di sisi lain

Di sebuah hotel tempat acara pernikahan, kini Laura dan Wisnu sudah berada di sana lebih awal, diikuti Wardana Jonson kakek nya Glen.

"Semuanya, Aku dengar-dengar Glen kecelakaan, ada kemungkinan acaranya gagal, calon istri nya sangat parah, dan kemungkinan dia tidak bisa menghadiri pernikahan," ucap Laura di atas panggung memprovokasi semua orang.

"Apa itu benar? Pantas saja dia tidak masuk ke perusahaan selama 5 hari ini, itu ternyata karena kecelakaan," ucap orang-orang mulai berbisik-bisik, acara nya menjadi gaduh.

"Aduh bagaimana nasibnya perusahaan, kalo pemimpin nya sakit dan gagal nikah, apa ini mempengaruhi turun nya harga saham," orang-orang semakin resah membuat Laura dan Wisnu tersenyum puas.

"Siapa bilang Aku gagal nikah," ucap Glen yang baru saja datang membuat Laura menjadi tegang.

"Glen, itu beneran kamu," ucap kakek nya sambil menatap Glen dengan tersenyum senang, walaupun DIA tidak suka dengan Melani tapi jika menyangkut perusahaan Dia juga tidak percaya dengan Wisnu.

"Tentu saja, memang nya kakek berharap Aku mati?" jawab Glen dengan dingin membuat pria tua itu gelagapan.

"Glen, kamu memang selamat, tapi calon istri mu sedang sekarat kan, mana mungkin kamu bisa menikah," ucap Laura yang sudah turun dari panggung.

"Ibu tiri, seperti nya kamu tau banyak, apa kecelakaan itu ada kaitannya dengan mu?" ucap Glen menatap Laura dengan intens membuat wanita itu gelagapan.

"Aku cuma tahu dari berita kok," jawab wanita itu sambil berusaha menutupi kegugupannya.

"Berita? Bahkan gak ada berita yang menyoroti itu semua, tapi Ibu Tiri seperti nya tahu segalanya," ucap Glen membuat Laura terpojok tapi wanita itu berusaha untuk tidak kepancing.

"Tapi faktanya, kau tidak bisa menikah dengan putri keluarga Argadinata hari ini kan?" ucap Wisnu berusaha untuk mengalihkan perhatian Glen, agar tidak terus memojokkan ibu nya.

"Siapa bilang, Aku bahkan sudah resmi menjadi menantu keluarga Argadinata, ini surat nikah kami dan kami tadi sore menggelar acara ijab qobul nya," jawab Glen sambil menunjukkan buku nikah nya.

"Tidak bisa lah, putri keluarga Argadinata sedang koma, mana sah menikah seorang diri begitu," ucap Wisnu tidak terima.

"Iya yah, jadi CEO Glen ini halu, nikah sendiri," ucap orang-orang menertawakan Glen.

"Ya ampun, kalo Aku jadi Dia sih, lebih baik gak usah datang ke acara, lebih baik sembunyi daripada mempermalukan diri sendiri," orang-orang terus menertawakan Glen, membuat Glen menjadi tidak tenang, sedangkan Melani dan Klaudia tidak bisa melakukan apapun selain berharap Amara cepat datang.

"Berhenti mengusik suamiku, kalian mau mati yah," suara bariton itu membuat semua orang menghentikan tawanya, kini wanita bergaun merah itu berjalan mendekat ke arah Glen dengan anggunnya.

"Itu bukan putri keluarga Argadinata yah," ucap orang-orang itu dengan ketakutan.

"Kalian tadi menipu kami yah, fakta nya putri keluarga Argadinata terlihat baik-baik saja," ucap orang-orang itu menatap Laura dan Wisnu dengan ketakutan.

"Mana mungkin aku tahu, dia baik-baik saja, mungkin berita nya hoak," ucap Laura menjadi ketakutan.

"Lihat apa yang terjadi Ibu Tiri, kau pasti akan menerima balasan nya," bisik Glen membuat Laura menjadi pucat.

"Siapa tadi yang bilang Aku sekarat?" tanya Amara menatap ke sekeliling saat sudah berada di hadapan suaminya.

"Maafkan kami Nona Amira, tadi kami terprovokasi oleh wanita itu dan anaknya," jawab orang-orang itu ketakutan.

"Dia ibu tiri ku, kalo kau bersinggungan dengan nya hati-hati dia punya banyak muka," bisik Glen di telinga Amara membuat wanita itu paham, lalu berjalan mendekat ke arah Laura dan Wisnu.

"Ibu mertua, apa anda sangat menginginkan Aku mati?" ucap Amara dengan wajah di buat sesedih mungkin.

"Tidak-tidak, mana mungkin begitu, Amira. Ibu cuma khawatir saja kalo Glen batal nikah, ibu juga sangat begitu kasihan," jawab Laura mulai berakting.

"Walaupun Glen cuma anak tiri ku, Aku juga menganggap Glen anak ku sendiri, cuma berita palsu itu membuat Aku menjadi khawatir," lanjut nya berusaha untuk terlihat sedih dan berapi-api, jika orang yang melihat itu pasti percaya tapi Amara justru malah muak.

"Amira, Aku senang kamu baik-baik saja," ucap Wisnu hendak merangkul pundak Amara, namun wanita itu menepis nya.

"Maaf kakak Wisnu, Aku sekarang sudah jadi istri Adik mu, jadi tidak etis begitu," ucap Amara sambil menarik Glen melangkah ke arah pelaminan, karena tidak ingin melihat drama keluarga itu yang membuat nya muak.

Amara sengaja memanggil Kakak Wisnu, itu semua karena Glen yang memberitahu nya kalo dulu Wisnu adalah senior Amira saat adik nya kuliah pertama nya sebelum akhirnya pindah kuliah kedokteran.

'Sorot mata itu sangat begitu berbeda,' batin Wisnu menatap punggung Amara yang berjalan ke arah pelaminan.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!